
--- Kastil Lily ---
"Ahahaha! Rencanaku berjalan mulus!"
Rosalia terus tertawa dengan puas
Sementara itu, seluruh keluarganya berkumpul disana, dan mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, mereka baru mengetahui rencananya itu dan baru melihat kartu macam apa yang dimiliki oleh Rosalia, itu sebabnya mereka duduk di seberangnya, mematung dan berkeringat dingin selagi mendengar tawanya
Di belakang kursi milik Rosalia, semua sekutunya berdiri disana. Yuriel, Yael, Darwin dan Walter hanya ikut tersenyum sinis bersamaan dengan tawanya
"Aku yakin kalau Oberon akan dibenci oleh seluruh dunia sekarang! Ahahaha!!!"
Rencana kotornya itu berhasil. Karena dia tidak bisa membunuhku dengan mudah, dia mencoba mencari cara untuk mengkambinghitamkan diriku
Berkat sihir para penyihir kerajaan, dia bisa menyebarkan berita palsu itu ke seluruh dunia. Dan sedikit saja taburan dari aura yang diberikan Yael membuat semua orang yang tidak waspada menjadi percaya
Seluruh manusia yang ada di dunia sudah pasti membenciku sekarang ini. Dan itu adalah hal yang diinginkan oleh Rosalia
"Harus kuakui, rencanamu itu sangat brilian tuan putri" Yuriel berkata
"Tentu saja! Dan juga, baik tidaknya langkah selanjutnya ditentukan olehmu, Yuriel" Rosalia berkata
"Ahaha! Tentu saja tuan putri. Bagiku, urusan mengelabui publik nanti hanya semudah menjentikkan jari"
Dia kemudian menyeruput cangkir teh di tangannya
"Hey, tidak sopan kalau minum teh sambil berdiri. Silahkan, duduk dulu"
"Boleh tuan putri?"
"Kenapa tidak, kamu itu kakekku. Ah ya, yang lainnya tetap berdiri saja"
Yuriel langsung mengambil posisi duduk di samping Rosalia. Darwin dan Walter menggerutu, sementara Yael hanya diam tidak berkomentar dan terus tersenyum
Rosalia kemudian beralih kearah Keluarganya yang masih diam mematung
"Kenapa? Tidak suka dengan cemilannya?"
Tidak ada satupun yang menjawab
Hanya Sofia yang berani membuka mulut
"A- anakku. Aku-"
"Kamu memanggilku anakmu? Aku baru sadar kalau kamu menganggapku seorang anak?"
Rosalia meminum tehnya, juga menggulingkan bola matanya dengan sebuah senyum
Sofia kemudian hanya diam tidak bergerak lagi
Mereka semua merasa sedang berada di ujung tanduk sekarang ini. Satu langkah yang salah di depan Rosalia, mereka akan jatuh dan pecah di tanah
"L- lalu, apa rencanamu selanjutnya, Rosalia" Celeste memberanikan diri untuk bertanya
Dia memegang tangan Damien seerat mungkin sambil berusaha melihat kearah mata Rosalia yang tersenyum sinis
"... Jadikan Damien sebagai raja selanjutnya" Rosalia pun berkata
...
"Kamu serius...?" Celeste bertanya dengan perasaan tidak percaya
"Tentu. Masalahnya, jika aku yang menjadi pemimpin tempat ini nanti, orang-orang justru akan curiga padaku"
"Aku juga berpikiran begitu. Ketika seorang raja meninggal, putra mahkota lah yang harus mengambil takhta nya sebagai penerus raja itu. Biarpun tuan putri adalah orang terpenting sekalipun, Pangeran Damien lah yang harus mengambil takhta itu" Yael menjelaskan
Celeste masih merasa tidak percaya dengan apa yang keluar dari mulut Rosalia
"Lalu, apa keuntunganmu dalam hal ini?"
"Kamu lebih bodoh daripada yang kukira, ibu ratu"
"Apa-??"
"Ingat tempatmu"
Yael yang tiba-tiba berada di belakang Celeste itu langsung membuatnya merinding dan berhenti mencoba untuk menyakiti Rosalia
Celeste kemudian kembali duduk tenang sambil menahan amarahnya, kembali dimakan oleh rasa takut yang berlebih
Rosalia pun kembali menjelaskan
"Damien memang yang akan menjadi raja. Tapi, aku yang akan mengontrol semua keputusan di kerajaan ini"
"Kalau begitu lebih baik kamu sendiri saja yang menjadi raja bukan?"
__ADS_1
"Kami tuli atau bodoh? Baiklah, akan kujelaskan....
Aku hanya menjadikan Damien sebagai tameng ku"
Seluruh keluarganya tersentak
"Memangnya kami pion untukmu!?" Darius menyela
Rosalia menatap dengan tatapan penuh ejekan kearahnya
"Salah~ Kalian bidak yang harus dibuang. Kalian lebih rendah dari pion"
Darius geram. Dia ingin berdiri dan memukul Rosalia, tapi...
"Aaghh!!" Darius menggerang kesakitan
Dia terkapar di lantai dan berguling di tanah. Sofia langsung berusaha menolongnya, tapi tidak membantu sama sekali. Sementara itu, keluarganya yang lain hanya menyaksikan dengan tampang horor
"Aku mohon! Jangan sakiti dia!" Sofia memohon
Darius semakin menjerit dengan hebatnya karena rasa sakit di tubuhnya
"Kamu lancang sekali..." Rosalia bergumam
Rosalia perlahan berjalan kearahnya dan memberi tatapan murka
Dia kemudian menginjak dada adiknya itu selagi Sofia berusaha menghalaunya sambil terus memohon dan meringis. Tapi, usaha Sofia tetap tidak menghasilkan apapun, karena entah kenapa, kekuatan Rosalia itu setara dengan pria dewasa
"Sadarlah dengan tempatmu, dasar bajingan!!"
Dia kemudian mengangkat kakinya dari dada Darius dan melangkah kembali ke tempat duduknya. Rasa sakit di tubuh Darius pun menghilang, tapi dia pingsan di tempat selagi Sofia memeluknya karena ketakutan
Semua anggota keluarga Rosalia menatap kearahnya dengan wajah ketakutan
"Dengar. Jika kalian ingin hidup, jangan berani-berani kalian membuka mulut kalian tentang hal ini. Dan juga...
Selamat datang ke keluarga Hortensia yang baru. Semoga kalian betah mengikuti perintahku" Rosalia berkata, seringainya perlahan melebar di wajahnya
Mereka semua mengangguk gugup sambil mengeluarkan keringat dingin
Collin pun berusaha bersembunyi di balik Lynia. Dia benar-benar ketakutan dengan kakaknya itu
Lalu, perlahan dia berharap kalau semua ini tidak pernah terjadi. Itu sebabnya dia merasa menyesal. Dia menyesal dia tidak pernah berusaha dekat dengan saudara-saudaranya hanya karena keinginan ibunya
Dan di lubuk hatinya yang terdalam, dia berharap ada orang yang datang untuk menyelesaikan hal ini. Dan orang yang dia harapkan untuk melakukan itu adalah Verdea
......................
"Tuan putri belum tidur bukan?"
Walter memasuki kamar Rosalia
Rosalia hanya duduk di kasurnya sambil membaca sebuah buku
"Hm...? Mantra ilmu hitam?"
"Hanya mencoba mempelajarinya. Yael bilang ini sangat menyenangkan"
"Tergantung orangnya. Aku sudah mencoba sihir hitam sebelumnya, dan.... Uh... Tidak berakhir menyenangkan"
Rosalia tertawa kecil mendengar Walter
"Itu karena kamu bodoh dalam melakukan sesuatu" Dia mengejek Walter
"Yah. Semua orang berkata begitu"
Walter kemudian berdiri bersender di tiang kasur Rosalia
"Omong-omong, aku punya, 'berita menarik' untukmu tuan putri"
Rosalia berhenti membaca bukunya seketika dan menoleh kearah Walter penasaran
"Oh? Dan apakah berita itu?" Dia bertanya dengan nada antusias
Walter tersenyum sambil berjalan pelan menghadap Rosalia
"Adikmu masih hidup" Walter berbisik kemudian
Rosalia menggulingkan bola matanya tidak tertarik setelah perkataan itu
"Wah, sangat tidak menarik rupanya. Memangnya apa yang bisa dilakukan anak itu ketika terpisah dengan Oberon?"
Rosalia yang mulai tidak tertarik itu pun kembali membaca bukunya tanpa menatap Walter sedikitpun
"Kebiasaanmu meremehkan orang itulah yang harus kamu hilangkan tuan putri"
__ADS_1
Dia terdiam sebentar, kemudian melanjutkan perkataannya
"Anak itu, adikmu, ada sebuah segel unik di tangannya. Atau bisa dibilang begitu"
Rosalia tersentak
"Di tangannya...
Jangan bilang lukisan hitam berbentuk bunga di punggung tangan kanannya itu"
"Bingo. Tepat sekali~
Dan itu bukan semacam lukisan. Ada, 'sesuatu' yang terdapat di dalamnya. Aku mencoba mengirim beberapa bawahanku untuk menangkap mereka, tapi para bawahanku itu menghilang tanpa jejak setelah memberiku informasi itu" Walter menjelaskan lebih detail
...
"Lalu? Apa perkembanganmu dalam menangkap anak itu?"
Rosalia yang mulai tertarik itu langsung mengganti posisi duduknya
"... Sayangnya... Aku kehilangan jejak anak itu ketika para Kru kapal yang kukirim menghilang tanpa jejak"
"... Payah. Mungkin aku akan mengirim Yael-"
"Tidak. Tidak usah. Aku tidak membutuhkan darah campuran busuk itu untuk ikut campur"
"... Kenapa?"
Walter membuang wajahnya selagi menggantinya menjadi wajah geram
"Karena aku tidak suka dengannya sama sekali. Lagipula, segel yang dimiliki adikmu itu kemungkinan besar dia akan ambil untuk dirinya sendiri"
"Hal itu juga berlaku untukmu bukan? Kamu juga bisa mengambil segel adikku itu untuk dirimu sendiri"
"Tentu. Tapi aku lebih mementingkan uang dan kepercayaan milikmu dibandingkan kekuatan berlimpah"
Rosalia tersenyum kecil mendengar Walter
"Setidaknya kamu jujur. Baiklah, akan kuserahkan nasib adikku itu di tanganmu. Pastikan kamu menangkapnya dan memberikan segel itu padaku"
"Dengan senang hati"
Dengan ucapan terakhirnya itu, Walter keluar dari ruangan Rosalia dan pergi ke kamarnya
...
"Orang itu tidak menyenangkan bagiku sama sekali" Sebuah suara timbul dari belakang Rosalia
Yael tiba-tiba muncul dibalik bayangan kasur dan berdiri di dekat Rosalia
"Ayolah. Jadilah sedikit kompetitif" Rosalia membalas sambil tertawa pelan
"Aku hanya geram dia meragukan kesetiaanku padamu. Dasar pemakan air laut" Yael berkata dengan nada geram
"Oh ya? Jadi, kamu berpikir kalau kamu lebih setia daripada dia?"
"Aku tidak bilang kalau aku yang paling setia. Tapi, orang yang hanya mengincar uangmu itu lebih tidak setia dibandingkan aku"
"... Yah, benar saja. Tapi aku tidak peduli selama mereka berguna"
Rosalia kemudian mengambil sisirnya dan mulai menyisir rambutnya untuk bersiap tidur
Tetapi dia menghentikan gerakan tangannya itu, dan entah kenapa wajahnya juga terlihat turun ke bawah
Wajahnya yang serius itu, membuat Yael sadar kalau dia sedang merasa tidak enak sekarang
"... Kamu sendiri bagaimana? Tidak merasa aku hanya memanfaatkan mu?" Rosalia pun bertanya
...
Yael hanya diam dan tersenyum. Karena tidak ada yang bisa dia bicarakan lagi, dia hanya kembali ke balik bayangan dan menghilang
Sementara itu, Rosalia kembali merasa tertarik dengan apa yang baru saja Walter katakan
Segel...
Kekuatan dari segel itu menyebabkan seluruh isi kapal menghilang tanpa jejak
Seringai perlahan terbentuk di wajahnya
"Aku akan mendapatkannya. Tunggu saja, adikku yang tercinta, Verdea..."
Rencananya yang baru dimulai. Kali ini, targetnya adalah Verdea yang entah berada dimana sekarang ini
Hanya Tuhan yang tahu, kejahatan macam apa yang dia akan lakukan hanya untuk mencari Verdea
__ADS_1