
--- Beberapa jam kemudian ---
"HIYA!!"
Verdea melakukan gerakkan tendangan kearahku, namun dengan sangat mudah kuhindari tanpa perlu mengeluarkan keringat
"Lambat"
Aku yang berhasil menghindar kemudian menggenggam kaki Verdea dan membuatnya tersungkur diatas air sungai dengan cepat
Dia langsung terkapar dengan sukses dengan napas terengah-engah, tidak berdaya lagi, sementara aku langsung menjatuhkan kakinya ke tanah
Remina yang terkapar di belakangku juga sudah tidak bergerak sama sekali, entah karena frustasi atau sedang pura-pura mati
"Bravo! Pembantaian yang luar biasa!" Cyth berkata sambil bertepuk tangan dengan keras, selagi Veskal hanya duduk di sampingnya sambil menguap, tidak terhibur
Entah kenapa Veskal ingin mengajak Cyth hari ini. Padahal Cyth masih terlihat lemas begitu
Mungkin karena Cyth yang memaksa Veskal untuk mengajaknya. Dasar...
Erin yang berdiri di belakang Cyth juga terlihat seperti terhibur dengan latihan kami
Apa menonton pembantaian sepihak memang selera mereka ya??
"HAAAHH...!!! Kenapa bekerja sama denganmu itu susah sekali!?" Verdea berkata pada Remina
"HAH!? Kamu yang bergerak dengan sembarangan, itu sebabnya aku tidak bisa mengikutimu!" Remina membalas
"Darimana kamu tahu kalau aku bergerak sembarangan coba!? Paling kamu yang bergerak sembarangan!"
"Aku sering melihat latihan para Elf Bulan, jadi aku tahu kalau kamulah yang sembarangan, dasar kepala hitam!!"
Gya gya gya... Ini itu ini itu... Bla bla bla... Aku ini kamu itu...
Mereka menyebalkan kalau sudah mulai gaduh dan berisik
Dasar para bocah. Aku akan kaget kalau mereka tidak berkelahi seperti ini
"Veri. Gerakanmu memang sembarangan" Aku menyela
"Hah! Dengar apa kata Oberon!?" Remina berseru dengan nada remeh
"VAIN!"
Dan... Sekali lagi mereka beradu mulut
Aku tidak cukup berpengaruh untuk membuat mereka berhenti, tidak juga aku punya niat ataupun tenaga lagi untuk membuat mereka berhenti
Walaupun aku bisa menghentikannya, mereka akan tetap melanjutkan pertengkaran tidak jelas ini...
Aah... Telingaku tersayang...
"Veri..."
"Jangan salahkan aku saja!" Verdea berkata
"Oh ya, tentu saja! Kamu memang bukan orang yang memulai~!" Remina membalas
Oh wow. Dia sarkas juga rupanya
Dan perkataannya itu membuat Verdea murka, mengingat kalau dia tidak suka dengan orang yang berbicara dengan nada sarkas
"Terserah! Hmph!"
"Hmph!"
Mereka berdua kemudian menepi, berjalan kearah yang sama tapi dengan jalur berbeda
Ahaha... Mereka benar-benar masih bocah
Aku heran kenapa mereka berumur 12 dan 14 tahun. Sifat mereka tidak cocok dengan umur mereka itu. Jika ada orang yang berkata mereka itu berumur 6 tahun, aku akan langsung mengangguk setuju
Perkelahian mereka selalu berlangsung lama, hingga membuat orang-orang yang menonton saja lelah
Dan kalau hal itu terus berlanjut...
Latihan mereka akan semakin lama...!!!!!
Aku menjongkok di atas sungai itu dan melempar beberapa batu ke tepinya
Veskal hanya melihatku dari kejauhan dengan wajah kebingungan
Aku harus mencari cara, karena jika tidak, latihan mereka itu sama sekali tidak akan bisa selesai
Kerjasama mereka masih sangat kacau, dan mereka baru membentuk teknik mereka masing-masing untuk pertarungan jarak dekat
Verdea sudah mengalami dan mengamati banyak pertarungan selama kami bersama, dan dia juga cukup cepat belajar. Tetapi dia biasanya bersembunyi dan membantu kami dari belakang sehingga tidak punya teknik bertarung jarak dekat
Remina di sisi lain, memiliki teknik bertarung (Yang ternyata diajarkan oleh Lyralia), tapi tidak punya pengalaman bertarung sungguhan hingga dia masih sulit melakukan dan menyerasikan gerakan dengan kawannya
Verdea memiliki pengalaman, dan Remina memiliki teknik. Jika mereka mau menggabungkannya, aku yakin mereka bisa mengalahkanku, walaupun aku memang tidak menggunakan kekuatan penuh
...
Sayangnya mereka sama sekali tidak mau bekerjasama....!!
Aku akan terjebak seumur hidup mengajari mereka jika mereka terus begitu...
"Vain. Aku ada sedikit ide untuk mereka berdua"
...!
Aku menoleh ke belakang dan baru menyadari kalau Veskal sudah berada di dekatku, tepat di ujung tepi sungai
"Ide apakah itu Veskal?" Aku bertanya
"Bagaimana kalau kita tunjukkan mereka beberapa monster diluar. Mungkin kita bisa mencoba melawan beberapa monster itu juga" Veskal mengusulkan
...
__ADS_1
"Aku tidak yakin soal itu. Banyak sekali monster yang sangat berbahaya di benua ini. Dan Mengingat penyihir hitam itu bisa menihilkan keberadaanya, dia bisa saja mengganggu" Aku menjawab
Pengalaman yang tidak menyenangkan. Yael bahkan pernah nyaris membunuh Veskal dan Verdea sebanyak 3 kali menggunakan cara itu
Juga tidak lupa ketika dia membuat seluruh monster di hutan itu mengejar kami sampai pagi tiba
Namun, Veskal menghela napasnya seakan dia tidak ingin menanggapi serius perkataanku
"Kalau mereka melawanmu terus, aku yakin mereka tidak akan berkembang, mengingat kalau kamu itu sangat jauh diatas mereka dalam segala hal. Hal itu hanya membuat latihan ini terasa seperti kemenangan tanpa usaha milikmu"
...
Hmph...
Sebesar apapun aku benci mengatakan hal ini, Veskal ada benarnya
Setidaknya mereka harus belajar melawan sesuatu yang tidak menahan diri untuk membunuh mereka, dan yang pastinya cukup lemah dibawah tingkat mereka
...
"Baiklah. Tapi aku akan membawa Cyrus, Zaphir dan Luna jika hal itu tidak mengganggumu" Aku berkata
Mereka juga harus melakukan sedikit pembersihan di area luar Gerbang Hutan
"Sudah ditentukan. Sekarang tinggal menjalankannya" Veskal merespon
"Kamu boleh memilih apa saja monster yang akan kita amati
Tapi coret Vampir, Basilisk, Manticore, Direwolf-"
"Kenapa tidak mencoret semuanya sekalian hah?"
"Yang penting jangan pilih makhluk yang sangat agresif dan haus darah"
Aku harap dia tidak sembarangan memilih...
"Hmm... Bagaimana kalau kita berkeliling? Monster yang kita hadapi boleh acak saja, jadi tidak perlu repot memilih"
...
"Kalau begitu aku akan memilih Goblin saja" Aku berkata
"Hah!? Monster itu sangat lemah kamu tahu?" Veskal menjawab ketus
"Aku tahu. Kalian cukup menendangnya sekuat tenaga dan mereka akan mati, tapi aku ingin melatih mereka berdua, bukan menghiburmu"
Veskal hanya memalingkan wajahnya gugup ketika niatnya sudah ketahuan
Hah... Veskal, Veskal...
"Terima kasih sarannya, jadi sekarang kamu pilih. Mau ikut atau tidak?" Aku bertanya
Veskal pun menyerah dan tunduk
"Hah... Terserah. Dasar perusak rencana..."
......................
--- Di luar Miralius, Benua Goeitias ---
Kami akhirnya keluar dari Miralius, tapi...
Hanya Cyrus dan Luna saja yang setuju untuk mengikuti kami, dimana Zaphir beralasan kalau ini hanya buang-buang waktu. Ordelia sebenarnya tidak menyuruhku pergi, jadi aku mencoba meyakinkannya sampai aku diperbolehkan
Remina, Veskal, Cyth dan Verdea sibuk menyanyikan lagu pelaut dengan nada riang
"Mengarungi Tujuh Samudera!! Menumpas ombak hingga jera!! Kami tak kenal menyerah!! Karena kami pelaut yang gagah!!"
Suara mereka sangat jelek...
Lirik lagu yang mengharuskan mereka bersuara keras itu juga menambah penderitaan yang kami alami...
Aku pernah mendengar suara seekor kambing, dan aku bisa bilang kalau itu lebih merdu dibandingkan gabungan suara mereka
Aku juga penasaran kenapa Cyth tiba-tiba ingin ikut dengan kami
"Ayolah Vain. Ikut menyanyi, ringankan suasana" Veskal berkata, kemudian kembali menyanyi bersama 3 orang lainnya
Penderitaan. Rasa sakit. Mungkin akan rusak
Itulah hal yang dialami telingaku sekarang
"BISAKAH KALIAN BERHENTI, DEMI POHON AGUNG!!!???" Luna akhirnya berteriak
Luna punya pendengaran yang lebih tajam daripada kami semua, jadi sudah jelas kalau dia yang merasakan rasa paling menyakitkan ketika mendengar nyanyian mereka
Mereka justru makin membesarkan suara mereka, membuat Luna terlihat benar-benar murka
Luna hanya bisa mendengus kesal sambil menutupi telinganya, sementara Cyrus hanya tersenyum canggung
Aku hanya menepuk pundak Luna sekali, agar dia tidak terlalu mempedulikan mereka
"Aku hanya ingin memperingatkan kalau kalian tidak boleh meremehkan Goblin. Setiap prajurit dari ras monster itu memiliki kekuatan unik mereka masing-masing" Aku berkata
Mereka seketika langsung senyap dan terlihat berpikir kembali
"Aku sebenarnya ingin memilih Harpy... Aku penasaran dengan kecepatan mereka" Veskal berkata
...
Usulannya sebenarnya cukup bagus
Harpy (Monster berbentuk wanita yang memiliki kaki dan sayap burung) sebenarnya adalah pilihan yang bagus jika ingin melawan monster, mengingat mereka itu cukup agresif kepada makhluk lain, dan lemah dalam pertahanan
Serangan mereka juga cukup mudah ditahan, mengingat kalau senjata mereka hanya cakar di kaki mereka. Cukup dengan sebuah sihir penguat tubuh tingkat tinggi dariku saja bisa membuat mereka tidak memiliki daya apapun melawan kami
Karena kecepatan mereka yang sangat mengganggu pula, butuh kerjasama yang sangat kuat untuk membuat mereka jatuh
Itu sebabnya aku berpikir kalau monster itu adalah lawan paling cocok untuk membantu kedua anak itu
__ADS_1
Tapi, kalau mereka tidak mau bekerjasama, hasilnya akan sangat berbeda dan kami hanya akan membuang waktu. Mungkin justru membahayakan diri
Itu sebabnya Goblin itu sudah cukup untuk mereka
Goblin itu tidak terlalu jauh dari manusia. Perbedaan mereka hanyalah, Goblin itu jauh lebih primitif dan agresif
Mereka bisa menggunakan sihir, melatih diri setiap hari untuk pertarungan, dan tahu cara yang benar dalam bekerjasama menjatuhkan musuh
Satu-satunya hal yang membuat Goblin menjengkelkan adalah jumlah mereka. Tapi aku dan Cyrus bisa mengimbangi mereka dengan kekuatan sendiri seandainya mereka terlalu banyak untuk ditangani oleh Remina dan Verdea
Walaupun terlihat lemah lembut dan tidak suka kekerasan, Cyrus sebenarnya sangat ahli dalam bertarung, nyaris setara dengan Zaphir
Luna di sisi lain bisa membantu dengan menyingkirkan Goblin raja dan yang bisa memakai sihir, mengingat kalau jenis Goblin itu lah yang sangat susah dilawan
Dan mengenai Goblin, mereka memiliki 5 jenis prajurit. Goblin biasa, Goblin wanita dimana yang satu ini sangat jarang ada, Goblin raksasa atau Hobgoblin, Goblin Shaman yang bisa sihir, dan Raja Goblin
Hanya 3 yang pertama itulah yang aku yakin Remina dan Verdea bisa tangani. Walaupun Hobgoblin memang memiliki kekuatan fisik yang tidak masuk akal, mereka cukup lambat dan bodoh, sehingga 1 orang dari mereka berdua saja sudah cukup untuk menghabisi satu Hobgoblin
Tapi, dalam kasus ini, aku tidak akan membiarkan mereka menggunakan serangan jarak jauh, sehingga membuat mereka harus berada di dekat makhluk itu
Aku yakin mereka akan cukup kesulitan nanti, tapi aku punya perasaan kalau mereka akan bisa melalui latihan itu. Toh, aku tidak mungkin membiarkan mereka tanpa bantuan juga
"Aku akan membatasi Goblin mana yang harus kalian lawan. Jadi, jangan macam-macam dengan yang lainnya" Aku berkata
"Siap, kapten!" Remina dan Verdea berkata serentak
"Aku hanya akan melihat sa-"
"Kamu akan membantu Luna untuk menangani Goblin tingkat tinggi, jadi jangan harap kamu hanya akan menonton" Aku memotong Cyth dengan tatapan kaku, langsung kearahnya
Dia langsung merinding ketakutan dan menoleh kearah lain
Lalu, tidak lama kemudian...
"Sepertinya... Gua ini sarang Goblin" Luna berkata, sambil menoleh kearah kiri kami
Kami semua berhenti bersamaan ketika mendengar perkataannya dan menoleh kearah yang sama
Tidak jauh, terlihat sebuah gua yang sangat kecil mulutnya. Namun, jika perkiraanku benar, gua itu akan membawa kami menuju ke bawah tanah, dan jalurnya akan sangat panjang
Dan juga...
Ada jejak kaki Goblin di depannya
Aku menjongkok untuk memastikan lagi apakah itu benar jejak Goblin atau bukan. Dan selagi aku memeriksa...
Aku tidak sadar kalau ada sesuatu yang bersembunyi di dekatku
*Sruk sruk...*
*SRAK!*
Sebuah Goblin tiba-tiba melompat untuk menyerangku dari balik semak...
*Splat!*
--- Namun, yang membuatku khawatir bukanlah karena dia menyerangku, tetapi karena aku menghancurkan kepalanya dengan tepisan belakang tanganku seperti buah semangka yang lunak dalam waktu nyaris seketika, membuat seluruh darahnya terciprat kemana-mana
Sial! Aku dengan refleks membunuh Goblin ini!
Aku juga menyadari ada beberapa Goblin lain di balik semak itu. Ketakutan melihat teman mereka mati, mereka berusaha berlari masuk ke dalam gua
Tapi, Cyth mengeluarkan beberapa pisau lempar, dan melemparnya hingga tepat mengenai kepala bagian belakang kedua Goblin yang mencoba lari itu
"Wow~ Mereka licik juga!" Cyth berkomentar sambil mendekat untuk mengambil pisaunya kembali
Aku sibuk membersihkan jubah dan sarung tanganku yang terciprat oleh darah Goblin tadi, selagi yang lainnya mencoba memastikan sekitar dan Luna yang mencoba mengalihkan perhatian kedua anak itu untuk sementara
Di sisi lain...
Verdea dan Remina terlihat kaget dengan Goblin yang mati itu, terutama ketika melihat darahnya
Remina bahkan nyaris muntah melihat hal itu
Hmph... Mereka masih tidak terbiasa. Wajah mereka sangat pucat pasi seakan tidak ada darah mengalir di dalamnya
"Hey Remina, Verdea. Kemari"
Aku memalingkan arah tatapan mereka membelakangi mayat Goblin itu selagi aku mulai bicara lagi
"Apa kalian ingin kembali?"
...
Aku tidak ingin memaksa mereka, justru aku kemari karena mereka juga antusias
Jika mereka memang ingin kembali, kami akan kembali
Verdea menggelengkan kepalanya, walaupun masih terlihat gelisah, sementara Remina masih terlihat ragu
Hah...
"Hey hey. Begini saja. Kalian tidak perlu membunuh mereka. Cukup menjatuhkan mereka ke lantai saja. Lagipula, membunuh tanpa alasan yang kuat itu larangan di ras Elf bukan, Remina? Lagipula, latihan ini bertujuan untuk membuat kalian mahir bertarung, bukan membunuh"
Remina menatap mataku langsung ketika mendengar hal itu. Dia pun mengangguk pelan
Aku tersenyum melihat wajah mereka yang sudah mulai tenang itu
Dan saat mereka sudah siap bertarung. Kami pun mulai memasuki gua itu
"Ingat. Aku tidak bisa menolong kalian kecuali jika situasinya sangat memaksa. Jadi, jangan paksakan diri kalian melawan mereka"
"Siap"
Lemas sekali...
Aku jadi kasihan karena kesannya jadi mereka merasa terpaksa...
Baiklah. Latihan melawan monster akan kami mulai. Aku harap mereka bisa berkembang dengan baik melalui latihan ini
__ADS_1