Book Of Flowers

Book Of Flowers
Sesuatu yang Tidak Disangka


__ADS_3

--- 3 Bulan kemudian ---


"Sudah pakai pewangi?"


"Sudah"


"Sudah siap pergi?"


"Sudah"


"Sudah siap mencuri makanan?"


Verdea terkikik mendengar perkataanku yang terakhir itu


"Sudah" Jawabnya setelah itu


"Bisa berhenti bercanda sekarang? Pestanya akan segera dimulai setengah jam lagi" Luna menyela dengan tampang kesal


Dia dan Veskal menunggui kami di depan pintu sejak tadi, itu sebabnya mereka sudah terlihat tidak sabaran


"Tidak masalah bukan? Kita cuma butuh 10 menit untuk pergi ke kastil Rose dengan kereta kuda" Aku menjawab


"Ayo kita berangkat sekarang...!"


Luna mengeluh untuk yang kesekian kalinya karena sudah menunggu kami terlalu lama


"Baiklah, baiklah. Ayo berangkat" Aku berkata


Luna langsung berhenti bersender di tembok dan mulai memberi jalan untuk kami keluar


"Sudah siap?"


"Sejak tadi" Veskal menjawab


Aku tertawa canggung mendengar jawabannya


Kami semua pun pergi keluar dari kastil Thyme untuk pergi menghadiri pesta


Di luar, teman-temanku yang lainnya datang menghampiri kami bersama para Fae. Mereka memperingatkan kami untuk selalu berhati-hati, terutama Ordelia


Mereka juga tidak lupa mengatakan selamat ulang tahun pada Verdea, walaupun aku sudah memberitahu mereka untuk menyiapkan kejutan selagi kami pergi


"Tidak apa-apa. Kami akan kembali secepatnya" Aku berkata untuk meyakinkan mereka


Kereta yang akan membawa kami sudah berada tepat di depan gerbang. Dan setelah selesai mengatakan sampai nanti pada mereka, kami berempat mulai menaiki kereta itu satu persatu


Tidak lupa sebelum aku masuk, aku memberi tanda kepada teman-temanku. Mereka semua mengangguk paham dengan antusias


Pesta ulang tahun Verdea disini harus semeriah mungkin nanti. Aku yang tidak berulang tahun saja sudah merasa antusias dengan pesta itu nanti, jadi aku bisa membayangkan betapa senangnya Verdea ketika kami memberi kejutan itu


"Pak Kusir. Silahkan"


Setelah aku berkata begitu, kusir kuda kereta itu langsung membawa kami menuju kastil Rose. Semua teman-temanku yang tidak ikut langsung melambaikan tangan mereka untuk mengantar kepergian kami


Hah... Semoga saja pesta Debutante itu tidak merepotkan...


Omong-omong, aku merasa kalau memakai jubah berkerudung ini tidak akan baik-baik saja untukku nanti. Tapi hanya ini saja pakaian yang aku sukai, dan mampu menutupi wajahku


Luna dan Veskal saja memakai setelan rapi untuk menghadiri pesta ini, walaupun mereka terlihat tidak suka dengan yang mereka kenakan


Aku juga tidak menyangka kalau setelan jas hitam itu cocok dengan Luna. Dia selalu lebih cocok memakai pakaian pria dibandingkan pakaian wanita


...


Aku jadi gugup entah kenapa. Semua bangsawan disana mungkin akan mencemooh diriku nanti karena pakaian yang kupakai


Tapi, biarkan saja. Aku hanya akan menghindari mereka saja jika mereka berkata yang tidak-tidak. Dan aku yakin Luna mungkin akan berniat memukuli mereka jika ada yang mencela diriku, jadi aku mungkin harus menahannya juga nanti


......................


--- Kastil Rose ---


Kastil ini ternyata tidak kalah megah dibandingkan kastil Lily. Justru lebih megah. Aku tidak perlu memberitahu detilnya


Intinya, kastil ini sangat megah


Kenapa manusia suka membuat bangunan-bangunan besar seperti ini coba...? Belum lagi kastil ini hanya digunakan untuk aktivitas kerajaan seperti pesta bangsawan saja...


Kastil Lily digunakan untuk para Selir dan anak-anak raja, Kastil Azalea digunakan untuk tempat tinggal tamu dari luar serta tempat rapat penting, Kastil Hibiscus digunakan untuk para pelayan, dan Kastil ini digunakan untuk tempat tinggal dan ruang takhta raja, serta tempat diadakannya pesta-pesta penting


Tidak lupa dengan Kastil Thyme yang awalnya berfungsi sebagai tempat pengungsian darurat, terabaikan, kemudian diberikan kepada Verdea untuk tempat tinggal pribadi


Kenapa mereka perlu memisah-misah seperti itu coba? Bukannya lebih mudah kalau membuat satu istana megah saja?


Bahan bangunannya pasti sangat mahal untuk membuat kastil-kastil itu, dan fungsinya sendiri tidak terlalu banyak. Aku saja hanya tinggal di sebuah rumah jamur bersama keluargaku di Miralius, dan aku ini raja


Manusia memang aneh


Abaikan saja hal itu untuk sekarang. Kami harus masuk


Setelah turun dari kereta dan disambut kepala pelayan, kami berempat langsung bergegas masuk


Pintu masuk kastil yang besar itu dibukakan oleh para penjaga untuk jalan kami masuk. Isi dari kastil itu langsung terlihat di depan kami semua


Lampu lilin gantung besar yang dibuat dengan hati-hatinya tergantung di atas ruangan yang luas nya melebihi ekspektasi ku itu. Ruangan ini sendiri tampak sangat berkilau seakan setiap sudutnya dibersihkan setiap hari. Lukisan-lukisan indah terpapar di dinding ruangan, dan yang menangkap mataku adalah lukisan besar yang berisi gambar keluarga kerajaan sekarang ini. Lukisan itu tertempel di sisi kanan ruangan dan banyak orang berkumpul disana


Para musisi di ujung ruangan memainkan melodi dengan indahnya. Musik yang sangat menenangkan pikiran menyela diantara mulut-mulut orang yang sedang berbicara


Banyak sekali orang yang sudah menghadiri pesta ini, dan mereka berbicara dengan satu sama lain sambil menunggu pesta dimulai. Tetapi, ketika salah satu dari mereka melihat kearah kami, semua mata langsung tertuju kearah Verdea


Lurus di depanku, Artorius dan Celeste duduk diatas takhta, disertai dengan kedua selir dan anak-anak mereka yang duduk di dekatnya. Pakaian mereka sangat rapi dan megah dibandingkan dengan apa yang kami berempat pakai sekarang ini


Disitulah aku menyadari sesuatu


Ah, kami telat rupanya. Jika para keluarga kerajaan sudah hadir, itu artinya mereka sudah memulai pestanya. Aku tidak tahu spesifiknya aturan pesta ini, tapi aku yakin kalau kami terlambat datang

__ADS_1


Melihat kehadiran kami, Artorius, Celeste dan Rosalia berdiri untuk menyambut


"Selamat datang Oberon. Aku harap kamu bisa betah disini"


Aku sudah tidak betah disini hanya karena tatapan semua mata yang ada di ruangan ini. Verdea yang bersembunyi di belakangku juga pasti merasa begitu


Tapi, aku tetap membalas perkataannya dengan senyuman dan, "Terima kasih perhatiannya, Yang Mulia Artorius. Semoga para bunga selalu bermekaran bersamamu"


Mendengar kalau akulah sang Oberon itu, para tamu disana langsung berbisik-bisik dengan satu sama lain


Ada yang mengatakan kalau cara berpakaianku itu tidak sopan, ada juga yang mengatakan kalau aku itu tidak terlihat seperti seorang pemimpin. Ada juga yang mencoba bersikap netral


Tangan Luna langsung gatal, ingin memukuli orang-orang itu. Tapi aku menahan dengan meletakkan tanganku di bahunya sebelum dia sempat bergerak satu langkah pun


Kami semua pun berjalan kearah samping kiri takhta Artorius, tempat dimana Verdea akan duduk, di samping semua saudaranya selain Rosalia


Setelah Verdea mengambil posisi duduk, dan kami bertiga yang sudah berdiri di belakangnya, Artorius pun membuka acara baru pesta ini


"Mengetahui kalau semua hadirin telah tiba di dalam aula pesta, mari kita mulai acara utamanya!"


Semua orang bersulang kearah Artorius dan para musisi mulai bersiap memainkan lagu lain


Itu artinya mereka akan berdansa dengan si bintang dalam acara ini, Rosalia. Tetapi yang akan mendapatkan dansa pertama dari seorang anak haruslah ayah mereka sang raja, menurut tradisi kerajaan ini


Sepertinya hanya untuk memperlihatkan kepada semua orang kalau kesetiaan anak perempuan tetaplah terletak kepada sang raja. Dia menari disana bukan sebagai seorang ayah untuk Rosalia, melainkan sebagai seorang raja


Ironis sekali. Bahkan di depan umum, Artorius sama sekali tidak bisa memberikan kasih sayangnya kepada anak itu. Wajahnya mengukir dengan jelas apa yang ada di isi hatinya sekarang ini


Artorius kemudian mengambil tangan Rosalia, dan mereka berjalan ke tengah ruangan untuk memulai dansanya


Para musisi perlahan memulai alunan musiknya, setelah semua hal telah berada di tempat masing-masing. Mereka berdua kemudian mulai menari mengikuti irama musik itu, perlahan-lahan


Tapi, aku merasa tidak terhibur dengan hal itu. Aku hanya berdiri di belakang Verdea yang duduk sambil menunggu waktu yang tepat untuk mengambil beberapa makanan yang ada di tempat ini


"Verdea" Collin tiba-tiba berbisik


Kakak Verdea yang satu itu duduk tepat di sampingnya dan ingin berbicara dengan Verdea


Verdea pun menyodorkan telinganya untuk mendengar bisikkan Collin


"Ayah dan Kakak ke-2 sangat pintar menari, ya?" Collin berbisik. Dia kemudian menyodorkan telinganya untuk mendengar balasan Verdea


"Aku sebenarnya ingin pulang secepat mungkin" Balas Verdea yang berbisik


"Benar juga. Lebih menyenangkan kalau kita bermain sekarang ini, tapi ibunda Celeste pasti marah"


"Dia memang galak. Seperti singa"


Verdea dan Collin kemudian terkikik tanpa suara


Mereka terus berbalik menyodorkan telinga untuk bicara dengan satu sama lain


Aku yang melihat tingkah mereka itu hanya diam dan membiarkan mereka melanjutkannya, selagi tersenyum kecil melihat kelakuan kedua anak yang masih polos itu. Tapi Lynia, ibu kandung Collin, sama sekali tidak senang dengan hal itu dan menyuruh Collin untuk diam


Collin langsung diam tanpa bicara karena takut ditegur lagi, begitu juga Verdea yang merasa kecewa perbicangan mereka terhenti


Dan tanpa kusadari, dansa kedua bintang utama pun berakhir. Tepukan tangan memenuhi seluruh ruangan setelah irama musiknya selesai. Kami berempat pun ikut menepuk tangan kami


Artorius kemudian berjalan kembali dan menghampiriku kali ini, sementara Rosalia sibuk meladeni para bangsawan yang meminta tangannya untuk berdansa


"Sejauh ini kalian nyaman?" Tanya Artorius


Kami berempat mengangguk. Dia langsung merasa lega dan meminta seorang pelayan untuk mengambil minuman untuk kami


Tapi, aku menolak tawaran minuman itu. Artorius kemudian hanya meminta pelayan itu untuk mengambilkan kami cemilan


Veskal kemudian menggerutu karena aku tidak ingin diantarkan minuman. Aku heran dengan kecintaan anak ini dengan anggur, walaupun aku yakin dia belum pernah minum minuman keras


Seluruh keluarga Hortensia yang lainnya pun ikut berdiri dan mencari kelompok bicara mereka masing-masing


Hanya Collin dan Artorius saja yang datang menghampiri kami. Dan itu juga dilakukan mereka untuk menghabiskan waktu dengan Verdea


"Lalu, kalian mau apa untuk sekarang ini?" Tanya Artorius kemudian


Aku menoleh kearah Verdea, dan seperti dugaanku, dia terlihat tidak nyaman dengan suasana pesta ini


"Mungkin, kami ingin kembali jika sudah diperbolehkan. Dan aku harap secepatnya"


"Ah... Begitu"


Dia kemudian menelaah pakaian yang aku dan Luna kenakan


"Jika aku boleh bertanya, kenapa kamu tampil seperti itu? Dan juga, aku tidak melihat teman-temanmu yang lainnya datang kemari."


Artorius kemudian melihat kesana kemari untuk mencari teman-temanku yang lain, tapi aku hanya menggelengkan kepala dan berkata


"Aku tidak ingin mereka terlalu menarik perhatian. Aku juga tidak ingin menjadi pusat perhatian"


"... Kenapa?"


Gampang saja. Itu karena keluargamu yang berisi ular itu


Aku ingin mengatakan hal itu, tapi aku hanya diam tidak menjawab. Lebih baik daripada berbohong bukan?


Veskal kemudian menarik bajuku, namun tidak menatapku walaupun aku menoleh. Rupanya, seseorang memanggilnya dari sebuah sisi ruangan. Setelah beberapa saat berpikir, aku pun mengizinkannya untuk pergi meladeni orang itu


Dia terlihat tidak antusias, namun juga terlihat tidak punya pilihan yang lebih baik


Tapi tidak berhenti di situ, Verdea sekali lagi bersembunyi di belakangku dan berkata, "Semua orang menatapku"


Aku dan Artorius menoleh kearah orang-orang yang menatap Verdea untuk mengusir tatapan mereka, hingga mereka langsung mengalihkan pandangan karena tidak ingin terjadi apa-apa


Dasar bajingan. Beraninya mereka


"... Tidak apa-apa anakku. Kamu-"

__ADS_1


"Aku ingin pulang Vain..."


...


Verdea bahkan tidak memedulikan perkataan ayahnya itu. Ketika perkataannya dipotong oleh Verdea, Artorius langsung diam dan memasang wajah sedih


Sementara itu, Collin terlihat khawatir dengan adiknya Verdea yang mulai merasa tidak nyaman


"Wah, wah? Kelompok yang aneh"


Ah, satu hal menjengkelkan menimpa kami lagi...


Rosalia tiba-tiba datang menghampiri kami sambil membawa dua gelas anggur putih


Dia kemudian menyerahkan salah satunya kepada Artorius, kemudian meminum yang satunya lagi


"Bagaimana dengan kunjunganmu kemari, Oberon?" Dia berkata


Aku tidak menjawab, dan hanya memberi tatapan kesal kepadanya


Dia juga hanya tersenyum sinis dan meneruskan meminum anggur di gelasnya. Artorius pun akhirnya ikut minum


"Kalau begitu, aku pergi dulu. Aku berharap bisa lebih banyak bicara kepadamu, tetapi sepertinya tidak bisa" Dia berkata sebelum pamit, kemudian pergi ke arah yang berbalikkan dari kami semua


...


"... Sabar dulu ya, Veri. Tidak sopan jika kita pergi sekarang"


Aku berbohong kalau aku bilang aku tidak khawatir berada disini. Hanya saja, Artorius dan Collin masih ingin menghabiskan waktu dengan Verdea


*PRANG!!*


Suara sebuah gelas pecah tiba-tiba memenuhi ruangan


Ketika kami semua menoleh mencari asal suara itu, kami menemukan Veskal berada diantara kerumunan bangsawan, dengan kekesalan yang terlihat memuncak


"AKU TIDAK PEDULI DENGAN APA YANG KALIAN KATAKAN, YANG PENTING MENJAUHLAH DARI HIDUPKU, DASAR ARISTOKRAT KOTOR!!"


Luna langsung menghadang Veskal sebelum dia melakukan sesuatu yang lebih jauh


Ketika aku melihat kearah orang yang memanggil Verdea tadi, aku menyadari sesuatu


Itu Duke Grandier. Phillip Grandier. Ayah Veskal sendiri


Seluruh keluarganya ada disana, bahkan keluarganya yang berasal dari Kerajaan Crux


"Jaga mulutmu di hadapan ayahmu ini! Jangan bersikap seakan tidak punya etika, sama seperti ibumu!!"


Seorang pria tua yang memakai baju hakim itu berbicara dengan nada tegas


Walaupun dia terlihat tua dan lemah, semua orang di keluarganya terlihat patuh dengannya


"Diam kakek... Aku tidak butuh omongan busuk dari mulutmu itu!"


Itu kakeknya...?


...


Aku maju menghampiri mereka bersama Verdea, selagi seluruh Keluarga itu mencemooh Veskal dibawah bisikan tidak mengenakkan yang keluar dari mulut mereka


"Permisi. Bukannya tidak sopan membuat keributan dan menghina seseorang disini?" Aku menyela diantara Veskal dan pria tua itu


Mereka semua menoleh kearahku


"Ah, kalau tidak salah kamu adalah Oberon. Aku tidak mengenalimu karena kerudung itu. Perkenalkan, namaku Yuriel. Yuriel Grandier"


Ah, hakim agung yang terkenal di seluruh dunia, dan Duta dari kerajaan Crux. Orang yang membuat nama Grandier menjadi besar dan terkenal di dunia


Pria itu kemudian menjabat tanganku sambil tersenyum dan berkata, "Sebuah kehormatan bertemu denganmu"


"Aku juga, Hakim Grandier. Cukup senang bertemu dengan orang yang mengurus surat izin ku untuk masuk ke Crux" Aku membalas sambil ikut tersenyum


"Ahaha. Rupanya kita pernah bertemu sebelum ini, bahkan sampai Oberon mengingat hal kecil yang kulupakan itu"


Dia punya banyak pekerjaan. Wajar saja dia lupa, ditambah lagi ketika mengetahui umurnya itu


Dia kemudian melirik kearah Veskal yang menatapnya dengan wajah murka


"Kalau tidak salah, dia bawahan Pangeran Verdea bukan?" Yuriel bertanya dengan wajah datar


"... Ya. Bisa dibilang dia rekan ku" Aku menjawab


"... Ahaha! Aku tidak berniat menyalahkannya kepada pangeran Verdea. Kami lah yang salah karena tidak pernah mendidiknya dengan benar"


"Mulutmu busuk, dasar ular..." Veskal menyela


Luna langsung menutup mulutnya agar dia tidak bicara kata-kata kasar lagi


"... Aku harap dia tidak menimbulkan masalah untuk kalian"


"Tidak. Justru dia sangat berharga untuk kami, ya kan pangeran?"


Verdea mengangguk setuju tanpa ragu sedikitpun. Dia juga terlihat tidak senang berhadapan dengan keluarga Grandier ini, sama seperti Veskal


"Baiklah kalau begitu. Maafkan kami karena keributannya"


Dia melepas pegangan tangannya dari tanganku. Kemudian, dia maju beberapa langkah dan berniat untuk berbisik di telingaku


Disaat itu juga, aku merasakan ada sesuatu yang janggal. Sesuatu yang janggal itu memenuhi seluruh ruangan dan terasa di hampir semua orang disana


Dan ketakutan dikonfirmasi oleh bisikan yang dikeluarkan oleh Yuriel ke telingaku. Dengan nadanya yang sangat tenang namun menakutkan itu


"Aku harap perjalananmu ke surga itu menyenangkan" Bisik Yuriel padaku


Mataku terbelalak

__ADS_1


Suara keras seseorang yang jatuh tiba-tiba terdengar bersamaan dengan sebuah gelas yang pecah, memenuhi ruangan ini


Suara itu spontan menarik perhatian kami semua, hingga kami menoleh kearah Artorius yang terjatuh ke lantai, dengan busa yang keluar dari mulutnya


__ADS_2