Book Of Flowers

Book Of Flowers
Disaat itu (1)


__ADS_3

--- Kastil Thyme, Hortensia, Pagi Hari ---


"Ah, jadi begitu"


Kenaikan harga itu sama sekali tidak terlalu berpengaruh untuk kami. Cyth membuat keputusan yang tepat dengan menggunakan posisi kaum Elf yang berkuasa paling atas di benua Goeitias


Yang perlu kupertimbangkan sekarang adalah, bagaimana kami bisa memperdagangkan bahan-bahan dari monster? Mereka adalah sumber daya terbaik di Goeitias, mulai dari kuku Harpy yang tajam sampai bebatuan Golem yang bisa dibuat kembali hingga mampu dikontrol. Tapi kami tidak biasanya menggunakan bahan seperti itu karena kami tidak diperbolehkan membunuh secara asal dan memperbudak sesuatu


Lalu, laporan Veskal mengenai Rosalia yang mencoba membuat tawaran dengan kedua kerajaan kecil itu. Tawaran agar mereka bisa menghambat pergerakan ku dengan cara apapun. Dan dia bahkan menggunakan Walter sebagai penyampai pesan miliknya kepada kedua raja itu


Dia tidak henti-henti membuat kami kewalahan, wanita itu. Tapi dengan laporan ini, aku sadar kalau apapun yang dia lakukan, dia lakukan untuk menghambat kami dan mencapai tujuannya dengan cepat


Tapi sepertinya Yael yang sedang tidak aktif menjadi poin minus untuknya. Walter juga sebentar lagi akan tiada


...


Lalu, mereka juga akan memberikan kami uang yang banyak hm?


Cyth dan Veskal benar. Benda itu akan sangat berguna untuk membantu Verdea nanti


Miralius tidak mengenal konsep uang, tidak seperti kerajaan manusia. Itu sebabnya aku tidak punya sepeser pun materi yang bisa kugunakan untuk membantu Verdea di kerajaanku


Aku harus memberi pujian pada Cyth karena sudah melancarkan perjanjian itu. Ditambah, aku terkesan dia bisa mengetahui niatku untuk menaikkan Verdea ke takhta


"Jadi, berapa jumlah yang rela mereka berikan untuk membantu kita?"


"200 keping emas per bulan nya dari masing-masing kerajaan, terkecuali Orion. Mereka tidak tertarik untuk membantu kita dalam permasalahan takhta ini, tidak juga kita berniat memberi mereka hubungan dagang seperti yang kita lakukan pada Gong dan Bestia. Mereka hanya ingin membantu kita menangkap Walter Herb, dan itu saja"


200 keping dari masing-masing kerajaan, dengan total 400 per bulannya. Lumayan


Aku mungkin bisa menggunakan koin emas itu untuk membangun atau membeli sebuah usaha kecil dan menumpuk uang kami dari situ


"Beritahukan kepada kedua raja itu kalau aku setuju. Aku juga tidak akan memaksa mereka seandainya mereka ingin menggunakan uang itu untuk pembangunan mereka terlebih dahulu


Tapi ingat, hitungkan itu pada hutang mereka. Mereka yang sudah melibatkan emas bukan?"


Aku tidak ingin memeras, tidak juga ingin meminta terlalu sedikit. Sudah banyak hal yang mereka ketahui, dan tentu bayaran mereka juga harus sepadan


Ini sebenarnya bukan bisnis, tapi mereka malah melibatkan uang. Sebenarnya aku hanya ingin membicarakan semua hal dengan baik-baik dan mencapai kesepakatan bersama hanya dengan kata-kata itu


Sepertinya aku harus mulai mengambil pola pikir bahwa bisnis adalah jalan tercepat kepada persetujuan. Hanya memanfaatkan tampang baik sama sekali tidak akan membantu kami mencapai apapun. Harus ada yang kamu pertaruhkan, dan hal itu akan mendorongmu maju


Total 400 keping emas per bulannya memang angka yang relatif kecil bagi bangsawan kelas tinggi, tapi itu cukup untuk melakukan banyak hal. Aku bukannya mau menggunakan uang itu untuk menyuap seseorang juga...


Hah... Tapi ya, kenapa kami tidak bisa menggunakan tawaran damai seperti itu saja coba...? Manusia memang suka sekali melalui jalan yang rumit...


"Ah! Lalu bagaimana dengan Remina? Apa semua orang sudah tahu mengenai keberadaannya?" Veskal bertanya


"Sudah. Dia sedang dimarahi oleh Lyralia dan Ordelia di ruang tengah. Semua orang ada disana, tapi aku berhasil keluar karena kamu kebetulan mencoba menghubungiku" Aku menjawab


"Kasihan si cebol itu"


"Hey. Aku akan melaporkanmu pada Remina nanti"


Veskal terdengar tertawa dari benih di telingaku itu. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena anak-anak ini terus saja mencela satu sama lain ketika tidak ada pekerjaan


"Vainzel? Apa kamu sibuk?"

__ADS_1


Verdea masuk ke dalam ruanganku, kemudian melihat benih yang ada di telingaku dan langsung sadar apa fungsinya


Dia mencoba merampas benda itu dari tanganku, tapi aku langsung menghadangnya hanya dengan mendorong kepalanya sedikit selagi dia terus berusaha maju


"Siapa itu?" Veskal bertanya


"Verdea. Dia sepertinya ingin berbicara denganmu" Aku menjawab


"Benar sekali! Jadi biarkan aku berbicara dengannya!!" Verdea berteriak kesal


"Ambil ini"


Aku mengoper benih itu ke tangannya, dan dia langsung mendekatkan benda itu ke telinga kanannya


"Veskal?"


"Apa kabarmu, Verdea?"


...


"Halo?"


...


Dia menangis. Aku sudah tahu dia akan seperti ini disaat salah satu dari kami tidak berada di sisinya sekarang ini


Dia tidak akan bisa berpisah dari kami, anak ini. Ketika dia berpisah denganku selama 5 tahun ini, aku yakin dia sering sekali menangis seperti ini


"Sudahlah. Veskal ingin berbicara denganmu" Aku berkata dengan nadaku yang kulembutkan


Verdea mengusap air matanya, mengangguk, kemudian menyapa Veskal kembali


......................


--- Kota Umibe, Gong, Malam hari ---


"Sudah seminggu lebih kita tidak bersama ya?" Veskal berkata


Dia tidak tahu harus berkata apa setelah mengetahui Verdea baru saja menangis. Terutama karena aku menyerahkan Verdea sendirian saja berbicara dengannya menambah bingung dirinya


"Em..."


Namun tidak lama, dia mendengar suara gumaman Verdea ketika dia merespon dengan tanda setuju


"Uh... Bagaimana dengan semua orang? Aku dengar Remina juga ada disana karena kamu menyelipkan bocah itu"


"Mereka baik-baik saja..."


Nadanya masih terdengar sedih


"Kapan kamu kembali ke Hortensia...?" Verdea bertanya


"Sudah kubilang bukan? Hitung saja 1 bulan sejak awal kita berpisah"


Walaupun dia sendiri tidak yakin kalau dia akan kembali tepat waktu


"... 1 Bulan bisa lama ya...?"

__ADS_1


"Tidak akan lama kalau kamu tidak terlalu serius menghitung"


"Benarkah?"


Tapi bagaimana dia bisa berhenti berhitung disaat temannya sedang berada di dalam misi berbahaya


"Verdea"


"Ya...?"


"Jangan lupa makan. Kamu harus menjadi kuat untuk menjadi raja yang handal, kamu tahu?"


"... Jangan bicara seakan aku ini anak kecil, dasar bau badan..."


"Baiklah, baiklah. Omong-omong, disini sudah malam. Aku ingin tidur dulu agar besok semua hal bisa lancar"


"... Em..."


Veskal tersenyum sedih mendengar suara Verdea yang mengecil. Tapi, dia memang harus tidur karena dia harus bangun sangat pagi mulai besok dan seterusnya


"Sampai jumpa. Kita akan bertemu lagi nanti"


"... Em..."


...


Koneksi kedua benih mereka terputus ketika aku yakin Veskal sudah selesai bicara. Aku tidak ingin merepotkan Veskal, tidak juga ingin membuat Verdea terus sedih. Disaat seperti ini, mereka harus memiliki pekerjaan yang mengalihkan pikiran mereka agar waktu tidak terasa lama


...


"Sepertinya Verdea sangat merindukanmu, Veskal" Erin berkata dari sudut kamar Veskal


"... Begitulah. Anak itu sangat susah untuk mandiri, walaupun aku yakin dia sendiri sudah ingin melakukannya"


Dia teringat ketika Verdea mulai bersikap dewasa, yaitu ketika dia mulai mencoba melawanku, dan mengajakku bertarung satu lawan satu secara serius


Dia berusaha untuk terbang dengan sayapnya sendiri. Aku dan Veskal hanya perlu memoles kemampuannya itu terlebih dahulu


"Aku senang ketika dia sudah mulai mengambil langkah ke masa itu. Kami hanya perlu melepasnya secara resmi, dan dia akan menjadi pria terhebat yang bisa di ketahui semua orang"


"Kamu yakin sekali"


"Aku sangat yakin"


...


"Sudahlah. Kita semua harus tidur sekarang. Kapten akan menyeretku dengan jaring lagi jika aku telat bangun sedikitpun nanti"


"Kamu bilang begitu, tapi ujung-ujungnya kamu bakal menghabiskan semalaman untuk membaca buku novel khas Gong"


Erin bahkan sudah mulai menumpuk buku-buku itu di dek kapal dalam ruangannya, bahkan menyelipkan beberapa lagi di kamarnya di kota ini. Dia menghabiskan waktu seharian setelah pertemuan itu untuk mencari buku yang unik di kota Umibe, tapi malah memborong seisi kios kecil yang menjual buku karena penasaran


Veskal yakin bahkan pemilik kios kecil itu jantungan ketika semua bukunya dibeli dalam satu waktu. Uang kantung yang diberikan Raja Julius memang bukan remeh jumlahnya, dan Cyth tidak akan senang ketika menyadari hal itu nanti


"Tidurlah. Jangan sampai membaca semua buku itu, dasar mata empat" Veskal berkata sembari membalik badannya


"Dimengerti"

__ADS_1


Erin berjalan keluar dari kamar Veskal, dan mengakhiri malam itu dengan tidur diatas kasurnya


__ADS_2