Book Of Flowers

Book Of Flowers
Jawaban untuk Ivor


__ADS_3

...


...


"Jadi... Kenapa kamu disini?"


Kami semua baru saja ingin kembali, dan kami menemukan Ivor disini, kelelahan


Sepertinya dia berlari kesana kemari di Goeitias entah kenapa. Olahraga? Tidak mungkin


"Aku tersesat. Aku lupa kalau kemampuanku mencari jalan itu sangat buruk, ehe~"


Ah, wajar saja...


"Kamu bisa berdiri bukan? Sebaiknya kita kembali"


"Baiklah, baiklah. Kakak galak ini memang membuat kesal saja..."


Hah, dasar. Masih saja memanggilku kakak


Ivor pun berdiri, tapi...


...


Kenapa dia diam begitu saja. Belum lagi, matanya mengarah ke samping tepat ke...


Verdea...?


...


...


"Kamu mau apa dengan Verdea?" Aku bertanya


"Jangan dengarkan kami bicara berdua nanti. Oke?" Ivor segera menjawab


Wow sangat jujur. Dia bahkan tidak memutar kalimatnya ataupun terlihat ragu


"Tapi kenapa?" Aku bertanya lagi


"Karena memalukan oke?! Hanya Verdea yang harus mendengarnya!"


Ahaha... Oke


Aku pun memberi isyarat kepada Veskal dan Natasha untuk mengikutiku sedikit lebih depan. Mereka mengangguk, selagi kami berjalan terlebih dahulu untuk memberi jarak, meninggalkan Verdea dan Ivor yang akan berbicara berdua saja di belakang


...


"Jadi..."


Ivor ingin memulai, tapi tidak tahu harus dari mana. Karena itu dia pun hanya mengajak Verdea untuk berjalan terlebih dahulu, dikarenakan kami bertiga yang sudah mulai menjauh dari jarak mereka sejak tadi


"Kenapa? Aku harap ini tidak genting, Ivor" Verdea berkata, meyakinkan Ivor untuk berbicara


"Ahahaha... Ya, ini tidak genting. Tapi, bisa dibilang cukup penting juga, terutama untuk kami berlima" Ivor pun mulai bicara


"Kalian berlima...?"


"Luxor, Luna, Ordelia, Lyralia dan aku. Kami berlima"


"Ah..."


"Dan ini berkaitan dengan apa yang dikatakan Vainzel kepada kami di pertemuan tadi itu"


"Hm..."


Verdea sekarang paham. Tapi...


Dia tidak berniat memberitahukan satupun jawaban dari pertanyaan Ivor secara jelas dan lurus


"Mengenai kenapa dia menyesal kalian berlima menjadi petinggi, begitu?" Verdea bertanya untuk memperjelas, dibalas oleh anggukan Ivor


"Masalahnya..."


Dia pun memberikan detail dari percakapannya dengan yang lain. Mengenai apa isi sumpah mereka masing-masing yang ditujukan kepadaku. Mengenai kesimpulan yang mereka dapatkan diantara itu


Ivor menumpahkan segala hal yang dia rasakan dan baru saja alami kepada Verdea disaat itu, selagi si pendengar hanya membuka telinga dengan sebuah senyum tersirat, dan sesekali mengangguk paham


"Jadi aku datang kepadamu karena aku harus tahu jawaban pasti, apa yang diinginkan Vainzel kepada kami" Ivor pun mengakhiri kalimat panjangnya


"Tapi kenapa aku? Ada Veskal juga bukan?" Verdea mulai menjawab dengan sebuah pertanyaan


"Karena kamu yang lebih lama bersamanya. Juga, aku tidak yakin Veskal bisa memberikan jawaban yang cukup memuaskan"

__ADS_1


"Kamu salah. Veskal akan segera memberitahumu jawabannya, karena dia tahu betul akan hal itu"


"Bagaimana bisa?"


"Entahlah. Tapi aku tahu kalau dia tahu jawabannya"


Jawaban itu sudah mulai berputar, sehingga Ivor pun paham kalau Verdea tidak berniat terlalu jujur


Hanya saja dia sudah memilih orang. Jika dia beralih ke Veskal sekarang, dia paham kalau aku pasti akan tahu niatnya


"Setidaknya beri aku petunjuk. Kami semua benar-benar membutuhkan hal ini"


"Sayangnya Vainzel ingin kamu tahu sendiri. Tapi beberapa petunjuk juga tidak akan berbahaya"


Ivor tidak menolak. Juga, dia tidak tahu apakah dia harus bersyukur Verdea ingin memberi petunjuk, atau harus mengeluh karena hal ini akan rumit


"Vainzel pernah bercerita kepadaku tentang bagaimana kalian hidup saat kecil dulu" Verdea pun mulai berbicara


Kalimatnya itu pun mengundang perhatian Ivor, yang kembali menoleh kearahnya


"Dia selalu bercerita bagaimana kalian selalu bermain di Miralius. Mengelilingi setiap petak area itu selagi mengusili setiap orang yang lewat. Juga, ketika kalian tersedak Mana kotor di area Hutan Gelap karena tidak hati-hati sehingga Luna dan Ordelia harus menolong"


"Ugh, abaikan bagian terakhir itu"


Ivor terlihat lesu ketika memikirkan dia tidak bisa bernapas di waktu itu, selagi Verdea hanya tertawa kecil


"Aku tidak tahu gambarannya, tapi apa yang kalian lakukan terdengar menyenangkan. Bahkan di beberapa bagian kalian ada dalam bahaya"


"Yah, semua hal akan jadi menyenangkan sampai kita berada dalam bahaya..."


Ivor mulai tertawa kecil sekarang, sehingga itu pun menjadi pembuka bagi Verdea untuk memberi petunjuk


"Itu adalah setiap momen yang dia hargai. Setiap detail yang kalian habiskan bersama, walaupun dalam waktu bahaya sekalipun, dia mengingat semuanya" Verdea pun berkata


Ivor terdiam mendengar hal itu. Dia pun mencoba menelaah apa yang Verdea katakan, dan mencoba mendengarkan lebih baik


"Kamu tahu, dia tidak pernah bercerita mengenai bagaimana aksi kalian selama menjadi petinggi. Atau setidaknya, dia tidak pernah masuk ke dalam topik itu sebanyak dia masuk ke dalam topik sebelumnya, kamu tahu itu?" Verdea bertanya, dibalas Ivor yang menggelengkan kepala


"Aku tidak paham maksudmu Verdea, sungguh. Lebih baik jika kamu memberitahukannya langsung bukan?" Ivor pun terus terang


Verdea menggelengkan kepalanya, teguh dengan apa yang dia sudah niatkan


"Jika Vainzel sendiri tidak memberitahumu, maka aku tidak punya hak" dia membalas kemudian


"Satu hal yang harus kamu tahu Ivor..." Verdea berkata lagi. "Vainzel tidak suka mengikat seseorang hanya karena dia bisa. Ingatlah itu" Dia menambahkan


Verdea tanpa berkata apapun lagi segera beranjak dan berlari, mendekat ke arah kami yang berjalan di depan selagi Ivor yang sebenarnya ingin menghalau kepergiannya itu segera menahan diri


...


Jawaban Verdea itu...


Jawaban itu sudah diketahui oleh Ivor sendiri. Mereka berlima mendiskusikan hal itu tadi, sebelum Ivor memutuskan untuk mencari Verdea setelahnya


Tetapi dia justru ditinggalkan dalam rasa kecewa, karena jawaban kesimpulan yang dia dapatkan dari Verdea itu persis dengan apa yang dihasilkan oleh diskusi mereka berlima tadi


Ivor sungguh sangat kecewa, tidak tahu harus bagaimana dengan setiap kepingan yang dia dapatkan untuk menyusun teka-teki berjuta kemungkinan


...


"Atau..."


Mungkin makna dari kalimat itulah jawabannya. Jawaban dari semua pertanyaan yang diberikan kepada mereka tanpa bertanya


Terikat, tidak suka, penyesalan...


Mungkin, jika dia bisa mencocokkan ketiga hal itu terlebih dahulu. Lalu diteruskan dengan yang lainnya, dan yang lainnya, hingga terus mendapatkan jawabannya perlahan-lahan


"Cih, anak itu sungguh hanya memberi kepingan kecil hah...?"


Dia butuh orang lain untuk membantunya berpikir. Dan dia tahu seseorang yang sangat tepat untuk hal itu


"Sekarang aku akan mencari Lyralia. Sekalian ingin bermain teka-teki" Dia bergumam pada dirinya sendiri


Dia pun ikut berlari ke depan menyusul kami yang lain, dan dalam waktu singkat segera masuk ke dalam topik percakapan kecil kami


......................


--- Di suatu tempat ---


*Klik, klak!*


*Tss!*

__ADS_1


*Klik, klak!*


...


Suara dentingan kaca yang bersentuhan dengan satu sama lain selagi digunakan. Dan beberapa tetesan entah cairan apa, yang berpindah dari satu wadah ke yang lain


Lalu...


*Plop!*


Setelah suara sarung tangan ketat itu terdengar, suara daging terbelah pun menguasai udara bersamaan dengan bau darah


Bukan hanya bau biasa. Tetapi bau yang sangat menjijikan, siapapun yang baru mengenali baunya mungkin akan segera muntah di tempat


"Ah ya..."


Suara serak pria itu berkata, selagi dia mulai berjalan kesana kemari mencari apa yang sedang dia butuhkan dalam membuat, 'karya kecil' miliknya


Dan selagi dia sibuk, suara langkah kaki lain terdengar, datang turun dari lantai atas menuju ruang bawah tanah yang setidaknya cukup luas untuk 3 orang itu


Tamu yang tiba itu pun segera meminta untuk penjaganya untuk siaga di luar saja, menantikan perhatian dari orang yang tengah sibuk itu untuk memulai pembicaraan


Tetapi dia tidak datang kesana untuk melihat aksi orang itu. Sehingga, dia pun segera menarik perhatiannya dengan sebuah suara tepukan tangan


Pria yang sibuk itu berbalik, menunjukkan wajahnya yang terlihat sangat... Berantakan


Setengah wajahnya hilang walaupun tidak seutuhnya, hingga meninggalkan bekas hitam dan sebuah bola yang bisa saja keluar dari tempatnya kapanpun itu. Setengah mulutnya tidak bisa tertutup, dan menunjukkan rahangnya yang terlihat aman-aman saja


Dan pria yang setengah botak itu pun menggaruk kepalanya, melihat tamunya yang datang itu. Tamu yang sangat penting, sehingga kedatangannya tanpa undangan itu membuatnya bingung


"Aku tidak tahu kalau seorang hakim agung memiliki waktu luang sebanyak ini" Pria itu pun berkata, selagi dia mencoba membalikkan badannya yang bungkuk itu kembali ke pekerjaan


"Sama sepertimu. Aku pikir kita sudah sepakat kalau Chimera yang kita buat akan disimpan terlebih dahulu untuk di matangkan"


Ya. Tamu, yang merupakan Yuriel itu tiba disana, melihat seorang ilmuwan gila yang hanya sibuk dan terobsesi dengan pekerjaannya saja


"A-Ah... Aku hanya ingin mengetes versi awalnya. Setiap pekerjaan yang sempurna memerlukan analisa atas kesalahan, kamu tahu?" Ilmuwan itu berkata kepada Yuriel yang kemudian memegang kepalanya dan terlihat muak


"Dengar. Aku sudah membantumu untuk mengambil kepala Shen, jadi setidaknya dengarkan aku juga" Yuriel pun mengeraskan nadanya


"Oh ya...! Shen Xiang sungguh merupakan subjek terbaik. Dan aku masih menyimpan tubuhnya di dalam kotak es ini. Simpan yang terbaik untuk yang terakhir" Ilmuwan itu membalas lagi, mengetuk sesuatu yang terlihat seperti peti biasa, namun bisa membuat bahkan Yuriel merasakan hawa dingin yang keluar dari benda itu


"Aku sudah menggunakan anak pertamanya sebagai bahan uji coba, dan mungkin Chimera itu sudah mati dibunuh atau semacamnya" Dia menjelaskan selagi tetap bekerja


"Bagaimana kamu bisa tahu?" Yuriel bertanya, tidak yakin


"Aku meletakkan sihir pelacak di setiap ciptaanku sehingga seandainya mereka dicuri... Aku bisa tahu"


"Pemilik benda yang teladan. Seandainya kamu tidak membiarkan Chimera itu lepas, aku akan percaya kepadamu"


Yuriel pun tidak dipedulikan lagi, bersamaan dengan akhir kalimatnya. Ilmuwan itu tetap fokus seakan penelitiannya akan berakhir di esok hari, membiarkan Yuriel di dalam diam


"Polar!" Yuriel pun menaikkan suaranya karena mulai kesal


"Ya, itu namaku. Mau apa lagi?" Orang itu bertanya tanpa bersikap acuh dan tidak sedikitpun menoleh kembali


"Aku tidak peduli apa yang kamu butuhkan sebagai bahan percobaan bodohmu ini! Tapi dengarkan aku!


Jika kamu sekali lagi melakukan sesuatu yang berpotensi menggagalkan rencana ku dan Rosalia, aku akan secara pribadi menyeretmu ke ruang eksekusi...!!"


...


Ilmuwan itu pun berhenti. Entah kenapa, tetapi dia berhenti, dan mulai berbalik kearah Yuriel


Dengan wajah yang tenang, ilmuwan bernama Polar itu pun mulai membalas Yuriel


"Teman lama. Aku juga tidak peduli apakah kamu akan membunuhku atau tidak, tapi aku tidak akan menggagalkan rencana itu...


Juga, jika sekali lagi kamu memanggil seni buatanku sebagai sesuatu yang bodoh, aku tidak akan segan untuk berbalik melawanmu"


Tetapi Yuriel tidak terintimidasi. Kedua sisi paham kalau mereka tidak hanya bicara omong kosong saja, tetapi keduanya tahu, kalau siapapun yang mati diantara mereka, semua sisi akan mengalami kerugian


Semua sisi kecuali musuh mereka sekarang ini


"Jadi jangan mengancamku lagi. Aku punya pekerjaan yang kebetulan kamulah yang memberikan" Polar pun berkata, sebelum kembali melakukan pekerjaannya


Perbincangan diantara mereka berakhir hanya disitu, dengan Yuriel yang kembali dalam diam selagi menatap punggung Polar. Jadi dia pun melakukan satu hal yang paling masuk akal dan produktif, yaitu pergi dan melakukan pekerjaannya sendiri juga


Tidak ada lagi yang bisa dibicarakan olehnya kepada orang itu, dan Yuriel tidak ingin membuang waktu lebih banyak


Waktu dari penyelamatan kaum manusia, akan segera tiba...


Tempo mereka sudah sangat baik. Semua orang yang ada di sisi Rosalia hanya perlu mempelajari cara untuk menyerasikannya secara bersama-sama, untuk mencapai tujuan besar itu

__ADS_1


Tujuan besar yang lebih baik untuk masa depan semua orang...


__ADS_2