
"Jadi... Kita harus kembali dengan jalan kaki lagi?"
Cyth langsung memasang wajah lemas. Wajahnya menunjukkan dengan jelas kalau dia tidak ingin berhadapan dengan para monster raksasa itu lagi
Jadi, dia menolak. Namun, dia harus tetap memberanikan dirinya karena jika dia terus begitu, dia sudah pasti tidak akan bisa kembali nanti
"Aku ingin kita tinggal lebih lama disini, Vain. Aku ingin orang ini mengajariku trik menembak miliknya terlebih dahulu, sekalian istirahat dari perjalanan" Luna berkata sambil menunjuk kearah Cyth
"Datang saja kita susah, apalagi pulangnya nanti... Beri kami waktu 1 minggu, Vain" Luxor berkata
Luna dan Luxor juga menolak untuk pulang
"Ada elf bernama Zaphir yang kutantang untuk latih tarung kemarin. Aku ingin melawan dia dulu sebelum kita pulang"
Veskal Menolak? Dan aku harap dia cukup beruntung bisa tahan melawan ayah Luna lebih dari 10 detik
Kenapa coba dia menantang Elf bulan terkuat?
Ivor dan Lyralia hanya menggelengkan kepala mereka. Itu artinya mereka juga masih ingin tinggal disini terlebih dahulu
"Aku akan masakkan sesuatu. Aku rindu memasak" Ivor berkata sambil beranjak dari tempat duduknya
Tunggu dulu! Kenapa dia malah pergi?
Ordelia kemudian memegang bahuku. Aku meresponnya dengan memindahkan tangannya itu ke pipi kananku
"Aku ingin kamu tinggal bersama orang tuamu lebih lama lagi" Dia berkata
"Dan aku ingin mengelilingi tempat ini lebih dulu" Verdea menambah sambil mengayunkan kakinya
Aku langsung mengelus kepalanya yang duduk di pangkuanku itu. Kami bertiga kemudian tertawa kecil dengan satu sama lain
"Baiklah. Kita tidak akan kembali sekarang" Aku berkata
Beberapa teman-temanku langsung bersorak senang mendengar keputusanku. Yang lainnya hanya tersenyum sambil menepuk tangan mereka dengan pelan
"Tapi aku hanya akan menambah 3 hari saja. Hanya 3 hari. Ingat?" Aku berkata sambil mengacungkan 3 jariku kepada mereka
Mereka semua bersorak setuju
Dan dengan itu, pertemuan kami berakhir
Semua orang kembali sibuk dengan satu sama lain lagi
Luna mengajak Cyth untuk latihan menembak dan disetujui oleh Cyth dengan acungan jempol
Veskal sibuk memakan hampir semua manisan buah yang ibuku hidangkan selagi berbicara dengan Luxor
Lyralia beranjak dari tempatnya dan mencari Ivor di dapur rumahku
"Rumah kita jadi ramai, ya..." Ibuku berkata
Aku hanya menghela napas dengan senyuman kecil di wajahku
"... Omong-omong Vain. Kapan kamu akan menikah dengan Ordelia?" Tanya ibuku
Semua orang langsung diam. Aku, juga Ordelia terkejut dan mulai bertingkah gelagapan
"Jangan dibahas sekarang ibu..." Aku berkata pelan dengan wajah yang tersipu malu
Ordelia langsung membuang wajahnya yang memerah sambil melirik kearahku sesekali
Ya ampun...
"Ah ya! Kalian kan sudah bertunangan selama 50 tahun" Luxor berkata
Luxor....!
"50 tahun!? Mereka setua itu!?" Seru Veskal dan Cyth, nyaris bersamaan
"Umur mereka sudah 150 tahun lebih. Ordelia lebih muda 2 tahun" Luxor berkata
Veskal dan Cyth langsung tercengang
"Lalu kenapa bisa kalian bertunangan selama 50 tahun coba!? Bukannya terlalu lama ya?" Veskal menambah
Verdea kemudian melirik wajahku dan Ordelia yang semakin memerah
"M- M-"
"M?"
"Mentalku belum siap tahu!" Aku berkata
"Aku sudah siap, tapi aku tidak ingin memaksa!" Ordelia menambah
"Dan itulah kisah sepasang kekasih yang tidak akan pernah menikah dengan alasan, 'Mental' mereka yang belum siap" Luna berkata dengan nada seperti seorang narator
"50 tahun, dan mental mereka tidak pernah siap" Cyth berkata sambil tertawa terbahak-bahak
Mengikuti Cyth, semua orang disana tertawa, kecuali Ordelia dan Aku yang nampak dengan wajah memerah karena malu
Ah... Aku ingin menghajar mereka satu persatu...
Ibuku tertawa kecil melihat dan mendengarkan pembicaraan yang berubah topik menjadi pernikahan ku dan Ordelia itu
Dia berkata 'Ups' dalam hatinya sambil menepuk pundakku
__ADS_1
"Makanya, segeralah menikah" Ibuku berkata dengan nada meledek
"Ibu....!" Aku mengeluh
Verdea langsung tertawa kecil bersamaan dengan ibuku ketika melihat tingkahku itu
"Ya sudah. Aku akan berkeliling sendirian saja nanti" Aku berkata sambil membuang wajahku dari Verdea
"Heeeh...! Tidak adil!" Protes Verdea
"Aku anggap ini sepadan karena kamu sudah menertawakan ku"
Lidahku menjulur meledeknya, membuat wajah cemberutnya muncul
Aku pun tersenyum kecil melihat wajahnya itu. Kepalanya kuelus perlahan dan aku mengangkatnya dari pangkuanku
"Mau jalan-jalan sekarang?" Aku bertanya
Wajah Verdea langsung terlihat senang. Dia mengangguk mantap kemudian memegang tanganku, siap untuk pergi
"Kami juga ikut" Ordelia berkata, dengan Veskal yang mengikutinya dari belakang
"Baiklah. Ayo"
Kami beranjak keluar dan memulai perjalanan kami mengelilingi Miralius
......................
"Tuanku Oberon. Selamat datang kembali"
"Tuanku. Selamat datang"
"Selamat datang kembali tuanku"
Sambutan-sambutan itu terlontar semakin jauh kami berjalan
Para Fae dan Elf mengerumuni kami dan mencoba memberikan hadiah mereka padaku
Aku sama sekali tidak bisa menolak hadiah-hadiah mereka itu. Aku pun menerima semuanya dan meminta Veskal untuk membantuku membawanya
Di sisi lain, Ordelia dan Verdea dihampiri untuk diajak bermain oleh para Fae. Mereka beterbangan di sekitar mereka dan menabur Mana mereka yang membuat Verdea nyaris melayang tanpa kendali
Untung saja aku sempat menangkapnya. Dia mungkin akan terbang sampai ke matahari nantinya....
Ordelia sendiri sudah mahir dalam menggunakan Mana para peri untuk terbang. Walaupun tidak memiliki sayap, siapapun bisa terbang dengan mudah selama Mana itu menempel di badan mereka
Terbang dengan para Fae itu permainan kami sejak kecil
Dia terbang disana sambil menuntun Verdea mempelajari cara terbang. Para Fae juga ikut membantunya belajar terbang dengan menyeimbangkan badan Verdea dalam posisi yang benar
"Kamu mau ikut terbang Veskal?" Aku bertanya
Veskal menggelengkan kepalanya selagi berusaha menyeimbangkan semua hadiah yang dia bawa
Dia bahkan nyaris terpeleset dan terlihat terganggu ketika kami berjalan melewati semak-semak
"Kenapa jalanan di tempat ini sulit dilewati?" Dia bertanya dengan nada kesal
"Karena tempat ini Hutan Elf, Veskal. Bukan kota manusia" Aku menjawab
Veskal terus menggerutu selagi kami mengikuti Ordelia dan Verdea yang terus terbang kesana kemari
"Vain!!!"
Verdea melambaikan tangannya kearahku. Dan yang membuatku terkejut adalah, dia sudah bisa terbang tanpa bantuan
Aku balik melambaikan tanganku kearahnya
Dia kemudian fokus terbang kembali dan meninggalkan kami. Ordelia saja terlihat kewalahan mengejarnya kesana kemari
Tawanya menggema di seluruh hutan diikuti suara gemerincing kepakkan sayap para Fae
"... Bagaimana cara bisa terbang seperti itu coba?" Tanya Veskal
Wajahnya terlihat penasaran dan ingin mencobanya
Aku tersenyum kecil, kemudian berhenti dan meletakkan semua hadiah yang ada di tanganku
Aku meminta seorang elf untuk mendekat dan menjaga barang kami untuk sementara. Dan tidak hanya elf itu saja. Aku juga meminta para Fae untuk mendekat dan menaburkan Mana mereka ke kami
"T- tunggu! Aku tidak bilang kalau aku-"
"Sayangnya wajahmu bilang kalau kamu ingin" Aku memotong perkataannya
Dia berkata kalau dia tidak mau, tapi wajahnya menunjukkan kalau dia benar-benar ingin melakukannya
...
Dia mungkin masih berpikir kalau dia hanya harus melakukan sesuatu yang diperintahkan untuknya
Wajahnya langsung memerah karena niatnya ketahuan olehku. Perlahan kakinya mulai melayang dari tanah dan dia kehilangan kendali saat merasakan badannya yang terapung itu
Sulur di tanganku mulai memanjang. Sulur itu kulilit pelan di beberapa bagian badannya agar dia tahu cara menyeimbangkannya saat terbang
Wajahnya masih terlihat bingung. Sesekali dia bahkan kehilangan keseimbangan, kemudian badannya akan terbalik di udara
"Hm... Kamu pernah berenang?" Aku bertanya
__ADS_1
"Tentu"
"Kalau begitu anggap saja terbang itu seperti berenang"
"... Lalu, bagaimana cara aku menggerakkan maju badanku?"
Aku menggelengkan kepalaku
"Tinggal pikirkan saja. Jika kamu ingin maju, berpikirlah untuk maju"
"Semudah itu?"
Aku mengangguk untuk meresponnya
"Siap kulepas?"
"... Baiklah, aku akan coba"
"Ingat. Jangan terbang terlalu tinggi dan pastikan setidaknya ada seorang Fae di sampingmu"
Dia mengangguk
Baiklah. Dia siap
Perlahan lilitan tanganku kulepaskan dari badannya. Tidak lama kemudian, badannya mulai mengambang
Tarikan napas terdengar darinya. Dan secara perlahan tapi pasti, dia pun bergerak maju
"Bagus. Sekarang, coba bergerak keatas perlahan"
Dia mengikuti sesuai dengan apa yang kukatakan. Ketika badannya sudah berada di tempat yang lebih tinggi dari pepohonan, wajah tersenyumnya langsung terlihat, disinari oleh cahaya mentari yang menimpa wajahnya
Para Fae langsung terbang di sekitarnya sambil menari-nari untuk menandakan ekspresi senang
Aku tertawa kecil dan mendekat kearahnya
"Ayo kita kejar mereka"
"... Jangan terlalu cepat, ya?"
"Eh..."
Mata kananku berkedip kearah para Fae yang mengikutiku
Tidak lama, aku langsung melesat kearah Verdea dan Ordelia, berlawanan dengan apa yang diinginkan oleh Veskal
"HEY!" Veskal berteriak
Aku yang sudah berada jauh darinya hanya tertawa kecil ketika melihatnya terbang secara perlahan
"Hey! Aku datang!" Aku berkata pada Ordelia
Ordelia yang melihatku langsung terlihat panik main-main. Ia kemudian membawa Verdea terbang menjauh dariku
"Kita main kejar-kejaran?" Tanya Ordelia dari kejauhan
"Haha! Boleh!" Aku membalas
"Woah...! Ayo Ordelia! Lebih cepat!" Verdea berseru, diikuti oleh suara tawa miliknya
Menelusuri hutan, gunung dan lainnya lagi, aku mengejar Ordelia dan Verdea ke seluruh Miralius
Ketika kami melewati beberapa pemukiman elf tertentu, kami tidak lupa untuk menyapa mereka selagi lewat dengan cepatnya
Ada beberapa makhluk mitos yang kami lewati, dan mereka kadang melempar sesuatu sebagai hadiah untuk kami
Sesekali, aku hampir menangkap mereka, tetapi aku gagal karena gerakkan lincah milik Ordelia. Verdea kemudian akan menjulurkan lidahnya kepadaku dan melanjutkan pengejarannya
Veskal juga pada akhirnya mampu terbang dengan cepat. Namun, dia kadang sering menabrak semak dan pepohonan sehingga membuatnya terjatuh ke tanah
Kami langsung menertawakannya selagi membantunya bangun. Setelah itu, dia akan ikut tertawa walaupun bajunya kotor dipenuhi dedaunan dan salju
Kami kemudian berbaring di atas Padang salju yang luas sambil menikmati angin dingin setelah permainan kami itu
Aku sangat bahagia saat itu. Tetapi yang paling membuatku bahagia disaat itu adalah mendengar tawa mereka semua yang menggema ke seluruh tempat
Aku tidak dapat menggambarkan rasa bahagiaku saat ini
Aku bahagia ketika melihat Ordelia berani melakukan sesuatu ketika bersama banyak orang. Dia yang awalnya malu dan hanya menunjukkan sisinya yang ceria itu hanya padaku, mulai membuka dirinya pada kedua anak ini
Aku bahagia ketika melihat Veskal yang sudah mulai tidak takut untuk bersenang-senang bersama kami. Dia sudah mulai sadar kalau posisinya bukan hanya sebagai seorang pelayan, tapi juga sebagai seorang teman dekat kami
Dan juga, aku senang ketika mendengar tawa Verdea yang paling keras diantara tawa yang pernah dia keluarkan. Tawa yang tidak bisa aku lupakan setiap kali melihat wajah bahagianya itu. Tawa ceria yang murni dan menyenangkan hatiku
Aku...
Tidak ingin kebahagiaanku ini hilang
Aku justru jadi tidak ingin kembali ke Istana Hortensia. Mengingat kalau tempat itu nyaris tidak pernah membuat Verdea senang seperti ini, aku jadi berpikir untuk menjaganya di Miralius saja
Tapi, aku sudah berjanji pada sang raja untuk setia pada perkataannya, selama perkataan itu tidak memaksa
Hah...
Aku jadi ingin mencabut janji itu...
Aku jadi ingin tinggal lebih lama lagi daripada 3 hari yang kukatakan tadi itu...
__ADS_1