
Rencana kami gagal...
Rencana yang sudah kami rencanakan dengan rapi gagal...
Semua karena orang ini...
Aku terus meringis kesal sambil terus berlari, sementara mereka bertiga yang terduduk di bahuku hanya melihat dengan wajah melongok kebingungan
Kami akhirnya sampai ke pintu belakang. Semua teman-temanku juga sudah sampai disana, tapi mereka terlihat terengah-engah dengan Ivor yang terlihat mengeluarkan senjata sucinya
Ah... Jadi itu kenapa ada suara menghantam yang sangat keras tadi... Rupanya Ivor terpaksa menggunakan senjata itu hah...?
Mata mereka semua kemudian tertuju kearah Cyth, dan teman-temanku yang mengenalinya langsung terbelalak melihatnya
Cyth hanya melambaikan tangan dengan ekspresi canggung untuk merespon mereka
Aku perlahan menaruh mereka bertiga ke tanah, kemudian bergerak maju ke pintu yang besar itu
"Sudahlah. Reuninya nanti saja. Kita harus keluar sekarang"
Aku langsung menghantam pintu itu dengan kerasnya sampai terhempas keluar
"Pintu itu tidak terkunci kamu tahu!?" Cyth berkata
"Aku tidak tahu dan aku tidak peduli. Gerakkan kakimu itu dan segera lari!" Aku berkata
"Wow. Bait yang bagus" Gumam Cyth
Ketika para prajurit kastil yang mendengar kebisingan sudah menemukan kami, kami sudah mulai berlari secepat mungkin, keluar dari kastil Lily
Namun, diantara para prajurit itu, 3 aura hitam melesat kearah kami
Menyadari ketiga aura itu, aku pun langsung melempar benih tanaman di belakang kami dan menyalurkan Mana
Dalam sekejap, sebuah tanaman pemakan serangga raksasa muncul dan menangkap salah satu dari mereka, sementara yang lainnya berhasil menghindar. Namun tanaman itu hancur seketika ketika wujud Darwin muncul menggantikan aura hitam itu
"OBERON!!!"
Darwin kemudian melesat kembali kearah kami dan bersiap mencakar. Mengantisipasi serangannya, aku menghadapinya secara langsung selagi teman-temanku terus berlari
Semua teman-teman Elf ku selain Ivor kemudian mengeluarkan senjata suci mereka masing-masing sambil terus berlari
Tongkat kayu milik Ordelia, Panah cahaya milik Luxor, Katalis air tidak berbentuk milik Lyralia, dan Pisau kutukan milik Zaphir
Zaphir langsung membalikkan badannya dan menyerang Darwin dengan cepat, namun serangannya dihindari oleh Darwin. Tapi, aku langsung mengikatnya dan membantingnya ke tanah, kemudian melilit seluruh badannya
Tapi, dia dengan cepat bertransformasi ke wujud kelelawarnya dan membuat sulur tanganku hancur. Namun, aku menumbuhkan tanganku kembali dalam waktu yang singkat
"Aku benci orang ini...! Dia terlihat tidak bisa mati dengan mudah!" Zaphir berkata geram
"Yah... Kamu akan terbiasa" Aku menjawab
Aku pun memanggil senjata suciku dan mulai menyerang bersamaan dengan Zaphir sebelum Darwin sempat bergerak
Walter kemudian menampakkan dirinya dan mulai menembaki kami dari kejauhan. Tapi, peluru-peluru itu ditangkis oleh Lyralia dengan membentuk senjatanya menjadi cambuk yang menghalangi
Lyralia kemudian langsung mengubah senjatanya menjadi sebuah tombak, kemudian melempar tombak itu kearah Walter. Walter menghindar dengan cepat, tapi karena kecepatan lemparan tombak itu, pinggangnya tergores. Dia menggerang kesal kearah Lyralia selagi menahan darahnya yang keluar, sementara Lyralia menarik kembali senjata sucinya dan bersiap menyerang kembali
Dan juga menghadapi Walter, Cyth berdiri di samping Lyralia sambil mengisi peluru pistolnya
"Wah, wah. Si tikus sepertinya sedang kesulitan melawan seorang wanita~" Cyth berkata
Walter hanya tersenyum sinis selagi kembali berdiri tegak dan berkata, "Sudah lama tidak bertemu, teman lama"
Dengan rasa kesal, Cyth mulai menembakinya secara membabi buta, dibantu oleh Lyralia, tapi dihadang oleh Walter dengan sihir
"Kamu tidak lupa kalau aku bisa sihir bukan?" Tanya Walter. Dia pun menembak Cyth tepat di bahu
Namun...
"Tidak" Cyth membalas. "Kamu yang lupa kalau aku juga bisa sihir" Tambahnya
Peluru itu pun dia singkirkan dari bajunya seakan benda kecil itu hanyalah setitik debu
Hanya bajunya saja yang berhasil dilubangi oleh peluru. Bahu milik Cyth tidak mengeluarkan sedikitpun darah. Melihat hal itu, Walter hanya tersenyum dengan keringat dingin, mencoba mencari cara untuk kabur dari situasi itu
Cyth, kemudian menembak sekali lagi kearahnya
Menyadari kekuatan yang ada pada peluru itu, Walter pun menghindar menggunakan sihir angin
Yael pun akhirnya menunjukkan wujudnya, tapi dia menghadang orang-orang yang sedang berlari
Ivor dan Ordelia pun terpaksa menghadapinya, dan membukakan jalan untuk yang lainnya untuk terus lari. Tapi usaha mereka tidak membuahkan hasil. Sihir hitam milik Yael melesat kearah orang-orang yang berlari. Ivor dan Ordelia pun hanya bisa melihat dengan wajah panik karena mereka tidak cukup cepat untuk menghadang serangan itu
Namun, ketika sihir itu nyaris mengenai mereka...
*BAM!!*
Asap hitam mengepul setelah ledakkan sihir itu. Aku nyaris tidak fokus melawan Darwin ketika menyadari ledakkan itu
Dan ketika aku memiliki ruang untuk melihat sedikit kearah asap hitam yang perlahan menghilang itu, aku melihat Fyon berdiri disana, menghadang serangan Yael barusan dengan sekuat tenaga
2 buah panah kemudian melesat dengan cepat kearah Yael, tapi berhasil dihindari olehnya
"Menjengkelkan... Rencana yang kami buat tidak seharusnya jadi rusuh seperti ini..."
"Sejujurnya Luna, kami juga begitu... Sampai Cyth membuat ribut di dalam kastil"
Dari kejauhan, semua orang yang berlari tadi sudah berada disana, bersama dengan Luxor dan Luna yang sibuk menyiapkan panah mereka lagi
"FYON! JAGA DIRIMU!" Teriak Luna pada Fyon
__ADS_1
"BERISIK! AKU SEDANG SIBUK!" Balas Fyon
Fyon!? Luna!? Mereka ada disini juga?
Itu artinya-!
"HRAH!"
*Brak!*
*Sret!*
Sial- !
Dia melesat kearahku sebelum aku bisa bereaksi. Kedua lengan tanganku bahkan sampai tergores oleh kukunya
Orang ini...
Dia sudah berkali-kali digores oleh pisau milik Zaphir, tapi efek kutukan milik pisau itu bahkan tidak terlihat bereaksi pada badannya
Pisau Kutukan milik Zaphir adalah salah satu senjata suci yang ditakuti dalam pasukan Elf. Sedikit saja terkena goresan milik pisau itu, Tubuh seseorang akan hancur perlahan dari dalam
Tapi, mungkin karena faktor ras Vampir di badannya, kutukan itu sama sekali tidak berpengaruh pada Darwin. Para Vampir adalah mayat hidup, dan mereka memiliki regenerasi paling menakutkan diantara para kaum monster lainnya
"Oberon!" Teriak Zaphir. Dia kemudian menghalau Darwin sebelum dia melesat lagi kearahku
Selain itu...
Para prajurit yang berjaga sudah mulai berkumpul dan maju mengarah ke kami
"Aku tidak apa-apa. Tangani dia sebentar!"
Aku kemudian melompat setinggi mungkin...
Dan mendaratkan diriku diantara gerombolan pasukan para penjaga itu. Ketika aku mengetukkan tongkatku ke tanah sedikit, mereka semua terikat satu-persatu oleh akar-akar pohon dalam waktu singkat
...!
*Srat!*
Sebuah pedang nyaris mengenaiku
Aku melihat kearah orang itu baik-baik. Dia hanya memasang wajah datar kearahku
Orang itu adalah Edwin, Ksatria tertinggi dan yang paling setia milik kerajaan ini
"... Halo" Aku menyapa
Dia melesat kearahku tanpa mengeluarkan kata-kata sedikitpun. Aku langsung memutar tongkatku dan mengadunya dengan pedangnya itu
Tapi, Darwin kembali mengganggu. Aku nyaris terkena cakarannya, namun berhasil kuhindari dengan melompat ke udara
Edwin kemudian menebaskan aliran Mana kearahku sebelum aku sempat mendarat. Aku pun terpaksa diselamatkan oleh Zaphir yang sama juga terlihat kewalahan
Luna mendecak kesal karena Darwin sempat menghindar sedikit dari serangannya itu
Tapi, aku menggunakan kesempatan itu untuk menyerang balik. Edwin yang ingin menyerangku justru dihambat oleh Zaphir dan nyaris tergores oleh pisaunya. Suara aduan antara pedang dan pisau itu pun terdengar dengan jelasnya, tapi Zaphir selalu berhasil membuat Edwin mundur selangkah dari tempatnya
Sementara itu, aku sibuk meladeni Darwin yang terus menyerangku dengan membabi buta. Aku sesekali mencoba menghantam kepalanya dengan tongkatku, tapi hal itu bahkan tidak membuatnya terganggu sedikitpun
Orang ini sangat menyeramkan...
Aku pun menghantam tongkatku ke tanah, dan banyak akar pohon menusuk badan Darwin. Namun, dia menghindari semua akar itu sehingga tidak ada satupun dari akar pohon itu berhasil menusuk jantungnya
Dia bahkan tidak peduli dengan tubuhnya sama sekali. Dia melepaskan dirinya dari akar-akar itu dan justru membuka luka robek di sekujur badannya. Namun, luka-luka itu sudah pasti cepat menghilang
Aku benci jika harus berhadapan dengan orang seperti ini. Orang yang sangat susah mati dan memiliki stamina yang luar biasa
Aku yang akan duluan kelelahan dibandingkan dia jika hal ini terus berlanjut
Aku harus-
...!!!
*Brak!*
Sebuah aura hitam menabrakku dengan cepat, sehingga membuatku terlempar cukup jauh dari dekat Darwin
Yael yang tiba-tiba datang itu nyaris membuatku terluka parah. Aku secara refleks harus menghindar, dan karena itu, Regenerasi milik Darwin pun selesai
"Kalian dengan sia-sia menggeliat seperti cacing. Kenapa kalian susah mati coba!?" Yael berkata
Energi hitam berkumpul di tubuh Yael dalam waktu singkat. Gelombang yang dihasilkan energi itu nyaris membuat kami semua yang berada di dekatnya terhempas
Melihat Cyth dan Lyralia yang sudah tidak fokus padanya, Walter pun menggunakan kesempatan itu untuk kabur secepat mungkin dengan menggunakan jimat aura hitam miliknya. Cyth yang baru menyadarinya terlambat menembakkan pistol kearah Walter, dan hanya bisa melihat aura hitam itu membawa Walter pergi dengan cepat
Dia pun menggerang kesal dan menembakkan pistolnya kearah Yael, tapi ditangkis dengan mudahnya hanya dengan jubahnya saja
Selanjutnya, aku tidak bisa melihat gerakkan milik Yael sama sekali. Dia tiba-tiba sudah berada di depan Cyth, dan langsung memukulnya hingga terhempas cukup jauh
Lyralia menyempatkan menangkap Cyth yang terhempas, selagi Ivor dan Ordelia berusaha menghalau Yael
Tapi...
*Brak! Bruk!*
Mereka berdua terjatuh ke tanah nyaris dalam waktu seketika
Aku tersentak melihat hal itu, terutama ketika menyadari Energi yang berada di badan Yael
Aku langsung membalut kedua temanku yang terjatuh itu dengan akar pohon yang kuperintahkan sebelum Yael menyerang mereka lagi
__ADS_1
Dalam waktu bersamaan Darwin kembali menyerangku, tapi aku berusaha menghalaunya sambil berkata,
"SEREN! DATANG KEMARI DAN BAWA SEMUA ORANG PERGI!"
Seren pun dengan secepat mungkin turun ke tanah dan meraung keras. Dia melempar bola energi berkali-kali kearah Yael, tapi berhasil dihindari
"Bagaimana denganmu Vainzel!?" Tanya Luna dari kejauhan
"Abaikan aku dan segera pergi!"
"Tapi-!"
"INI PERINTAH!"
Mendengar teriakanku Lyralia yang menopang Cyth berlari kearah Seren dengan cepatnya, dibantu oleh Luna yang mengamankan mereka. Fyon pun mengikuti perintahku dan segera berlari kearah Seren setelah menyelamatkan Ordelia dan Ivor
Aku dan Zaphir saja yang tertinggal dan masih mengurusi Edwin dan Darwin
"Zaphir! Kamu juga segera pergi!"
Tapi, bukannya melaksanakan perintahku, Zaphir hanya tersenyum remeh dan berseru,
"Heh. Tidak akan! Aku tidak akan membiarkan satu lagi Oberon mati!"
...!
Zaphir...
!!!
"MATI! MATI! MATI! MATI!"
Orang ini-!
Aku nyaris dia cakar lagi...!
Darwin terus menyerangku dengan membabi buta sambil berteriak keras dengan suaranya yang bergema itu
Telingaku kembali sakit karena gelombang suara miliknya. Ingatan akan pertarungan pertamaku dengannya waktu itu kembali terngiang di kepalaku
Yael pun ikut menyerangku bersama dengan Darwin, mengabaikan teman-temanku yang perlahan dibawa pergi oleh Seren
Ordelia pun sudah mulai menyadarkan diri, dan dia melihatku yang sedang berjuang dari punggung Seren
"PERGI!" Aku berteriak keras pada Seren
Aku pun terhempas terkena serangan Yael, tapi berhasil ditangkap oleh Zaphir, walaupun dia sendiri sedang sibuk menghadapi Edwin
"Vainzel!" Teriak Ordelia dari kejauhan. Dia berusaha berlari kearahku, tapi Luna menghalanginya dengan cepat selagi Seren mulai lepas landas membawa mereka
Aku pun hanya merenung sebentar di tengah-tengah hal ini
...
Melihat sekarang ini, walaupun aku dan Zaphir bisa terus menghadapi mereka semua, kami pasti akan tetap mati pada akhirnya
...
Yah... Aku setidaknya tidak akan mati sia-sia
...
Tidak akan bukan?
...
Ordelia... Maafkan aku
...
Di tengah-tengah para musuhku yang mulai menyerang kami lagi, aku hanya merenung
*FWUSH!!*
"Apa-!?"
*Brak!*
Darwin dan Edwin terhempas cukup jauh terkena sihir angin itu, sementara Yael hanya bergerak beberapa inci dari tempatnya
Edwin pingsan seketika di tempat, sementara Darwin berusaha bangun dengan susah payah karena terkena sihir itu
Seseorang kemudian melesat kearah Yael dan pisau milik orang itu pun beradu dengan jubah milik Yael
"Kalian...!!!!"
...!
Hah...?
Seorang laki-laki berambut coklat dan mata hijau berdiri menghadapi Yael dengan pisau belati di kedua tangannya
Aku dan Zaphir kemudian mengalihkan pandangan kami kearah sihir itu terlempar
Ada seorang anak berambut hitam dan bermata biru berdiri tidak terlalu jauh disana, memakai baju hijau dan sebuah jubah
Anak itu perlahan tersenyum ketika dia menukar tatapan denganku
Aku pun membalas senyumnya selagi aku kembali berdiri tegak
Haha... Wajah mereka bahkan hampir tidak berubah sama sekali
__ADS_1
"Sudah lama tidak bertemu" Aku berkata pelan, dengan mataku yang perlahan berlinangan air mata
Verdea pun tertawa kecil dengan matanya yang ikut berair