Book Of Flowers

Book Of Flowers
Pertarungan Tak Terelakkan


__ADS_3

Rencana kami gagal...


Rencana yang sudah kami rencanakan dengan rapi gagal...


Semua karena orang ini...


Aku terus meringis kesal sambil terus berlari, sementara mereka bertiga yang terduduk di bahuku hanya melihat dengan wajah melongok kebingungan


Kami akhirnya sampai ke pintu belakang. Semua teman-temanku juga sudah sampai disana, tapi mereka terlihat terengah-engah dengan Ivor yang terlihat mengeluarkan senjata sucinya


Ah... Jadi itu kenapa ada suara menghantam yang sangat keras tadi... Rupanya Ivor terpaksa menggunakan senjata itu hah...?


Mata mereka semua kemudian tertuju kearah Cyth, dan teman-temanku yang mengenalinya langsung terbelalak melihatnya


Cyth hanya melambaikan tangan dengan ekspresi canggung untuk merespon mereka


Aku perlahan menaruh mereka bertiga ke tanah, kemudian bergerak maju ke pintu yang besar itu


"Sudahlah. Reuninya nanti saja. Kita harus keluar sekarang"


Aku langsung menghantam pintu itu dengan kerasnya sampai terhempas keluar


"Pintu itu tidak terkunci kamu tahu!?" Cyth berkata


"Aku tidak tahu dan aku tidak peduli. Gerakkan kakimu itu dan segera lari!" Aku berkata


"Wow. Bait yang bagus" Gumam Cyth


Ketika para prajurit kastil yang mendengar kebisingan sudah menemukan kami, kami sudah mulai berlari secepat mungkin, keluar dari kastil Lily


Namun, diantara para prajurit itu, 3 aura hitam melesat kearah kami


Menyadari ketiga aura itu, aku pun langsung melempar benih tanaman di belakang kami dan menyalurkan Mana


Dalam sekejap, sebuah tanaman pemakan serangga raksasa muncul dan menangkap salah satu dari mereka, sementara yang lainnya berhasil menghindar. Namun tanaman itu hancur seketika ketika wujud Darwin muncul menggantikan aura hitam itu


"OBERON!!!"


Darwin kemudian melesat kembali kearah kami dan bersiap mencakar. Mengantisipasi serangannya, aku menghadapinya secara langsung selagi teman-temanku terus berlari


Semua teman-teman Elf ku selain Ivor kemudian mengeluarkan senjata suci mereka masing-masing sambil terus berlari


Tongkat kayu milik Ordelia, Panah cahaya milik Luxor, Katalis air tidak berbentuk milik Lyralia, dan Pisau kutukan milik Zaphir


Zaphir langsung membalikkan badannya dan menyerang Darwin dengan cepat, namun serangannya dihindari oleh Darwin. Tapi, aku langsung mengikatnya dan membantingnya ke tanah, kemudian melilit seluruh badannya


Tapi, dia dengan cepat bertransformasi ke wujud kelelawarnya dan membuat sulur tanganku hancur. Namun, aku menumbuhkan tanganku kembali dalam waktu yang singkat


"Aku benci orang ini...! Dia terlihat tidak bisa mati dengan mudah!" Zaphir berkata geram


"Yah... Kamu akan terbiasa" Aku menjawab


Aku pun memanggil senjata suciku dan mulai menyerang bersamaan dengan Zaphir sebelum Darwin sempat bergerak


Walter kemudian menampakkan dirinya dan mulai menembaki kami dari kejauhan. Tapi, peluru-peluru itu ditangkis oleh Lyralia dengan membentuk senjatanya menjadi cambuk yang menghalangi


Lyralia kemudian langsung mengubah senjatanya menjadi sebuah tombak, kemudian melempar tombak itu kearah Walter. Walter menghindar dengan cepat, tapi karena kecepatan lemparan tombak itu, pinggangnya tergores. Dia menggerang kesal kearah Lyralia selagi menahan darahnya yang keluar, sementara Lyralia menarik kembali senjata sucinya dan bersiap menyerang kembali


Dan juga menghadapi Walter, Cyth berdiri di samping Lyralia sambil mengisi peluru pistolnya


"Wah, wah. Si tikus sepertinya sedang kesulitan melawan seorang wanita~" Cyth berkata


Walter hanya tersenyum sinis selagi kembali berdiri tegak dan berkata, "Sudah lama tidak bertemu, teman lama"


Dengan rasa kesal, Cyth mulai menembakinya secara membabi buta, dibantu oleh Lyralia, tapi dihadang oleh Walter dengan sihir


"Kamu tidak lupa kalau aku bisa sihir bukan?" Tanya Walter. Dia pun menembak Cyth tepat di bahu


Namun...


"Tidak" Cyth membalas. "Kamu yang lupa kalau aku juga bisa sihir" Tambahnya


Peluru itu pun dia singkirkan dari bajunya seakan benda kecil itu hanyalah setitik debu


Hanya bajunya saja yang berhasil dilubangi oleh peluru. Bahu milik Cyth tidak mengeluarkan sedikitpun darah. Melihat hal itu, Walter hanya tersenyum dengan keringat dingin, mencoba mencari cara untuk kabur dari situasi itu


Cyth, kemudian menembak sekali lagi kearahnya


Menyadari kekuatan yang ada pada peluru itu, Walter pun menghindar menggunakan sihir angin


Yael pun akhirnya menunjukkan wujudnya, tapi dia menghadang orang-orang yang sedang berlari


Ivor dan Ordelia pun terpaksa menghadapinya, dan membukakan jalan untuk yang lainnya untuk terus lari. Tapi usaha mereka tidak membuahkan hasil. Sihir hitam milik Yael melesat kearah orang-orang yang berlari. Ivor dan Ordelia pun hanya bisa melihat dengan wajah panik karena mereka tidak cukup cepat untuk menghadang serangan itu


Namun, ketika sihir itu nyaris mengenai mereka...


*BAM!!*


Asap hitam mengepul setelah ledakkan sihir itu. Aku nyaris tidak fokus melawan Darwin ketika menyadari ledakkan itu


Dan ketika aku memiliki ruang untuk melihat sedikit kearah asap hitam yang perlahan menghilang itu, aku melihat Fyon berdiri disana, menghadang serangan Yael barusan dengan sekuat tenaga


2 buah panah kemudian melesat dengan cepat kearah Yael, tapi berhasil dihindari olehnya


"Menjengkelkan... Rencana yang kami buat tidak seharusnya jadi rusuh seperti ini..."


"Sejujurnya Luna, kami juga begitu... Sampai Cyth membuat ribut di dalam kastil"


Dari kejauhan, semua orang yang berlari tadi sudah berada disana, bersama dengan Luxor dan Luna yang sibuk menyiapkan panah mereka lagi


"FYON! JAGA DIRIMU!" Teriak Luna pada Fyon

__ADS_1


"BERISIK! AKU SEDANG SIBUK!" Balas Fyon


Fyon!? Luna!? Mereka ada disini juga?


Itu artinya-!


"HRAH!"


*Brak!*


*Sret!*


Sial- !


Dia melesat kearahku sebelum aku bisa bereaksi. Kedua lengan tanganku bahkan sampai tergores oleh kukunya


Orang ini...


Dia sudah berkali-kali digores oleh pisau milik Zaphir, tapi efek kutukan milik pisau itu bahkan tidak terlihat bereaksi pada badannya


Pisau Kutukan milik Zaphir adalah salah satu senjata suci yang ditakuti dalam pasukan Elf. Sedikit saja terkena goresan milik pisau itu, Tubuh seseorang akan hancur perlahan dari dalam


Tapi, mungkin karena faktor ras Vampir di badannya, kutukan itu sama sekali tidak berpengaruh pada Darwin. Para Vampir adalah mayat hidup, dan mereka memiliki regenerasi paling menakutkan diantara para kaum monster lainnya


"Oberon!" Teriak Zaphir. Dia kemudian menghalau Darwin sebelum dia melesat lagi kearahku


Selain itu...


Para prajurit yang berjaga sudah mulai berkumpul dan maju mengarah ke kami


"Aku tidak apa-apa. Tangani dia sebentar!"


Aku kemudian melompat setinggi mungkin...


Dan mendaratkan diriku diantara gerombolan pasukan para penjaga itu. Ketika aku mengetukkan tongkatku ke tanah sedikit, mereka semua terikat satu-persatu oleh akar-akar pohon dalam waktu singkat


...!


*Srat!*


Sebuah pedang nyaris mengenaiku


Aku melihat kearah orang itu baik-baik. Dia hanya memasang wajah datar kearahku


Orang itu adalah Edwin, Ksatria tertinggi dan yang paling setia milik kerajaan ini


"... Halo" Aku menyapa


Dia melesat kearahku tanpa mengeluarkan kata-kata sedikitpun. Aku langsung memutar tongkatku dan mengadunya dengan pedangnya itu


Tapi, Darwin kembali mengganggu. Aku nyaris terkena cakarannya, namun berhasil kuhindari dengan melompat ke udara


Edwin kemudian menebaskan aliran Mana kearahku sebelum aku sempat mendarat. Aku pun terpaksa diselamatkan oleh Zaphir yang sama juga terlihat kewalahan


Luna mendecak kesal karena Darwin sempat menghindar sedikit dari serangannya itu


Tapi, aku menggunakan kesempatan itu untuk menyerang balik. Edwin yang ingin menyerangku justru dihambat oleh Zaphir dan nyaris tergores oleh pisaunya. Suara aduan antara pedang dan pisau itu pun terdengar dengan jelasnya, tapi Zaphir selalu berhasil membuat Edwin mundur selangkah dari tempatnya


Sementara itu, aku sibuk meladeni Darwin yang terus menyerangku dengan membabi buta. Aku sesekali mencoba menghantam kepalanya dengan tongkatku, tapi hal itu bahkan tidak membuatnya terganggu sedikitpun


Orang ini sangat menyeramkan...


Aku pun menghantam tongkatku ke tanah, dan banyak akar pohon menusuk badan Darwin. Namun, dia menghindari semua akar itu sehingga tidak ada satupun dari akar pohon itu berhasil menusuk jantungnya


Dia bahkan tidak peduli dengan tubuhnya sama sekali. Dia melepaskan dirinya dari akar-akar itu dan justru membuka luka robek di sekujur badannya. Namun, luka-luka itu sudah pasti cepat menghilang


Aku benci jika harus berhadapan dengan orang seperti ini. Orang yang sangat susah mati dan memiliki stamina yang luar biasa


Aku yang akan duluan kelelahan dibandingkan dia jika hal ini terus berlanjut


Aku harus-


...!!!


*Brak!*


Sebuah aura hitam menabrakku dengan cepat, sehingga membuatku terlempar cukup jauh dari dekat Darwin


Yael yang tiba-tiba datang itu nyaris membuatku terluka parah. Aku secara refleks harus menghindar, dan karena itu, Regenerasi milik Darwin pun selesai


"Kalian dengan sia-sia menggeliat seperti cacing. Kenapa kalian susah mati coba!?" Yael berkata


Energi hitam berkumpul di tubuh Yael dalam waktu singkat. Gelombang yang dihasilkan energi itu nyaris membuat kami semua yang berada di dekatnya terhempas


Melihat Cyth dan Lyralia yang sudah tidak fokus padanya, Walter pun menggunakan kesempatan itu untuk kabur secepat mungkin dengan menggunakan jimat aura hitam miliknya. Cyth yang baru menyadarinya terlambat menembakkan pistol kearah Walter, dan hanya bisa melihat aura hitam itu membawa Walter pergi dengan cepat


Dia pun menggerang kesal dan menembakkan pistolnya kearah Yael, tapi ditangkis dengan mudahnya hanya dengan jubahnya saja


Selanjutnya, aku tidak bisa melihat gerakkan milik Yael sama sekali. Dia tiba-tiba sudah berada di depan Cyth, dan langsung memukulnya hingga terhempas cukup jauh


Lyralia menyempatkan menangkap Cyth yang terhempas, selagi Ivor dan Ordelia berusaha menghalau Yael


Tapi...


*Brak! Bruk!*


Mereka berdua terjatuh ke tanah nyaris dalam waktu seketika


Aku tersentak melihat hal itu, terutama ketika menyadari Energi yang berada di badan Yael


Aku langsung membalut kedua temanku yang terjatuh itu dengan akar pohon yang kuperintahkan sebelum Yael menyerang mereka lagi

__ADS_1


Dalam waktu bersamaan Darwin kembali menyerangku, tapi aku berusaha menghalaunya sambil berkata,


"SEREN! DATANG KEMARI DAN BAWA SEMUA ORANG PERGI!"


Seren pun dengan secepat mungkin turun ke tanah dan meraung keras. Dia melempar bola energi berkali-kali kearah Yael, tapi berhasil dihindari


"Bagaimana denganmu Vainzel!?" Tanya Luna dari kejauhan


"Abaikan aku dan segera pergi!"


"Tapi-!"


"INI PERINTAH!"


Mendengar teriakanku Lyralia yang menopang Cyth berlari kearah Seren dengan cepatnya, dibantu oleh Luna yang mengamankan mereka. Fyon pun mengikuti perintahku dan segera berlari kearah Seren setelah menyelamatkan Ordelia dan Ivor


Aku dan Zaphir saja yang tertinggal dan masih mengurusi Edwin dan Darwin


"Zaphir! Kamu juga segera pergi!"


Tapi, bukannya melaksanakan perintahku, Zaphir hanya tersenyum remeh dan berseru,


"Heh. Tidak akan! Aku tidak akan membiarkan satu lagi Oberon mati!"


...!


Zaphir...


!!!


"MATI! MATI! MATI! MATI!"


Orang ini-!


Aku nyaris dia cakar lagi...!


Darwin terus menyerangku dengan membabi buta sambil berteriak keras dengan suaranya yang bergema itu


Telingaku kembali sakit karena gelombang suara miliknya. Ingatan akan pertarungan pertamaku dengannya waktu itu kembali terngiang di kepalaku


Yael pun ikut menyerangku bersama dengan Darwin, mengabaikan teman-temanku yang perlahan dibawa pergi oleh Seren


Ordelia pun sudah mulai menyadarkan diri, dan dia melihatku yang sedang berjuang dari punggung Seren


"PERGI!" Aku berteriak keras pada Seren


Aku pun terhempas terkena serangan Yael, tapi berhasil ditangkap oleh Zaphir, walaupun dia sendiri sedang sibuk menghadapi Edwin


"Vainzel!" Teriak Ordelia dari kejauhan. Dia berusaha berlari kearahku, tapi Luna menghalanginya dengan cepat selagi Seren mulai lepas landas membawa mereka


Aku pun hanya merenung sebentar di tengah-tengah hal ini


...


Melihat sekarang ini, walaupun aku dan Zaphir bisa terus menghadapi mereka semua, kami pasti akan tetap mati pada akhirnya


...


Yah... Aku setidaknya tidak akan mati sia-sia


...


Tidak akan bukan?


...


Ordelia... Maafkan aku


...


Di tengah-tengah para musuhku yang mulai menyerang kami lagi, aku hanya merenung


*FWUSH!!*


"Apa-!?"


*Brak!*


Darwin dan Edwin terhempas cukup jauh terkena sihir angin itu, sementara Yael hanya bergerak beberapa inci dari tempatnya


Edwin pingsan seketika di tempat, sementara Darwin berusaha bangun dengan susah payah karena terkena sihir itu


Seseorang kemudian melesat kearah Yael dan pisau milik orang itu pun beradu dengan jubah milik Yael


"Kalian...!!!!"


...!


Hah...?


Seorang laki-laki berambut coklat dan mata hijau berdiri menghadapi Yael dengan pisau belati di kedua tangannya


Aku dan Zaphir kemudian mengalihkan pandangan kami kearah sihir itu terlempar


Ada seorang anak berambut hitam dan bermata biru berdiri tidak terlalu jauh disana, memakai baju hijau dan sebuah jubah


Anak itu perlahan tersenyum ketika dia menukar tatapan denganku


Aku pun membalas senyumnya selagi aku kembali berdiri tegak


Haha... Wajah mereka bahkan hampir tidak berubah sama sekali

__ADS_1


"Sudah lama tidak bertemu" Aku berkata pelan, dengan mataku yang perlahan berlinangan air mata


Verdea pun tertawa kecil dengan matanya yang ikut berair


__ADS_2