Book Of Flowers

Book Of Flowers
Bicara dengan Zaphir


__ADS_3

Maaf...


Aku tahu kamu tidak suka berada diatas pohon karena tinggi badanmu itu, tapi maaf...


Ini saja tempat paling aman untuk berbicara tanpa bisa didengarkan oleh Luna


Jadi...


"Apa yang kamu makan hari ini, Zaphir?"


"Coklat gula dan roti gandum"


"Jawabanmu tidak perlu serius..."


Dia memang tidak berubah. Selalu serius walaupun yang lain mencoba untuk bercanda dengannya


"Yang kumaksudkan itu kenapa bisa Luna dan dirimu terlihat berbaikan? Aku penasaran dan terkesan karena kalian akhirnya bisa bersikap NORMAL dengan satu sama lain" Aku pun menjelaskan


"Aku tidak paham apa standarmu dengan kalimat 'Normal', tapi ya. Aku memang sudah berbaikan dengan Luna"


"Beritahukan alasannya. Segera"


...


...


...


"Um... Mungkin mulainya dari saat aku berada di Hutan Gelap sebelum mendengar kabar sang Eldwyrm tiada"


Hm. Rupanya dari sana dahulu


"Aku sebenarnya mencoba mencari para Dark Elf untuk menghabiskan waktu berlatih. Tetapi, setelah tidak lama, aku merasakan ada hawa kehadiran yang familiar, jadi aku mencoba untuk kabur dari hadapannya"


Lalu dia pun menceritakan semua hal. Ketika kakinya berjalan dengan sendiri kearah Luna tanpa dia sadari. Bagaimana dia bertemu dengan Verdea dan Luna disana. Bagaimana dia ditahan oleh Luna dan mulai berbincang


Mereka menukar isi hati mereka. Seorang ayah kepada anaknya, dan seorang anak kepada ayahnya. Kemudian diakhiri oleh pelukan dari kedua sisi yang menantikan hal itu sejak lama


Dan kunci dari berhasilnya interaksi kedua ayah anak itu hanya satu. Aku juga sama sekali tidak terkejut karena dialah orangnya


"Aku bersyukur pangeran Verdea ada disana di waktu itu. Tanpa dia, aku maupun Luna pasti tidak akan berani bicara dengan satu sama lain"


Hahah...


Bahkan dia mulai menggunakan sebutan 'Pangeran' untuk disertakan dengan nama anak itu


Verdea sudah mendapatkan rasa hormat Zaphir bahkan tanpa perlu waktu lebih dari beberapa bulan menghabiskan waktu dengannya


"Sepertinya kamu sangat senang dengan kehadiran anak itu sekarang..." Aku menanggapi


"... Itu karena... Dia mengingatkanku kepada seorang teman yang kuhargai"


...?


Teman...?


Dia tidak pernah menceritakan hal ini kepada siapapun, bahkan Luna ataupun aku


Aku tidak tahu kalau dia punya teman sedekat itu hingga dia bisa terang-terangan berkata dia menghargai temannya itu


"Ini pertama kalinya aku mendengar kamu menumpahkan isi hatimu. Sepertinya Verdea masih meninggalkan lubang yang belum kamu tutup di hatimu"


"Lubang yang kamu katakan itu tidak pernah tertutup, Oberon. Aku hanya merasa yakin kalau kali ini adalah waktu yang tepat untuk membuka diriku kepada semua orang"


Matanya pun dengan halus menatap kearah Luna yang sibuk berbincang dengan bahagia bersama dengan Natasha dan Veskal, hingga tawanya bisa terdengar cukup jelas dari atas sini


Senyum yang dia tunjukkan bahkan tidak kalah halus, membuatku bertanya apakah dia itu sungguh Zaphir yang kukenal selagi aku menyimpan dengan baik ekspresi miliknya sekarang ini di dalam renungan


Aku sudah mengenal dirinya selama 150 tahun lebih, tapi aku rupanya masih tidak tahu apapun tentangnya


"Boleh ceritakan soal temanmu itu?" Aku kemudian bertanya


Zaphir kembali menoleh kearahku dengan wajah sedikit terkejut. Dia sempat terlihat ragu, tetapi kemudian mulai mengangguk sebelum aku bisa mengalihkan pembicaraan


"Namanya Bjorn. Dia bilang kalau dia berasal dari klan Gaia di masa pemerintahan Oberon Tractuck, tetapi petinggi Gaia disaat itu berkata kalau dia sama sekali tidak mengenali Bjorn"


Tidak mengenali anggota klan nya sendiri? Bagaimana bisa?


Setiap petinggi klan memiliki keharusan disaat itu untuk mengenali setiap wajah pengikutnya. Itu karena, di masa perang ribuan tahun, mereka semua diwajibkan mengikuti militer walaupun akan berakhir hidup sederhana saja


Melewatkan seorang anggota klan itu tidak normal bagi petinggi terdahulu


"Aneh bukan? Aku juga sempat mencurigainya, tetapi kemudian dia segera membuktikan diri kalau dia memang seorang Elf dari klan Gaia"


"Imitasi bunga kehidupan diatas danau terbesar di Miralius"


"Benar"


Bunga yang dibuat itu hanyalah imitasi, tetapi keasliannya itu bisa ditentukan dengan mudah. Karena, bunga itu tidak akan tumbuh kecuali jika orang itu memiliki keterikatan yang kuat dengan tanah klan Gaia


Itu adalah upacara pendewasaan klan Gaia secara khusus. Ketika seorang anak dari klan kami mulai memasuki usia remaja, mereka harus bisa membuktikan kekuatan sihir mereka


"Dia itu sangat menjengkelkan. Perumpamaan antara aku dan dirinya, mungkin sama dengan dirimu dengan kedua anak itu


Dia sering berlari kesana kemari seperti anak kecil. Selalu bereksperimen ketika latihan walaupun berakhir gagal. Sering menjahili para Elf, terutama Titania Shimia ketika beliau naik takhta dahulu


Dia sungguh, kekanak-kanakan. Tapi semua orang tidak bisa menolak kalau dia membawa banyak tawa dan keringanan. Disaat kami baru pulang dari bertempur, dia sudah disana dan menunggu, segera memberikan kami senyum yang kami butuhkan...


Dia terutama senang sekali menghabiskan waktu denganku entah kenapa. Apa yang dia lihat dari Elf bulan yatim piatu sepertiku dahulu, aku sama sekali tidak paham...


Dan dia selalu mendorongku untuk tetap maju. Walaupun kami harus melewati runtuhnya 3 Oberon sekaligus, dan ribuan kematian lainnya, dia tetap menyemangatiku hingga sampai ke sekarang ini"


...


Matanya memadam. Dia sepertinya mengingat sesuatu yang tidak mengenakkan...


"... Lalu suatu hari itu, dia memutuskan untuk ikut bertempur, disaat Treant agung Augurtrail berada di dalam bahaya dan disaat Titania Shimia menghilang dinyatakan meninggal"


...


Aku tahu kemana kisah itu berlanjut setelahnya. Kisah itu cukup terkenal diantara para Elf


Jadi, orang yang mengorbankan dirinya dimakan oleh alat itu adalah tuan Bjorn hm...?


"... Dia tidak meminta untuk diabadikan disaat itu. Dia meminta aku secara spesifik, untuk menjaga setiap Oberon yang akan muncul


Dia berkata 'Langit akan bersinar namun tertutup oleh awan. Tapi disaat hujan turun, bunga terindah akan membuatkan jalan untukmu menemukan tujuan yang kamu inginkan', tepat disaat sebelum dia menghilang dari hadapan kami semua..."


...?


Terdengar... Familiar entah kenapa...


Aku pernah mendengar kalimat itu, tapi lupa dari mana...

__ADS_1


"... Tapi, aku mengecewakannya berulang kali..."


...


...


...


Hm...


"Banyak Oberon pun tiada setelah kepergiannya. Semuanya tiada karena alasan yang terhormat, dan juga karena kami sebagai para petinggi telah gagal melindungi mereka...


Oberon Caliph. Titania Milisque. Oberon Falophe. Titania Vurvis. Oberon Lastan. Oberon Aestas. Semuanya tiada karena ketidakmampuanku melindungi mereka, sama seperti ketidakmampuanku melindungi orang pertama yang bisa memahami diriku..."


...


"Tapi itu bukan salahmu"


"...!?"


Memang benar. Temannya memang meninggalkan amanah untuk menjaga setiap Oberon yang akan muncul


Tetapi, setiap orang selalu datang dan pergi


Aku sadar akan hal itu pertama kali ketika bertemu dan berpisah dengan Verdea. Juga, ketika Frank bertemu pertama kali dengan Verdea. Dan yang terakhir, Veskal dengan Natasha


Mereka bisa datang dan bertemu kembali. Perpisahan juga terjadi semudah itu. Bahkan...


...


...


Mataku terbuka. Dunia yang aku inginkan bersama dengan kedua anak itu. Dunia yang ingin kami bentuk dan saksikan, apakah kami bertiga akan mampu melihatnya bersama...?


Apakah kami bertiga mampu untuk selalu bersama...?


...


"Perpisahan bukanlah kehendakmu, tapi itu wajar terjadi. Kematian para Oberon itu bukanlah salahmu, karena mereka sudah membuat pilihan dalam bertindak"


"... Apa yang kamu coba katakan, Oberon?"


Haha...


Dia memang cukup lihai dalam pertempuran, tetapi dalam permainan kata Zaphir sangatlah lamban


"Temanmu Bjorn. Dia mungkin hanya ingin kamu untuk menemui orang baru setiap sebuah masa berlalu"


Jawaban itu saja yang masuk akal. Dan aku pun sadar kalau kalimat dari Bjorn bukanlah sebuah ramalan, tetapi sebuah kiasan


'Ketika hujan turun, bunga terindah akan membuka jalan untukmu'


Dia sudah dengan jelas berkata di kalimat itu, kalau dia ingin Zaphir untuk mencari jalan terbaik yang bisa dia lihat. Sebuah jalan terbaik dimana dia menemukan kebahagiaan di masa depan


"Dia ingin kamu terus berjalan, hingga disaat bunga-bunga itu berhenti bermekaran. Karena... Disaat itu tiba, kamu sudah mendapatkan tujuan yang kamu inginkan"


"Sebuah tujuan... Yang aku inginkan..."


...


"Tapi, seberapa lama, Oberon?"


Aku tahu kamu akan menanyakan hal itu...


Tapi sungguh, tidak ada yang tahu


"Jadi itu sebabnya, dia ingin kamu untuk menikmati setiap bunga yang bermekaran di jalan itu. Karena setiap bunga memiliki keindahan mereka masing-masing, bukan begitu?"


Dan tuan Bjorn ingin kamu mengetahui mereka semua satu-persatu. Karena di dalam perjalanan itu, hanya para bunga saja yang bisa menjadi temanmu di bawah hujan


Mereka bisa menikmati hujan itu bersama denganmu. Dan memiliki teman seperjalanan seperti itu adalah sesuatu perasaan yang terbaik


...


Aku sedikit heran kenapa orang seperti tuan Bjorn bisa dilupakan. Melihat kembali, kami memang tidak memiliki catatan sejarah yang terlalu kuat untuk disimpan kaum kami. Sejarah paling jelas hanya bisa kami dengar melalui orang-orang yang melihatnya secara langsung. Saksi mata tidak terbantahkan dari suatu kisah masa lampau


Tapi... Bagi kami sekarang ini...


Hanya Zaphir saja yang tersisa diantara puluhan ribu Elf terakhir yang hidup semenjak masa perang ribuan tahun...


Satu-satunya saksi kami mengenai betapa kejamnya masa itu untuk kaum kami.


Kematian yang menyebar dimana-mana... Aestas Eternitia yang harus mengorbankan diri...


...


Lalu, puluhan ribu Elf yang mengikuti dirinya kemudian dengan cara membunuh diri sendiri...


Mereka melakukannya sebagai tanda rasa bersalah dari dalam hati mereka semua. Kematian yang memicu butanya kaum Elf tanpa adanya cahaya untuk membimbing


Kecuali satu orang yang selalu setia di sisi raja mereka, setiap Oberon maupun Titania yang naik sebagai pemimpinnya


Satu-satunya yang tidak berkhianat dengan membantah raja mereka, setia kepadanya hingga ajal menjemput sang cahaya


...


"Dan siapa sangka, fakta kalau kamu selalu setia kepada semua Oberon dan Titania adalah karena seseorang..." Aku berkata


Tetapi Zaphir tidak menjawab. Dia hanya memberiku ruang untuk memberi komentar. Maka aku pun mengambil kesempatan itu selama dia masih ingin mendengarkan


"Itu juga rupanya menjadi alasanmu untuk menjauh dari Luna hm...? Yah, kamu juga bisa bilang kalau itu memang insting dari orang tua demi memberikan kenyamanan hidup untuk anaknya...


Juga, aku punya satu pertanyaan..."


...


Baiklah


"Jika kamu bisa, jaga Luna dengan tanganmu sendiri, boleh?"


"...!"


...


Ah ya...


Itu bukan pertanyaan, lebih kepada permintaan


Aku hanya berharap, karena dia sudah mau memiliki niat untuk dekat dengan Luna, dia pasti akan mau menerima permintaanku


Tapi, kenapa juga aku mengutarakan hal itu ya...?


"... Aku bisa, Oberon"

__ADS_1


...


...


...


"Aku akan sanggupi hal itu, karena aku juga ingin untuk sesekali bisa hidup untuk seseorang"


"Kamu bicara seakan istrimu itu bukan siapa-siapa"


"..."


Dia tidak menolak, tidak juga menerimanya


"... Jujur saja, aku hanya menikahi Amara karena Aestas meminta kepadaku. Dia menyampaikan kalau sang Elf Agung berkata, 'Suatu hari, bulan sabit di pelukan malam gelap itu akan menurunkan setengah cahayanya kepada dunia. Diatas sebuah sungai yang jernih, menjemput cahaya itu akan membuat para bintang bersinar ikut memberkahi dunia'" Zaphir menjelaskan


Bulan sabit...


Menjemput...


...


"Kebetulan, aku juga bertemu dengan Amara ketika dia jatuh dari atas pohon di dekat sungai tempat kalian selalu berlatih dengan si pangeran dan Elf kecil itu. Aku langsung menangkapnya hingga kami berdua tercebur ke sungai"


...


"Sangat disayangkan dia meninggal karena melahirkan Luna. Seandainya dia masih hidup, aku yakin dia bisa menjadi contoh yang lebih baik untuk anak perempuanku itu..."


...


"Sepertinya, kamu memang terlalu sayang kepada Luna hm...?" Aku pun berkomentar


Zaphir pun lagi-lagi tersenyum. Wajahnya benar-benar terlihat seperti seseorang yang sudah melepaskan beban terberat dari pundaknya. Wajah yang menunjukkan pelepasan dari segala urusan duniawi yang membebani


Aku tidak pernah berpikir dia akan bisa tenang sampai semua pertempuran ditiadakan. Tapi lihat wajahnya sekarang


"Aku juga tidak paham bagaimana menjelaskannya, tetapi perasaan yang dimiliki ketika kamu melihat anak perempuan lahir itu sangatlah hangat, Oberon..."


...


Hmph...


"Sepertinya aku harus punya anak perempuan terlebih dahulu agar bisa paham perasaanmu" Aku berceletuk


"Aku tidak akan sarankan jika anak perempuanmu itu sangat pembangkang" Zaphir membalas


"Justru terdengar seru! Aku akan merasakan kepuasan jika bisa menang melawan argumen anak itu suatu hari"


"Oberon. Sikap sombong milikmu itu keluar"


Baiklah, baiklah. Main-mainnya sudah cukup


Siapa sangka dia bisa bercanda juga. Zaphir sungguh mengejutkanku setiap kali dia bicara kali ini


...


"Maaf. Tapi, sepertinya aku harus pergi" Zaphir berkata kemudian


Oh?


Baru saja aku penasaran kenapa, aku pun menangkap seseorang menatapi kami dari bawah pohon


Lebih tepatnya, menatapi Zaphir seakan menginginkan sesuatu darinya. Siapa lagi kalau bukan Luna


Dia memberi isyarat agar Zaphir bisa segera turun dan mau mengikutinya


"Kenapa? Kalian punya janji?" Aku bertanya


"Ya. Dia ingin aku berlatih tarung dengannya"


Balasannya itu pun membuatku mulai menggelengkan kepala


Ayah anak sama saja. Keturunan klan Selene memang diisi oleh maniak bertarung


Aku pun berkata, "Tapi jangan buat kerusuhan hingga mengundang monster kemari", sebelum memperbolehkannya untuk pergi


Dia langsung mengangguk sebelum melompat turun dan mendarat tepat di depan Luna yang sama sekali tidak berkedip. Anaknya itu pun segera protes karena dia terlalu lama menunggu tanda dari Zaphir sejak tadi, tapi justru berakhir dengan harus menghampiri dan mengajak dirinya


Mereka berdua pun pergi selagi Luna masih terlihat berceramah, sementara Zaphir hanya memperhatikan dengan wajah datarnya yang biasa


Ayah anak. Mereka sungguh terlihat serasi selagi berjalan di dekat satu sama lain


Aku harap aku bisa melihat pemandangan itu lebih banyak ke depannya. Keduanya juga sudah mulai mengambil langkah mendekati satu sama lain, jadi aku sudah merasa sangat lega


Haah...


...


Anak itu lagi, anak itu lagi...


Dia sungguh punya kekuatan mengubah seseorang, entah bagaimana. Baik itu untukku, Veskal, Remina, Luna atau yang lainnya


Dia tidak pernah berhenti membuatku takjub dengan setiap perubahan yang dia bawa untuk kami...


...


...


...


Kamu lihat kah, Seren? Sepertinya, pahlawan yang bisa membantu para Elf sekarang ini adalah seseorang dari kaum yang tidak kamu sukai


Verdea sudah membawa perubahan untuk kita semua. Dia membuka pikiranku. Dia membantu Remina bersikap lebih bangga kepada diri sendiri. Dia membantu Luna dan Zaphir untuk mendekat selayaknya ayah anak yang normal


Dia membantu semua temanku untuk berpikiran lebih bebas daripada burung yang bisa terbang di langit


...


Kaum Elf akan memasuki masa puncaknya kembali, aku berjanji akan hal itu. Dan setelah masa itu telah tiba...


Aku mungkin ingin mencoba membuat memorial untukmu. Sebuah patung berbentuk dirimu yang akan kuletakkan diatas tempatmu bersemayam sekarang ini


Setidaknya batu nisan yang harus kamu miliki haruslah megah, agar generasi selanjutnya bisa tahu nama yang selalu melindungi kita semua


Jadi beristirahatlah, naga besar. Terima kasih karena sudah mau menjadi pendengar yang baik untukku. Terima kasih, karena sudah mau bersenang-senang bersama kami semua


...


Lalu aku pun teringat satu hal. Sebuah memori masa lampau yang mulai melekat kembali


Alasan kenapa aku ingin bertualang mengelilingi dunia. Alasan kenapa aku mengenali perumpamaan yang dikatakan Zaphir dan dia bilang berasal dari tuan Bjorn...


...

__ADS_1


Aku tidak bisa berpikir lagi disaat itu. Jadi, aku hanya diam termangu, mengingat setiap ramalan yang kudengar dari Ayahanda


__ADS_2