
*BAM!!*
Ledakkan di udara itu mengagetkan semua orang yang ada disana
Zaphir terjatuh dari langit diikuti oleh Eloy
Sementara itu, menggantikan posisinya sekarang ini, Yael berdiri disana dengan Yuriel yang berada di tangannya
"Baiklah, berdiri sedikit ke sana dan..."
"Aku mengerti. Terima kasih sudah datang dengan cepat Yael. Aku benci mengatakannya, tapi aku harus" Yuriel berkata sembari melangkah sedikit ke samping kanan di udara
Yael terlihat sangat senang dengan perkataan Yuriel walaupun kalimat terakhir itu juga dia lontarkan
Tanpa terlihat adanya sesuatu di bawah kaki mereka, entah bagaimana mereka bisa melayang di udara tanpa gangguan sedikitpun. Tapi semua orang yang ada disana masih terfokus kepada Zaphir yang jatuh dan tidak terlihat lagi diantara pepohonan
"Kenapa kamu tidak menolong Yang Mulia Eloy juga?" Tanya Yuriel kemudian
"Karena Tuanku hanya berkata untuk menyelamatkanmu. Ayo pergi"
"... Baik-"
*ZAP!!*
"!!!"
Dengan refleks yang cepat, Yael langsung mendorong Yuriel menjauh sehingga mereka berdua berhasil menghindari serangan sihir listrik yang tiba-tiba muncul itu
Tapi serangan itu berhasil membuat mereka berdua terpisah untuk sementara sehingga memberi Albert waktu untuk merampas Yuriel kembali
"Jangan harap-!"
"Itu perkataanku!"
*ZAP!!*
Sihir petir itu kembali terlontar kearah Yael namun sekarang secara bertubi-tubi sehingga membuat Yael lebih fokus menghindar dan melindungi diri
Dia pun mencoba mengambil jarak sejauh mungkin setelah menyadari batas jarak milik sihir yang terlontar bertubi-tubi itu. Setelah beberapa saat, dia akhirnya berhasil menarik napas santai lagi
"Wah, wah... Aku tidak menyangka kalau mereka memiliki penyihir yang hebat~
Bahkan sampai tidak perlu merapal mantra untuk sihir rendahan ini" Yael melirik kearah Eleanor yang tetap diam teguh di udara, menatap kearah Yael
"... Seorang pemilik roh? Bukan...
Ah! Seorang ahli alkimia rupanya! Trik yang bagus, Nyonya~!" Yael berkata lagi sembari melambaikan tangannya dari kejauhan
Eleanor mendecak kesal karena hal itu
"Sepertinya dia sudah tahu kelemahan sihirku ini..." Bisik Eleanor pada Albert yang berdiri di sampingnya
Dia menunjukkan beberapa batu sihir yang mirip dengan permata di kepalan tangannya kepada Albert. Hanya 3 saja yang tersisa di tangannya. Dari belasan yang dia selipkan tadi, hanya 3 yang tersisa
"Tidak apa. Kita bisa kabur jika dia menjadi terlalu berbahaya. Lagipula, target kita masih ada di tangan" Albert berkata kemudian memperlihatkan Yuriel yang tidak bisa menggerakkan badannya sedikitpun di sampingnya
"Zaphir dan Eloy masih berada di bawah. Kita tidak bisa meninggalkan mereka berdua, terutama Zaphir karena hal itu akan membuat Oberon gusar" Eleanor membalas sambil tetap memaku pandangan kearah Yael
"Benar sekali. Tapi aku lebih mementingkan nyawamu Nyonya Eleanor. Rencana ini tidak akan ada gunanya kalau kamu terkena marabahaya"
"... Kalau begitu, kamu tidak perlu khawatir lagi"
"...?"
Selang beberapa detik dengan perkataan Eleanor, sebuah akar pohon mencoba menangkap Yael
Tapi seperti sebelumnya, dia dengan mudah menghindari akar itu tanpa kesusahan sedikitpun
"Ah... Tamu yang menjengkelkan sudah datang..." Yael berkata dengan nada gusar
Aku hanya terdiam melayang di udara dengan para Fae dan sudah bersiap untuk mematahkan setiap tulang milik orang itu
Cih. Perkara yang menyusahkan selalu datang satu demi satu
Para Troll tiba-tiba menyerang kami, dan aku bisa merasakan keberadaan mereka tidak jauh dari sini sehingga aku mengirim para Sylph yang mengikutiku untuk membersihkan mereka. Tapi hal itu sendiri bisa membahayakan para Sylph itu karena Troll yang menghadang bukan sembarang kuatnya
Zaphir terluka sekarang, dan aku sudah memastikan dia aman di tangan seorang Sylph. Tapi, hal itu membuat salah satu petarung terkuat kami tidak aktif lagi. Amelia bahkan sedang sibuk membersihkan para Troll sehingga garis pertahanan kami harus kupegang sendiri
Para Penyihir Orion sebentar lagi akan berteleportasi kemari. Jika kami membuang waktu, mereka sudah pasti akan membuat beberapa korban jiwa
Dan yang paling membuatku kesal sekarang ini adalah bajingan yang berdiri di hadapanku, menyeringai remeh dengan lebar seperti seekor ular. Dia halangan terbesar dan terburuk yang bisa kupikirkan disaat ini, lalu dia menunjukkan batang hidungnya itu
Kenapa tidak ada satupun rencanaku yang bisa berjalan mulus hah...?
"Menyingkir, Yael Tarasque. Atau aku akan membuatmu tidak melupakan rasa sakit yang hebat" Aku berkata
"Hah? Tikus kecil sepertimu ingin mencoba bicara besar, tapi decitan milikmu itu tetaplah lucu di telingaku. Hahaha!!" Gelak tawanya terdengar nyaring di seluruh area
Hingga wajahnya tiba-tiba berubah. Berubah menjadi kaku dan mengancam, seakan sedang serius
"Jadi menyingkir sekarang juga, dasar rendahan..." Yael membalas dengan nada gusar
__ADS_1
"Aw~! Menyeramkan~! Seseorang jadi lebih pemarah akhir-akhir ini rupanya" Aku meledek
Aku harus terus mengalihkannya untuk sementara waktu. Para anak-anak Andromeda harus kabur dengan aman...!
Tetapi Yael menyadari sesuatu dariku. Lebih tepatnya, dia sadar kalau targetku adalah agar semua orang bisa kabur selagi aku melawannya
"... Ah, kamu mengkhawatirkan mereka rupanya"
*BATS!!*
Karena aku tidak fokus, Yael pun melesat kearah seorang anak. Tapi dengan cepat, Veskal dan Albert langsung menangkal mereka
Eleanor kemudian terpaksa menembakkan salah satu permatanya lagi. Walaupun hal itu berhasil membuatnya menjauh, Yael sama sekali tidak tergores oleh sihir Eleanor
Bagus! Ini kesempatanku!
Aku melesat kearah Yael, menghantamkan tongkatku dengan gerakkan menusuk
Dia pun mulai mengeluarkan sihir tameng di pergelangan tangannya dan mencoba menepis kepalaku dengannya, tapi berhasil kutangkis dan kusempatkan mengikat tanganku padanya sehingga mengunci posisi kami sekarang
"Ah sial! Itu rencanamu rupanya!" Gerutunya kesal
"PERGI SEKARANG!!" Aku memerintahkan ketika sudah mendapatkan kesempatan itu
"Aku akan-!"
"Kamu juga segera pergi Veskal! Lindungi mereka semua!"
"H- hah? Para Sylph dan Albert bisa melaku-"
"AKU BILANG PERGI!!"
Hah-!!!??
*DUAR!!*
Sial-
Orang gila itu meledakkan Mana-nya sendiri?!
Tapi itu artinya ada bagian tubuhnya yang rusak sekarang, jadi-
"Berpikir kalau aku melemah bukan?"
Apa-?
*BRAK!!*
"VAINZEL!!"
"Aku bilang--- PERGI!!!"
Karena mereka tidak mau mendengarkan, aku langsung mengetuk tongkatku ke tanah, membuat akar dan sulur pohon-pohon di sekitar membentuk tembok penghalang yang menutupiku dan Yael di dalamnya hingga ke udara
Tembok itu cukup tebal dan lebar sehingga tidak mungkin dia bisa dengan mudah menghancurkannya
Walaupun ragu, Veskal pun terpaksa meninggalkanku dan pergi memimpin mereka ke Miralius
"Cih!" Yael mendengus kesal
"Lawan aku bajingan!! Aku adalah lawanmu!"
"... Ah terserah. Aku pastikan kalau kematianmu itu menyakitkan-"
*BRAK!!*
"AGH-!!"
Dia tidak menyadari kalau aku mengetuk tongkatku sekali lagi ke tanah, tapi kali ini kuperuntukkan untuk mengendalikan angin. Sihir anginku itu pun berhasil memukulnya dan menghantamkannya ke tanah
Napasku sangat berat sekarang ini karena hantaman keras tadi. Dia benar-benar tidak menahan diri dalam pertarungan ini
Jadi aku tidak perlu menahan diri. Jika perlu, aku akan membunuhnya di sini
"Cih. Kamu pikir kamu bisa menghadangku hanya dengan ini, Oberon???"
Grrr... Dia masih bisa bangkit rupanya...
"Kamu terlalu meremehkanku Oberon!!"
Baiklah, aku akan bersiaga
Tetapi mataku terbelalak ketika aku baru saja memasang posisi serius. Mataku nyaris keluar karena tidak percaya dengan apa yang kulihat
Apa- Wajahnya-!
"AKU AKAN PASTIKAN TIDAK ADA SATUPUN TEMANMU ITU BISA LOLOS!! CAMKAN ITU!!"
'Yael', kemudian meleleh menjadi cairan hitam, meninggalkanku sendiri dengan wajah panik
Aku pun sadar satu hal, kalau apa yang kukurung bersamaku hanyalah sebuah tiruannya semata
__ADS_1
Sial! Itu bukan dia yang asli!
Sejak kapan dia menanamkan bayangan di tempatnya itu?!
Aku harus-!
"Uhuk!!"
Tubuh sialan. Kapan kamu sembuh coba?!
Urgh...!!
Bagaimana lagi?! Aku terpaksa harus mengandalkan semua tanaman yang ada di hutan ini!
"Dengarkan aku! Sampaikan pada Seren untuk segera terbang dan melindungi teman-temanku! Aku mohon, wahai para pohon yang hidup di hutan ini!"
Tanah pun mulai bergetar karena akar-akar pohon yang mulai bergerak di bawahnya
Dia akan menyesal jika dia menyentuh sehelai rambut pun dari kepala temanku
Kumohon, terbanglah lebih cepat, Veskal...! Jaga dirimu sebentar saja...!
......................
Dia bisa merasakan tanah mulai bergetar walaupun sedang terbang di udara. Hal itu membuatnya bertanya, apa yang sedang terjadi padaku?
Tapi dia masih meneguhkan hati untuk tetap mengikuti perkataanku. Baginya, perkataanku selalu benar, dan itu akan membawa dirinya ke tempat yang baik
Bahkan jika aku menyuruhnya membiarkanku mati. Perintahku tetaplah mutlak
"VESKAL! ADA BEBERAPA AURA HITAM MENDEKAT!"
"APA?! Bagaimana bisa?!"
"Kita akan terkejar dalam beberapa detik! Apa yang harus kita lakukan, tuan Veskal?" Eleanor bertanya
"Tch!"
Dia tentu tidak tahu harus apa. Dia bukan seorang pemimpin. Dia menerima perintah, bukan memberi perintah
Jika Eleanor yang merupakan seorang pemimpin saja kehabisan ide, apa yang bisa dilakukan oleh dirinya?
"Baiklah... Apa yang akan dilakukan Vainzel dalam situasi ini...?" Veskal mulai berpikir keras
Dia sangat panik sekarang ini. Para Fae juga sudah mulai merasa keberatan membawanya karena pikirannya mulai kacau
Apa yang akan dilakukan Vainzel? Itu saja yang ada dalam pikirannya sekarang
"... Utamakan anak-anak! Lindungi mereka dari berbagai arah!"
"Baik"
Mereka mulai melakukan apa yang diperintahkan Veskal dan berhenti di udara, memberi topangan angin yang padat di bawah kaki anak-anak
"Veskal! Tindakan ini sangat gegabah! Anak-anak harus tetap pergi ke Miralius!"
"Tidak Eleanor... Ada satu masalah dalam hal itu, yaitu jumlah musuh yang sangat banyak"
"...!"
"Jika kita berpencar sekarang, anak-anak sudah pasti akan terbunuh dengan sisa kita"
Miralius masih berada cukup jauh. Masih butuh puluhan menit lamanya pergi ke sana, dan sudah pasti mereka akan terkejar
Pilihannya ada tiga. Mereka terus terbang namun pasti terkejar, Beberapa berhenti sementara sisanya terus menjaga anak-anak, atau mereka semua berhenti dan menghadapi Yael
Veskal memilih pilihan ketiga hanya karena instingnya. Dia juga belajar satu hal selama dia hidup
Melawan adalah pertahanan terbaik. Veskal paham dengan hal itu
Dengan kedua pisaunya siap, bersamaan dengan itu Yael pun sampai
Tapi tidak hanya satu Yael. 5, 6, 7. Jumlahnya terus bertambah seiring waktu hingga berjumlah belasan
Mereka semua panik dengan kehadiran Yael yang berlipat ganda itu. Ditambah dengan wajah mereka yang terlihat sangat marah, aura sinis yang mengelilingi tempat itu sangatlah membuat bulu kuduk merinding
"Vainzel... Verdea..." Veskal bergumam sembari memejamkan matanya
Jika dia mati disini, dia hanya bisa berharap hal itu bisa membantu mengulur waktu
"Apa yang aku pikirkan? Aku tentu saja akan mati..." Gumamnya lagi
Tapi dia takut. Dia merasa takut menghadapi kematiannya. Itu karena dia masih ingin melakukan sesuatu di dunia ini
Tapi, disaat seorang Yael melangkah maju...
Dia berhenti berharap
...
*GROARR!!!!*
__ADS_1
Raungan keras yang memekakkan telinga itu pun membuat semua orang kaget, selagi diikuti oleh sebuah arus angin seakan sesuatu yang besar sedang mendekat