Book Of Flowers

Book Of Flowers
Miralius Menanti


__ADS_3

--- Keesokan harinya ---


"Baiklah, semua sudah siap kan?" Aku melontarkan pertanyaan


"YA!!" Mereka semua bersorak


Pakaian musim dingin mereka terlihat sangat tebal di mataku. Beberapa darinya aku belikan secara khusus dari uang anggaran yang diberikan Artorius. Semua hal itu sudah cukup untuk mempersiapkan kami menghadapi badai salju, seandainya cuaca itu akan menghambat nanti ke depannya


Yang terpenting adalah, apakah kami bisa menghalau badai salju yang bisa saja datang di laut. Karena itu akan jadi bagian tersulit di dalam perjalanan ini nanti


"Dan tenang saja. Yang mulia Artorius sudah memberikan izinnya" Aku berkata, kemudian melambaikan surat di tanganku yang berisi persetujuan tertulis Artorius


Aku sebenarnya heran kenapa dia memberi persetujuan secepat itu. Apa dia tidak khawatir pada anaknya dalam perjalanan ini?


Lupakan saja. Jika ada yang aneh, aku akan mengurusnya nanti


"Dan juga, saat kita melawan monster, kalian berdua jangan dekat-dekat dengan jenis yang kuat dan segera pergi bersembunyi. Paham" Aku memperingatkan lagi


Verdea mengangguk pelan dan Veskal mengacungkan jempolnya kearahku. Ivor entah kenapa juga ikut mengacungkan jempol, tapi biarkan saja


Ini berarti, persiapan kami semua sudah selesai. Sekarang waktunya!


"Baiklah, ayo kita berangkat!"


Dengan aku yang memimpin jalan, kami semua sekali lagi bersorak dan mulai berangkat menuju Miralius dengan berjalan kaki


Kami akan berjalan ke Miralius dalam waktu mungkin 10 hari, ditambah dengan pelayaran kapal. Itu juga kalau tidak ada badai yang parah di laut nantinya karena waktu perjalanan mungkin akan jadi lebih panjang jika begitu


Alasan aku bilang kalau kami akan berjalan 10 hari cukup simpel. Jika kedua anak ini lelah, salah satu dari kami bisa menggendong mereka nanti. Kami tidak akan lelah dalam perjalanan yang panjang, apalagi mengingat kalau aku punya 2 petinggi dengan fisik terkuat di sampingku sekarang


Walaupun suhu semakin mendingin sekarang ini, hal itu tidak akan menjadi masalah untuk kami (terutama Ivor). Aku sudah punya rencana untuk menghadapi cuaca yang parah seperti itu (yaitu Ivor)


Pengalaman bertualang selama 20 tahun rupanya tidak sia-sia. Dan juga, aku akan menemani Verdea menghampiri tempat-tempat yang ingin dia kunjungi dahulu


"Veri"


Aku menoleh kearah belakang dan menyuruhnya mendekat untuk sebentar


"Kamu mau pergi kemana dulu?" Aku bertanya


Dia sudah memberitahukan kemana, tapi aku ingin lihat apakah dia berubah pikiran atau tidak


Dia langsung tersenyum lebar dan berkata, "Pertama, kita akan ke Desa Magnolia" dengan sangat mantap


Desa Magnolia...


...


Dia pasti ingin membeli ayam saus cabai itu bukan...?


......................


--- Desa Magnolia ---


Ah, aku benci desa ini. Aku memang hanya tinggal seminggu disini, tapi dalam waktu itu, hampir setiap jamnya aku pasti akan ditindas


Dan sekarang lihat mereka. Mereka bahkan mencoba sok baik dan mencari muka di depanku dan Verdea. Aku yakin orang-orang di desa ini berubah sejak mendengar kabarku menjadi pengawal untuk Verdea


Para penduduk desa yang menyakitiku dulu sekarang mulai menyapaku dengan ramah. Aku hanya tersenyum kesal kearah mereka karena sikap yang berubah seperti itu. Dan jika aku bisa katakan, kami para Elf benci dengan orang-orang seperti ini—memakai topeng dan mengutarakan kebohongan yang bulat


Mereka ingin mencoba meminta maaf? Jangan bercanda. Semua rasa sakit yang mereka berikan kepadaku dulu tidak akan bisa ditutupi sebanyak apapun mulut bau mereka mengatakan 'maaf'


Penyesalan terbesarku dalam berkelana disebabkan oleh desa ini dan beberapa tempat lain. Aku sudah tidak mau lagi berlama-lama disini


"Bisa beritahu kemana kamu mau pergi sekarang? Desa ini bau" Aku berbisik pada Verdea


Dia langsung menjawab tanpa pikir panjang


"Kedai ayam goreng"


Sudah kuduga. Tidak ada alasan lain dia ingin pergi ke desa ini selain tempat itu...


Dia ingin makan ayam goreng sekarang ini? Sempat-sempatnya...


"Baiklah..." Aku berkata setelah menghela napas


Tidak akan ada gunanya berdebat dengan anak ini. Jika dia ingin sesuatu, dia akan mendapatkannya selama itu berada dalam kemampuan kami. Aku hanya berharap uang anggaran Artorius bisa cukup untuk menyewa kapal melalui salju ini...


Dan juga, aku memang punya hutang dengan tempat itu yang belum kubayar


...


--- Di dalam sebuah kedai ---


"Aku senang kamu mau datang berkunjung, pangeran Verdea" Pemiliknya menyambut


Tidak seperti sebelumnya, pemilik kedai makan ini sekarang bisa mengenali Verdea sebagai pangeran. Itu karena Bros khusus anggota kerajaan yang dipakai oleh Verdea sekarang ini. Dia tidak memakai benda itu sebelumnya dengan alasan yang jelas


"Aku ingin ayam goreng" Verdea langsung memesan dengan polosnya


Hal itu membuat si pemilik kedai hanyut karena keimutannya dan terlihat tidak tahan ingin mengelus kepala Verdea sambil berkata, "Akan kusiapkan sebanyak mungkin...!"


Di sisi lain, Verdea semakin membuatnya terhuyung dengan tersenyum lebar kearahnya


Anak ini ternyata cukup manipulatif, membuat orang yakin kalau dia ini polos dan tidak bermulut besar...


Dan pemilik kedai itu tidak bercanda saat dia bilang sebanyak mungkin. Setidaknya banyak ayam goreng yang dia bungkuskan untuk kami ini cukup untuk persediaan makan selama seminggu. Aku tidak sempat menghitung berapa banyak bungkusan yang dia berikan kepada kami, karena aku tidak bohong ketika bilang ini banyak


Verdea langsung dengan cekatannya mengambil satu bungkus yang berisi 5 ayam goreng, selagi Veskal terlihat menghitung semua bungkusan yang diberikan kepada kami


Itu juga kalau kedua anak itu mau memakan ini terus dan makanan ini tidak membusuk duluan


Masalahnya sekarang adalah berapa harga semua ini. Aku langsung lesu mengingat kalau kami harus membayar. Karena itu, aku membuat Ivor memegang semua ayam goreng yang dibungkus itu terlebih dahulu selagi aku dengan lemas mengeluarkan kantung uang anggarannya


"Be- berapa harganya...?" Aku bertanya pada penjaga tokonya


"Ah, aku akan beri potongan harga saja. Diskon berkelana" Katanya sambil melingkarkan 2 jarinya


Oh... Penawaran yang murah hati...


Tapi itu tidak menambah rasa legaku, karena aku merasa ini masih cukup banyak untuk dibayar...


"Terima kasih" Aku berkata


Aku membayar si pemilik kedai dengan uang pas ditambah dengan hutangku dan pamit. Dia bahkan memberitahu kami namanya dan mengundang kami untuk datang kembali kapanpun itu


Jenny. Orang itu ternyata dasarnya baik. Dia bahkan akrab dengan semua pelanggannya ketika aku lihat tadi


Padahal aku menyangka dia sifatnya menakutkan karena ototnya yang besar dan rambutnya yang berantakan itu. Tapi, dia laki-laki bukan? Kenapa nama dan gayanya seperti perempuan?

__ADS_1


Dia laki-laki feminim? Itu pertama kalinya aku melihat seseorang berpenampilan seperti itu. Sepertinya mereka tidak terlalu umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari


Ya sudahlah. Kami setidaknya bisa mendapatkan makanan


"Rumah-rumah manusia lumayan bagus juga" Ivor tiba-tiba berkomentar


"Tidak ada istimewanya. Jika sering melihat, kamu akan berkata lain" Veskal membalas


Keduanya tidak salah. Ivor berkata begitu karena dia belum pernah berkeliling di dalam tempat hidup manusia, kecuali kota Hortensia dan desa ini. Sementara Veskal yang sudah melihat kerajaan ini hampir setiap hari selama beberapa tahun hidupnya pasti akan bosan. Aku bahkan mulai bosan, karena arsitektur rumah di kerajaan ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan kerajaan di selatan, Cassiopeia


"Rumah kami biasanya hanya berbentuk batang pohon dan jamur. Sementara itu, kalian membuat pahatan dan semacamnya" Luna ikut berucap


"Aku jadi ingin coba tinggal di rumah manusia untuk sehari" Ordelia menambahkan


"Aku bisa membuatkan rumah seperti ini di kerajaan kita. Tapi, kira harus memotong banyak pohon"


Ordelia langsung ternganga dan menggelengkan kepala. Aku hanya tersenyum usil, mengetahui kalau dia akan menolak tawaranku dalam waktu seketika


Hm?


Wah wah~ Ada wajah yang familiar disini...


"Hoh! Itu orang yang mengejar kita dulu Vain!" Verdea berkata dengan kerasnya


Dia menunjuk ke sekumpulan orang sambil menarik-narik jubahku, sehingga semua teman-temanku spontan menoleh dengan tatapan tajam kearah yang ditunjuk. Orang-orang itu spontan panik dan menghindari tatapan kami dengan menarik kerudung mereka ke bawah


Benar saja. Mereka memang orang-orang itu. Aku masih mengenali wajah orang yang memukulku waktu itu. Tapi, sekarang mereka terlihat seperti kucing kecil yang ketakutan ketika melihat kami


"Apa lihat-lihat!? Pergi sana!" Teriak Ivor


Mereka langsung merinding dan lari dari hadapan kami. Aku dan Verdea hanya tertawa kecil melihat mereka yang lari terbirit-birit dengan ketakutan, mengingat kalau beberapa bulan lalu orang-orang itu ingin sekali membunuh kami


"Dasar. Seandainya tidak banyak orang, aku ingin menghajar mereka terlebih dahulu" Ivor menambahkan selagi mengepal kedua tangannya sampai sendi di tangannya berbunyi


Dan orang yang satu ini memang terlalu menakutkan untuk mereka. Dia akan sangat cocok untuk menjadi preman pinggir jalan seperti orang-orang itu, hingga menjadi pemimpin mereka


"Ayolah Ivor. Kamu tahu kita tidak boleh melakukan kekerasan jika tidak perlu bukan?" Luna berkata


Ah, dia sudah mulai berinteraksi tanpa gerakan yang kaku. Sepertinya dia sudah merasa membaik


"Tentu saja itu perlu! Orang seperti mereka harus diberi pelajaran!"


"Kepalamu itu cuma diisi perlakuan kasar seperti itu ya?"


"Aku sudah bilang! Vainzel itu disakiti oleh mereka-"


"Tenanglah Ivor. Tidak perlu keras-keras begitu" Aku menyela


Ivor harus belajar cara memiliki rasa malu. Dia harus tahu kalau berteriak disini itu tidak sama dengan saat di Miralius, karena semua orang yang memperhatikan bukanlah para Elf yang akan menutup telinga


Dia pun segera senyap, hanya memajukan bibirnya untuk menampakkan rasa kesal


"Omong-omong Vain, kenapa kita tidak menggunakan kuda untuk pergi kesana" Veskal berkata, mengalihkan pembicaraan


Ah... Saran yang bagus, tapi...


"Kami para Elf punya ajaran yang menentang hal itu. Lebih tepatnya, kami tidak diizinkan mengekang kehendak hewan seperti itu"


"Kenapa begitu?"


"Coba pikirkan, kalau nasib kita tertukar dengan hewan, apa yang akan kalian rasakan?"


Ajaran utama para Elf adalah bahwa semua makhluk berakal mendapatkan dan memiliki kebebasan masing-masing. Lagipula, hewan dibuat di dunia ini jauh sebelum manusia dan Elf muncul. Kami para Elf tentu menghormati kaum yang sudah menyatu dengan alam terlebih dahulu daripada kami


Jika kami mengekang mereka atau membunuh mereka, kami sudah dianggap melanggar ajaran karena telah mengambil kebebasan mereka. Kami juga tidak diperbolehkan memiliki budak karena salah satu ajaran kami adalah kesetaraan


"Aku juga tidak terlalu suka menggunakan- nyam-! Kuda" Verdea berkata selagi dia masih mengunyah


"Habiskan makananmu dulu..."


Dan juga... Tujuan selanjutnya yang diinginkan Verdea adalah...


"Sekarang kita akan kemana?" Aku bertanya


Dan tanpa ragu ataupun menoleh, dia langsung menjawab, "Antarkan aku ke kota Calendula nanti"


Kota di selatan Hortensia, tapi tidak mendekati pelabuhannya. Tempat dari obat-obatan paling terkenal di kerajaan Hortensia


Dan tempat dimana ada sesuatu yang harus dikunjungi Verdea...


"... Tenang saja. Kita juga harus melalui kota itu nanti"


...


"Ah! Kenapa harus permintaan Verdea saja yang terkabulkan?!" Luxor berkata tiba-tiba


"Benar itu. Vainzel sekarang lebih sayang dengan dia ya..." Lyralia menambah


Aku tahu kalau mereka berusaha meringankan suasana, tapi kenapa aku tersinggung ya?


"Bawa kami jalan-jalan juga!" Ordelia tiba-tiba berseru, membuatku tercengang karena itu tidak seperti biasanya


Ordelia yang ikut-ikutan itu mulai tertawa kecil melihat reaksiku


"Berkeliling! Berkeliling!"


Semua teman-temanku kecuali Verdea langsung bersorak seperti sekumpulan orang yang melakukan protes


Mereka bahkan mengangkat-angkat tangan mereka ke udara. Dan karena mereka, Verdea jadi ikut-ikutan bersorak dengan mulut yang masih berisi. Lalu Veskal


Mereka sangat riuh, hingga aku dan Luna berusaha menutup telinga dan mengabaikan setiap orang yang menatap sambil terus berjalan


Kenapa aku punya teman-teman seperti ini...? Apa aku melakukan kesalahan di kehidupan sebelumnya...?


......................


--- Beberapa saat kemudian ---


Kami pada akhirnya berkeliling kesana kemari menghampiri semua hal. Desa, Padang luas, dan hutan. Semuanya aku terpaksa hampiri agar orang-orang ini tidak hilang dari pengawasanku. Tapi, tidak ada yang menarik dari pemandangan perjalanan ini. Semuanya ditutupi oleh salju tebal hingga setiap daratan berwarna putih


Hanya saja, aku harus bilang kalau cahaya mentari di kejauhan itu bisa membuat dataran putih dengan pohon yang botak ini memiliki pesona tersendiri. Ketika kami berjalan melalui hutan ini sembari mengawasi anak-anak itu melompat kesana kemari sambil berlari, aku bisa tersenyum dengan nyaman


Hingga, Verdea melempar salju kearahku entah kenapa. Veskal dan Verdea langsung tertawa karena melihat wajahku ditempeli oleh benda itu, sampai aku melempar kepala Veskal dengan salju hingga dia jatuh ke tanah


Aku menyeringai lebar kearah mereka sambil memainkan bola salju di tanganku, sementara keduanya mulai terlihat panik. Tapi itu tidak menghentikan yang lebih tua untuk segera beraksi lagi


Veskal kemudian mencoba melempariku dengan salju lagi, tapi aku spontan menghindar hingga dia malah mengenai Ivor. Kemudian Ivor melemparinya balik, tapi mengenai Ordelia. tidak terima dengan Ordelia yang dilempari, aku melempar sebuah bola salju raksasa keatas kepala Ivor hingga dia terkubur dan menyisakan tangannya yang menyembul keluar saja. Luna menggelengkan kepalanya melihat itu, selagi dua anak itu tertawa terbahak-bahak melihatnya


Verdea kemudian melempar wajah Lyralia dengan salju. Tapi itu kesalahan besar. Merespon hal itu, Lyralia menggunakan sihirnya, membuat bola salju terbentuk secara otomatis dan terlempar dengan sendirinya dari tanah berkali-kali kearah kami

__ADS_1


Bola-bola salju itu menghujani kami semua sementara Lyralia tertawa dengan sadisnya melihat kami berusaha berlindung


Salah satu salju itu kemudian mengenai Luna tepat di wajah. Kami semua panik ketika melihat wajah tidak senangnya, terutama Lyralia yang langsung berkata "O-oh..."


Tapi, Luna kemudian berbalik dan membungkuk ke tanah, membuat kami berpikir kalau dia tersinggung. Tiba-tiba saja, dia berbalik kembali dan melempar bola salju kearah wajahku dan Lyralia secara bersamaan—tepat mengenai kedua targetnya


Perang salju pun tidak bisa terelakkan. Kami semua melempari satu sama lain sampai mengotori seluruh baju kami dengan salju. Tapi, kami semua tertawa lepas ketika sedang bermain. Ivor bahkan sampai menelan sebuah lemparan salju ketika dia sibuk menertawai Luna yang dia kenai


Kami langsung menertawainya ketika dia memuntahkan salju itu dari mulutnya. Setiap bola salju yang terlempar selalu mengenai sebuah target. Dan kami akan saling membalas pelaku yang mengenai kami sebelum tertawa lepas melihat wajah mereka yang kesal dikenai salju


Karena kami menghabiskan waktu dengan bermain, matahari tidak terasa sudah mulai tenggelam. Kami semua terbaring berdekatan di tanah karena lelah sudah tertawa lepas


Napas kami semua tersengal-sengal, tapi hati kami merasa sangat puas sudah bersenang-senang


"Kita... Pergi ke desa terdekat... Sekarang" Aku berkata


Mereka mengangkat tangan sambil bersorak dan terbaring dengan lemasnya


......................


--- Malam harinya, di sebuah penginapan ---


"Lyralia tadi curang! Kenapa coba kamu menggunakan sihir di salju?" Verdea berkata dengan ketusnya


"Hey, hey. Semua hal adil dalam perang" Lyralia meledek


Verdea dan Veskal cemberut karena perkataan itu, sementara Lyralia entah kenapa terlihat sangat bangga dengan dirinya sendiri


Di dalam sebuah penginapan, mereka semua berkumpul di ruangan sewa milikku


Kamar ini luas. Kami beruntung penginapan ini juga tidak terlalu mahal, walaupun bentuk kamar ini setidaknya bisa seharga 5 emas setiap 1 malam. Harga yang aku bayar cuma 1 emas saja untuk setiap ruangan


Semua fasilitasnya lengkap, bahkan ada perapian juga. Jadi beberapa temanku seperti Luxor dan Ordelia yang merasa kedinginan setelah bermain lempar salju bisa langsung menghangatkan diri. Mereka bahkan melilit selimut di sekitar tubuh mereka untuk lebih menghangatkan diri


Aku sepertinya mengambil terlalu menghabiskan banyak uang dari uang anggaran. Dan ini baru hari pertama. Tidak kusangka kalau uang bisa habis secepat itu


Padahal selama aku bertualang sendiri, uangku tidak cepat habis kecuali ketika ada orang yang memeras dariku. Ini mungkin efek karena kami melihat terlalu banyak uang hingga merasa sebaiknya kami habiskan dengan segera saja


Lalu...


Masalahnya sekarang ini adalah, dalam satu kamar hanya ada 2 kasur. Karena itu aku harus menyewa 4 kamar untuk 1 malam


Karena itu...


"Kalian sudah setuju dengan kamar masing-masing?" Luna berkata


Semuanya mengangguk, termasuk aku


Aku akan tidur dengan Verdea di dalam satu kamar


Aku memang tidak masalah dengan hal itu, tapi aku lebih berharap aku bisa sekamar dengan Ordelia


Aku cemberut diatas kasurku sambil melihat mereka yang terus bicara dengan satu sama lain di dekat perapian


"Kalian tunggu dulu disini. Aku ingin memesan minuman" Aku berkata


Aku mulai beranjak dari tempat tidurku dan pergi keluar kamar


"Aku mau pesan bir" Veskal menyela


Aku berhenti berjalan dan semua orang langsung melihati Veskal yang terlihat serius


"Kamu minum bir?"


"... Aku sudah 14 tahun. Memangnya salah?"


Tentu saja salah, bodoh


"Aku akan pesankan susu untukmu"


"Hey! Aku mau bir!" Veskal mencoba menyerukan lagi


"Susu~!" Verdea justru terlihat senang dengan pilihan pesananku untuknya


Aku mengabaikan perkataan Veskal dengan lidahku yang menjulur dan pergi ke lantai bawah untuk memesan minuman


--- Setelah itu ---


"Ya. Tolong diantarkan ke kamar itu ya?"


Pemilik penginapan itu mengangguk ramah setelah menerima pesananku untuk semua orang


Minuman sudah bisa dipastikan akan datang. Sekarang aku-


...!


...


...


Apa itu?


Aku merasakan ada sihir yang tidak mengenakkan di sekitar sini tadi


"Ada yang mengganggu, tamu terhormat?" Pemilik penginapan bertanya


"Tidak. Kecuali, kamu memiliki peliharaan hewan sihir di sekitar sini?" Aku membalas


"Aku hanya bisa berharap aku memelihara hewan sihir. Mereka itu sangat mahal hingga pemilik penginapan sederhana seperti diriku tidak akan mampu membelinya" Dia mencoba meringankan suasana


Aku bersumpah tadi aku merasakan-


...


Dengan rasa gelisah, aku tetap naik ke kamar dan mencoba berhati-hati dengan sekitarku. Aura sihir itu rasanya sangat tidak enak hingga aku sempat berpikir untuk membawa semua temanku pergi secepat mungkin


Sihir itu bukan sihir biasa. Penggunanya bisa menyembunyikan sihir itu dan membuatnya seperti tidak ada. Tapi, bagaimana dia bisa ceroboh hingga aku sempat mencium baunya yang bocor sementara tadi


Aku bisa merasakan sihir bahkan untuk tingkat tinggi. Lupakan itu, aku bahkan bisa melihat aliran Mana. Seberapa baik pun mereka tersembunyi, aku akan mampu mendeteksinya


Tapi ini bukan waktu untuk menginvestigasi. Tempat ini bukan sebuah properti yang bisa kuselidiki sesuka hati


Hal ini sangat mencurigakan. Aku sekarang mulai curiga ada yang mengikuti kami. Pilihan teraman sekarang ini hanya satu, karena semua teman-temanku sedang merasa lelah


Ketika tiba di kamar, aku menghampiri Ordelia dan Lyralia yang sibuk berbicara di samping Luxor. Aku perlahan berbisik kepada mereka agar tidak ada orang lain yang mendengarkan


"Tolong buat sihir tameng di setiap kamar"


Ketiganya terkejut. Tapi tanpa ragu, mereka langsung mengangguk paham, walaupun tertanda di wajah mereka kalau situasi ini membingungkan

__ADS_1


Hanya saja, bagaimanapun itu, mereka tidak meragukan perintahku apabila situasi mulai serius seperti ini


__ADS_2