
--- Keesokan Harinya, Kastil Rose ---
"Jadi, kamu sudah memikirkan semua hal yang akan kamu katakan nanti?"
"Sudah... Remina juga membantu agar aku bisa lebih cepat tidur..."
Yah, kamu memang terlihat tidak tidur kemarin malam semenjak argumen kita itu...
Remina hanya tersenyum, tetapi entah kenapa wajahnya masih terlihat berseri dibandingkan Verdea yang kantung matanya menebal sedikit
Dia bahkan berjalan seperti mayat hidup sekarang ini. Aku sempat membuatkan dia kopi tadi, karena aku dengar itu akan sangat membantu untuk mengatasi rasa kantuk
Aku juga tidak tahu apa akan manjur. Aku benci kopi, jadi tidak pernah lagi aku meminum benda itu setelah mencobanya satu kali
...
"Siapkan dirimu Verdea"
"... Heh?"
"Nasib Veskal ada di tanganmu, ingat itu"
Setidaknya, publikasi ini harus kami lakukan untuk mendapat tambahan bantuan, sekecil apapun itu. Menggunakan kekuatan Miralius sendiri tidak akan berhasil
Kami harus mendapatkan bantuan secukupnya, entah tenaga orang ataupun material
Pintu ruang takhta sudah ada di depan. Semuanya kuserahkan kepada Verdea
"Siap?"
"Sangat siap"
Jawaban yang bagus
Aku bisa lebih tenang masuk ke dalam ruangan itu sekarang
Pintu besar itu dibuka oleh para pelayan yang menunggu di depan. Dan ketika ruangannya terlihat, beberapa mata langsung menuju kearah kami
Semua temanku hanya memfokuskan pandangan mereka kearah depan selagi kami masuk. Tidak ada satupun dari mereka yang menatap balik para bangsawan yang mulai menilai kami dengan jelek itu
Uwah... Situasinya seperti sebuah ruang persidangan sungguhan...
Tenang Vainzel. Tenang
Kami sampai di depan takhta. Damien duduk di sana, dengan Rosalia yang berdiri di samping kirinya
Anggota keluarga kerajaan yang lain hanya duduk di bangku para juri, bersama para bangsawan yang lainnya. Termasuk juga Artorius yang menelan ludahnya
Baiklah. Ini saat penentuan
"Salam untuk yang mulia Hortensia. Semoga bunga bermekaran bersamamu"
Kami semua memberi salam. Damien langsung memerintah kami untuk mengangkat kepala kembali
"Mari langsung ke intinya. Silahkan buka, Rosalia"
Rosalia tersenyum, kemudian menatap kearah semua juri di ruangan
"Pertama-tama, terima kasih atas kehadiran kalian. Untuk mengingatkan kembali, kita semua hadir disini demi mendengar sesuatu dari Vainzel Alpensia, mengenai sebuah permasalahan yang terjadi dengan kerajaan Xia-"
...
Aku memotong perkataan Rosalia dengan sebuah angkatan tangan
Yah, aku harus melakukannya...
"Maaf, tapi aku sedang berbicara. Kamu sadar bukan?"
"Aku sangat sadar, tuan putri. Tetapi, sepertinya ada kesalahpahaman disini
Bukan aku yang akan berbicara mewakili kami mengenai masalah ini"
Para bangsawan mulai tersentak kaget. Beberapa bahkan mulai berbisik
Artorius memandangku dengan wajah yang penuh keringat dingin. Dia bingung kenapa aku berkata begitu
"Lalu, siapa yang akan melakukannya?"
Aku menoleh dan mempersilakan Verdea maju ke depan sedikit
"Verdea Hortensia lah yang akan melakukannya!"
Karena lantangnya suaraku, semua orang sudah pasti mendengarnya dengan jelas
Yah, kalian mendengarnya dengan benar. Verdea lah yang akan berbicara
"Tunggu. Aku yakin kalau isi suratmu berkata-"
"--- Kalau 'kami' akan berbicara di depan para bangsawan mengenai masalah ini, bukan begitu?"
Aku selalu menaruh sesuatu seperti itu dalam sebuah surat. Aku tidak pernah menggunakan kata 'aku' maupun sesuatu yang merujuk pada diriku sendiri
__ADS_1
Hal itu cukup menguntungkan bagi kami sekarang. Ada alasan logis dan faktual yang bisa kuhantamkan demi melancarkan hal ini ke sisi kami
"... Yah, benar juga"
Verdea tersenyum kearahku. Aku hanya memejamkan mataku, kemudian mengambil langkah mundur agar semua mata bisa tertuju kepada Verdea saja
"... Dia akan bisa bukan?" Ordelia berbisik di belakangku
...
Alaminya, aku yakin dia belum. Ini yang pertama kalinya dia melakukan hal seperti ini sendirian, bukan?
Tapi, jika dia tidak mencoba sendiri, dia tidak akan bisa berjalan dengan tegak ke depannya
"... Mari kita lihat saja"
Hanya itu jawaban yang bisa kuberikan
...
"Ehem! Untuk mengingatkan kembali, kita semua hadir disini demi mendengar sesuatu dari Verdea Hortensia, mengenai sebuah permasalahan yang terjadi dengan kerajaan Xiang. Sesuatu terjadi kepada salah satu sekutu mereka, Veskal Grandier, hingga hal ini dijadikan masalah untuk seluruh kerajaan Hortensia"
Semua bangsawan itu tertawa kecil meledek kami
"Mari kita dengarkan. Kenapa kami, warga kerajaan Hortensia harus terlibat dalam masalah ini karena salah satu subyek kalian yang berharga itu harus diselamatkan?"
Dia benar-benar meledek kami, perempuan ini...
Verdea, aku mohon
...
"Pertama-tama, Kakak ke-2. Veskal itu adalah warga negara kerajaanmu"
...
Oh. Dia langsung memainkan kartu itu
Aku bahkan tidak tahu itu akan berguna atau tidak
"Apa buktinya?"
"Dari mana aku mulai? Bagaimana jika dari aku mengetahui apa yang didapatkan oleh Vainzel?
Veskal Grandier adalah sepupumu. Dia dicela di seluruh negerinya, itu sebabnya kamu menggunakan kekuasanmu untuk menarik Veskal kemari dan menjadikannya warga negaramu
Aku yakin menteri catatan sipil memiliki catatan mengenai warga negara di area ini bukan? Apalagi mengingat kalau kota ini sangat ketat aturannya, aku ragu akan ada yang terlewat..."
Seorang juri langsung terlihat gugup dan mulai meminta berkas dokumen untuk memastikan lebih akurat mengenai pernyataan kami
Damien langsung bingung, tidak tahu harus apa dan mencoba mencari akal
"Tapi, walau benar begitu, kenapa harus kami ikut terseret kemari-?"
...
Orang ini bodoh. Sungguh
Bahkan ayahnya terlihat sangat lemas melihat anak tidak bergunanya yang menjadi raja ini
Dia hanya mengulangi perkataan Rosalia yang tadi, tidak ada sedikitpun yang baru
"Karena kalian harus, yang mulia. Dia warga negara kalian. Kalian juga sudah setuju ketika melakukan perburuan Walter Herb walaupun tidak ikut secara aktif. Dan ketika hasilnya sudah keluar, bukannya mengejutkan ketika warga negara sah milikmu ditahan oleh kerajaan lain yang kita anggap sekutu?"
Verdea sangat benar. Kita bahkan tidak tahu alasannya
Rosalia sepertinya paham. Dia terlihat sedang berpikir untuk mencari celah, selagi saudaranya yang bodoh itu mencoba mencari kata
Dan selagi kerumunan itu sibuk berbisik dengan satu sama lain, pembantu dari menteri catatan sipil itu sudah memberikan dokumennya
Lihat wajah orang itu. Dia terlihat takut memberitahukan kebenarannya
"M- Maaf yang mulia, tuan putri. Tetapi, perkataan pangeran Verdea memang benar adanya
Veskal Grandier memang warga negara ini. Bahkan paspor sah nya juga sudah tercatat dengan baik" Rosalia menyatakan
Aku sebenarnya sedikit terkejut Rosalia tidak menghapus catatan kependudukan Verdea dan Veskal selama 5 tahun ini. Milikku mungkin sudah dicopot hingga baru-baru ini
Maksudku, dia cukup kuat untuk meyakinkan menteri itu untuk mencopot hak warga negara mereka karena sudah berkhianat...
Tetapi, mengingat kalau dia berkata kalau aku 'menculik Verdea' dulu, aku yakin kalau dia menaruh catatan mereka sebagai 'tidak diketahui' sampai Verdea menunjukkan wajahnya kembali di muka umum
Dia sedikit melakukan kesalahan dalam melangkah karena ingin bersikap baik di depan umum
Bagus. Sidang ini berada di sisi kami. Makan itu, bangsawan
"Ada komentar, yang mulia?" Verdea bertanya
"T- Tapi, bagaimana kami yakin kalau-"
"Maaf yang mulia. Tetapi, sepertinya pangeran Verdea memang benar. Penahanan warga negara tanpa alasan yang jelas oleh negara lain adalah sesuatu yang tidak bisa dibiarkan, tercatat dalam peraturan perundang-undangan kita bukan?"
__ADS_1
...
Hah?
Dia mengakui kekalahan?
Sungguh seperti ini saja?
Bahkan Verdea terlihat terkejut, walaupun dia berusaha menyembunyikannya dengan baik
Rosalia tiba-tiba menepuk tangannya perlahan, tetapi terdengar nyaring
Sangat nyaring, di tengah suasana sidang yang mulai senyap itu
Apa yang dia pikirkan sekarang, melihat Verdea seperti itu...?
"Mengesankan, adikku. Sangat mengesankan...
5 tahun kita tidak bertemu, dan sepertinya kamu bertambah cerdik. Sangat mengesankan..."
Tepukan tangannya masih berlangsung. Tidak ada yang berani menghentikannya entah kenapa
"Maaf kakak ke-2. Tetapi yang mulia belum memberi keputusannya kepada kita"
Oh-
Verdea... Kamu mencari masalah dengannya seperti itu...?
Wajahnya sinis sekali, seperti sedang membuat kutukan kearah Verdea, sekaligus terkesan entah kenapa
...
Cepat bicara Damien! Aku benci tatapan sinisnya yang mengarah ke Verdea itu...!
"B- baiklah. Keputusanku sudah bulat. Kerajaan Hortensia akan mengizinkan kalian untuk melakukan negosiasi dan perlakuan perang 'bila diperlukan' kepada kerajaan Xiang hingga mereka mengembalikan Veskal Grandier kepada kami
Dan sebagai bantuan yang akan kami berikan-"
"250 orang infanteri, 150 pemanah, 30 Perapal sihir dan 20 kapal perang. Aku harap itu cukup bagimu, adikku Verdea"
Luar biasa...
Sebanyak itu...?
Verdea...
Kamu berhasil meyakinkan mereka...
"Vainzel. Aku berhasil" Dia membisik menahan sifat girangnya
Betul. Kamu berhasil
Kamu berhasil, Verdea...
Dengan ini-
"Jika saya boleh bicara..."
...
Edwin...?
Apa yang ingin dia katakan?
"Silahkan, kesatria Edwin" Rosalia mempersilakan
"... Saya ingin ikut dalam pasukan infanteri itu"
...
Hah?
"Aku harap aku tidak salah mendengar, kesatria Edwin"
"Anda tidak salah dengar, tuan putri. Saya sungguh menawarkan diri untuk hal ini
Saya ingin bergabung dalam pertempuran yang mungkin akan terjadi itu"
...
Kejutan demi kejutan...
Aku yakin tidak akan ada yang melawan penawaran diri miliknya itu. Masalahnya, dia bukanlah orang yang bisa kami percaya untuk saat ini
...
Aku akan mencari cara saja untuk mengawasinya
Yang terpenting, kekuatan kami bisa terkumpul. Verdea hanya perlu menggunakan satu hal yang kusarankan, dan semua hal berjalan sangat lancar
Semuanya berkat dia. Aku tidak mengambil bagian apapun dari itu selain memberi usulan
__ADS_1
Anak yang hebat. Kamu sungguh sudah tumbuh dengan baik
Aku sungguh terhormat bisa membantu membesarkanmu selama ini...