
--- Keesokan malamnya, Hortensia ---
...
...
...
Napas berat...
Disaat kedua orang itu duduk di hadapan seorang wanita yang berdiri tinggi di hadapan mereka, keduanya juga mulai mengucurkan keringat dingin yang menusuk tulang. Mata mereka terbelalak tidak percaya, selagi membayangkan setiap hal horor yang bisa saja terjadi kepada mereka
Ya. Di malam itu, kakak beradik Darius dan Collin tertangkap oleh pengawasan Rosalia. Tertangkap karena sudah berani bergerak di belakangnya
"Aku melepas sihir pengawas di tubuh kalian agar kalian lebih leluasa. Tapi, rupanya kalian masih tetap kurang ajar"
Mendengar suara dingin dari hadapan mereka, keduanya pun berpelukan dari sisi ke sisi. Mereka berusaha bergerak menjauh dari orang itu, sementara orang itu justru semakin mendekat
Dan ketika dia sudah berhasil menggapai Collin dengan tangannya, hal pertama yang dilakukan Rosalia adalah menjambak rambut adiknya itu
Collin menjerit kesakitan, sehingga dia yakin kalau seluruh kastil di malam itu bisa mendengarkan suaranya dengan sangat jelas
"Kakak! Jangan apa-apakan Collin!" Darius meminta
"Oh? Sejak kapan kamu bersikap terhormat seperti itu, adikku Darius? Apalagi untuk seseorang yang hanya setengah dari darahmu ini?"
Darius merinding, selagi Rosalia melempar Collin hingga dia tertimpa ke lantai. Kakaknya langsung mencoba memastikan kalau adiknya baik-baik saja, selagi Rosalia semakin terlihat tidak terkesan dengan situasi ini
Yael yang sedari tadi hanya duduk dengan santai di atas sofa sembari meneguk teh itu hanya memandang setiap detail drama itu dengan hati penuh rasa senang
"Aku sudah bilang kalau kita tetap perlu mengawasi mereka" Yael berkomentar kemudian
"Diam. Aku tidak perlu kamu bicara dan menambah amarahku sekarang ini" Rosalia membantahnya
"Hmph. Tapi aku tidak menyangka kalau kedua orang ini membantu kita dalam membongkar mereka"
Di seberang Yael, ada dua orang terduduk diatas sofa yang memiliki model yang sama. Tapi keduanya tidak berniat untuk menikmati teh dengan penyihir hitam itu, selagi dia mulai memberi senyum penuh ledekan kepada keduanya
Kedua orang itu tidak lain adalah Frank, dan Veskal. Keduanya duduk dengan ekspresi kaku, mengamati setiap gerak-gerik yang diberikan oleh Yael
Sementara, paman Zero berdiri di sudut ruangan, menanti kalimat dari Veskal untuk bergerak pergi dari sana
"Kami sejujurnya tidak butuh kalian dalam membongkar hal ini. Tapi ya sudahlah~" Dia berkomentar dengan nada meledek, sebelum, "Kalian menginginkan sesuatu, bukan begitu?", Yael berubah menjadi serius, menginterogasi keduanya
"Setidaknya kamu punya otak" Veskal berkomentar, mengganti posisi duduknya seakan dia yang lebih berkuasa di tempat itu
"Baiklah, anjing kecil Elf. Kamu tidak ingin bermasalah denganku...!"
"Yael, cukup! tutup mulutmu dan biarkan mereka menjelaskan semua hal ini!" Rosalia menyela, masih berdiri dengan tatapan yang bisa saja membunuh kedua adiknya disaat itu juga
Yael pun undur diri, selagi Frank memajukan badannya agar Rosalia bisa menangkap langsung tatapannya
"Kami ingin berbisnis. Ini hanya uang muka, dan sedikit gambaran bagaimana kami bisa membantumu" Frank pun berkata
"Dengan menusuk Oberon dari belakang? Kalian bermain dengan api, Frank" Rosalia membantah. "Dan apa yang membuatmu yakin kami bisa mempercayai pengkhianat?" Dia bertanya lagi
"Berkhianat..."
Veskal tertawa setelah menggumamkan hal itu. Tawa yang bahkan membuat Rosalia dan Yael terkejut, hingga tatapan kedua orang itu bertemu sejenak
"Kami tidak memiliki niat mengkhianati Vainzel ataupun Verdea. Walaupun secara harfiah kami melakukan hal itu, tujuan kami tetaplah untuk memastikan kedua orang itu tetap aman"
"... Kedua orang itu saja?"
"Aku tidak peduli terlalu banyak mengenai teman-teman Verdea" Frank mendahului
"Aku kebalikannya. Tapi, aku hanya melakukan apa yang diperlukan"
Veskal menggeser posisi duduknya agar mendekati Rosalia yang masih berdiri. Dia memastikan kalau tatapan mereka bertemu terlebih dahulu, sebelum dia mengungkapkan apa niatnya
"Kami ingin agar kamu mengampuni Vainzel juga. Aku tahu kamu punya niatan untuk membiarkan Verdea hidup, tapi aku ingin temanku yang satu itu juga tetap mendampingi Verdea"
__ADS_1
Rosalia diam termangu, sementara Yael menghela napasnya seakan dia mendengar sesuatu yang bodoh
"Apa untungnya hal itu untukmu...?" Rosalia bertanya
"Tidak ada. Aku hanya tahu kalau kami tidak punya kesempatan untuk menang di dalam pertempuran ini melawan kalian berdua"
Rosalia tersentak. Kalimat dari Veskal itu membuatnya terkejut, datang dalam rupa pengakuan akan kekalahan. Pengakuan yang diutarakan sebelum perang dimulai
Kalimatnya terdengar seperti main-main saja, tetapi Rosalia sendiri, sebagai lawan utama dari sisi kami sekarang ini paham betul dengan bobot kalimat itu. Dia paham kalau Veskal tidak bercanda
"Dan kenapa kah kamu berpikir kalau kami akan memberi apa yang kamu inginkan?" Dia pun bertanya, memastikan kembali untuk mengamankan kecurigaannya
Rosalia mulai bergerak mengitari sofa tempat kedua orang itu duduk, mulai dari sisi Frank. Dan ketika dia sudah sampai ke sisi Veskal...
Tangannya bergerak, mencekik leher Veskal—sekaligus memakunya di senderan sofa
Paman Zero yang melihat hal itu langsung mencoba menghalaunya, tetapi segera di halau lagi oleh Frank yang menyuruhnya untuk diam di tempat saja. Situasi masih terkendali, walau paman Zero melihat dan menanggapinya dengan cara yang berbeda
Rosalia di sisi lain, mulai mendekatkan wajahnya kearah Veskal dengan memasang tampang geram, selagi yang satunya dengan tenang mencoba bernapas dengan benar dibawah cekikan itu
"Kamu mencoba bermain-main denganku bukan? Tawaran itu terlalu bodoh untuk menjadi nyata" Rosalia pun mengeratkan cekikannya
Dan dia tidak salah sama sekali. Tidak ada gunanya seseorang yang tahu kalau dia akan kalah membuat kesepakatan dengan seseorang yang akan menjadi pemenang. Tindakan itu entah dilakukan oleh orang paling sombong sedunia, atau orang paling bodoh sedunia
"Tapi itu- Benar! Aku tahu kamu dengan sangat baik, Rosalia. Aku bekerja- di bawahmu selama beberapa tahun. Aku tahu betul apa yang bisa kamu lakukan" Veskal mencoba berbicara dengan jelas
"Dan apakah itu, yang bisa kulakukan...?"
"Kamu sinting- Aku tidak akan menyembunyikan hal itu sama sekali. Dan teman-temanku tidak sepertimu
Orang sepertimu memiliki imajinasi yang tidak terbatas. Tidak ada yang menghalangi pikiranmu untuk melakukan hal paling gila sekalipun"
Rosalia justru semakin mencekik Veskal, sehingga orang yang dia cekik itu semakin terlihat membutuhkan udara. Paman Zero semakin tidak tahan dan mulai bergerak lagi, sehingga-
--- Rosalia melepas tangannya dari leher Veskal, membuat Veskal mulai terbatuk-batuk dengan sangat keras sekaligus menghentikan langkah paman Zero dalam sekejap
Alur suasananya kembali tenang. Situasi ini memang terlihat sangat aneh, tetapi semua hal yang terjadi disana akan sangat penting untuk semua orang. Jadi, paman Zero pun hanya diam kembali, sedikit menundukkan kepalanya seakan sedang bersiaga. Dia membiarkan keempat orang itu berbincang kembali, mendiskusikan beberapa hal yang akan datang nantinya
"Kamu bisa saja membantingku disaat ini, tapi kamu tidak melakukannya. Gerakanmu terlalu mencurigakan" Rosalia berkomentar, mengibarkan kipasnya di hadapan wajahnya
"Wow. Aku jadi ragu kamu ingin 'berbisnis' di tempat ini" Yael menyela
"Bisnis dilakukan diatas posisi yang sama. Jika kedua sisi tidak bisa saling menguntungkan, perbincangan ini tidak ada gunanya" Frank juga mengikuti
"Aku tarik ucapanku mengenai dirimu yang memiliki otak" Veskal bahkan berkata
Yael ingin segera menebas kepala orang yang ada di hadapannya itu, tetapi Rosalia segera menghentikannya
"Lalu? Apa yang kalian ingin tawarkan kepadaku?" Rosalia pun bertanya
"Akhirnya pertanyaan yang kuinginkan" Veskal berkata. "Aku bisa membantu kalian mendapatkan 'itu', sesuatu yang kalian butuhkan dari para pemuja iblis"
Rosalia terkejut. Sesuatu yang secara spontan membuat Yael ikut terkejut karena tidak setiap hari dia bisa melihat ekspresi itu di wajah tuannya
"Kamu tahu mengenai 'itu'...?" Rosalia pun bertanya
"Aku tahu lebih banyak dari yang kamu kira. Terutama ketika menggunakan logika kalau penyihir hitam kesayanganmu ini berada di dalam masa pemulihan, dan membutuhkannya. Kamu bisa saja mendapatkannya ataupun tidak, tapi dengan mendapatkan benda itu berarti semua hal akan berjalan lebih cepat"
"Kami sebenarnya ingin menawarkan hal lain, tetapi Veskal mendapatkan informasi berharga" Frank menyela, mengambil teh yang disuguhkan kepadanya untuk diminum. "Itu sebabnya kami menyegerakan diri untuk membongkar Collin dan Darius sebagai langkah pertama" Dia menambahkan
"Kalian mengkhianati kami!" Darius meneriakkan. "Kami sungguh ingin membantu kalian, dan ini yang kami dapatkan!"
"Pikirkan tentang Verdea dan Oberon, Veskal!" Collin mengikuti
"Tutup mulut kalian! Cecunguk seperti kalian sama sekali tidak akan berguna untuk kedua temanku!" Veskal membalas keduanya. "Hal terbaik yang bisa kalian lakukan sekarang hanyalah berbaring dan mati...!"
"Jangan. Aku masih butuh mereka" Rosalia menyela. "Walaupun aku juga akan membuang mereka seandainya mereka bersikap kurang ajar lagi"
Tatapan dingin dari Rosalia itu semakin membuat Collin dan Darius mendekap satu sama lain dalam rasa takut. Keduanya bahkan mulai berdoa untuk keselamatan mereka sendiri
Rosalia pun kembali beralih kepada Veskal dengan tatapan serius. Dia mendekatkan wajahnya lagi, namun tanpa mencekik Veskal kali ini
__ADS_1
"Apa yang kamu tawarkan itu merupakan sesuatu yang bayarannya besar. Aku yakin kamu menginginkan sesuatu selain keselamatan kedua temanmu", dia yang masih ragu pun melontarkan pertanyaan dengan nada menantang kepada Veskal
Veskal hanya diam mencoba berpikir. Tetapi dia benar tidak memiliki keinginan lain. Dan karena itu...
Semua tatapan pun beralih kepada Frank
"Aku punya satu hal lagi"
Dia memainkan jarinya untuk memberi tanda kepada Rosalia untuk mendekat. Walaupun tidak senang, Rosalia pun melangkah agar dia bisa mulai berbisik di telinganya
Bahkan Veskal tidak bisa mendengar apa yang diinginkan Frank itu. Dan selagi dia menunggu keduanya berhenti membagi bisikan rahasia itu, Veskal hanya memejamkan mata—tidak senang melihat Yael di hadapannya
Dan Rosalia pun, paham
Dia menerima tawaran itu dengan senang hati, mengetahui kalau pertukaran diantara kedua sisi sangatlah menguntungkan satu sama lain
"Aku akan menepati janjiku. Tapi aku tidak yakin bisa melakukannya jika teman Elf-mu itu terus saja mencoba mengganggu kami setelah rencana ini berjalan" Rosalia pun berkata
Veskal menerima hal itu. Dia tidak bisa mendapatkan penawaran yang lebih baik lagi
Karena kedua sisi sudah sepakat. Apa yang diperlukan sekarang ini hanyalah menanti hasil yang akan ditukar untuk satu sama lain
"Aku akan menghubungimu lagi seandainya kami mendapatkan satu atau dua hal mengenai 'itu', mengerti?"
"A-ah~" Rosalia menggerakkan jari telunjuknya ke kanan dan kiri. "Hubungi kami, jika kamu sudah mendapatkan 'itu' di tanganmu" dengan lagak menggoda, dia berkata kepada Veskal
"... Baiklah"
Paman Zero pun mendekat kearah Veskal dan Frank yang sudah siap untuk pergi
"Akan ada lebih banyak orang di sisiku, Rosalia. Mendapatkan apa yang kamu inginkan itu hanyalah sebuah hitungan waktu sekarang ini" Veskal pun memberi kalimat terakhirnya sebelum pergi
"Maka, aku akan menunggu dengan sangat sabar" Rosalia membalas
Dan dengan begitu, paman Zero pun melakukan teleportasi kepada diri mereka bertiga, sehingga mereka menghilang dari hadapan Yael dan Rosalia
...
"Mereka melakukan gerakan yang terlalu berani. Atau terlalu bodoh? Aku tidak tahu lagi" Yael mulai berkomentar. "Mereka juga jujur, aku benci mengakui itu. Veskal sungguh ingin bekerjasama denganmu lagi, walaupun aku bisa merasakan niat tersembunyi dari yang satu itu"
"Frank bukanlah ancaman jika dia sendirian. Dan Veskal memang sangat praktis, tidak sepertimu yang memutar kalimat dan tidak tahu kapan harus diam" Rosalia membalas
"Jahat sekali~ Padahal aku lah yang tetap setia kepadamu hingga akhir~"
"Kamu barusan membuktikan poin itu..."
"Baiklah, baiklah. Aku akan berhenti menggoda dirimu lagi hari ini, tuanku. Aku sudah mendapat cukup banyak kesenangan yang tidak terduga"
Yael pun menyeruput tehnya, selagi Rosalia kembali menatap kearah kedua adiknya yang masih meringkuk seperti dua hewan yang ketakutan di hadapan seorang pemangsa yang ganas
Dan itu pun menarik keluar seringai lebar dari Yael, mengetahui kalau akan ada sesuatu yang akan keluar dari pikiran tuannya...
"Apa yang akan kamu lakukan kepada mereka, tuanku?" Yael pun bertanya
...
Rosalia, sudah memutuskan
"Habisi Lynia di hadapan mereka berdua. Itu akan jadi awal yang bagus"
Keduanya terbelalak, namun tidak butuh waktu lama untuk Yael memanggil Lynia, ibu dari Collin, ke dalam ruangan itu. Hanya dengan sebuah jentikan jari, wanita itu sudah berada di dalam ruangan dalam keadaan bingung
Dan ketika dia sudah sadar kalau dia berada di ruangan Rosalia, Yael sudah menghabisinya terlebih dahulu hanya dengan satu tebasan ke leher, sehingga darahnya bercipratan di lantai dan menempel sedikit di gaun Rosalia. Wanita itu bahkan tidak dapat melontarkan satu kata pun sebelum dia terjatuh ke lantai, mati
Collin, berteriak histeris menyaksikan hal itu. Semuanya terjadi dalam waktu seketika, sehingga apa yang bisa dilakukan Darius disaat itu hanyalah menghalau dan menutup pandangan Collin dari mayat ibunya yang masih segar dan tergeletak di lantai
Namun, tidak cukup dengan itu, Yael tidak berhenti. Wujudnya tiba-tiba berubah, dan dia pun memakan darah Lynia yang tersebar dimana-mana secara keseluruhan melalui bagian bawah jubahnya yang memanjang. Dia menjilati bibirnya sendiri, seakan dia bisa merasakan rasa yang diberikan oleh darah itu di lidahnya
"Tidak memuaskan, tapi cukup untuk hari ini" Yael berucap
"Jangan apa-apakan tubuhnya. Gantung mayat itu atau buat seakan dia sudah bunuh diri" Rosalia memberi perintah yang disetujui oleh Yael sendiri
__ADS_1
Collin masih berteriak histeris, selagi Darius yang mencoba menutupi tatapannya itu hanya bisa meringis meratapi nasib mereka. Tangisannya itu sangatlah keras, bahkan melebihi jeritannya sebelum ini. Malam yang seharusnya sunyi itu dipenuhi oleh teror dari jeritan seorang pangeran yang tersiksa
Sekarang, keduanya benar-benar terpojok. Kastil itu telah sepenuhnya menjadi penjara bagi mereka...