Book Of Flowers

Book Of Flowers
Sylph yang Berjuang


__ADS_3

--- Miralius ---


Setelah malam pertemuan rahasia itu, hari pun melompat ke siang hari tanpa terjadi apapun yang spesial


Aku... Hanya meminta mereka mengirim salah satu dari anggota pasukan Amelia untuk tetap berjaga terhadap Rosalia


Aku tidak bisa membahayakan kedua orang itu lagi, tapi aku juga butuh informasi dengan pergerakkan wanita itu


Jadi, Amelia pun menyetujui hal itu dan akan segera mengirimkan seseorang untuk mengawasi Rosalia saat matahari terbit


Sekarang sudah nyaris siang. Aku memperkirakan setidaknya mata-mata itu sedang berada dalam perjalanan pulang sekarang ini


Untuk kegiatanku selama aku menunggu laporan mata-mata itu, aku hanya sibuk melatih Verdea dan Remina seperti biasa


"Ha! Ha!"


"Hyah!"


*Brak!*


"Wow. Kemampuan kalian sudah meningkat"


Walaupun belum bisa mengalahkan ku...


Aku membenarkan kembali posisi berdiriku. Selagi Verdea dan Remina terduduk diatas aliran air sungai dengan napas terengah-engah


"Cukup sulit juga... Melawanmu yang sedang... Tidak serius..." Verdea berkata


"Benar..." Remina menambah


Bagaimana juga aku mengatakannya ya...?


Mereka sebenarnya juga sangat kasar dalam latihan ini. Aku paham kalau mereka berdua harus serius walaupun sedang latihan, hanya saja mereka terlalu kasar


Mengingat seberapa kerasnya hantaman yang ada di kepala Hobgoblin waktu itu, aku tidak ingin membiarkan bekas itu berada di kepalaku juga...


"Tidak apa. Kalian sudah jauh lebih baik dari sebelumnya"


Dan mereka tidak menggunakan sihir...


Aku akan mati dalam latihan ini kalau mereka sampai memakainya...!


...


Yah, lupakan hal itu. Mereka sudah cukup baik dalam hal kerjasama. Sekarang, mungkin aku harus mengajarkan mereka teknik bertarung yang kumiliki


Tapi... Mereka terlihat terlalu kelelahan...


"Baiklah. Kita istirahat dulu. Aku yakin nyonya Margaret akan membawakan cemilan"


"Oke..." Mereka berkata dengan lagak lemas, kemudian perlahan bangun dan menepi


Dan tidak selang beberapa ketika mereka sudah duduk di tepi, Margaret benar membawakan kami senampan cemilan


"Ini untuk orang-orang yang sudah latihan dengan giat~!" Dia berkata seperti sedang bicara dengan anak kecil, kemudian menyodorkan nampannya kepada kami


"Wah~ Manisan buah" Remina berkata, kemudian meraih sebuah manisan dan memakannya


"Hmph... Tidak ada daging kah...?" Tanya Verdea dengan wajah kecewa menatapi nampan itu


"Tidak. Kami para Elf tidak makan daging" Aku menjawab


Kami tidak sepenuhnya Vegetarian, kami hanya kurang suka dengan rasa daging. Apalagi mengingat kami harus membunuh hewan untuk mendapatkan daging membuat kami tidak selera menyentuhnya, apalagi memakannya


Verdea hanya diam cemberut sambil ikut mengambil manisan buah itu


"Kamu juga yang memasakkan roti kemarin bukan?" Aku bertanya sambil mengambil sebuah Manisan


"Yah. Tapi aku hanya membantu Nyonya Lulo, sama seperti untuk makanan ini" Margaret menjawab


Ibuku juga ikut hm...?


Aku tidak menyangka ibuku yang tidak bisa masak itu bisa membuat masakan seenak ini


Tapi aku harus bilang, kalau gabungan tangan mereka di masakan itu sangat pas di lidah kami


Walaupun memang tidak seenak milik Ivor...


Veskal juga tumben tidak terlihat. Dia biasanya akan mengikuti kami dan menonton latihannya, tapi sekarang dia menghilang entah kenapa


Apa dia sedang latih tanding dengan Zaphir ya?


...


Lalu...


Margaret Silver. Salah satu orang yang kami bawa dari kota Orion


Dia ternyata bersifat cukup baik walaupun sudah pernah memperbudak Elf. Seakan dendam mereka pada Elf yang sebelumnya sama sekali tidak pernah ada sekarang ini

__ADS_1


Kesalahpahaman antara ras kami benar-benar sangat berpengaruh sampai bisa merubah sifat orang sepertinya...


Dan walaupun menyadari kalau Margaret adalah orang yang memperbudaknya, Remina...


...


Mereka bisa terlihat cukup santai di dekatnya, walaupun dia memang tidak saling bertukar ucapan dengan Margaret


"Nyonya. Boleh aku minta lagi?" Tanya Remina pada Margaret


"Hm? A- ah! Boleh, boleh. Silahkan ambil. Makan yang banyak"


Margaret perlahan menyodorkan nampan itu dan meletakkannya diantara Remina dan Verdea. Remina dengan antusiasnya mulai mengambil semuanya satu-persatu, tidak menyisakan satupun untukku dan Verdea


Tapi, Verdea hanya diam tidak bereaksi seperti biasanya. Mungkin karena dia memang sedang tidak ingin memakan makanan itu


Sementara itu, aku hanya membersihkan jariku dari remah-remah kuenya sampai tidak ada yang tersisa lagi


"Terima kasih makanannya" Aku berkata pelan


Margaret hanya diam tidak membalas sambil tersenyum, menatap ke Remina yang dengan semangatnya sedang makan


'Lapor pada sang Raja. Aku dari batalion Sylph memiliki laporan penting'


!!!


Laporan dari mata-mataku


Itu artinya dia sudah kembali


"Veri, Remina. Aku harus pergi sebentar. Seseorang memanggilku" Aku berkata


"Baiklah, tapi jangan lama. Kamu belum mengajarkan tarian perangmu itu padaku" Verdea berkata, diikuti oleh Remina yang mengangguk


Aku tahu kalau aku akan membuat mereka curiga, tapi aku tidak ingin membuat mereka terlibat untuk sementara waktu. Aku ingin mereka lebih fokus pada latihan mereka untuk sekarang, jadi aku harus menemui mata-mata itu secara diam-diam


Aku pun menitipkan mereka pada Margaret untuk sementara waktu, kemudian pergi secepat mungkin


Setelah aku berada cukup jauh dari mereka, aku mulai membuka pembicaraan dengan mata-mata itu lagi


'Aku memberikan izin melapor. Beritahu aku semua hal yang sudah kamu ketahui dari pertemuan itu, dan segeralah kembali'


'Aku tidak bisa memberi semua detailnya karena aku harus kabur dari penyihir hitam itu. Yang aku ketahui adalah kalau mereka memang benar akan menyerang Miralius dalam skala besar. Mengepung seluruh ujung benua Goeitias dan mengurung kita di dalamnya dengan sihir juga sudah menjadi rencana mereka'


Penyihir hitam?


Mengetahui betul siapa orang yang dimaksudkan, aku langsung panik dan mempercepat langkahku, melesat keluar Miralius untuk mengamankan mata-mata itu


...


*Fwush!*


Pengejaran diatas udara itu pun sama sekali tidak bisa terelakkan. Yael yang masih berbentuk asap berwarna hitam dengan cepatnya menyamai kecepatan Sylph yang dia kejar itu tanpa terlihat kewalahan


"Pergi!! Dasar penyihir menjijikan!!" Sylph itu berteriak pada Yael yang mengejarnya, sembari melempar sihir angin berkali-kali


Tapi, dalam waktu sekejap ketika dia melempar sihir angin itu, Yael berhasil mendekat tepat di sampingnya dan mengubah wujudnya kembali normal


"Kamu keras kepala sekali" Dia berkata pelan


*BAM!*


Yael memukul Sylph itu sehingga dia terjatuh mengarah ke laut. Tapi belum sempat dia terjatuh, Yael menangkapnya, kemudian memukulnya kembali ke udara sekuat mungkin, diakhiri dengan Yael yang menangkapnya lagi di udara dalam posisi tangan kanannya yang mencekik leher Sylph itu


Sylph itu mencoba meronta, tapi karena kerasnya hantaman yang ia terima tadi, dia bahkan tidak bisa menggerakkan satupun jarinya lagi


"Yah... Aku lebih suka menyiksa seseorang perlahan-pahan. Tapi aku tidak yakin Rosalia akan senang jika aku berlama-lama, jadi maaf kalau ini terlalu menyakitkan"


Yael perlahan melancarkan sebuah sihir gelap dari tubuhnya, dan perlahan tapi pasti...


Darah Sylph itu mulai terkuras, masuk ke tubuh Yael...


Sylph itu mengerang kesakitan selagi darahnya perlahan terkuras habis sampai ke titik terakhir. Yang parahnya, dia bahkan bisa merasakan setiap tetes darah itu pergi dari tubuhnya dengan rasa yang sangat menyakitkan menusuk tubuhnya


Yael yang sedang menikmati hal itu hanya tersenyum sinis melihat wajah Sylph itu yang perlahan terlihat sudah mulai sekarat. Tapi...


*Fwush!!*


*TAK!!*


Aku berhasil memukulnya mundur tepat sebelum Sylph itu semakin menderita, kemudian menangkapnya sebelum dia terjatuh dengan ngengat raksasa yang kukendarai


"Oberon..."


"Simpan tenagamu. Kamu akan baik-baik saja" Aku berkata meyakinkannya


"Cih! Kamu selalu merusak kesenangan!" Yael mendengus kesal


"Lalu? Ada masalah?" Aku berkata

__ADS_1


...


"Terkutuklah kau! Jika aku menangkapmu nanti, aku akan sangat menikmati waktuku untuk menyiksamu...!"


Setelah menyerukan hal itu, dia pun perlahan kabur dari tempat itu secepat mungkin, tanpa meninggalkan setitik pun jejak dari Mana miliknya


Dia sepertinya menyadari keberadaan Amelia dan Zaphir yang berada tidak jauh di belakangku, terbang dibawa oleh angin yang dimanipulasi oleh Amelia


Amelia dengan wajah khawatir perlahan mendaratkan dirinya keatas punggung ngengat yang kutunggangi, melihat langsung kondisi Sylph yang terlihat parah itu


"Oberon. Kita harus-"


"Aku tahu. Bawa dia segera ke tempat pemulihan. Dan jangan biarkan satupun dari teman-temanku melihat keadaannya, terutama Verdea dan Remina" Aku menyela


Aku langsung menyerahkannya pada Amelia. Tapi...


...


...


...


Wajahku pucat


Wajahku pucat karena...


Aku tidak... Merasakan Mana nya lagi...


Aku pun mencoba untuk mengecek kembali denyut nadinya, dan benar saja...


Sylph itu...


Sudah tiada


Amelia juga sepertinya paham dengan situasi itu, dan hanya bisa menatap dengan wajah penuh rasa panik


"Oberon... Kamu tidak bercanda bukan...?"


Kali ini dia yang mencoba mengecek denyut jantung milik Sylph itu, tapi hasilnya nihil, sehingga dia melihat kembali kearahku dengan tatapannya yang penuh rasa takut itu


Aku hanya menggelengkan kepalaku dengan wajah tertunduk, yang bahkan tidak berani menatap matanya langsung


"Tidak...!"


Air mata pun perlahan mengalir di matanya sembari dia memeluk Sylph itu dengan eratnya, berkabung akan kematian salah satu temannya itu


Sial...! Sial...!


Aku terlambat...!!


Melihat tubuhnya yang sudah pucat dan kaku itu, aku hanya meneteskan air mata kesal, geram dengan diriku sendiri


Aku juga menyadari kilauan sebuah batu rekaman yang dia sembunyikan dalam pakaiannya itu


Sial...! Dia benar-benar sudah melakukan banyak hal, tapi aku membiarkannya mati...!


Karena mayatnya yang sudah terlalu kering itu, kami pun tidak bisa berlama-lama lagi untuk mengantarkannya pergi. Setelah memanggil para pasukan Sylph yang lainnya, kami memberitahukan pada mereka apa yang sudah terjadi, dan apa yang sudah diperbuat oleh Sylph itu


Pemakamannya pun kami adakan diatas ngengat itu juga. Pemakaman seorang Elf sama sekali tidak terlalu sulit. Caranya saja yang berbeda bagi setiap klan


Dan untuk para Sylph, kami harus menyiapkan sebuah Dandelion. Aku sudah menyiapkannya dari benih di tubuhku. Dan untuk mengantarkan kepergiannya, kami pun meletakkan bunga itu diatas mayat seorang Sylph


Lalu, biarkan sang angin yang membawa jiwa dan tubuhnya pergi, ke tempat dia seharusnya berada


Perlahan, angin di langit menghembuskan bunga Dandelion itu sampai yang tersisa hanyalah batangnya


Dan mengikuti bunga Dandelion itu, tubuh Sylph yang masih berada di pelukan Amelia itu perlahan berubah menjadi sebuah cahaya hijau seperti kunang-kunang, mulai dari kakinya, kemudian terbang mengikuti bunga yang sudah beterbangan itu


Semua teman satu klannya meneteskan air mata mengantarkan kepergiannya, dan Zaphir yang berada di antara mereka hanya bergumam, "Satu lagi yang tidak bisa terselamatkan..." dengan nada sedih


...


Aku... Hanya bisa menatap kepergian Sylph itu dari atas ngengat ini


Dan yang kupegang sekarang ini adalah hasil dari kerja kerasnya, sebuah batu rekaman yang mungkin bisa sangat membantu kami


...


Dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk kami, Para Elf, kaumnya. Jadi, aku harus membalas jasanya dengan mengakhiri pertikaian ini, dan memenangkan kembali kebebasan untuk kaumku


Aku harus menghentikan kegilaan ini. Tidak boleh ada satupun lagi dari kaumku, dan juga teman-temanku yang harus mati seperti ini lagi


...


Apa aku bisa melakukannya...?


Apa aku bisa menjadi seorang raja yang mereka harapkan dan butuhkan...?


Aku tidak tahu...

__ADS_1


Aku membutuhkanmu sekarang, Ayahanda...


__ADS_2