Book Of Flowers

Book Of Flowers
Anak Astaroth


__ADS_3

'Veskal, bangun...'


Suara itu terngiang dengan jelas di telinganya...


Suara familiar yang pernah dia dengar sebelumnya...


'Bangun. Bergeraklah...'


Suara itu terdengar sangat... Dekat


Tetapi juga sangat jauh entah kenapa...


'Aku akan menunggu disini. Tapi, kamu masih punya banyak hal yang harus dilakukan'


...


Ya. Dia memang masih memiliki banyak hal yang dia harus lakukan. Banyak hutang yang harus dibayar


Tapi, dia hanya penasaran dengan satu hal saja selama ini


Suara familiar itu...


Milik siapa...?


*Bruk!*


"ADUH!!"


Dan begitu, selesai sudah


"Ini, makanan" aku menyodorkan beberapa makanan yang kubungkus dengan daun kepada Veskal yang baru saja jatuh terbalik dari tempat aku menggantungnya


Tanpa ragu anak itu langsung merampas makanan yang kuberikan sembari mendengus. Dia mengambil posisi bersila yang tidak terlihat cukup sopan dan mulai merogoh makanan yang kuberikan kepadanya


Sekumpulan roti, keju kambing, sayuran dan beberapa manisan


Tiba-tiba saja Veskal bertingkah sok manis kepadaku melihat semua makanan itu. Aku dan Verdea tentu jadi melihatnya dengan wajah menghakimi


"Aku pikir kamu akan meninggalkanku disini sampai siang hingga aku mati kelaparan. Tapi rupanya kamu menyiapkan banyak hal untukku juga, ehe~"


"Apa maksudnya ehe coba?"


Lagipula, aku punya permintaan untuknya


"Simpan makanan itu dulu dan ayo pergi ke area pohon agung. Aku ingin agar kamu dan Verdea bisa ikut mendengar perkataan Fyon sesegera mungkin"


Veskal mengerutkan dahinya heran mendengar perkataanku. Tapi tahu kalau aku sedang serius, dia dengan perlahan mengangguk dan mulai bangun untuk mengikuti kami


"Ini ada kaitannya dengan hari kita pergi bersama Ivor" aku menjelaskan tanpa dia perlu bertanya


Mendengar itu, Veskal langsung tersentak dan paham. Tidak ada penjelasan kedua yang diperlukan diantara kami semua


"Lalu bagaimana latihan Remina?" Veskal bertanya


"Aku sudah mengantarnya pulang karena dia telah berusaha keras. Tapi sayang, dia dikalahkan setelah bertarung sengit tadi"


Tidak ada pertanyaan lagi bukan?


Dari anggukannya, aku pun yakin kami berempat sudah siap untuk beranjak. Jadi tidak perlu basa-basi lagi


Waktunya kami mencari tahu apa yang bisa kami dapatkan dari tawanan kami di Hortensia


Itu mengingatkanku kalau kami harus segera memindahkan Luca Erzebil secepat mungkin ke Miralius. Jika tidak, pihak Hortensia mungkin akan membuat kericuhan dan meminta penjelasan panjang


......................


--- Di area pohon agung ---


"Salam, Ayahanda"


Ayahanda yang terdengar baru saja bangun itu pun langsung memberiku sebuah salam, "Selamat pagi, anakku...", sebelum mulai mencoba memastikan dirinya lebih segar sebelum kembali berbincang


"Ada apa...?" Ayahanda pun bertanya


"Sebuah masalah yang harus kami diskusikan di tempat seperti ini. Setidaknya di area dimana tidak ada terlalu banyak orang"


Ayahanda langsung terdengar segar. Dan dengan segera, akarnya yang merambat kesana kemari itu mulai dia rapikan kembali sembari menyediakan kami tempat untuk duduk


Kupersilakan ketiga orang yang ikut untuk maju lebih dahulu. Dan karena aku lah yang mengundang mereka kemari, aku lah yang pertama kali duduk


"Jadi, apa yang ingin kamu katakan kepada kami, Fyon?" aku membuka pertanyaan


Fyon terdiam sejenak, sebelum dia menarik napas panjang untuk mulai bicara

__ADS_1


"... Sesuai permintaanmu, Oberon. Aku telah pergi ke Hortensia secara pribadi untuk menginterogasi Luca Erzebil berdasarkan arahan dari petinggi Gwen"


Hm? Dia pergi secara pribadi kesana?


Akan lebih mudah jika dia mengirim salah satu Dark Elf untuk melakukan pekerjaan ini, tapi aku bahas nanti saja


"Segera laporkan apa yang kamu dengar dari Luca Erzebil"


Fyon mengangguk mengindahkan perintahku


"Sesuai perintahmu lagi, aku telah memaksanya untuk berbicara menggunakan sihir hitam. Dan berdasarkan informasi yang aku dapat, bisa dibilang Gwen juga diriku sendiri merasa terkejut dengan pengakuan darinya"


Fyon menarik keluar sebuah buku dari balik jubahnya, dan menyerahkannya ke tanganku. Buku tebal itu kutelaah dengan baik, sehingga aku menemukan sebuah halaman yang dia tandai dengan melipat kertasnya


Kubongkar isi halaman itu dan menemukan, sebuah halaman yang membahas mengenai sebuah iblis...


Judul buku itu kucoba baca kembali, dan akhirnya aku paham buku ini membahas tentang apa secara keseluruhan


"Ars Goetia : Analisis Sekte Pemuja Iblis"


Penulisnya bernama 'Solomon Azrael'. Ini adalah nama seorang perapal sihir terkenal dari masa lalu, berasal dari suku asli manusia pertama yang menduduki benua Goeitias bahkan sebelum dunia dipecah belah oleh perang ribuan tahun


Dan orang yang merevisi buku ini adalah Anthony Lantana, dalam nama 'membantu manusia dalam menangani iblis'


Lantana...?


Maksudmu, dari keluarga Duke William Lantana? Aku yakin Fyon mendapatkan buku ini dari orang itu, melalui Frank ataupun tidak


Juga, bahkan para pemuja iblis sudah ada semenjak zaman itu?


Tapi, catatan sejarah mereka seharusnya sudah tidak ada lagi apabila memang begitu kasusnya. Dan mereka seharusnya dimusnahkan sepenuhnya dari dunia ini, hanya sebatas dongeng untuk menakuti anak-anak


Berpikir kalau para pemuja iblis sudah ada semenjak suku pertama manusia dibentuk tidak mengherankan dan mengherankan dalam waktu yang sama


Aku pun mulai membalik halaman buku itu kembali ke tempat yang ditandai Fyon. Sebuah halaman yang dengan jelas menggambarkan seorang makhluk mengerikan yang terlihat seperti malaikat kematian, namun jahat


Dan di samping gambaran kecil itu, aku melihat sebuah nama 'Astaroth' tertulis


"Duke... Astaroth...?"


Tunggu...


Aku menatap kearah Fyon untuk menghilangkan kekhawatiran yang kurasakan. Tetapi dia tidak membantu sama sekali dengan mengkonfirmasi ketakutanku


Fyon sayangnya harus mengangguk, sehingga kami bertiga harus tertampar dengan campuran rasa takut dan gelisah


Artinya, apapun itu makhluk yang memimpin para pemuja iblis sekarang...


Orang itu sama kuatnya dengan Yael...


"Anak Astaroth itu sepertinya sangat terobsesi untuk menyeret Yael ke hadapannya, hidup ataupun mati. Luca Erzebil mengkonfirmasi, kalau dia melakukan hal itu untuk 'menghukum seorang pengkhianat' atau semacamnya" Fyon menambahkan sebuah penjelasan baru


"Wajar kenapa Yael dan kakak ke-2 ingin menyingkirkan mereka..." Verdea bergumam


Tidak. Lebih dari itu


Mereka juga ingin menyingkirkan kita seandainya itu memungkinkan. Sisi manapun yang tersingkir diantara pertikaian kami nanti, Rosalia dan Yael akan tetap diuntungkan


Dan walaupun kami dikalahkan oleh para pemuja iblis, aku ragu Rosalia akan bisa dikalahkan oleh mereka. Wanita itu selalu memiliki kartu yang dia sembunyikan, dan mereka adalah kartu terbaik


Apa yang harus kami lakukan? Kami sungguh bermain diatas genggaman tangannya sekarang ini, wanita licik itu...!


"... Apakah orang bernama Luca itu mengkonfirmasi mengenai keberadaan dan kemungkinan bala tentara mereka?" Verdea bertanya kepada Fyon


Itu pertanyaan yang sangat spesifik, membuat Fyon cukup senang dia bertanya


"Ada" dia kemudian menjawab dengan sebuah senyum


Aku dan Veskal terkejut mendengar itu, berlainan dengan Verdea yang segera tersenyum lebar


"Bongkar semuanya sekarang! Jika kita bisa memanfaatkan kekurangan yang kita temukan, aku yakin mereka tidak akan memiliki kesempatan menang!" aku memberi perintah kepadanya, dimana Fyon mengangguk tanpa ragu


"Mereka memiliki 72 penyihir hitam dan Anak Astaroth itu sendiri. Kita sudah menangkap 2 dari mereka, dimana Natasha Epsilon ternyata adalah penyihir hitam terkuat mereka, dan Luca Erzebil adalah salah satu anggota pasukan elit yang dibentuk olehnya untuk menjalankan misi besar"


Natasha?


Ah! Itu sebabnya mereka berada di Hortensia di waktu itu!


Jadi bukan hanya kebetulan mereka ada disana. Mereka sudah pasti ingin mengincar Yael, baik melalui kekerasan ataupun tidak


Tapi sayangnya kami hadir dan harus mengacaukan semua rencana mereka ke tanah. Dua orang yang kabur pasti akan segera mendapatkan misi baru yang lebih... Menguras tenaga, jika aku berspekulasi


Mereka pasti akan membuat kekacauan di suatu tempat, karena kepanikan yang kami timbulkan, yaitu menjadikan 2 penyihir terbaik mereka sebagai tawanan

__ADS_1


"Ini lebih dari sempurna. Aku tidak menyangka kita segera mendapatkan hadiah terbesar untuk menyelesaikan semua masalah ini"


Keberuntungan adalah faktor utama ini bisa terjadi. Jika aku tidak menemui Natasha di hari itu, ataupun kami tidak pergi bersamanya untuk menangani Chimera kemarin, aku yakin mendapatkan informasi dari orang-orang ini akan jadi lebih sulit


"Bantuanmu sangat banyak, Fyon! Minta hadiahmu sekarang juga!" aku menyerukan


Senyumnya tiba-tiba berubah ke dalam bentuk yang memberi aura menakutkan entah kenapa


"Bunuh saja mereka semua untukku dan yang lain" Fyon pun berucap


Tapi tenang saja, Fyon...


Aku punya sentimental yang sama mengenai orang-orang seperti mereka...


Verdea pun tersenyum canggung selagi menggaruk sisi kepalanya selagi aku dan Fyon bertukar tatapan sinis dengan setiap rencana brutal yang ada di kepala kami


Dan di sisi lain...


Veskal terlihat gusar selagi melahap makanan yang kuberikan kepadanya. Terlihat sekali dari bahasa tubuhnya kalau dia mencoba mengalihkan perhatiannya dari semua ini untuk sementara waktu


Verdea yang melihat hal itu pun menangkap kalau Veskal merasa gusar semenjak nama Natasha disebut tadi. Dia paham kenapa Veskal begitu, tapi dia paham kalau dia tidak memiliki daya untuk meyakinkan temannya itu semua baik-baik saja


Veskal harus bertemu dengan Natasha secara langsung untuk menyelesaikan semua ini. Hanya itu cara yang paling aman untuk kedua pihak


"Ah, dan aku harap kita bisa menyembunyikan semua hal yang berkaitan dengan segel Verdea dari para pemuja iblis itu" aku berkata, menarik kembali perhatian kedua temanku


"Karena aku ada kaitannya dengan Marcellus bukan?" Verdea bertanya


Aku mengkonfirmasi hal itu dengan sebuah anggukan


"Apapun yang berkaitan dengan Marcellus ataupun Lazarus akan sangat membuat para setengah iblis merasa geram"


Dan aku tidak ingin mereka jadi naik pitam hingga menyerang secara membabi buta. Akan bagus jika mereka mengabaikan Verdea di dalam pertarungan itu


Lalu pertanyaannya adalah kenapa dia harus ikut? Jawabannya simpel


"Kamu harus ikut pertempuran itu nanti untuk memastikan setiap orang yang ikut di dalamnya juga tetap hidup"


Aku lebih dari percaya diri kalau kemampuannya itu mampu memberikan kami bantuan yang sangat besar sehingga timbangannya akan jatuh lebih berat ke sisi kami


"Aku lebih dari siap"


Dan itulah yang aku ingin dengar darinya


Jadi, hanya itu rencana yang kami perlukan hm?


Aku mungkin harus mendiskusikan lagi setiap kemampuan yang dimiliki setiap 72 anggota dari para pemuja iblis. Menyiapkan payung sebelum hujan adalah tindakan terbaik ketika melihat awan hitam yang menyelimuti langit


"Fyon. Bawa Luca kemari dan-"


"Oberon! Oberon!"


!!!


Orang yang memanggil-manggil namaku itu terdengar sangat tergesa-gesa entah kenapa. Dan alangkah terkejutnya diriku


Diantara semua orang yang ada di Miralius ini, Margaret Silver adalah orang yang terlihat tergesa-gesa itu. Dia berlari kearahku seakan dia membawa kabar genting yang harus kudengar segera. Seorang Dark Elf ikut berlari di belakangnya untuk memastikan wanita itu baik-baik saja


Dan karena kasihan, aku pun berlari menghampirinya untuk segera mendengar berita yang ingin disampaikan


"Ada apa Margaret? Sesuatu terjadi dengan Natasha?"


Napasnya terengah-engah. Namun, karena merasa dia harus menjawab, Margaret pun memberi sebuah pernyataan


"Natasha Epsilon...! Sudah bangun dari komanya...!!"


Bola mataku langsung menyipit layaknya seekor singa yang melihat mangsanya. Sebuah senyum tidak bisa kutahan di setiap keberuntungan yang menghampiri kami


Dan Veskal yang ikut terkejut juga segera berdiri di sampingku dengan mata terbelalak


Verdea hanya diam tidak bersuara, berbeda dengan Fyon yang juga ikut menyeringai bersamaku


Kalau begitu hanya ada satu hal yang perlu dilakukan bukan...?


"Fyon kemari" Kugerakkan tanganku untuk memanggilnya


"Kita akan pergi menemui Natasha Epsilon"


Veskal tertunduk mendengar itu. Tapi dia tahu satu hal


Satu hal yang dia ketahui dia harus lakukan untuk memastikan apa yang terjadi diantara dirinya dan teman masa kecilnya di masa depan


"Aku... Juga ingin ikut?"

__ADS_1


__ADS_2