Book Of Flowers

Book Of Flowers
Telur


__ADS_3

Jadi...


--- Miralius, malam harinya di rumah Vainzel ---


Intinya, aku jadi sedikit merasa malu ketika Julius dan Alorry menegur kami disana tadi


Maksudku, aku menangis...


Bahkan terdengar cukup keras...


Ehem!


"Sekarang kita lupakan kalau kita pernah ditegur, oke?"


Verdea dan Veskal hanya mengangguk dengan wajah memerah, sementara kelima temanku ditambah Zaphir ikut berkumpul disana


Juga...


"Sejak kapan Edwin boleh masuk kemari?" Luna bertanya


"Sejak aku mengundangnya. Aku tidak enak karena kita meninggalkannya ke dalam ruangan pertemuan tadi..." Verdea menjawab dengan gugup


Edwin hanya tersenyum lebar, sementara semua orang terkecuali Verdea menunjukkan wajah tidak senang


Yah, walaupun dia benar, kami masih tidak bisa mempercayainya. Bahkan jika tubuhnya memang tidak ditempeli sihir hitam sama sekali


Dia tetap bawahan Rosalia


"Halo!" Cyth tiba-tiba terdengar masuk ke dalam rumahku ini. "Aku melihat cahaya lampu kalian masih menyala, jadi aku berniat- ASTAGA?!!!"


Astaga-!


Dia menjatuhkan buah-buahan yang dia bawa ke lantai sehingga justru membuat kami terkejut juga


"Pelankan suaramu atau jika sampai orang tuaku bangun...!!"


Cyth pun meminta maaf kepadaku dalam diam selagi dirinya dan Erin dibantu oleh Ivor mulai mengumpulkan kembali semua buah itu


"Aku hanya terkejut melihat orang itu di dalam sini..." dia kemudian berkata


"Jika yang kamu maksudkan adalah Edwin, aku sama terkejutnya. Tapi Verdea selalu saja membuatku bisa menolak diri sendiri"


"Aku sudah bilang aku tadi tidak enak membiarkan dia tertinggal bukan...?"


Tetap saja nak...


"Aku hanya akan tetap disini sampai seleksi petinggi baru itu selesai" Edwin berkata


"Tetap tidak meyakinkan karena kamu itu adalah musuh" Cyth membalasnya


"Pikirkan sesuka hatimu. Aku juga manusia, jadi butuh liburan juga bukan?"


"Tidak disangka juga ya?" suara itu datang dari samping Verdea


Dan berdiri di belakang kursinya, kami bisa melihat Claudia yang sibuk mengunyah anggur yang dia pungut dari lantai. Dengan santainya dia menyapa kami setelah ketahuan, kemudian melompat dari balik kursi itu hingga dia terduduk di samping Verdea yang sedikit menyingkir karena takut tertimpa olehnya


"Aku lapar setelah membantu nyonya Eleanor melakukan eksperimen" dia berkata lagi


"Kalau begitu kebetulan sekali" suaranya kali ini datang dari Eleanor, masuk dibantu oleh Albert ke dalam rumah ini


Entah kenapa mereka semua berkumpul. Padahal aku tidak yakin tidak ada yang mengundang mereka

__ADS_1


Kalau aku mengingat kembali, hanya kami yang pergi ke Orion tadi saja yang seharusnya berkumpul disini. Entah kenapa para tambahan ini muncul dan memenuhi rumahku


Hah... Biarkan sajalah...


"Eksperimenmu sedikit kasar, nyonya Eleanor. Kita harus sedikit merancang ulang agar kegagalan tidak terjadi lagi" Ordelia tiba-tiba angkat bicara


"Aku tidak punya masalah dengan usulan itu. Justru aku merasa terhormat karena seseorang yang paham dengan kami bersedia untuk ikut membantu" Eleanor membalasnya selagi duduk di samping Veskal bersama Albert


Ordelia pun tersenyum girang mendapatkan tanggapan itu. Itu pertama kalinya aku melihat dia sangat bersemangat selain ketika mendengar mengenai kehadiranku


"Dan aku tidak habis pikir kalian pulang tanpa membawa oleh-oleh" Cyth menyela, kemudian berlagak membuang wajahnya


"Kami hanya berada di area kastilnya, kapten. Tidak sempat untuk kami pergi ke area perbelanjaan tanpa bantuan para Fae" Veskal menjawab


"Tetap saja, aku ingin sesuatu dari Orion~ Misalnya..."


"Permata" Erin meneruskan. "Aku ingin mencoba mendapatkan permata milik mereka lagi"


"Ah ya! Mutiara itu sungguh sangat cantik~!" Cyth menambahkan, sebelum mulai tertawa sendiri karena bayang-bayang di kepalanya


Hmph... Aku tidak bisa mengikuti pembicaraan mereka karena merasa lelah


Aku tahu mereka disini untuk membuka perbincangan dan memastikan kami merasa tetap senang, tapi aku sungguh hanya ingin beristirahat untuk mempersiapkan diri sekarang ini


Lagipula-


...!


...


Lagipula...


"Zaphir" aku berkata


Memastikan kalau semua orang masih sibuk dengan satu sama lain, dia pun bergerak duluan setelah pamit dari hadapan anaknya dengan berbisik


Luna menoleh kearahku, kemudian mengangguk paham. Tanda darinya itu pun membuatku ikut bangun, sehingga semua orang mulai senyap ketika melihat kami berdua keluar


"Mereka ada urusan" Luna menjelaskan dan terdengar samar, karena kami sudah mulai keluar untuk mencari tempat yang tidak bising dan sedikit jauh


...


"Aku yakin kamu mau membahas mengenai pemberian ratu Orion kepada kita tadi"


Di samping pohon itu dia berkata kepadaku, dimana aku segera membalas dengan sebuah anggukan


'Hal itu tidak akan bisa kamu tolak ketika mendapatkannya di Orion nanti', itu yang dia katakan


Dan Alorry ternyata cukup benar. Aku tidak bisa menolak pemberian darinya—yang sekarang dipegang oleh Zaphir setelah ia mengeluarkan benda itu dari kantungnya


Benda seperti sebuah benih tanaman raksasa, seukuran dengan genggaman tanganku. Dan bisa aku bilang, dia memiliki corak yang aneh, terutama dengan warna abu-abu seperti ini


Tapi ini bukan hanya benih


"Ini telur"


Telur dari sesuatu yang...


...


...

__ADS_1


...


'Telur itu memiliki komponen yang unik. Mana kotor milik jelmaan iblis. daging beberapa monster. Dan yang terpenting...'


"Serbuk milik para Fae, yang berasal dari Ayahanda langsung"


Alorry tidak tahu detailnya, tapi...


Kami paham. Aku paham—terutama ketika sudah memegang benda ini di tanganku sekarang


Benda yang terasa ringan, tetapi juga berat. Ada sesuatu di dalamnya yang membuat cangkang telur ini menggeliat seperti ulat


"Makhluk di dalam telur itu sepertinya masih berada dalam fase metamorfosis. Juga, aku tidak pernah mendengar Chimera yang bisa berasal dari para Fae" Zaphir berkomentar


"Itu karena kita tidak pernah melihat para Fae menjadi bahan eksperimen, Zaphir" aku membalas


Zaphir menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju. "Percayalah kepadaku Oberon. Manusia pada zaman dahulu itu jauh lebih keji" dia berkata kemudian


Hm...


Tapi, lagi-lagi mereka membuat Chimera. Aku bingung kenapa mereka melakukan semua ini


Tidak hanya manusia, sekarang Fae juga menjadi korban dari kekejian ini. Disaat selanjutnya, aku tidak akan terkejut jika ada Elf yang menjadi bahan berikutnya


Semua ini tidak masuk akal semenjak awal. Kenapa harus Chimera...?


Apa yang mereka ingin lakukan dengan menciptakan dan melepas semua makhluk itu untuk membuat kekacauan...?


Jika pelakunya adalah Rosalia, aku yakin ada gambaran yang lebih besar dibanding konsep kekacauan itu saja. Dan aku tidak yakin para penyihir hitam di pulau barat Goeitias memiliki sumber daya yang memadai untuk bisa membuat banyak Chimera sekaligus


Pelakunya hanya satu. Dan itu berarti Rosalia mungkin saja terlibat, walaupun bukan dalang dibaliknya


"Kirim Amelia untuk mengintai keberadaan Eloy Crux dan Yuriel Grandier. Laporkan kepadaku mengenai hal itu sesegera dan sebanyak mungkin"


Hanya mereka saja yang menjadi tersangka utama


Zaphir mengangguk setuju, kemudian menatap kembali kearah telur di tanganku itu


Telur itu kembali menggeliat, bahkan membuatku cukup kaget. Spontan aku mencoba mengelusnya, dan entah kenapa dia terasa melekat ke jari telunjuk yang kusentuhkan ke badannya itu


"Dia sepertinya bereaksi karena kamu adalah seorang Oberon" Zaphir berkata


"Kemungkinan besar. Tapi dia tetap memiliki darah iblis"


Aku hanya berharap dia tidak menjadi liar seperti Chimera yang tidak bisa memiliki akal sehat. Jika dia memiliki darah Fae, aku mungkin bisa melatihnya dengan cukup baik


Semoga saja begitu


"Hah... Sepertinya aku akan punya peliharaan..."


"Sepertinya begitu, Oberon"


Pasrah saja sekarang...


"Dan juga, kamu harus ingat dengan janji duel milikmu kepada anakku. Aku yakin dia sudah mengharapkan hal itu semenjak kita kembali tadi"


"Ugh. Tidak perlu mengingatkan...!"


Luna akan membuatku sakit pinggang selama 3 hari setelah ini...


Sepertinya aku harus sedikit tidak menahan diri ketika melawannya nanti...

__ADS_1


"Ah. Sebaiknya juga kamu memberitahu informasi ini kepada semua petinggi. Semoga harimu menyenangkan karena hariku tentu tidak"


Zaphir menyempatkan untuk tertawa kecil mendengar kalimatku. "Siap dimengerti" dia menambahkan selagi terkikik


__ADS_2