
--- Beberapa saat kemudian ---
"Baiklah. Itu dia jalan masuk yang lain"
Claudia membersihkan tangannya dari debu, selagi menatap pintu rahasia itu mulai terbuka bersama yang lainnya
"Aku terkesan kamu tahu cukup banyak pintu masuk ke tempat ini" Luxor berkata, mengintip ke dalam pintu rahasia itu untuk memastikan keamanannya
Tetapi, tidak seperti jalan masuk sebelumnya, yang satu itu memiliki tangga yang terbuat rapi untuk memasuki jalur rahasia bawah tanahnya
"Ini jalan keluar utama para anggota kerajaan Xiang. Lagipula..."
Claudia melihat ke sekeliling, kearah semua tubuh prajurit yang berserakan dan terikat dimana-mana
"Jika kalian tidak membuat serangan kejutan, kita tidak akan bisa melewati semua prajurit patroli ini..." Claudia melanjutkan
"Setidaknya mereka bukan prajurit abnormal. Cukup mudah jika begitu" Fyon berkata, selagi memastikan semua pasukannya sudah berkumpul
"Baiklah. 20 dari 150 Dark Elf yang kubawa sudah berkumpul. Kita bisa masuk kapanpun sekarang" Fyon menambahkan
Luxor mengangguk menanggapi hal itu
"Ayo maju, tuan Luxor" Remina berkata dengan nada gugup
Semua orang sudah siap. Baik mental maupun fisik. Mereka harus mengingat satu hal lagi
Perkataan Luxor sekarang ini adalah yang terbaik
'Lanjutkan, Remina!'
'Dimengerti!'
Remina langsung mengubah dirinya menjadi air dan mulai masuk ke dalam tembok jalur rahasia itu, mengikuti semua Elf yang masuk kesana
Claudia pun pergi setelah memastikan semua orang sudah masuk. Dia hanya bisa berdoa untuk memastikan keberhasilan semua ini
Gerombolan pasukan itu terus berjalan masuk. Dibawah pimpinan Luxor, mereka bahkan tidak berusaha menyembunyikan keberadaan mereka
Dia ingin agar musuhnya memiliki persepsi yang salah dan menciptakan kesan, 'Kami terlalu pasrah untuk menyelamatkan pimpinan kami', sehingga mereka terlihat seakan maju secara gegabah tanpa sebuah rencana
Keributan yang akan dia buat, akan menarik perhatian semua orang yang ada di dalam terowongan bawah tanah ini. Dan dengan begitu, tidak akan ada yang menyangka kalau Remina telah menyusup diantara kaki mereka
"Jangan sampai ada yang tertangkap! Hancurkan semua pasukan 'monster' yang bisa kalian lihat!"
"BAIK!!"
Semua orang sudah memiliki satu semangat selagi mereka bergerak maju seakan pergi berperang. Semangat mereka itu menutupi apa niat mereka yang sebenarnya, yaitu menyelipkan Remina, masuk ke dalam penjara untuk membebaskan kami
Keputusanku untuk mengandalkan Luxor adalah hal yang benar. Semua langkah menuju akhirnya, dialah yang akan menuntun kami kesana
......................
...
...
*Swush!*
...
...
"Baiklah..."
Remina keluar dari tembok tempat dia masuk tadi, setelah merasakan tidak ada getaran langkah kaki di dekatnya
__ADS_1
Dia pun mengeluarkan peta tiruan yang dia buat, kemudian menelaahnya untuk mencari tahu tempat kami terkurung
"Belok kiri, lalu lurus dan belok ke lorong kedua paling ujung..."
Dia mencoba mencari jalan yang tepat. Dan dengan sihirnya itu, dia bisa tahu semua ruangan yang sudah diberi nama oleh Claudia di peta aslinya
Yang perlu dilakukan hanyalah mencari jalan tercepat ke tempat kami ditahan, selagi tidak terdeteksi oleh musuh
"Aku terkejut dia tahu setiap ujung dari tempat ini. Mungkin belajar sedikit darinya akan berguna" Remina bergumam, mencairkan peta miliknya, kemudian berubah kembali menjadi genangan air
Dia perlahan merayap, kali ini di tanah, dengan hati-hati menuju ke tempat kami
Tapi dia yakin, dengan pencahayaan yang buruk di dalam lorong itu, dia tidak akan ketahuan dengan mudah
Itu sebabnya dia merayap tanpa waspada sedikitpun, seakan dia sedang berjalan di dekat rumahnya sendiri
Dan itulah kenapa dia sama sekali tidak menyadari seseorang yang membuntutinya dari belakang. Salah satu dari prajurit abnormal itu tidak sengaja melihat pergerakan sebuah genangan air yang mencurigakan
"Yang Mulia. Sepertinya kita kedatangan penyusup lagi. Perlu kuikuti?" Prajurit itu bertanya
"Silahkan. Abaikan saja keributan di lorong dan bunuh penyusup itu" Suara di kepalanya menjawab
Prajurit itu mengangguk, kemudian mulai mengikuti Remina tanpa dia ketahui
Tapi satu hal yang tidak dia ketahui, Remina menyadari pergerakan seseorang di dekatnya
Dan itu sebabnya dia kemudian meresap kembali dirinya ke tembok, berusaha untuk tidak membuat suara sedikitpun selagi terus bergerak
'Ada seseorang...', Dia bergumam dalam hati, merasakan hawa kehadiran yang tidak mengenakkan itu
Hawa yang sebenarnya tidak bisa dirasakan siapapun, tapi membuat suasana terasa mati layaknya di dekat pemakaman. Orang itu mampu menyembunyikan keberadaannya dengan baik. Terlalu baik
Remina tahu betul kalau orang itu ada di sekitarnya karena suara asing selain tetesan air
Dia bisa merasakan adanya getaran langkah kaki di dekatnya. Orang itu...
Dia syok, dan mulai bertanya-tanya apa dia sudah ketahuan
Itulah kenapa dia diam di tempat, untuk memastikan pemburunya itu tidak mengetahui posisi pastinya
...
...
Suara mulai terdengar lagi. Kali ini suara langkah kaki menjauh
Remina menghela napas lega dengan suara terkecilnya, menyadari dia tidak ketahuan. Dia pun perlahan mulai membuntuti suara kaki orang itu, untuk memastikan dia pergi kearah mana
Pertanyaan lain mulai muncul di kepala Remina. Harus kah dia melumpuhkan orang itu terlebih dahulu
Mendengar dari kekacauan yang ditimbulkan semua temannya, bisa ditebak kalau tidak akan ada orang lain yang menuju kemari dalam waktu singkat
Melumpuhkan orang itu akan meredakan rasa takutnya, dan dia akan bisa terus maju tanpa perlu khawatir seseorang membuntutinya
Tetapi dia tidak tahu apakah dirinya sanggup menghadapi orang itu. Semua orang sudah memperingatkan kalau mereka adalah manusia abnormal, jadi kesempatan baginya untuk melawan pasti sangat tipis
Remina harus memilih. Terus lanjut namun kemungkinan besar akan dibuntuti, atau melawan pemburunya langsung untuk memastikan dia tidak mengikuti
...
...
Remina ingin mencoba. Dia yakin kalau dia bisa mengalahkan seorang prajurit abnormal. Dia pun perlahan keluar dari tembok, menjatuhkan dirinya ke tanah, dan mulai merayap untuk menghantam orang itu secara diam-diam dari belakang
Dia sudah sangat dekat, semakin dia terus berusaha merayap diam-diam. Tetapi, tepat saat dia berada di dekat kaki orang itu
__ADS_1
*SPLAT!!*
"Ketahuan!!"
Remina terkejut dengan apa yang barusan terjadi. Dan ketika dia sadar dari syok nya, seandainya dia tidak berubah menjadi air, badannya akan hancur dilumat oleh orang itu. Semua bagian dari genangan badannya sekarang ini, sekarang terpecah ke segala arah
Bahkan bentuk kaki orang itu bisa terlihat dengan jelas sudah menghancurkan tanah yang dia injak, bisa dilihat tembus dari badan Remina
Remina pun panik, dan mulai masuk ke dalam tembok untuk bersembunyi selagi mengumpulkan semua bagian dirinya yang berserakan dimana-mana. Dia berusaha berlari secepat mungkin di dalam tembok-tembok itu, entah kemana arahnya
Menambah ketakutannya, orang itu mulai menghantam tembok, tepat dimana Remina berjalan sebelumnya. Tembok itu dia buat berlubang hanya untuk menangkap orang di dalamnya, berkali-kali
"Orang gila! Kamu sama sekali tidak peduli dengan tanganmu?!"
"Tugas adalah tugas! Siapapun yang menggangu kerajaan Xiang harus dimusnahkan segera!"
Remina panik semakin lubang di tembok itu bertambah karena pukulan manusia abnormal itu
Merasa tidak ada gunanya terus dikejar di dalam tembok, Remina pun melompat keluar dan mulai menggunakan taktik yang dia ciptakan sendiri
Meresap dirinya ke dalam tanah dan bersembunyi disana
Pemburunya itu langsung mendecak kesal dan mencoba mendengarkan suara di bawah tanah dengan baik dengan menempelkan telinganya ke tanah
Itu adalah kesalahan pertamanya. Disaat setelah dia menempelkan kepalanya di tanah, gelembung air langsung membalut kepalanya hingga tidak ada udara masuk ke saluran pernapasannya. Orang itu terkejut setengah mati, dan mencoba bangun
Tetapi badannya menolak untuk bangun ketika dia menyadari ada sebuah rantai air yang mengikat kedua kakinya
Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Remina keluar dari tanah, membentuk dirinya seutuhnya dan dengan sebuah sihir air yang sudah disiapkan untuk menembak leher belakang orang itu
Satu tembakan yang cukup keras untuk membuat lawannya jatuh tidak sadarkan diri
Satu tembakan itu pun meluncur, dan dengan seketika menghantam lawannya tepat di tempat dia menarget
Hantamannya bahkan cukup keras, hingga membuat gelembung air di kepala orang itu pecah karena percikan sihir milik Remina
...
...
"Wow! Aku harus menggunakan ini lain kali untuk melawan Oberon atau tuan Zaphir"
Dia senang melihat tekniknya itu berhasil, dan langsung mengecup ujung jari telunjuknya sendiri dengan penuh rasa bangga, walaupun napasnya masih belum teratur. Berkali-kali
Remina pun menghela napas lega selagi mengeluarkan petanya, memastikan tempat keberadaannya sekarang ini
Dan selagi dia meninggalkan musuhnya yang jatuh di lantai itu, dia tetap memastikan rantai air di kakinya itu tetap ada. Jika lawannya itu bangun, dia akan tetap terikat dan memberi Remina cukup banyak waktu untuk membuka jalan kami kabur
"Baiklah. Rupanya aku berlari sangat jauh hingga aku harus mempelajari semua tempat sekali lagi"
Remina mulai mengeluh selagi dia mencoba mencari jalan yang benar karena sudah tersesat
...
...
--- 5 menit kemudian ---
Dia menemukan tempatnya
Dia sudah membuka kunci pintu utamanya
Tetapi ketika dia masuk, matanya terbelalak dan tubuhnya membeku
Dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat dengan mata kepalanya itu
__ADS_1
Sesuatu yang sangat keji dan tidak bermoral sama sekali...