
*Tap tap tap!*
Suara derapan kaki milik seluruh keluarga Hortensia menderap keras di lorong kastil Rose, karena mereka sedang terburu-buru
Tidak lain dan tidak bukan karena mereka memliki pertemuan penting hari ini
Mereka terlihat sangat tergesa-gesa seakan hidup mereka sedang menjadi taruhan. Edwin yang bahkan belum sepenuhnya sembuh saja dipaksa ikut oleh Rosalia untuk menghadiri rapat ini, menggantikan Yael yang tidak boleh ditunjukkan keberadaannya pada orang-orang itu
Para pelayan mereka mulai membungkuk hormat pada mereka ketika mereka lewat di hadapan
Tapi mereka tidak berani terlalu terlihat oleh keluarga itu, terutama oleh Rosalia yang terlihat sedang sangat marah dan menuntun keluarganya menuju ruang rapat
"Adikku..." Damien berkata pelan dengan gugupnya
"Diam kakak. Gerakkan saja kakimu sampai ke sana"
Damien langsung diam tidak bicara, dan hanya terus berjalan
Setelah beberapa lama mereka berjalan di lorong kastil yang cukup besar itu, mereka akhirnya sampai ke ruangan rapat terbesar di tempat itu
Di dalamnya terlihat sekali sudah dipenuhi oleh berbagai keluarga bangsawan dari seluruh benua, disertai dengan jenderal terpercaya mereka. Mereka yang tadinya sibuk bercakap dengan satu sama lain langsung senyap ketika melihat Rosalia dan seluruh keluarganya masuk
Mereka pun mengambil posisi duduk mereka masing-masing, dimana Damien duduk di kursi di ujung meja sebagai pemimpin rapat itu
Rosalia mencoba menjaga posturnya agar tidak ada yang mencurigai apa yang sedang dia rasakan sekarang
"Maaf atas keterlambatan kami. Sekarang, kita harus membuka rapatnya"
Rapat itu pun resmi dibuka dengan Damien yang sudah berada dalam ruangan
Rosalia duduk tepat di samping Damien, melebarkan kipas dan menutupi wajahnya dengan itu
Baru saja rapat dimulai, seorang keluarga bangsawan lain mengangkat tangannya setinggi mungkin
Seorang Raja dari kerajaan Borneus, Benua Lao, mengangkat tangannya dan bersiap untuk memberi pertanyaan
"Maaf. Tapi, kenapa kami semua harus dikumpulkan di tempat ini sekaligus?" Dia bertanya
"Kami akan menjelaskannya nanti Yang Mulia Leiwan. Jadi, silahkan duduk tenang dan dengarkan Raja Damien bicara" Rosalia membalas
"Yah... Tapi tolong segera ke intinya saja ya. Aku masih punya banyak urusan di kerajaan ku"
Rosalia langsung melirik ke Damien, dan memberi tanda agar dia secepatnya menjelaskan tujuan rapat ini
Damien yang gugup pun terpaksa harus memulai rapat itu tanpa persiapan mental yang cukup
"K- Kami berniat mengumpulkan kalian disini untuk membahas tentang, s- serangan Elf yang baru-baru ini terjadi pada kami" Dia berkata dengan nada gugup dan bergetar
"Benar sekali. Para Elf itu menyerang kami beberapa hari yang lalu saat malam hari, walaupun memang mereka tidak menimbulkan korban jiwa" Rosalia mengambil alih
"Lalu?" Tanya Raja Borneus sekali lagi
"Setiap hal yang dilakukan pasti memiliki alasan. Dan aku yakin mereka juga melakukan hal itu karena memiliki alasan"
Semua bangsawan lain berbisik kepada satu sama lain, bertanya-tanya tentang apa kiranya alasan itu
__ADS_1
"Permisi. Tapi apa alasannya?"
Yang mengangkat tangan dan bicara itu tidak lain dan tidak bukan adalah Hakim Agung Yuriel mewakili kerajaan Crux
Rajanya yang masih terlihat sangat muda hanya duduk di sampingnya, diam, dan tidak terlihat terhibur dengan apapun itu
Merespon Yuriel, Rosalia menjetikkan jarinya kepada seorang pelayan yang membawa suatu kotak yang terukir indah
Pelayan itu meletakkan kotaknya di atas meja di depan Damien, kemudian membukanya selagi semua mata menuju kesana
Dan di dalamnya, terlihat sebuah batu semacam kristal, berwarna biru gelap dan mengeluarkan Kilauan yang menarik mata. Bahkan, Raja dari kerajaan Crux yang sebelumnya tidak terhibur itu, memaku tatapannya di batu itu
"... Ehem. Maaf, tapi apa ini?" Tanya seorang raja yang lainnya, kali ini dari kerajaan Orion yang bernama Julius
"Ini inti dari Pohon Kehidupan milik mereka. Lebih tepatnya, ini inti dari roh seorang Elf yang sangat kuat" Rosalia berkata
"B- Ehem. Bagaimana bisa kalian mendapatkan batu indah itu dari para Elf?" Raja Orion menambahkan
"Kebetulan saja. Aku memiliki orang terpercaya. Suatu hari dia membawakan ku batu ini dan memberitahu apa hubungannya dengan para Elf. Jadi kami menyimpannya untuk diteliti oleh ahli sihir kerajaan selama ini, dan kami juga punya hasil data nya. Sudah disalin untuk masing-masing raja di tempat ini. Mohon dibaca" Rosalia menjelaskan, selagi seluruh pelayan yang ada di dalam sana menyerahkan salinan data itu
Dari data itu, mereka bisa mengetahui semua hal tentang hubungan kami dengan inti pohon itu, dan diarahkan untuk berpikir kalau kami memporak-porandakan kastil itu karena batu yang sekarang berada di tangan Rosalia itu
Suasana di dalam ruangan itu langsung hening ketika para raja sibuk membaca hasil data itu dengan seksama, kecuali raja Crux yang digantikan oleh Yuriel untuk membaca data yang memuat 3 lembar tulisan yang memiliki penjelasan terperinci itu
Damien juga harus ikut membacanya karena dia bahkan tidak mengetahui kalau Rosalia sudah bergerak sejauh itu
Tapi, dia harus memasangkan topeng wajah dan bersikap baik di depan Rosalia agar dia bisa tetap hidup, jadi dia harus bermain seperti boneka yang baik di tangan adiknya itu
"Bagaimana? Sudah paham dengan penjelasan dari adikku ini?" Damien bertanya pada mereka semua
"Dan kami punya satu hal yang mengejutkan dari semua ini" Damien menambah, membuat semua orang fokus kepadanya
"Aku mendapat laporan dari orang terpercaya itu, bahwa adikku, Verdea Hortensia, masih hidup dan bekerjasama dengan para Elf untuk memporak-porandakan kastil Lily. Ditambah dengan adikku yang lainnya, Collin"
Semua orang langsung tersentak, tapi mereka terlihat tidak peduli kemudian
"Lalu? Bukannya adik-adikmu itu hanya anak kecil? Apa daya miliknya walaupun mereka mendapat tambahan satu orang sepertinya?" Tanya Raja Borneus
"Aku harap semudah itu mengatakannya, tapi adikku itu memiliki sesuatu yang membuatnya sama menakutkan dengan sang Oberon sekarang ini"
Semua orang kembali tersentak mendengar perkataan Rosalia, kemudian terlihat khawatir dengan keadaan kerajaan mereka
"Membiarkan adikku berada di pasukan musuh sama sekali membuatku tidak tenang. Entah apa yang terjadi pada mereka sehingga mereka bergabung dengan pasukan musuh..." Rosalia berkata, mengambil lagak seakan dia terlihat sedih dengan air mata yang sedikit terlihat di kelopak matanya
Hal itu berhasil membuat beberapa dari para raja itu merasa iba dengan perasaan Rosalia sekarang ini
"Lalu apa yang harus kami lakukan Nyonya Rosalia?" Tanya Raja Orion
Rosalia perlahan mengusap matanya terlebih dahulu, kemudian kembali bicara
"Mengingat kalau para Elf itu bahkan berani menyerang kami, tidak ada jaminan kalau mereka tidak akan menyerang kalian juga. Jadi, kami punya satu usulan"
Rosalia melirik kearah Damien agar dia saja yang memberitahukan usulan itu
"Kami ingin menyerang Kerajaan Para Elf secara langsung, dengan bantuan gabungan pasukan dari para raja di ruangan ini" Damien berkata dengan suara lantang
__ADS_1
Sekali lagi, semua orang berbisik karena bingung dengan usulan yang keluar itu. Tapi...
Bak!
Semua mata tertuju kepada orang yang memukul meja secara tiba-tiba. Dan setelah mengetahui kalau orang itu adalah Raja kerajaan Cassiopeia, mereka mematung mendengar jawabannya
"Aku menerimanya"
Semua orang langsung hening mendengar satu suara yang tanpa ragu menjawab usulan itu
"... Kalau begitu aku juga" Raja dari Borneus berkata
"Aku juga..." Raja dari Crux berkata, diikuti oleh Yuriel yang tersenyum
Satu persatu para raja itu menyetujui usulan dari keluarga Hortensia tersebut. Kecuali...
Dua orang raja
Keduanya berasal dari benua Lao
"Aku... Tidak bisa mengikuti usulan itu"
Suara terkejut milik orang-orang itu terdengar di seluruh ruangan, diikuti oleh bisikkan yang terarah pada Raja itu
"Aku juga. Hal ini sudah jelas akan membuat kerajaanku sengsara" Seorang raja kedua mengikutinya. Raja yang kepalanya berbentuk kepala seekor singa putih itu hanya diam menunduk dengan pikiran penuh pertimbangan
"Hah!? Apa yang bisa membuat kerajaanmu sengsara selain serangan para Elf sekarang ini?" Seru Raja Borneus
"Tahan Yang mulia Leiwan. Mereka pasti memiliki alasan masing-masing dengan tidak menyetujui usulan itu" Rosalia menyela, kemudian beralih pada kedua raja yang duduk bersampingan itu
"Yang mulia Lev, Yang mulia Zen. Apa ini artinya kerajaan Bestia dan kerajaan Gong tidak akan mengikuti gabungan pasukan ini?"
"... Alasanku hanya karena aku tidak bisa menjamin kalau pasukanku akan selamat di perang nanti. Tidak seperti manusia, Kaum Beast tidak memiliki jumlah yang besar. Kehilangan satu saja mungkin bisa membuat kami merugi" Raja Bestia berkata
"Aku juga begitu. Kerajaanku hanyalah kerajaan kecil yang bahkan sama sekali tidak bisa disandingkan bersama kerajaan Xiang di benua yang sama. Kami bahkan tidak punya pasukan militer yang cukup kuat jika dibandingkan dengan kerajaan manapun. Aku sebagai raja kerajaan Gong sama sekali tidak ingin menghilangkan satu nyawa pun dari rakyat kerajaanku, selagi mereka masih bahagia" Raja Gong meneruskan
...
"Aku tidak ada masalah dengan alasan itu. Lagipula, kami memang tidak memaksa sejak awal" Rosalia berkata sambil tersenyum manis kepada mereka
"... Maafkan aku nyonya Rosalia" Raja Gong berkata
"Maafkan aku juga karena tidak bisa mengikuti hal ini" Raja Bestia menambah
"Tidak apa"
Rosalia kemudian menjetikkan jarinya lagi kepada seorang pelayan yang membawa selembar dokumen
"Kalian yang setuju harus menandatangani hal ini, menyatakan kalau kalian tidak akan menarik pasukan kalian dan sudah dengan bulat mengikuti pasukan gabungan ini" Rosalia berkata, selagi dokumen itu diserahkan ke Raja Crux terlebih dahulu
Mereka yang sudah yakin pun langsung menandatangani hal itu. Dengan begitu, rapat itu pun selesai setelah 2 jam penuh membahas strategi lainnya
Para Raja itu pun pamit ke kamar mereka, selagi menunggu jemputan mereka disiapkan agar bisa pulang ke kerajaan masing-masing
Rosalia pun menutup rapat itu dengan sebuah senyuman di bibirnya, selagi keluarganya hanya menunduk ketakutan, tidak berani berkata apapun
__ADS_1