Book Of Flowers

Book Of Flowers
Menuju Acara Peresmian


__ADS_3

--- Keesokan harinya ---


Ah, segarnya melihat mentari pagi perlahan merambat keluar dari cakrawala...


Aku jadi ingin berpuisi selagi menikmati waktuku menyaksikannya...


Hm... Mari kita lihat...


Lu-


"VAIN!!"


--- pakan...


"Bisa tolong jangan membanting pintu kamarku seperti itu...?"


Dan kamu merusak waktuku...!


Apa bercerita untukmu semalaman itu masih tidak cukup??


"Kalau begitu segera bersiap! Hari ini adalah hari yang penting!"


"Hah? Dari mana asal antusiasme itu? Kamu Verdea bukan?"


Sungguh, kenapa dia tiba-tiba semangat?


"Datang dariku sendiri, jadi segera bersiap. Ganti bajumu dengan yang lebih rapi"


"Nak, aku bukan Luxor yang sering berganti model pakaian"


Aku hanya punya 3 warna dan 3 jenis. Baju putih, celana hitam, dan jubah berkerudung kuning


Ada banyak penggantinya, tapi hanya itu saja jenisnya...


Lalu, dia sendiri bahkan belum berganti pakaian dan masih mengenakan baju tidurnya, tapi entah kenapa malah membujukku duluan


...


Heh?


Dia pergi tanpa mengatakan apapun lebih jauh lagi. Aku berpaling dan berpikir kalau dia akan mengatakan beberapa hal lagi, tapi ternyata dia malah bergegas...


Hah... Baiklah...


"Aku paham, aku paham... Dasar anak-anak..."


Apapun yang dia lakukan, energi di tubuhku selalu terkuras


Aku sudah terlalu tua untuk menangani dia...


......................


--- Ruang makan ---


...


...


Lihat caranya makan. Entah kenapa dia terasa kembali seperti dirinya yang dulu


"Verdea, jangan buat aku membersihkan mulutmu berkali-kali. Aku juga ingin makan" Aku berkata kepadanya


"Maksudku... Dia memang suka ayam. Tapi entah kenapa hari ini dia makan seakan itu makanan terakhirnya" Ivor berkomentar


Mereka semua juga terpukau setengah kaget melihat Verdea sekarang ini rupanya...


"Aku hanya ingin mengisi perutku agar tidak perlu makan terlalu banyak disana. Aku benci makanan yang disuguhkan oleh koki kerajaan, minus kuenya" Verdea membalas


Dia bahkan sempat menahan sendawa di tengah kalimatnya itu


Dasar. Aku benar-benar harus membersihkan mulutnya berkali-kali. Para pelayannya bahkan tidak berani mengganggunya, mungkin menganggap kalau apa yang akan mereka lakukan itu terkesan tidak sopan


"Ilias, tolong bersihkan mulutnya setiap kali ada saus"


Kuserahkan sapu tangan milikku kepada Ilias yang duduk tidak jauh dari Verdea, hingga dia pun segera menggeser tempat duduknya untuk melaksanakan tugas itu


Ah ya. Aku lupa kalau para pelayan disini juga makan diatas satu meja makan dengan kami semua, terkecuali ketika ada tamu beberapa hari ini

__ADS_1


Kesannya sedikit aneh, apalagi ketika mengingat kalau pelayan milik Hortensia, bahkan Orion saja selalu berdiri siap siaga di dekat tembok atau pintu ruang makan para bangsawan


Mereka juga sebenarnya bersikap begitu awalnya, tetapi entah apa yang Verdea katakan kepada mereka, perlahan mereka mulai nyaman duduk diatas meja makan yang sama dengan kami. Bahkan sekarang mereka mulai menganggap tempat ini sebagai rumah mereka sendiri


"Kalian sebenarnya cukup telaten dan membuat suasana di sekitar nyaman. Tapi kalian setidaknya harus lebih berpikiran mandiri sedikit..."


Setidaknya, jika kalian ingin melakukan sesuatu yang baik untuk tubuh kalian sendiri, kalian tidak memerlukan sebuah perintah bukan?


...


Mataku beralih kearah tempat duduk lain. Tempat duduk yang diduduki oleh Remina, berada diantara Lyralia dan Ivor


Wajahnya terlihat sangat turun. Dia berusaha menyembunyikannya beberapa kali ketika menyadari tatapanku, tetapi aku sama sekali tidak bisa tertipu begitu saja


...


Semoga saja nanti di Miralius dia bisa berbicara dengan normal bersamaku. Dia adalah tanggung jawabku, dan ayahnya tidak akan senang jika sesuatu terjadi kepadanya


"Ah, aku lupa mengatakan beberapa hal kepada kalian" Verdea berbicara kemudian


Hm?


Semua mata yang ada di dalam ruangan itu pun beralih kearahnya, hingga suara dentingan piring ataupun mulut mengunyah ikut terhenti


Dia meminta sapu tangan dari Ilias, kemudian membersihkan mulutnya sendiri menggunakan itu dan meletakkannya ke sudut meja tempat setelah selesai


"Vainzel dan Veskal mungkin sudah tahu ini, tapi kalian tidak. Mengenai acara peresmian milikku..." Dia berhenti sejenak selagi mengatur kembali posisi duduknya mendekati meja. "... Seluruh keluarga Hortensia akan mengadakan jamuan hingga petang tiba. Jadi, untuk yang tidak ingin terlalu lama berada di kastil Rose, aku tidak menyarankan untuk ikut" Dia melanjutkan kemudian


...


...


"Ah, begitu. Aku pikir akan ada sesuatu yang sangat besar, ternyata kamu hanya mencoba memikirkan kondisi kami saja..." Ordelia berkomentar


"Aku sudah menduga akan ada jamuan atau pesta seperti dansa kemarin, tapi aku tidak menduga kalau kalian akan melakukannya hingga petang" Luxor mengikuti


"Masalahnya, Verdea adalah seorang pangeran dari keluarga kerajaan. Aku yakin keluarganya ingin melakukan hal seperti ini untuk merayakan peresmiannya, terutama karena hari ini adalah yang terakhir dari Festival Bunga di Hortensia" Eleanor menjelaskan


Dia benar. Apa yang dikatakan Eleanor adalah hal yang paling tepat mengenai pemikiran keluarga Hortensia sekarang ini. Utamanya, milik Rosalia


Semua orang mengangguk paham, kemudian beralih kembali kearah Verdea


"Uwah- Cyth mengatakan sesuatu yang terdengar pintar" Lyralia meledek, hingga Cyth hanya berusaha mengabaikannya


...


...


Sebenarnya, walaupun yang lain ingin ikut...


Aku yakin ada satu yang tidak ingin. Dan aku tahu betul, siapa orang itu


Verdea mengatakan hal itu, berkata kalau diam disini saja tidak akan menjadi masalah. Dia ingin agar orang itu tidak memaksakan diri mereka


Tidak lama, dia pun mengangkat tangan hingga menarik perhatian semua orang, hingga aku sadar kalau dugaanku benar


"Aku tidak ingin ikut..."


Beberapa dari kami terbelalak kaget, melihat kearahnya. Sebuah pendapat yang tersembunyi, sekarang sudah diutarakan berkat kalimat Verdea


Semua orang bertanya kenapa, tapi mereka segera tahu jawabannya tanpa perlu penjelasan lebih lanjut


Helaan napas pelan pun bisa terdengar keluar dari mulutku setelah itu


"Tidak masalah. Sepertinya beberapa dari kalian harus diam disini untuk menemani Remina..."


Remina pun tertunduk mendengar perkataanku. Sebuah kata maaf perlahan terdengar darinya, walaupun semua orang tidak bisa dengan jelas mendapatkannya


...


...


"Sebaiknya aku saja yang diam disini. Yang lain boleh ikut" Lyralia menawarkan diri


Wajahnya yang terlihat tersenyum namun acuh tak acuh itu menunjukkan kalau dia sungguh tidak keberatan


"Nyonya Lyralia..."

__ADS_1


"Tidak apa Remina. Aku sama sekali tidak keberatan, toh saat kita ada di kastil Rose juga nanti hanya akan menunggu Verdea kembali" Lyralia melanjutkan lagi


Satu orang lagi terlihat ragu, perlahan mengangkat tangannya untuk menawarkan diri


"Sebaiknya aku juga diam di kastil Thyme" Luxor berkata kemudian. "Entah kenapa aku merasa kalau meninggalkan tempat ini tanpa perlindungan adalah keputusan buruk. Aku juga tidak yakin kalau para pelayan baru ini cukup kuat untuk melindungi diri mereka sendiri" Dia menambahkan setelahnya


...


...


Luxor-!!


"APA??" Para pelayan Verdea serentak bersorak


"Aku bisa jelaskan! Masalahnya, kami harus meninggalkan kalian disini bukan karena mau, tetapi karena Verdea menganggap kalau kalian hanya akan terbebani disana!" Aku segera berucap


"Tapi itu artinya kalian sudah memutuskan sejak awal kami tidak akan datang bukan??" Riko protes


"Padahal aku sudah berharap banyak..." Frit mengikuti pembicaraan dengan wajah lemas dan terlihat ingin meringis


Aku tahu itu salahku karena memberitahu mereka 'akan berdiskusi dengan Verdea dahulu', tapi mana aku tahu kalau Verdea malah akan tidak mengizinkan mereka ikut?


Verdea!! Kamu yang membuatku menjadi pengirim pesan ini!!


Verdea hanya tersenyum kecil melihatku yang kewalahan, membuatku ingin memukul kepalanya


"Kalau begitu aku juga akan diam disini juga. Lebih baik aku bermalas-malasan selagi sempat bukan?" Ivor berkata


Semua mata tertuju kearahnya dengan mata yang berniat menghakimi, membuat dia tersentak dan meneriakkan, "APA HAH??", pada kami semua yang melihat


"Ah, Ivor~! Kamu pasti jadi ingin diam disini karena aku juga memilih tinggal bukan~??" Lyralia berseru, yang segera dibalas oleh Ivor dengan,


"Tidak juga"


--- Membuat dia segera mundur dengan kepala tertunduk dan wajah kecewa


Seluruh kru Black Hunt pun mengangkat tangan setelah berdiskusi dengan satu sama lain untuk tidak perlu ikut saja


"Kami masih harus membuat rencana, karena sebentar lagi kami juga akan pergi bukan?" Cyth menjelaskan dengan singkat, mewakili mereka semua


Dan yang terakhir mengangkat tangan adalah Claudia, dengan alasan, "Aku hanya tidak ingin terlalu menonjol, apalagi akibat banyaknya orang yang mulai tidak jadi ikut"


Ayahanda sendiri tidak perlu ikut. Dia sudah tahu kalau keberadaannya disana mungkin saja akan menjadi bahaya bagi dirinya sendiri


Jadi kebanyakkan orang tidak akan ikut hm...?


Aku tidak terlalu masalah, dan aku yakin Verdea juga begitu. Justru, entah kenapa dia terlihat senang sekarang melihat semua orang mulai memberi pendapat masing-masing


...


Hm. Waktu makan sudah selesai


Sebaiknya kami bersiap-siap saja


Aku mulai bangun dari tempat dudukku, membuat semua orang tersadar kalau waktu sudah mulai menipis


Para pelayan Verdea segera berlarian untuk mempersiapkan keberangkatan tuan mereka terlebih dahulu


Tidak lama setelah itu, Ordelia mendapatkan sebuah sinyal dari tanaman di luar, bahwa para kusir kereta kuda telah tiba


Bagus, bagus. Semuanya tepat pada waktunya


"Ayo. Masa yang baru akan dibuka melalui peresmian Verdea ini" Aku berkata, mempersilakan Verdea, Veskal dan Frank untuk pergi terlebih dahulu


Hm hm~


Entah kenapa aku juga ikut semangat, padahal Verdea yang akan dianugerahi posisi baru itu


Bangga, itu pasti. Hanya saja, ada rasa lainnya yang membuatku jauh lebih senang daripada yang seharusnya


Mungkin hanya karena kami selangkah lebih maju lagi sebelum mencapai tujuan akhir itu. Sebentar lagi posisi itu akan lebih mendekat, hingga kami semua bisa melaluinya


Verdea yang akan mendapatkan posisi resmi di Hortensia justru akan membuat kami semakin bebas bertindak. Dengan begitu, semua mata yang ada di dunia tidak akan tertuju kepada hanya kami saja


Baiklah Vainzel. Bab baru akan dibuka untuk hari esok


Bab baru yang akan membuka kehidupan yang lebih baik, dan menandai sebuah akhir dari tragedi yang tidak seharusnya terjadi

__ADS_1


Apapun yang terjadi, kami semua harus mengakhiri permainan bodoh ini


Kami pasti akan sanggup menggapai hal itu. Pasti...


__ADS_2