
--- Beberapa saat setelah itu ---
"Urgh--! Ehek ehek---!!!"
Uh...
"Kunyah makananmu dengan benar dan jangan jatuhkan air matamu ke dalamnya..."
"Aku bahkan tidak bisa memukul Veskal sejak tadi---"
Dia mengabaikanku sepenuhnya...
Dan ya. Dia menangis karena alasan itu
Aku heran bagaimana dia sudah berumur 15 tahun sekarang dan masih bisa bertingkah seperti bocah. Apalagi mengingat sesuatu hal yang dia beritahukan kepada kami kemarin
"Omong-omong, kenapa kamu tidak membantu Remina saja untuk memukulnya?"
"Tidak mau!! Aku mau-- Mencoba untuk menghajarnya walaupun sesekali--!!"
Lupakan soal Veskal dulu. Kamu bahkan tidak bisa menyentuhku walau bersama Remina sekalipun
Kami berdua sudah lebih berpengalaman dalam pertarungan dibandingkan dirinya. Ditambah lagi, bocah yang satu ini entah bagaimana bisa mempelajari kemampuan Elf bulan dengan sangat baik
"Teknik curian yang kudapatkan dari gerakan Zaphir ternyata bisa berguna untuk mengganggu Veri~!" Veskal kemudian berkata, menyelipkan beberapa tawa setelahnya
Hal itu tentu membuat Verdea semakin mengunyah salad yang diberikan Ordelia dengan sangat agresif seakan ingin merobek daun selada itu menjadi kepingan kecil-kecil seperti buaya
Aku pun meneguk teh-ku yang diisi kembali oleh Ordelia dengan wajah datar, mencoba mengabaikan kekacauan diatas meja taman itu
"Tapi perkembanganmu sudah cukup baik" Ordelia mengomentari. "Setidaknya kamu tidak terlalu sering terkena serangan akar kami disaat pertarungan tadi"
"Masih tetap terkena!" Verdea menggerutu dengan mulut penuh. "Jika kita ada di pertarungan sungguhan lagi, aku pasti akan jadi yang mati duluan---!"
"Jika, tidak ada 10 orang sekaligus yang menjaga posisimu selalu" Remina membalas
Oh, Pohon Agung...
"Kita punya masalah, ikan ******..." Verdea membalasnya dengan wajah kaku
"Kamu sebut aku apa??!" Remina membanting tangannya di meja sehingga benda itu bergetar
Itu salahmu, Remina. Kamu seharusnya tahu lebih baik daripada bersikap sarkas di depan Verdea
Semua orang bisa tebak apa yang mereka sedang lakukan setelahnya—bersilat lidah sehingga suasana ricuh hingga mereka melupakan salad yang mereka sedang makan
"Lupakan soal mereka. Aku ingin pergi untuk mencari Zaphir sekarang" Veskal berbisik kepadaku
"Tidak. Zaphir sekarang ini pasti sedang bertugas, jadi sebaiknya tidak kamu ganggu"
"Terima kasih atas pemberian dari seorang raja miliknya bukan?"
Wah wah~?
Dia membalas kalimatku hm?
"Lalu... Bagaimana dengan Natasha?"
...
...
...
"Dia baik-baik saja. Nyonya Silver telah merawatnya dengan baik, tetapi dia masih belum sadarkan diri"
Kemungkinan karena dia terlalu tertekan di hari itu
Veskal langsung terlihat lemas mendengar itu, sehingga kedua anak yang daritadi beradu mulut itu mulai diam dan jadi fokus
__ADS_1
"Kamu boleh menjenguknya, tidak akan ada yang melarang"
Itu juga yang membuatku heran
Setelah hari itu, Veskal akan selalu membalas tawaranku itu dengan, "Tidak. Aku tidak perlu menjenguknya". Entah kenapa dia bersikeras untuk tidak melihat kondisi temannya sendiri
Aku menganggap Natasha sebagai musuh, tentu. Tetapi ikatan antara dirinya dan Veskal yang telah dibuat semenjak kecil itu tidak mungkin terputus begitu saja bukan?
Lagipula, aku selalu sedih ketika melihat dia murung seperti ini. Seakan dia ingin mengunjungi Natasha, tetapi masih tidak bisa memaafkannya
...
Lupakan itu
Tanganku pun kutepuk satu kali untuk mengundang perhatian mereka semua
"Sebaiknya kita lakukan evaluasi saja. Kita bisa membahas Natasha untuk lain hari, terutama ketika dia sudah sadar" aku pun berkata
Nada yang mereka semua keluarkan kemudian terdengar cukup berantakan, seakan kepala mereka masih belum bisa memproses perkataanku
"Apa menurutmu kemampuanku cukup untuk menangani semua tes itu nanti?" Remina pun mulai bertanya
Cukup, dia bilang...?
Jawabannya...
"Ya. Kemampuanmu sudah bisa dibilang cukup"
Tapi
"--- Hanya saja, kamu harus berhenti menahan diri. Aku tahu kamu tidak ingin menyakiti Verdea juga, tapi sebaiknya pikirkan untuk menangani musuhmu dahulu. Jika bahayanya hilang, semua orang akan aman bukan?"
Mulut Remina menganga karena terkejut. "Aku tidak-!" dia mengatakan, tetapi berhenti di tengahnya
Wajahnya mulai memerah, selagi Verdea terlihat cemberut mendengar informasi itu. Yang satunya tersipu karena ketahuan, dan yang satunya lagi tidak senang karena mendapatkan informasi itu
"Aku penasaran dari mana dia mendapat kebiasaan itu setelah semua hal yang terjadi~?" Veskal menyela
"Aku dan dia itu berbeda. Jika aku mengeluarkan kekuatan penuhku, area bawah tanah Xiang di hari itu akan menjadi kuburan kalian"
Anggap itu sebagai contoh
Veskal langsung bergidik dan tidak bisa berkomentar mendengar itu—paham betul kalau aku tidak bisa berbohong
Aku masih belajar juga dalam hal ber-status menahan diri. Maksudku, Cyrus dan Zaphir berkata kalau aku ini terlalu kuat, sampai ke titik tidak masuk akal
Dan yang kumaksudkan dari belajar adalah, karena aku tidak biasanya bertarung, aku jadi tidak tahu seberapa besar kekuatan yang harus kukeluarkan untuk melawan lawan tertentu. Aku hanya akan menyadarinya jika lawanku sudah melukaiku duluan. Karena menahan diri sudah menjadi bahasa tubuhku, aku jadi selalu menggunakan kekuatan yang lemah terlebih dahulu
Zaphir bahkan bilang kalau aku ini payah dalam menyerang...
"Aku hanya menyarankan, jadi sebaiknya kamu harus menggunakan kekuatan penuhmu untuk melawan Lyralia nanti. Sekali kamu ragu, dia akan menepis badanmu hingga kamu menyerah" aku berkata lagi
"Hah? Sampai menyerah?"
"Sampai menyerah. Anggap saja... Dia suka memainkan makanan di piringnya"
Aku sudah memperingatkan kalau Lyralia itu memiliki kecenderungan sadis terhadap lawannya. Utamanya kalau dia tahu betul kalau lawannya itu lebih lemah atau bisa dia tangani dengan mudah
Jika Remina bisa menariknya ke dalam medan yang lebih serius, temanku yang satu itu akan jadi kewalahan dan dipaksa serius juga
Kalau ingin kalah, sebaiknya dilakukan dengan terhormat bukan?
"Begitu..."
Dia terlihat ragu bukan...?
Yah, setidaknya dia akan selalu bisa menemukan cara. Aku tidak bisa memberinya saran, karena aku bisa mengalahkan Lyralia hanya dengan membuat pusaran air
Aku terlalu kuat untuk ditangani kelima temanku, kecuali Luna. Orang yang satu itu benar-benar bergerak seperti iblis ketika sedang bertarung
__ADS_1
"Itu sangat membantu. Terima kasih, Oberon"
Aku harap kamu juga beruntung nak. Potensimu sangat besar, tapi kamu tetap harus melalui tes ini secara adil
"Ah. Veri, Veskal..." aku beralih kepada kedua orang itu
Keduanya pun terlihat lebih dari siap dalam menyodorkan telinga mereka kepadaku—mendengarkan perkataanku dengan baik
"Kalian mungkin harus pergi ke Hortensia terlebih dahulu. Takutnya, Frank sedang kewalahan" aku pun berkata. "Lagipula, pemilik sah daerah county itu adalah kamu kan, Veri?"
Verdea pun teringat dengan kakeknya sebelum dia sempat menggerutu karena tidak ingin. Yang pastinya, aku hanya tahu dia tidak ingin berurusan dengan para bangsawan itu semata
"Hanya 3 hari. Aku hanya akan melihat beberapa dokumen yang disarankan kakak Rosalia, menyelesaikannya, kemudian pergi setelah menghabiskan waktu dengan kakek" dia pun menjawab
"Aku yakin berburu dengan kakekmu juga tidak akan membosankan" Veskal menyela
"Kakekku bisa berburu?"
"Aku dan dia pernah menemani Ivor ke pasar. Dan ketika dia melihat sebuah toko alat berburu, mulutnya tidak bisa berhenti membahas setiap kegunaan alatnya"
"Aku justru tidak tahu itu...?"
Veskal juga mengangkat bahu selagi sudut bibirnya dinaikkan
"Tapi jangan membunuh terlalu banyak oke?" aku yang kali ini menyela. "Kalian juga harus hati-hati dengan monster yang masih berkeliaran. Aku yakin itu alasannya perburuan di hutan sudah tidak populer lagi di Hortensia"
"Dari mana kamu tahu?"
"Bangsawan dan rakyat biasa di Hortensia suka sekali berburu, Veskal. Tapi aku samar mendengar di pesta dansa kalau mereka berharap perburuan dibuka kembali setelah 5 tahun ditiadakan dengan alasan keamanan"
"Keluargaku tidak pernah mengajakku berburu. Hanya kakak Collin yang pernah datang ke kastil Thyme dulu untuk memberi sedikit hadiah perburuan ayahku dulu dan membahas mengenai hal itu" Verdea menambahkan. "Daging rusa itu juga agak terlalu besar untuk kusebut sedikit..."
"Kalian para manusia suka sekali berburu ya?" Remina mengikuti pembicaraan. "Maksudku, kami para Elf bahkan hidup dengan hewan—biasa ataupun mistis"
Yah, dia tidak salah. Itu adalah salah satu alasan kaum kami tidak suka makan daging. Benda itu mengingatkan kami kalau ada hewan yang harus mati untuk mendapatkannya. Hewan yang hidup berdampingan dengan kami dalam damai
Klan Elf Gaia bahkan dianugerahi kekuatan untuk saling memahami emosi dengan hewan, karena mereka tidak memiliki suara dalam pikiran mereka. Kami tentu menolak untuk menyantap daging, sekeras apapun kami dipaksa
"Sayangnya Remina, kami juga butuh daging sebagai makanan untuk hidup. Hanya itu penjelasan yang bisa kuberikan" Veskal menerangkan, diberi konfirmasi tambahan oleh Verdea
"Memang sangat disayangkan..." Remina pun menghela napasnya. "Seandainya ada cara untuk kalian tidak memakan daging"
Sebenarnya ada. Tapi untuk dua orang ini?
Hah! Aku akan tertawa jika mereka setidaknya mau memakan tomat di piring mereka
"Sebaiknya kamu fokus saja kepada persiapanmu"
Juga
"Dan mengenai tes kedua nanti..."
Jari telunjukku bergerak seakan sedang memanggilnya. Dia sempat termangu, tapi kemudian mengikuti isyarat dariku itu dan mendekat
Ordelia hanya tertawa kecil karena tahu apa yang akan kubahas kepada Remina
Lagipula, tes kedua memang adalah yang termudah diantara semua tes-nya
"Untuk menemukan Leshy, kamu hanya perlu..."
Aku berbisik ke telinganya dan dia mendengarkan dengan seksama. Hingga...
Wajahnya pun mematung tidak percaya
"Semudah itu...?"
"Semudah itu"
Tapi jangan beritahu dia kalau aku memberitahumu, oke?
__ADS_1