Book Of Flowers

Book Of Flowers
Pertemuan Penting (1)


__ADS_3

"V- Vain?"


Ordelia menyambutku saat aku baru saja tiba di dalam Miralius


Sepertinya dia tadi menyadari kalau ada sesuatu yang terjadi, dan wajahku yang belum kupasang dengan baik ini membuatnya terlihat semakin khawatir


Semua batalion Sylph bersama dengan Zaphir langsung membubarkan diri untuk memberi ruang untuk kami berdua


Ordelia kemudian perlahan meletakkan tangannya di pipiku


"Ada apa?" Tanyanya pelan


Aku hanya diam tidak menjawab, menatap ke bawah


"Vain"


"... Ada Elf yang baru saja tiada"


"!!!"


Dia terlihat kaget setengah mati mendengar jawabanku itu. Matanya terbelalak, mulutnya bergetar, kemudian kepalanya perlahan tertunduk


"... Kamu... Menyembunyikan sesuatu lagi bukan...? Kepada kami semua?" Dia berkata


Aku diam tidak menjawab. Keheningan dariku itu sudah cukup menjadi jawaban untuk Ordelia


"Dan sampai kapan kamu akan menyembunyikannya?"


"Aku tidak tahu Ordelia. Aku hanya ingin... Agar kalian tidak perlu terlalu khawatir"


...


"Kami temanmu Vain. Kamu harus memberitahu kami, mau atau tidak mau. Kami ada untuk selalu membantumu, agar kamu tidak selalu sendirian"


"Lia. Aku-"


"Aku senang kamu ingin selalu menjaga kami. Aku senang kamu ingin membuat kami merasa aman. Tapi, kamu tidak bisa membiarkan dirimu saja yang terbebani. Itulah gunanya teman, untuk membantumu melalui hal seperti ini"


...!


"Tatap mataku Vainzel. Kamu harus memberitahuku- Tidak. Kamu harus memberitahu kami semua tentang semua hal yang terjadi"


"... Baiklah"


Tapi...


"Apa tidak masalah kalau aku memberitahu hal ini pada Verdea juga?"


"Apa salahnya?"


"... Aku tidak ingin dia merasa lebih terbebani lagi oleh hal ini Ordelia. Dia... Masih anak-anak"


...


Ordelia kemudian merangkul tanganku perlahan dan mengangkatnya, kemudian meletakkannya di depan wajah kami


"Cepat atau lambat Vain, dia akan tahu. Jadi, ini juga pilihanmu. Kamu ingin memberitahunya dalam waktu cepat, atau lambat?"


Aku... Tidak bisa menjawab pertanyaan itu


Seandainya aku punya cara agar dia tetap tidak mengetahui apapun sampai semua hal sudah lewat. Tapi melihat betapa tertekannya keadaan untuk kami sekarang ini, mustahil untuknya tidak mengetahui apapun


Jika dia tahu, dia pasti akan memaksa untuk ikut denganku, maju ke pertempuran ini. Bahaya sudah tentu mengintai dimana-mana dalam hal itu


Dan ketika terjadi apa-apa padanya...


...


Semua orang terdekatnya akan terkena efek berantai. Kakeknya juga tidak mungkin akan tetap baik-baik saja apabila dia ingin maju. Ayahnya pasti akan memaksa dia tetap tinggal juga. Aku bahkan yakin kalau semua teman-temanku akan mencoba mencari cara untuk membuatnya tidak mengikutiku


Tapi... Anak itu keras kepala. SANGAT keras kepala


Dia tidak akan mendengarkan siapapun jika hal itu sudah melibatkan sesuatu yang besar dan dia sudah tekadkan untuk ikuti


Aku ragu kami bisa membuatnya berubah pikiran jika dia tahu tentang hal ini


Dan dia pasti akan tahu. Pasti

__ADS_1


...


Kalau begitu,


"Kumpulkan semua teman-teman kita Ordelia. Para petinggi, Kru Black Hunt, Remina, Frank, Artorius, Claudia, Veskal, terutama Verdea. Minta mereka untuk segera berkumpul di area Pohon Agung"


"...! Kamu akan memberitahunya segera tentang masalah ini?" Ordelia bertanya dengan nada ragu


Aku mengangguk. "Dan aku ingin segera merancang semua hal agar dia bisa mengikuti hal ini tanpa membuatnya berada dalam bahaya maut" Aku berkata


Lalu, aku menunjukkan batu rekaman yang kudapat dari Sylph yang baru saja tiada. "Hal ini juga akan sangat penting. Aku sudah melihat isinya, dan para petinggi harus mengetahui hal ini" aku menambah


Ordelia menatapku kalut, tapi mengangguk setuju dengan senyuman di bibir, dan segera pamit untuk memanggil semua orang yang aku sebutkan


Aku langsung bergegas pergi ke tempat pertemuan yang sudah kami tentukan, siap untuk membahas semua hal ini


Kami harus membahas semua hal ini sekarang juga, mau tidak mau, siap ataupun tidak. Masa depan para Elf akan bergantung pada apa yang akan terjadi, dan pertemuan inilah yang akan mengatur hasil dari kejadian itu


......................


"Vain? Ada apa? Ordelia berkata kalau kamu ingin menemui kami"


Verdea muncul bersama dengan Veskal dan Remina, berjalan kearahku


Ordelia memanggil Verdea duluan. Dia memang tahu persis apa yang aku butuhkan


"Duduklah kalian bertiga. Aku akan membahas hal penting"


Kebingungan, mereka menatap satu sama lain terlebih dahulu. Karena tidak tahu harus apa lagi, mereka pun mengambil tempat duduk masing-masing di hadapanku


"Ada apa, Tuan Oberon?" Tanya Remina


"Tumben sekali kamu terlihat resah seperti itu. Apa ada-"


"Ya Veskal. Memang ada sesuatu yang tidak menyenangkan baru saja terjadi"


Mereka bertiga langsung diam mematung mendengar perkataanku


"Dan aku harus memberitahu kalian, kalau hampir seluruh kerajaan manusia ingin menyerang Miralius dalam waktu bersamaan"


"HAH!?" Mereka bertiga sontak berteriak kaget. "Kapan hal ini akan terjadi?!" Tanya Verdea panik


"... Kita hanya punya beberapa minggu..." Verdea berkata lagi


"Lalu, kenapa kamu ingin memberitahu kami tentang hal ini?" Tanya Veskal


"Karena aku ingin kalian ikut dalam hal ini"


"Walaupun tidak disuruh pun, aku akan-!!"


"Tidak Verdea! Kamu tidak akan ikut!!"


Suara lantang itu membuat mereka bertiga kaget dan melihat kearah sumber suara nya


Dan orang yang menentang hal itu tidak lain dan tidak bukan adalah kakek Verdea, Frank. Diikuti oleh Artorius di belakangnya, mereka berlari naik ke tempat kami


"Oberon! Aku tidak ingin mendengar omong kosong itu! Membuatnya ikut dalam hal ini-"


"Kakek. Aku-"


"Kamu tidak akan ikut jika aku bilang tidak nak! Aku sudah cukup membiarkanmu menyerang Hortensia waktu itu, dan aku tidak akan membiarkanmu masuk ke dalam bahaya lagi!"


Mendengarkan perkataan kakeknya, Verdea langsung terdiam


Frank kemudian beralih kearahku dengan tampang murka


"Oberon. Aku ingin mendengarkan pendapatmu. Berpikirlah! Cukup jauhkan saja cucuku dari semua hal sialan ini!"


"... Aku tidak akan merubah perkataanku. Dia bukan hanya ikut, tapi HARUS ikut" Aku menjawab


Walaupun aku benci mengakuinya, kekuatan Verdea bisa sangat berguna. Yang perlu kami lakukan hanyalah memastikan dia selalu aman, walaupun nyawa taruhannya selama misi besar ini


Hal itu membuat Frank semakin murka kepadaku. Tapi mencoba menahan emosinya, dia hanya mengambil tempat duduk


Artorius yang masih senyap seperti biasanya hanya bingung dengan semua hal ini, tapi aku mempersilakannya duduk daripada dia harus berdiri saja sampai nanti


*Sret...! Sret...!*

__ADS_1


"Maaf aku telat. Kami harus menyeret Erin dari tempatnya membaca. Bajingan ini tidak bisa diganggu kalau sudah sibuk membaca"


Cyth dan 7 anggota kru nya muncul sambil susah payah menyeret Erin yang berada dalam sebuah jaring. Erin yang berada di dalamnya terlihat sangat kesal karena tidak bisa membaca dengan tenang


Aku hanya mempersilakan mereka mengambil tempat duduk, mengabaikan hal sinting yang baru saja kulihat dengan mata kepalaku sendiri


Seluruh kru Black Hunt sudah ada disini. Tapi, melihat jumlah mereka sekarang ini membuatku sadar kalau mereka dulu berlayar dengan jumlah anggota yang sangat sedikit. Aku kagum dengan mereka ber-8 yang bisa tetap hidup sambil mengendalikan kapal yang cukup besar itu dengan baik sejak dulu


Claudia adalah yang selanjutnya muncul. Dia sebenarnya mengekor Cyth dan kru-nya sejak tadi. Keanehan mereka membuatnya takut karena ini pertama kalinya dia bertatap langsung dengan mereka


Dia pun mengambil posisi duduk di samping Remina yang cukup jauh dari tempat duduk para kru Black Hunt


"Oh halo gadis~"


Melihat kecantikan Claudia, mereka semua langsung melirik kearahnya sambil bersiul, terkecuali Erin yang masih frustasi karena tidak bisa membaca


Hal itu juga sudah jelas membuat Claudia merasa tidak nyaman. Dia pun bersembunyi di balik badan Remina, berpikir kalau Remina bisa menutupinya


"Kalian sentuh dia, akan kulempar kalian ke ujung sana" Aku mengancam sambil menunjuk kearah Gunung bersalju yang cukup jauh, tapi masih berada di dalam area Miralius


Beberapa dari mereka langsung mengalihkan pandangan dan bersikap sok sibuk karena takut akan ancamanku


"Heh~ Dia pacarmu atau semacamnya? Kamu terlihat sedikit protektif~" Cyth menggodaku


*Tak!*


Aku menghajarnya tepat di kepala ditemani sebuah mata melotot yang terlihat seakan nyaris keluar karena kesal


Dia langsung tutup mulut sambil meringis karena terkena pukulanku itu, sementara aku kembali duduk dengan tenang di tempatku tadi


"Vain? Kenapa kamu mengumpulkan mereka semua juga?" Tanya Verdea


"... Ini belum semuanya"


Dan tepat ketika aku berkata begitu, seorang petinggi akhirnya hadir di hadapan kami


"Amelia Storm, petinggi dari klan Sylph menghadap sang Oberon"


Melihat Amelia yang tiba-tiba muncul sambil membungkuk hormat itu jelas membuat mereka semua kaget, bahkan membuat mereka senyap seketika


Setelah Amelia kupersilakan duduk, petinggi yang lainnya datang ke hadapan kami


"Luna Lunaris, petinggi dari klan Selene menghadap sang Oberon"


"Zaphir Lunaris, petinggi dari klan Selene menghadap sang Oberon"


Aku langsung mempersilakan mereka bangun dan memberi isyarat agar Luna tidak perlu tegang. Luna hanya tersenyum kecil, kemudian menepuk pundakku, dan mengambil tepat duduk


Para petinggi setelah itu dalam saat secara bersamaan langsung berdatangan dalam waktu cepat dan nyaris dalam kedipan mata, menghadap dan menerima panggilanku


"Lyralia Marelis, petinggi dari klan Undine menghadap sang Oberon"


"Cyrus Spic, Petinggi dari klan Gaia menghadap sang Oberon"


"Ivor Magnus dan Gwen Magnus, Petinggi dari klan Salamander menghadap sang Oberon"


"Fyon Vanus, Petinggi dari klan Dark Elf menghadap sang Oberon"


"Welt Divo, Petinggi dari klan Gnome, menghadap sang Oberon"


"Luxor Luminos, Petinggi dari klan Luxuria menghadap sang Oberon"


"Turin Glacier, Petinggi dari klan Gelus menghadap sang Oberon"


"Dan aku, Ordelia Herbia, Petinggi dari klan Gaia menghadap sang Oberon"


Mereka semua akhirnya sudah tiba. Seluruh anggota pertemuan ini semuanya sudah lengkap


Aku berdiri di hadapan mereka untuk menyambut mereka semua


"Selamat datang teman-temanku. Aku mohon berdirilah, dan ambil tempat duduk yang nyaman"


Setelah memastikan mereka semua sudah berdiri dan mengambil tempat mereka masing-masing tanpa bersempit-sempitan, aku pun kembali ke tempat dudukku, tepat di hadapan mereka semua yang hadir


Verdea, Veskal dan Remina ternganga melihat semua petinggi yang juga ikut berkumpul di tempat ini, kaget dengan kehadiran mereka


Tapi, mengabaikan mereka bertiga yang masih ternganga, aku pun membuka pertemuan itu

__ADS_1


"Pertemuan hari ini, pada tanggal 23 bulan keenam tahun 263 di kalender kebebasan, pertemuan yang akan menentukan masa depan para Elf, akan kubuka sekarang juga"


__ADS_2