
--- Keesokan Harinya, Kediaman Lavender ---
"Uh...?"
"Biar aku jelaskan"
Ya, kamu memang harus menjelaskannya
Entah kenapa kamu sudah ada disini mendahului kami, William Lantana
Aku pun meminta semua teman-temanku untuk mencari ruangan lain terlebih dahulu, selagi aku, Verdea dan Veskal menetap di ruang resepsi bersama dengan William Lantana
"Seorang pembantu disini berkata kalau ada tamu, tapi siapa sangka Duke daerah tetangga yang justru mendatangi kami" Verdea berkata
Dari wajahnya saja terlihat kalau dia sangat tidak senang dengan kehadiran William Lantana disini. Bahkan lawan bicaranya saja paham dengan suasana hatinya tanpa perlu berpikir panjang
"Aku mendapat suratmu, pangeran. Jadi, sekalian untuk mengecek beberapa keadaan toko milikku di kota ini, aku pun menyegerakan diri untuk melaksanakan permintaanmu"
"Lebih mirip perintah, tapi tidak ada salahnya juga"
"Apa ini memang caramu berbicara dengan orang, pangeran?"
"Hanya kepada orang yang tidak kusenangi"
"Terlihat, tapi kamu jadi persis seperti ibumu. Hanya saja, nyonya Marianne Hortensia tidak pernah menunjukannya kepadaku"
Dan kamu bangga sekali hanya satu diantara jutaan orang saja di dunia ini yang tidak membencimu...
Aku bilang satu diantara jutaan karena aku yakin bahkan tidak satupun warga kerajaan ini ada yang menyukainya terkecuali Artorius dan Marianne
Juga...
"Akhirnya kamu tahu cara memanggil mendiang ibuku dengan benar" Verdea berkata
Ya, aku baru saja akan membahas itu
William Lantana tersenyum senang, kemudian mulai mengatur posisi duduknya
"Bagaimana kalau kita bahas semua hal selagi bermain kartu?" Dia kemudian menawarkan
Sebuah dek kartu lengkap dia keluarkan dari balik jas yang dia kenakan, hingga membuat kami keheranan
Ini bukan waktunya untuk bermain-
Tch, terserah. Dia juga sudah bilang kalau dia akan membahasnya selagi bermain
Tidak perlu membahas kemampuan kartuku. Aku payah, dan itu sebabnya aku membenci permainan yang berkenaan dengan kartu
"Apa permainan yang akan kita mainkan, Duke?" Veskal bertanya kepada William
"Hanya permainan adu kartu biasa. Aku harap kamu tidak keberatan dengan penawaranku, tuan Veskal" William menjawab
"Uh... Aku hanya keberatan kamu memanggilku dengan sebutan tuan..."
William tertawa kecil sebelum lanjut mengacak kartunya. "Maaf jika begitu" dia juga berujar
"Aku juga tidak punya masalah. Sekalian belajar main kartu" Verdea menyela
"Lupakan soal itu. Kamu punya sesuatu yang lebih penting untuk dilakukan" Aku mengikuti
Verdea tidak menolak dan hanya memasang wajah gusar kepadaku
William pun mulai membagikan kartu itu dan dibagi rata kepada 4 orang. Untukku, Verdea, Veskal, dan dirinya sendiri
Dia pun meletakkan dek kartu yang tidak terbagi di sisi meja, sebelum mengangkat kartunya yang membelakangi wajah kami
Kami juga melakukan hal yang sama dengannya, mencoba mencari kelemahan dari masing-masing dek kami
Ooh~ Aku tidak pernah terlalu banyak bermain kartu, tapi dek ini terlihat bagus. Ada 3 kartu bernilai sama di dalam dek ini dan 2 lainnya juga walaupun berjumlah lebih kecil
"Jadi, aku dengar kalau akan ada seseorang yang menggantikan kursimu disini selagi kamu bekerja sebagai duta?" William pun mulai bertanya
Hm... Memulai pertanyaannya hah...?
Dia juga sudah mulai bermain dengan meletakkan kartu yang dia miliki. Kartu yang bernilai paling kecil dalam peraturan permainan kartu ini
Jadi, giliran permainan kartu ini adalah dari dia, Veskal, Verdea, dan terakhir aku mengikuti arah jarum jam
__ADS_1
"Seperti itulah yang kutulis. Sama seperti kakakku Rosalia, aku juga pasti butuh seseorang untuk mengisi kursiku sementara" Verdea berkata, selagi Veskal menurunkan kartunya untuk melawan kartu milik William
"Dan aku akan memilih kakekku. Aku yakin dia punya keahlian yang cukup untuk itu" Verdea berkata lagi, kali ini menurunkan kartunya
"Harus kuakui kalau pilihanmu cukup bagus. Tuan Frank adalah salah satu orang paling cerdas yang pernah kuketahui, karena dia tahu persis cara mengatur dan menyembunyikan pasukan kami disaat pemberontakan dulu" William memuji
"Itu berita baru untukku. Mungkin juga, karena kakek tidak pernah menceritakan apapun mengenai pemberontakan itu" Verdea membalas dengan keraguan
Yah... Aku paham alasannya
Kuturunkan salah satu kartuku hingga tidak perlu waktu lama untuk William untuk menurunkan miliknya
"Kakakmu juga punya pandangan yang bagus terhadap seseorang. Orang yang menggantikannya itu sangatlah kompeten, walaupun akhirnya dia tewas akhir-akhir ini karena diserang monster" William menjelaskan
"Semoga dia beristirahat dengan tenang..." Aku berkata
Ah, dan mengenai hal itu juga...
"Aku pikir aktivitas monster di Hortensia sudah ditekan secara signifikan? Bagaimana bisa ada seorang bangsawan terbunuh oleh mereka?" Aku bertanya
"Itu karena berita itu hanya takhayul. Walaupun monster tidak memiliki akal, bukan berarti mereka tidak memiliki kecerdasan dalam menentukan tempat persembunyian mereka"
Jadi, berita mengenai penekanan aktivitas monster itu hanya dilakukan untuk memperkecil keresahan warga hah...?
Wow Rosalia... Salah satu bangsawan kepercayaanmu mati akibat dirimu sendiri...
"Rosalia Hortensia biasanya menanam banyak sekali prajurit bayaran untuk membasmi monster di area Duchy milikku dan County ini, dikarenakan banyaknya tempat perbelanjaan dan sumber ekonomi negara lainnya. Jadi bisa dibilang, area ini adalah salah satu daerah yang sangat aman" William menjelaskan lagi
"Tapi itu tetap mengartikan kalau dia membuat berita palsu yang membahayakan orang awam yang tidak waspada. Aku bahkan yakin kalau Duchy milikmu mengalami masalah serangan monster juga" Aku berkata
William hanya tersenyum, mengkonfirmasi dugaanku itu
Aku pun menyadari kalau giliranku tiba dan segera menurunkan sebuah kartu. Tetapi William sekali lagi segera menurunkan kartu lainnya
"Keluar dari pembahasan itu, kebetulan di ruangan resepsi kedua kediaman ini, kapten kapal tertinggi Hortensia sedang menunggu. Kalian mungkin akan membutuhkan kapal untuk berlayar, jadi Rosalia juga sudah mempersiapkan semua hal" William berkata kemudian
"Sesungguhnya kami tidak butuh kapal" Verdea menjawab
"Lalu apa yang kalian butuhkan?"
Dia kemudian menunjuk kearahku dengan jempolnya, dan berkata, "Temanku punya transportasi yang jauh lebih baik dan cepat"
"Toh, kapten kapal itu juga sama sekali tidak ramah dengan kami" Veskal berkata, mengingat kembali apa yang terjadi seusai misi di Xiang
William tertegun sejenak, sebelum tersenyum dan mengangguk
"Baiklah. Aku akan buat surat kabar resmi kepada Rosalia" William pun mengalah tanpa debat
Dia pun memulai ronde selanjutnya dengan mempersilakan Verdea untuk membukanya sebagai pemenang ronde pertama, hingga Verdea menanggapi dengan menurunkan kartu terendah
"Membahas soal sementara digantinya posisiku, aku harap kamu tidak bertengkar dengan kakekku. Dia sama sekali tidak menyukaimu ataupun dengan orang-orang lainnya yang terlibat dengan dirinya sendiri di masa lalu"
Verdea benar. Bahkan Frank saja menunjukkan wajah tidak senang kepada Edwin, walaupun yang dilakukan oleh orang itu hanyalah tersenyum
Dia selalu waspada dan pasif-agresif kepada para bangsawan kerajaan Hortensia dan pihak terlibat lainnya. Walaupun begitu, dia adalah satu-satunya orang yang paling cocok diantara kami sekarang ini dalam menggantikan posisi Verdea
Aku langsung mengeluarkan kartu dengan nilai paling besar hingga menutup ronde itu dengan kemenanganku. Hal itu tentu menangkap perhatian semua orang, terutama William
Kebetulan, aku punya 2 hal yang harus kukatakan kepadanya
Dua pertanyaan yang harus aku ketahui jawabannya
"Kamu tahu siapa pelaku kejahatan sebenarnya yang melancarkan Blood Sabbath?"
Willian tersentak, mengundang kewaspadaan dari kami bertiga. Dia tahu sesuatu dan kami sadar itu
...
"... Rosalia Hortensia" Dia pun dengan pelan menjawab
...
"Aku sudah menduganya"
Satu hal yang kusadari dari Rosalia di saat jamuan dalam hari pemberian jabatan Verdea adalah, kalau wanita itu memandang kearah William yang sedang berdebat dengan Verdea dengan wajah waspada
Aku tidak yakin apakah dia memalsukan ekspresi itu atau tidak, tapi wajahnya sungguh menggambarkan kalau dia tidak senang terhadap William. Bukan dalam hal umum saja
__ADS_1
Jika aku ingat, Rosalia hanya menunjukkan wajah itu ketika dia merasa waspada. Persis seperti ketika dia membuat semua orang tertidur di pesta debutan nya, sebelum memfitnah kami semua melakukan kejahatan yang dia perbuat
Posisi ketika dia menutup wajahnya bukan menggunakan kipas, tetapi menggunakan tangannya...
Lalu orang ini...
"Kamu pasti tahu sudah sangat lama..." Aku berkata lagi, setengah geram
William diam tidak menjawab, tanpa senyum dan terlihat mati menunduk di tempatnya duduk
Diamnya dirinya adalah jawaban positif untukku
"Lalu yang kedua, aku ingin bertanya mengenai pendapat pribadimu
Aku tidak peduli kamu sedang bicara manis atau jujur dengan cara yang tajam, jadi berikan pendapatmu tanpa keraguan"
Dia pun mengangkat kepalanya, selagi menghadap lawan bicaranya di dalam ruangan itu, yaitu aku
Satu pertanyaan. Aku ingin tahu apakah kamu adalah kawan, ataukah lawan...
"Menurutmu Verdea layak duduk diatas takhta?"
Pertanyaan itu membuat ruangan hening tidak bersuara. Bahkan Verdea dan Veskal tertegun diam, memandangiku dengan cemas
Sementara aku masih menunggu jawaban William. Dia pasti paham kalau aku sedang mengetesnya, jadi aku ingin lihat jawaban tanpa keraguan miliknya
Lalu hanya satu kata yang keluar dari mulutnya. Satu kata yang cukup saja menggambarkan apa rencana miliknya di masa depan dengan menyatakan jawaban ini
"... Ya"
Jawaban yang singkat dan simpel. Tanpa ada apapun yang meneruskannya setelah itu
Orang yang duduk di hadapanku ternyata tidak serumit yang kukira. Dia hanyalah orang yang simpel dan memikirkan masa sekarang, ragu untuk melangkah ke depan dikarenakan kesalahan yang terjadi
Dia bimbang untuk memilih, sehingga dia harus memiliki seorang untuk melakukannya. Orang yang bisa mengontrol dan berkuasa dengan baik
"Kamu sungguh hanya akan menyerahkan nasibmu di tangan kami?" Aku bertanya untuk yang terakhir kali
William mengangkat tangannya seakan memintaku untuk berhenti sejenak, namun dia justru melanjutkan pembicaraan tanpa waktu lama dengan berkata, "Aku tidak peduli, Oberon. Aku sudah lelah menantang api hanya untuk terbakar lagi setelahnya"
Jadi begitu...
Dia bahkan menyerahkan metafora yang bagus ke hadapanku
"Kalau begitu kemenangan kita sudah ditentukan"
Kuturunkan seluruh isi dek kartu milikku, menunjukkan rentetan 5 kartu yang saling terkait
Semua orang tersentak, dikarenakan rentetan 5 kartu itu merupakan kombinasi paling kuat yang bisa dimiliki dalam permainan kartu ini. Kombinasi yang segera menutup permainan itu dengan kemenanganku
Mereka juga menyadari kalau kartu yang mereka miliki sama sekali tidak bisa mengalahkan apa yang sudah kusodorkan keatas meja
Verdea pun hanya menghela napas, sebelum melempar seluruh isi dek nya yang berisi 5 kartu dengan kombinasi yang bagus namun lebih rendah dari milikku, dan juga 3 kartu yang bernilai paling besar
Lalu William tersenyum, menunjukkan kalau dek kartu miliknya itu memiliki kombinasi yang acak dan tidak bisa terkait dengan satu sama lain, memaksanya untuk bermain satu kartu setiap rondenya sejak tadi
Dan yang terakhir, Veskal hanya pasrah, menunjukkan kalau dia punya 2 kombinasi yang terdiri masing-masing 3 kartu yang mendekati nilai tertinggi. Dia tidak bisa memainkan kartu itu sejak tadi dikarenakan dia tidak memiliki kartu berjumlah paling besar untuk mengambil alih ronde
Hmm~
Rupanya aku cukup beruntung ya?
"Kalau begitu aku akan bertanya balik, Oberon..."
Aku tersenyum menanggapi William, mempersilakannya untuk melanjutkan kalimatnya itu
Dan dengan senang hati, dia menganggapi senyumku balik, mulai berujar
"Kamu yakin apa yang kamu miliki sekarang ini adalah yang terbaik untuk mengalahkan Rosalia?"
Pertanyaan yang bagus
Jawabannya juga sudah jelas...
"Aku hanya memiliki yang terbaik dari yang terbaik"
Itu sebabnya aku merasa beruntung. Kemenangan benar-benar berpihak kepada kami semua
__ADS_1