
"Ah begitu rupanya..."
Jadi....
Dia itu sepupu Veskal...
...
Albert, sebenarnya masih berumur 31. Tapi entah kenapa rambutnya berubah menjadi uban sepenuhnya di umur itu
Ah, dia hanya berbeda 11 tahun dari Veskal...
"Tunggu, berarti kamu memang anak dari pamanku yang hilang itu?"
"Benar. Aku berhasil kabur ketika ayahmu melakukan kudeta selagi kakek tidak hadir. Toh, aku tidak mempermasalahkannya karena keluarga kita itu bajingan sejak akarnya"
"Hah... Orang tua bangka itu memang merepotkan... Dia membuat semua hal repot baik saat dia hadir maupun tidak"
"Benar bukan? Pemikiran kita rupanya sama, sepupuku"
Mereka berdua menunduk lesu setelah pembicaraan kecil itu
"Oh... Jadi kalian memang keluarga sedarah?" Eleanor bertanya penasaran
"Benar. Maaf tidak pernah memberitahukan kisah keluarga kami kepadamu, Nyonya Eleanor"
"Kenapa minta maaf? Aku menganggap hal itu sebagai pribadimu, jadi aku tidak pernah mempermasalahkannya"
Aku ingin membiarkan mereka mendapatkan ruang, tapi...
"Ehem"
"Ah, maaf. Kami mengabaikan Yang Mulia Oberon"
"Tidak apa. Dan satu hal lagi
Mengenai latihan anak-anak itu, aku sudah memutuskan harus melakukan apa untuk menambah kemahiran mereka"
"... Aku juga penasaran. Kamu hanya memberitahu Verdea mengenai hal itu" Veskal berkata
Verdea hanya memalingkan wajah gugup
"Kalau begitu. Aku mohon kita semua berangkat ke lapangan. Aku akan membawamu, Albert"
"Ah, tidak perlu. Diangkat oleh Yang Mulia-"
"Kamu yang tidak perlu malu-malu. Ayo"
Tanpa basa-basi lagi, aku mengangkat badannya dan menopangnya di punggungku. Setelah sekalian mengajak Eleanor, kami semua langsung beranjak
...
"A- Apa-apaan pohon ini?"
"Kenapa malah kaget?"
Pohon ini memang besar, tapi tidak sebesar yang berada di Miralius
Walau begitu, pohon ini benar-benar menguras Mana-ku untuk membuatnya tumbuh sepenuhnya. Mungkin karena aku bertarung dengan Albert tadi malam, jadi aku merasa sangat lelah sekarang
Yah, kalau dipikir lagi, orang biasa mungkin sudah mati ketika menerima pukulannya malam tadi. Aku bahkan sampai dibuat melayang jauh...
"Baiklah. Kamu duduk saja disini"
"Tapi- Pohon itu-"
"Memang aneh karena tumbuh semalam bukan? Tapi tenang saja. Sejak awal, pohon ini memang tidak normal"
Semua tanaman yang tumbuh dari benih yang kubuat adalah makhluk sihir. Mereka berbeda dengan makhluk yang asli, tapi juga sama
Jika dibilang, mereka seperti air laut dan air sungai. Keduanya sama-sama air, tapi karakteristik mereka sangatlah berbeda
"O- Oberon! Apa itu?!" Tanya seorang warga
"Pohon. Baru melihat pohon ya?"
"Bukan begitu! Pohon itu sebelumnya tidak ada bukan?"
Aku akan abaikan saja mereka...
Mereka semua pasti akan terus menanyakan hal yang sama dan mencoba memasukkannya dalam logika. Aku hanya akan bilang satu hal
Tidak ada sihir yang bisa masuk dengan logika ilmiah. Sihir dibuat untuk melawan hukum alam. Semuanya
Aku kemudian menepuk tanganku sekeras mungkin untuk mengambil perhatian semua anak-anak
Setelah mereka memperhatikan, aku memberi isyarat agar mereka mendekat dan mendengarkanku sebentar
"Ada apa, Oberon?" Tanya seorang anak, mewakili yang lainnya
"Kalian dengarkan. Aku akan menambah sedikit tantangan untuk kalian"
"Tantangan?"
__ADS_1
"Apakah sulit?"
"Mungkin ada kaitannya dengan pohon itu"
Mereka mulai berbisik kepada satu sama lain
Aku kembali menepuk tanganku dan mengambil perhatian mereka lagi
"Karena kalian sudah terlihat mahir, aku akan membuat pohon itu mengejar kalian selama terbang nanti"
...
"Hah?!" Mereka semua serentak berkata
"Tunggu! Mereka bisa terluka bukan?!" Seorang warga berkata membantahku
"Tidak apa. Pohon itu akan menangkap mereka jika mereka tidak sengaja jatuh nanti. Para Fae juga bisa membantu mereka mengkoordinasi gerakan. Mereka itu memiliki otak juga tahu?"
"Tapi-!"
"Waktu kita tinggal satu hari tuan. Aku harap kamu mengerti dengan hal itu
Jika kita gagal mengevakuasi seluruh penduduk kota ini besok, kalian akan musnah di tempat kalian berdiri. Itu karena kehadiranku juga"
Aku juga butuh bantuan Eleanor
Burung merpati itu mungkin sudah sampai hari ini, dan raja Crux sudah pasti menerimanya
Isi surat yang ditulis oleh Eleanor itu tidak mungkin bisa ditolak olehnya. Karena...
Aku sudah tahu, apa pola pikir milik raja itu
......................
--- Sementara itu, Kastil Magellan, Crux ---
. . .
"Yang mulia Eloy?"
"... Ada apa, Yuriel?"
Yuriel hanya diam memandang rajanya yang duduk diatas kursi panjang sambil memutar gelas anggurnya itu
...
"Kamu datang karena sesuatu bukan?"
"... Hey Yuriel"
"Ya, Yang Mulia?"
"Bagaimana kamu bisa berhubungan baik dengan putri Hortensia?"
...
"Aku tidak mengerti maksudmu Yang Mulia. Mohon berkenan diperjelas?"
"Kamu tahu persis dengan apa yang kukatakan. Dan jangan anggap aku bodoh hanya karena aku diam selama ini. Aku tahu dia itu cucumu, tapi pasti ada alasan lain bukan?"
...
"Raja yang menguasai kerajaan ini sangatlah luar biasa... Aku tidak menyangka kamu bisa mengetahuinya walaupun aku mencoba merahasiakan itu serapat mungkin"
"... Hey Yuriel"
"Ya, Yang Mulia?"
"Kamu membenciku bukan?"
...
"... Sangat"
"Kamu ingin kuasaku bukan?"
"Benar sekali"
"Kenapa?"
"... Sama sekali tidak perlu kuberitahu"
Mereka memang tidak pernah memiliki hubungan yang baik
Eloy hanya memanfaatkan Yuriel untuk melakukan semua pekerjaan, sementara itu Yuriel menggunakan kuasanya dan mencoba mengumpulkan kekuatan untuk menggulingkan Eloy
Keduanya memiliki rencana untuk menihilkan rencana satu sama lain
Eloy memang terlihat malas dan tidak peduli, tapi dia itu sangatlah tajam, seperti sebuah pedang yang diukir oleh pengrajin terhebat
Keduanya sekarang ini sedang mengalami perang mental dengan satu sama lain. Tapi keduanya sama sekali tidak merasa tertekan kepada yang satunya
"... Kamu tahu Yuriel? Memegang kuasa, sangatlah tidak mudah"
__ADS_1
"Kata orang yang kerjanya hanya minum anggur dan menikmati wanita seharian. Kamu juga harus berhenti yang mulia, karena umurmu masih sangat muda"
"Aku tahu. Tapi aku tidak akan berhenti. Tidak akan pernah
Aku sadar tidak ada yang menyukaiku. Tapi, yang terpenting dari kehidupan ini bukanlah jumlah orang yang berada di sisimu, tapi berapa orang yang bisa kamu manfaatkan"
"... Pola pikirmu itu mengerikan Yang Mulia"
"Kata orang yang selalu menyelesaikan kasus dengan bukti palsu"
...
Eloy meminum habis anggurnya. Tidak lama setelahnya, dia membuang anggur yang berada diatas sebuah piring di meja, kemudian meletakkan gelas kosong itu diatas piring tersebut
Dia kemudian mengambil botol anggur yang dia miliki, kemudian mulai menuangkannya kedalam gelas itu lagi
"Memegang kuasa itu merepotkan. Masalahnya tidak ada pada seberapa besar kuasa itu, tapi ada pada seberapa banyak kamu bisa menahan tekanan kuasa itu"
Sama seperti anggur di dalam gelas itu. Jika terus dituangkan, maka anggur itu akan meluap dan tumpah ke tanah
Tapi, karena ada piring di bawah gelas itu, maka anggurnya justru tumpah ke atasnya
...
"Tapi, yang mulia..."
Yuriel mendekat kearah meja itu, kemudian menarik piringnya secepat mungkin sehingga membuat gelas itu terjatuh bersama dengan isinya
"Piring ini juga memiliki batas. Dan sebuah piring tidak seharusnya digunakan untuk wadah anggur bukan?"
...
"Jika kamu berpikir begitu...
Pikiranmu sangatlah sempit" Eloy membalas
Yuriel menatapnya tajam
"Yuriel... Gelas ini adalah wadah. Wadah memiliki ukuran untuk menempatkan sesuatu. Dan kamu tahu apa lagi yang bisa menjadi wadah?
Ruangan ini"
"... Kamu gila. Semua kiasanmu itu membuatku jijik"
"Tapi kamu harus mengakui, kalau aku cukup berpikiran luas"
"Cih"
"Ehe..."
"Kamu hanya ingin mengacaukan seluruh dunia dengan idealisme mu itu"
"Tapi ini kesenanganku~
Ruangan yang dipenuhi oleh anggur... Hal itu mungkin terlihat merepotkan tapi...
Itu adalah gambaran surga bagiku"
"Berhenti berpikir kalau kamu bisa menguasai dunia! Kamu itu hanya seorang manusia, bukan Tuhan!"
"Wah wah~? Bukannya kamu yang menginginkan kuasa juga sama sepertiku? Seorang manusia...?"
"Aku hanya menginginkan kuasa untuk menghentikan psikopat gila sepertimu!
Aku tahu kamu sedang merencanakan sesuatu, tapi apapun itu, aku akan menghentikannya. Orang sepertimu sama sekali tidak diperbolehkan memiliki kuasa apapun!"
"Dan kamu berpikir kamu bisa menghentikan ku?"
Yuriel mematung karena kaget, tidak tahu harus menjawab apa
"Diam saja Yuriel. Aku masih membutuhkanmu. Dan jujur saja...
Jika aku mau... Aku bisa membunuhmu dengan satu jentikan jari"
Eloy tertawa sinis di telinga Yuriel, membuatnya semakin gusar
"Jadi~ Beritahu aku~ Bagaimana kamu bisa berteman dengan Rosalia Hortensia?"
"... Kamu tidak akan paham. Dan kamu tidak perlu paham"
Dengan perkataan itu, Yuriel pun beranjak pergi keluar dari kamar sang raja
Eloy hanya diam memandang kepergiannya dengan tatapan mengejek
Dia kemudian mengambil gelas yang jatuh dan menuangkan kembali anggur ke dalamnya sebelum duduk santai lagi
"Yang merepotkan dari kuasa itu adalah calon-calon mayat yang menghalangi..."
Dia kemudian melihat kearah balkon di belakangnya, dan menemukan burung merpati yang sedang membawa sebuah surat dengan sebuah cap spesial
"Dan sepertinya, ada seseorang yang memutuskan menuruti perintahku"
Dia pun hanya tertawa sinis menyambut burung itu masuk
__ADS_1