
--- Beberapa saat setelahnya ---
"Dan dengan begini, sudah selesai"
"Terima kasih. Semuanya sudah resmi bukan?"
"Begitulah, pangeran. Cap Kerajaan bisa melakukan apapun, kamu tahu?"
Cap yang berbentuk bunga Hortensia yang sengaja dibuat besar seperti sebuah piala. Ketika bagian bawahnya sudah menyentuh tinta merah kemudian ditempelkan keatas sebuah kertas, tidak akan ada yang bisa melawan kuasanya, bahkan sang raja sekalipun
"Sungguh, pangeran. Kamu sungguh luar biasa tadi. Kecerdasanmu sangatlah luas dan brilian. Bahkan ketika aku seumuranmu, aku tidak akan mungkin bisa sederajat dengan pikiranmu!"
Pujian orang ini membuatku sedikit geli dan jijik. Terutama karena aku tahu betul kalau dia sedang mencari muka
"Kalau begitu, kami permisi dulu tuan Wales. Kami harus bersiap sekarang untuk keberangkatan"
"Oh, kalau begitu silahkan. Aku harap kamu beruntung dan hanya mengakhiri semuanya dengan negosiasi saja"
Aku ragu negosiasi saja akan berhasil
Kami pamit kepada orang itu, kemudian pergi keluar untuk kembali ke kastil Thyme
...
"Aku terkejut hanya ini saja yang kita lakukan..."
"Sejujurnya, aku juga. Aku berpikir kakak Rosalia adalah orang yang tidak akan mengalah, tetapi tindakannya tadi itu..."
"Kamu memaksanya untuk mengalah, Verdea. Rosalia pasti sedang melempar barang-barangnya karena kesal sekarang"
Berdasarkan apa yang dituliskan oleh Artorius beberapa waktu ini, Rosalia sering melakukan hal itu semenjak kami kembali
Sepertinya itu bukan hal baru juga...
Oh?
Verdea berhenti berjalan. Itu karena Artorius berdiri di hadapan kami sekarang
Kami pun mendekatinya, dan semakin kami dekat dengannya, semakin terlihat wajah kalut nya itu
"Kenapa, ayah? Ada masalah dengan kakak Rosalia?"
Dia terlihat lesu. Sudah pasti ada sesuatu
"... Dia mengusirku dengan nada geram. Dia bahkan melempar sebuah vas bunga kearahku"
"A- ah... Untung saja tidak mengenai badanmu..."
Apa-apaan ini?
Ayah yang tunduk pada anaknya sendiri?
"Kamu takut pada anakmu sendiri?"
"Takut mungkin bukan kata yang tepat. Mungkin khawatir lebih baik"
Khawatir?
"Aku khawatir dia akan melukai dirinya sendiri dengan melempari barang seperti itu"
Artorius kemudian menatapku dengan lemas
Dia terlihat ingin mengatakan sesuatu. Sesuatu yang dalam
"Oberon"
"Ya?"
"... Menurutmu, apa kamu bisa mengampuni nyawa anakku?"
...
...
"Mustahil"
"Hah?"
Aku mungkin bisa membiarkan dia hidup, tapi aku tidak bisa menjamin aku tidak akan berpikir untuk menyakitinya, membalas apa yang dialami oleh kaum ku
Penghinaan. Itu saja yang kami dapatkan dari perlakuan Rosalia Hortensia
Aku yakin para Elf juga tidak akan senang jika aku mengampuni nyawanya
"Aku hanya bilang mustahil. Aku bukan orang yang sangat pemaaf, terutama pada orang yang menginjak kaum ku seperti dia
Aku mungkin akan berubah pikiran jika dia itu bukan Rosalia Hortensia"
Kejahatannya sama sekali tidak akan bisa dimaafkan. Kaum Elf akan mengingat hal itu sampai ber-milenia lamanya
"... Maafkan kami Ayah. Tapi, sebagai teman Vainzel dan sebagai seorang manusia, aku juga tidak bisa memaafkan kakak. Dia harus mendapatkan hukuman yang setimpal, kematian. Kejahatannya itu sama sekali tidak manusiawi"
"Kamu juga... Verdea?"
"... Sekali lagi maaf"
"Kalau begitu kami pamit dulu, Artorius. Semoga bunga bermekaran denganmu"
Kami pun melangkah pergi, meninggalkan Artorius yang diam tidak bergerak di lorong kastil
...
Dia sungguh meminta kami untuk memaafkan Rosalia?
Verdea mungkin bisa memaafkannya karena Rosalia itu keluarga. Bahkan aku tidak menyangka dia sepemikiran denganku. Tetapi persepsi ku tentang pikirannya meleset
Lalu, Artorius berharap padaku?
__ADS_1
...
Aku tidak suka gurauan tidak berguna miliknya itu...
--- Beberapa menit kemudian, Kastil Thyme ---
Hah... Akhirnya aku bisa bernapas lega...
Akhirnya kami kembali... Setelah sekian lama kami berada di ruangan terkutuk itu...
"Ahaha~ Sudah lama aku tidak merasakan sidang milik manusia"
"Apanya yang lucu Ayahanda...? Aku bisa mati berdiri hanya karena berada diantara mereka kamu tahu?"
"Yah, Vainzel benar... Orang-orang itu... Menakutkan..."
L- Luxor?
Dia tidak apa-apa kan...?
Dia gemetar loh...?
"Sudahlah Luxor~ Kita sudah aman~" Lyralia berkata
Kamu juga gugup Lyralia...
Nadamu berubah menjadi sangat santai jika kamu merasa kelelahan karena gugup
"Sudahlah! Aku akan memasak banyak makanan agar kita semua bisa tenang!!"
"Lebih baik kamu tenangkan dirimu juga atau semua hal akan terbakar Ivor"
Lihat caranya berjalan ke dalam kastil...
Semua orang sepertinya sangat tertekan dengan atmosfer ruangan sidang tadi itu...
"Sepertinya kamu sangat senang setelah gak ini, anakku?"
"... Yah, begitulah Ayahanda"
Cap Kerajaan ini akan sangat membantu
Veskal hanya perlu menunggu sebentar lagi sebelum kami pergi menyelamatkannya
...
--- Beberapa saat kemudian ---
"Semua orang sudah siap untuk berdiskusi bukan?"
Mereka sudah duduk dengan tenang di tempat masing-masing. Aku bersyukur Edwin tidak ada disini sekarang ini
"Jadi, berkenaan dengan kita yang sudah mendapatkan cap kerajaan atas perintah Damien, kita sekarang bisa bebas melakukan apapun yang berkaitan dengan masalah ini"
"Tapi sungguh, aku tidak paham kenapa mereka harus memberi izin pada kita seperti ini..."
Persiapan utamanya sudah selesai. Langkah selanjutnya adalah...
"Ketika kita pergi ke timur nanti, kita harus bertemu dengan Black Hunt dahulu"
Ya. Kami harus menemui mereka
Benih yang kuberikan kepada Erin juga rusak, sama seperti milik Veskal. Ada sesuatu yang terjadi, tapi aku yakin mereka semua baik-baik saja dan bisa kami temui
"Kenapa harus Black Hunt? Mereka sudah melakukan bagian mereka dalam perburuan itu bukan?" Luna berkata lagi
"Mereka memegang semua informasi yang terjadi di dalamnya, termasuk bagaimana hilangnya Veskal di dataran Xiang"
"Lebih baik kamu mengirim merpati dahulu dan mengabari mereka untuk bertemu"
"Aku akan segera melakukannya"
"Ehem!"
...
Remina menarik perhatian kami. Aku bertanya-tanya kenapa
"Aku juga punya saran. Aku ingat ada seseorang diantara kita yang sangat familiar dengan Xiang. Aku sarankan, kalian bawa orang itu nanti" Dia berkata
...
Dia berbicara tentang siapa...?
Siapa diantara kami yang familiar dengan daerah Xiang?
...
"Claudia...!" Verdea bergumam
...!
Oh ya!
Dia sedang kutugaskan di Crux sekarang, jadi aku tidak memperhitungkannya dalam rencana ini
Berarti, aku harus menarik dia dari sana dahulu, walaupun dia mungkin belum menuntaskan tugas memberi racun tidur itu
"Kalian benar Verdea, Remina. Aku akan segera mengabarinya juga"
"Lalu, bagaimana dengan kastil ini? Tidak mungkin kita semua akan ikut bukan?" Frank bertanya kali ini
"Aku akan menyerahkan kastil ini di bawah pengawasan Artorius untuk sementara waktu. Beberapa dari para petinggi juga akan diam disini"
"Hah? Beberapa dari kami harus diam disini?" Luxor bertanya
"Jangan bercanda Vainzel! Kami juga mau ikut!" Ivor menambah
__ADS_1
"Tidak. Kalian semua harus tetap diam disini seandainya terjadi sesuatu di Miralius juga. Ingatlah kalau portal darurat itu kuletakkan disini, di kastil ini"
"Tch! Terserah!"
Ivor kemudian mendengus seperti anak kecil
Waktunya kertas dan tinta untuk keluar
Aku melakukan seleksi diatas kertas kosong untuk penggambaran siapa yang harus pergi dan tetap tinggal di kastil Thyme
Tidak lama setelah mencorak-corek kertas itu, aku menunjukkannya kepada semua orang
"Ah...! Aku sudah duga aku tidak akan terpilih...!"
Aku ✓
Verdea ✓
Ordelia (mungkin)
Luxor (mungkin)
Lyralia ×
Ivor ×
Luna ×
Remina ×
Frank ×
Ayahanda ×
Claudia ✓
"Tunggu. Kenapa hanya Verdea yang mungkin ikut? Dan juga, kenapa Ordelia?" Luna memprotes
Aku tahu akan ada pertanyaan begitu...
Jariku pun mulai terangkat mulai dari jari telunjuk
"Pertama, karena ini bukan rencana untuk perang besar-besaran. Ini bisa jadi penyelundupan ke dalam markas lawan karena aku membawa Claudia juga. Aku ingin menghindari pertarungan tidak penting yang hanya akan memakan waktu dan fokus langsung ke titik lemah musuh
Kedua, kalian para petinggi yang kutinggalkan itu lebih kuat daripada yang ingin kuajak. Meninggalkan kalian akan menjadi pilihan yang bijak untuk melindungi kastil ini dan Miralius seandainya ada bahaya tak terduga. Mungkin terdengar sangat aneh bagiku untuk mengajak Ordelia, tapi aku bisa menjamin dia akan sangat membantu nanti
Ketiga. Verdea yang membuat fondasi rencana untuk menyelamatkan Veskal, jadi dia HARUS ikut, mau atau tidak mau"
"Dan aku jelas mau ikut. Aku harus melakukannya dengan usahaku juga" Verdea berkomentar
"Aku juga tidak keberatan ikut. Hanya saja, aku tidak yakin bisa berguna banyak" Luxor menggerutu
"Tenang saja Luxor. Aku sudah memperhitungkan kemampuanmu juga"
Dia akan sangat berguna menjadi penyerang jarak jauh dan bantuan cadangan nanti. Aku punya sedikit rencana untuk membuat Xiang menyesal melakukan apa yang sudah mereka lakukan
Hal utama yang harus kulakukan nanti juga adalah berhati-hati dengan rencana dari raja Shen. Orang itu tidak bisa kuanggap remeh, karena dia dengan jelasnya berani menculik Veskal, bahkan hingga kabarnya sampai ke telingaku
"Lalu, mengenai alasan Shen menculik Veskal..."
Dia jelas ingin memancing kami kesana. Spesifiknya, dia ingin memancing AKU kesana. Tapi aku tidak tahu apa niatnya dengan melakukan hal itu
Aku menduga karena ada kaitannya dengan Rosalia. Rosalia juga mungkin sengaja membiarkan kami lepas begitu saja karena dia ingin kami masuk ke dalam perangkap Shen
Sayang sekali aku sudah tahu kalau itu adalah jebakan
"Cukup bermasalah ya...?" Verdea mengeluh
"Aku khawatir kita sedang bermain sesuai dengan irama Rosalia sekarang ini. Itu sebabnya kita harus mencari cara untuk membuatnya tidak bisa berkata apa-apa dengan lepas dari genggamannya" Aku berkata
"Kalau begitu..."
Remina sekali lagi menarik perhatian kami sambil mengangkat tangan kanannya ke udara
"... Biarkan aku ikut dalam rencana ini" Dia berujar kemudian
"Hah? Kamu ini kenapa, nak?"
"Biarkan dia bicara Ivor. Aku ingin tahu, hal macam apa yang bisa kamu lakukan untuk rencana ini?"
"Aku akan menjadi bantuan cadangan kalian"
...
"Tunggu dulu pendek! Kamu-!"
"Tidak. Biarkan dia ikut" Aku memotong Verdea
"Vain?!"
...
Anak ini paham dengan rencanaku. Dia sadar dengan semua hal yang kupikirkan
Dia tahu, apa yang kumaksud dengan 'bantuan' padahal aku belum memberitahu mereka apa-apa mengenai rencana penyelundupannya
Orang yang memiliki pikiran cermat sepertinya akan bagus untuk dijadikan 'bantuan'
"Aku sudah bilang kalau aku akan membuat Xiang menyesal bukan? Aku akan beritahu kalian sekarang, semua rencana yang sudah kususun"
Raja itu akan sangat terkejut dengan apa yang akan menghantamnya
Aku yakin dia yang justru akan bermain di dalam iramaku melalui rencana ini
Sisanya akan bergantung kepada semua orang yang mengikutiku. Jika mereka cukup cermat dan lihai, semuanya akan lancar seperti aliran sungai tanpa batu
"Intinya, kita akan menyusup, dan meletakkan semua hal yang dibutuhkan di tempat yang seharusnya"
__ADS_1