Book Of Flowers

Book Of Flowers
Kekuatan Baru


__ADS_3

...


Pagi hari tiba. Kami bahkan tidak sempat tidur satu detik pun malam ini


Semua hal masih harus dibereskan, terutama ketika pasukan Hortensia dan Orion baru tiba. Mereka segera memanggil bala bantuan untuk membantu kami yang sudah terluka


Dan di samping beberapa yang ada di dalam penjara bawah tanah itu, ada ruangan lain yang berada di bawah lorong bawah tanah itu. Ruangan yang dipenuhi oleh para Dwarf yang sedang bekerja dengan rantai yang mengikat seluruh tubuh mereka


Beberapa bahkan ditemukan dalam waktu yang terlambat. Mereka tiada sebelum kami bisa menemukan keberadaan mereka


Untuk yang selamat, mereka semua terlihat sangat lelah dan hampa. Membawa mereka sebagai saksi sama sekali tidak akan ada gunanya. Yang mereka butuhkan adalah istirahat yang sangat panjang dengan seseorang yang akan selalu merawat mereka


Kebanyakkan orang yang kami bawa awalnya terluka. Tetapi, satu efek dari Garden of Heaven adalah, sihir itu bisa menyembuhkan semua luka yang dirasakan, dan menenangkan pikiran dari segala hal yang buruk


...


Mungkin itulah sebabnya Darwin tidak menyalahkan Aestas di napas terakhirnya, tetapi justru meratapi nasibnya. Efek dari Garden of Heaven sungguh kuat


Aku penasaran...


Apa yang akan mereka lakukan, ketika mereka bertemu kembali disana? Apakah kedua teman yang menjadi musuh itu akan meminta maaf kepada satu sama lain...?


...


Entahlah...


Hanya Tuhan yang tahu


Untuk sekarang...


Semuanya baik-baik saja. Baik orang yang kubawa, maupun para pasukan abnormal. Aku sengaja memilih untuk menggunakan sihir ini karena aku tidak ingin menyakiti orang lain juga bila terpaksa


Terbukti berguna rupanya. Dan dengan cara yang membuat kami nyaris putus asa, namun berhasil


Verdea juga tidak memberiku tanda ketika dia menggunakan kekuatan segelnya


...


Oh, aku lupa dengan satu hal itu


"Veri-"


"Wah, wah~ Oberon~!!"


...


Suara tidak mengenakkan telah datang...


Siapa lagi selain kapten kapal yang mengajakku berdebat dengannya sebelum kepergian kami kemari?


Dan Edwin juga mengikuti dari belakang. Aku yakin dia disana hanya untuk menahan satu sisi yang sudah kelewatan dalam pembicaraan ini nanti


"Apa urusanmu disini, kapten?" Aku bertanya kepadanya


"Tidak ada. Aku hanya ingin menemui... Seorang pelanggar aturan"


"Sangat penuh kepedulian darimu untuk mengkhawatirkan kami. Sayang sekali kami tidak memerlukannya"


"Tapi aturannya ingin berkata lain. Kalian sudah melanggar teritori negara asing secara paksa, walaupun kita datang kemari dengan niat diplomasi saja"


Ah, soal itu


Orang bodoh ini pasti tidak memiliki otak untuk berpikir kalau Shen Xiang bisa diajak bicara oleh kami. Atau dia hanya mempelajari aturan hanya untuk menyalahkan kami saja di situasi seperti ini


Aku percaya kalau dia melakukan pilihan kedua itu


"Tentu. Tapi, kita lihat apakah pengadilan kerajaan akan menghakimi kami setelah kami menyerahkan laporan nanti" Aku membalas kapten itu


"Apa yang kamu maksud?"


"Laporan kapten. Setiap kali sebuah data atau peristiwa yang melibatkan kerajaan terjadi, laporan harus selalu ada bukan?"


Sudah kuduga orang ini bodoh. Lihat wajah kebingungannya itu


"Kalian tidak tahu apa-apa. Dan bisa dibilang kami CUKUP beruntung Xiang memiliki sesuatu yang akan membuat bahkan seluruh negara di semenanjung Vitario akan mencemooh mereka"


Dan kalian hanya akan ternganga


Oh, persetan. Mereka akan segera ternganga. Remina sudah tiba


"Remina. Bagaimana dengan para tahanan di ruang bawah tanah?" Aku bertanya


"Semuanya baik-baik saja, Oberon. Semuanya berkat sihirmu yang luar biasa ini" Remina menjawab dengan nada senang


Dari nadanya saja, aku tahu kalau dia sangat ingin menyelamatkan para tahanan itu sejak tadi. Setidaknya sekarang dia terlihat senang


"Maaf, tapi... Tahanan?" Edwin bertanya tanda bingung


Aku hanya tersenyum dan membalas, "Perlu kuperjelas definisi tahanan?"

__ADS_1


Edwin langsung diam. Apalagi kapten kapal itu


"Kalau begitu serahkan kepada kami untuk membantu mereka-"


"Tidak perlu. Entah apa yang akan kalian lakukan kepada para tahanan itu dibawah perintah Rosalia" Aku memotong Edwin


"Hah??! Kamu berkata seakan tuan putri Rosalia itu adalah seorang penjahat! Berani-beraninya...!!" Kapten kapal itu menegaskan dan menarik kerah bajuku


"Oh lihat~ Si anjing marah karena aku menghina tuannya"


Aku kemudian tersenyum melihat wajah kesalnya yang berniat menggigitku itu. "Pergilah dan siapkan kapal sana. Lagipula itu saja guna kalian selama pertempuran ini"


Kapten kapal itu pun menyerah ketika Edwin menahannya. Dia pun segera beranjak dengan wajah merah yang siap meledak karena kesal


"... Maafkan dia. Tapi, kata-katamu juga sedikit kasar" Edwin mengingatkanku


"Entah siapa yang peduli perasaannya. Setidaknya bukan aku" Aku menjawab Edwin, selagi membenarkan kembali kerah bajuku


"Sekarang pergilah! Jangan ganggu Oberon lebih lanjut!" Remina menyela


Ah, anak ini...


"Baiklah, baiklah. Jaga Oberon mu baik-baik, nak" Edwin berkata, berniat mengelus kepala Remina


Tetapi Remina tentu menepis tangannya itu sebelum sempat disentuh, dan segera bersembunyi di belakangku. Lidahnya pun terjulur kearah Edwin, selagi kami berdua yang melihatnya hanya tertawa canggung


"Oh, Edwin ada disini...!"


Oh, Verdea ada disini...!


Veskal juga...! Ordelia juga...!


"Kebetulan. Aku juga sedang ingin mencarimu sekarang" Aku berkata padanya


"Setidaknya kami sudah disini. Para tawanan itu menahanku sejak tadi dan mengucapkan terima kasih berkali-kali, jadinya sedikit lama" Veskal menjawab


Jadi mereka juga mengecek orang-orang itu juga bersama Remina


"Syukurlah tidak ada korban. Kecuali..."


...


Semua orang yang kami temukan di dalam penjara itu...


"Tidak apa, Veskal. Jika kita sudah mengubur mereka semua dengan benar, aku yakin mereka akan berada di tempat yang lebih baik"


Veskal mengangguk lemas. Sepertinya aku masih tidak terlalu meyakinkannya, jadi lebih baik aku biarkan dia menenangkan diri saja


"Ver-"


...


Aku berhenti sejenak ketika menyadari ada orang tidak diinginkan masih berada disini, hingga aku menoleh kearahnya untuk mengusir orang itu dahulu


"Edwin, jika tidak keberatan, sebaiknya kamu urus saja Collin. Dia pasti ketakutan" Aku berkata


Sekalian agar kedua orang itu tidak bisa mengawasi kami dan memberikan informasi yang mungkin penting


Edwin pun sadar kalau dia diusir, jadi mau bagaimana lagi?


Dia pun pergi tanpa sepatah kata lagi, mencari Collin diantara kerumunan pasukan yang sibuk memeriksa setiap sudut bekas medan tempur itu


...


Baiklah, dia sudah jauh


"Verdea. Bagaimana caranya kamu menggunakan kekuatan segelmu tanpa menyentuhku dengan tangan kananmu?"


Posisi kami justru sangat jauh. Dia masih berada di ruang bawah tanah waktu itu, tetapi entah kenapa aku bisa merasakan ada kekuatan masuk ke tubuhku yang persis seperti miliknya


...


Verdea pun tersenyum, kemudian mengajak kami untuk berjalan kearah hutan kecil itu


Kami pun setuju, menyadari kalau hal itu mungkin sangat rahasia


...


Apa yang-??


Bagaimana bisa-??


Aku-


Aku benar-benar tidak paham dengan konsep kekuatan segel ini...


Semakin aku berusaha mencari tahu, semakin banyak pertanyaan yang muncul


Maksudku, sekarang dia memiliki kekuatan untuk mengubah gambar segel di tangannya itu menjadi sebuah cincin??

__ADS_1


Sihir macam apa ini??


Dan juga...


"Cincin ini... Apa gunanya?"


Pertanyaan bagus, Veskal


"Ini yang membuat kalian memiliki kekuatan untuk terus mempertahankan Garden of Heaven sampai sebegitu lamanya tanpa membuat Ordelia ataupun Vainzel terbebani. Konsep kerjanya sama dengan segel milikku, namun bisa jarak jauh"


Tapi, ketika cincin ini muncul, segel di tangan kanannya sepenuhnya menghilang tidak berbekas


Dalam artian...


"Cincin ini adalah bentuk asli segel itu..." Aku berkata, dikonfirmasi oleh anggukan mantap dari Verdea


Perkataanku langsung masuk ke kepala ketiga orang yang bersama kami, tanpa pertanyaan lebih lanjut


"Dan juga, inti dari kekuatanku ini adalah, jika aku mempercayai seseorang dan begitu juga sebaliknya, aku bisa memperkuat mereka sejauh apapun kami"


...


Aku yakin yang satu itu diberitahukan oleh Marcellus. Aku tidak yakin dia sudah memiliki kesempatan mencobanya terlebih dahulu


Itu artinya, kekuatan itu memang sudah ada padanya, tetapi Marcellus memberi Verdea penerangan mengenai kekuatan tersembunyi itu


Sebenarnya, seberapa jauh batas kekuatan segel ini? Seakan dia bisa melakukan segala hal yang tidak biasanya dilakukan oleh Marcellus


...


"Jadi... Kamu sudah menikah rupanya~?" Remina berkata dengan nada usil


"Hey-!!"


Ah dan satu hal lagi


Entah kenapa, cincin itu muncul di jari manis tangan kanannya. Dan terlihat sangat tidak bisa dilepas begitu saja, terutama ketika dia mencoba menarik keluar cincin itu dari jarinya


"Oho~ Rupa-rupanya~" Aku mengikuti kemudian


Veskal pun juga terlihat ingin menggoda Verdea bersama kami, terlihat dari wajahnya yang mulai berseri-seri itu


"Hanya karena segel ini muncul di tempat ini, bukan berarti aku sudah menikah! Aku ini masih muda!" Verdea menyerukan karena gusar


"Oh! Dia mengaku kalau dia masih bocah!" Veskal berteriak sebelum tertawa


"Veskal!!"


Kami pun menertawainya untuk sesaat setelah itu. Bahkan Ordelia juga mengikuti karena geli melihat tingkah kami


"Baiklah, kami akan berhenti" Veskal berkata, sebelum memelankan tawanya


"Tenang saja. Cincin itu memang cocok padamu, di jari mana pun dia terletak" Aku berkomentar


Jika aku pikir lagi, mawar kuning memang cocok untuk Verdea. Jika kami kembali dan festival bunga sudah dimulai nanti, sepertinya aku akan memberikan dia mawar kuning


Aku yakin Veskal juga sependapat


Verdea mendengus selagi membuang wajahnya, mungkin karena masih kesal kepada kami


"Ah, begitu. Sebaiknya kita bersiap saja dan memperhatikan semua hal lagi. Aku masih khawatir dengan para tawanan" Verdea berkata dengan ketus


Dia mulai menjauh tanpa menunggu kami, selagi mengibas tangannya hingga cincin itu kembali dalam bentuk segel bunga mawar di punggung tangannya


Remina yang tidak sempat bicara 'ingin ikut' itu pun terpaksa hanya mengikutinya dari belakang tanpa perlu mengatakan apa-apa lagi


Ahaha...! Dia malu kami memujinya!


"Veskal, Ordelia"


Kuajak mereka berdua untuk mengikuti kedua anak itu


Mereka hanya mengangguk setelah tertawa kecil, dan kami pun beranjak dari tempat kami


...


Dia sudah mulai kuat berjalan di depan...


Dia sungguh berubah namun juga tidak. Sikap dan sifatnya masih sama, namun dia memiliki sesuatu yang dia pendam


Sesuatu yang semakin mendorongnya ke depan, melalui batin


Aku masih penasaran, apa tujuan keberadaan kedua yang kurasakan di tubuhnya itu?


...


Ya, keberadaan kedua yang kurasakan itu adalah segelnya, tidak bisa kusalahkan lagi


Aku harus mencari tahu apa sebenarnya segel itu, hanya untuk berjaga-jaga

__ADS_1


...\=\=\=\=\=\=\= Arc Xiang & Darwin Tamat \=\=\=\=\=\=\=...


__ADS_2