
--- Keesokan Paginya ---
Aku menatap ke depan menghadapi keramaian yang menyambut kami di pelabuhan
...
K-
Kami...
Dibawa ke kemah pemeriksaan ini...
...
Hah... Yah, bunga Aspiritus memang berfungsi untuk meyakinkan seseorang, tapi tidak mengubah pikiran mereka. Kapten itu pasti sudah menentukan kami akan dikirim kemari terlebih dahulu sejak awal, walaupun aku sudah meyakinkannya agar tidak perlu curiga
Semua kerajaan manusia di dunia sekarang ini sedang menerapkan kebijakan pemeriksaan ini untuk para pelancong yang ingin masuk. Sama seperti kebijakan kota Hortensia
Mereka memang dipengaruhi oleh Hortensia untuk melakukan kebijakan ini guna menghambat pergerakkan kami. Itu sebabnya aku butuh waktu yang lama untuk keluar masuk suatu negara
Tapi, yang aku takutkan hanyalah kalau kedua anak ini ketahuan. Aku yakin Ayahanda dan Zaphir bisa melewati pemeriksaan, tapi itu karena mereka berdua tidak dikenali berkat jimat penyamaran Zaphir dan tubuh baru Ayahanda
Sementara itu, Verdea dan Veskal sama sekali tidak memakai apapun untuk menutupi identitas mereka selain jubah berkerudung
Rosalia sudah pasti akan memasang poster wajah mereka agar mereka bisa tertangkap...
Tapi aku hanya berharap kalau wajah mereka belum diketahui oleh pasukan Crux untuk sekarang
Semoga kami bisa melaluinya
Dan lagi...
Pasukan Orion juga ada disini...
Lambang rasi bintang Orion yang diukir dengan warna biru cerah dengan sedikit kesan kemerlap, tertempel di seragam beberapa prajurit di tempat ini
Pergerakkan kami lebih dibatasi dari apa yang kuduga. Raja dari Crux ternyata sudah berencana untuk mengantisipasi kehadiran kami
"Ah, aku belum menanyakan hal ini, tapi siapa nama kalian?" Kapten kapal yang tiba-tiba muncul itu bertanya pada kami
...
Aku tidak sempat memikirkan membuat nama palsu untuk kami...
Bagaimana ya...?
Aku juga tidak bisa berbohong, jadi aku membiarkan Verdea saja yang berbicara untuk hal ini
"Aku Veris. Pria berambut hitam ini bernama Vin. Yang berbadan besar ini bernama Zapper. Anak ini bernama Alfi. Dan orang itu bernama Veselia. Apa jawaban itu cukup memuaskan mu kapten?" Verdea berkata, menunjuk kami satu persatu
Tapi dia sama sekali tidak menggunakan bahasa Hortensia, dan bahasa Crux yang dia gunakan terdengar sangat fasih
Aku terkesan Verdea memahami bahasa Crux dengan lancar. Dia pasti belajar giat untuk memahaminya. Aku jadi penasaran apa saja yang dia pelajari selama 5 tahun
{
Note : Selipan dari Author! Untuk penjelasan tentang bahasa dunia ini, saya bakal samakan dengan bahasa dunia kita yang asli
Hortensia : Inggris
Cassiopeia : Prancis
Orion : Yunani/Latin
Crux : Spanyol
Sahra : Arab
Xiang : Cina
Gong : Jepang/Korea
Bestia : Rusia
Borneus : Indonesia/Melayu
__ADS_1
}
"Hm... Nama kalian terdengar aneh. Bukan orang dari benua ini?"
"Tepat. Kami berasal dari Hortensia. Kota Calendula lebih tepatnya"
"Ah, begitu..."
Setidaknya efek bunga Aspiritus masih bisa bekerja untuk orang ini. Tapi aku harus tetap hati-hati agar aroma bunga ini tidak lebih semerbak dari pewangi yang kami pakai
"Sudahlah anak-anak. Pergilah ke tenda yang ada di sebelah sana. Aku akan yakinkan kalau pemeriksaannya tidak akan kasar" Kapten itu berkata
"Tenang. Sebagai pengelana, kami juga sudah melalui banyak pemeriksaan seperti ini, kecuali si kecil Alfi" Aku berkata
Alf tersenyum mengikuti perkataanku seperti seorang anak kecil
Kami pun pamit kepada kapten kapal itu dan berterima kasih, kemudian pergi ke tenda yang ditunjuk oleh kapten itu tadi
Dan tentu saja, aku tidak lupa untuk mencari tempat aman untuk para Fae bersembunyi dengan menggunakan Veskal yang beralasan ingin pergi kencing
Setelah menunggu Veskal selama beberapa saat di depan tenda pemeriksaan, dia akhirnya datang kembali ke kami
"Kamu sudah menyembunyikan mereka di tempat yang aman bukan?" Aku berbisik pelan
Dia hanya mengacungkan jempol dan tersenyum lebar untuk mengkonfirmasi pertanyaanku itu
Waktunya kami masuk
--- 15 menit kemudian ---
Merepotkan...
Mereka meraba setiap inci pakaian yang kami kenakan hanya untuk mencari senjata tidak terlihat atau semacamnya, tapi aku tidak suka cara pria yang memeriksaku. Dia seperti memiliki niatan buruk, dan aku semakin jijik kepadanya ketika dia meraba teman-temanku juga
Seandainya dia bergerak satu langkah lagi diluar batas, aku akan memotong kepalanya tanpa pikir panjang, disini, sekarang juga
Kami juga harus mendaftarkan sidik jari dan wajah milik Veskal, Verdea dan Ayahanda terlebih dahulu karena mereka baru terlihat pergi berkelana
Aku benci sinar dari batu rekaman itu. Silaunya membuat mataku perih, belum lagi bagian dalam tenda itu sangat gelap. Mataku jadi terasa kaku dan berkunang-kunang karenanya
"Tidak apa. Kepalaku hanya pusing sedikit"
Ada satu hal yang lebih penting sekarang ini
Aku menoleh kearah Veskal, dan dia langsung paham kalau aku ingin mencari lokasi Fae yang disembunyikan
Dia pun memimpin jalan kami ke tempat para Fae itu
"Vain. Aku lupa menanyakan hal ini, tapi apa kamu yakin kita bisa menerobos masuk dan keluar dengan aman dari Crux?" Verdea yang setengah berbisik bertanya
...
"Aku juga tidak tahu. Rencana ini akan berjalan mulus kalau satupun dari kita tidak melakukan kesalahan, ditambah dengan sedikit keberuntungan"
Faktor keberuntungan itulah yang menggangguku
Hasil rencanaku yang tidak pasti bentuknya ini membuatku gelisah dengan keselamatan mereka
Kami bisa mundur kapan saja menggunakan sihir para Fae atau teleportasi paksa dari jimat milik Paman Zer ini. Kedua cara itu sudah cukup cepat sebelum para peramal sihir kerajaan Orion bisa mengejar kami, memastikan kalau kami bisa keluar dengan aman
Resiko dari hasilnya sekarang adalah apa kami bisa merebut batu jiwa itu kembali atau tidak. Dan jika kami sudah menyusup lebih dalam ke kerajaan ini, aku yakin jalan keluar akan semakin tertutup
......................
Setidaknya kami bisa melewati tempat itu dengan cepat...
Kami juga harus menuntaskan hal ini dengan cepat. Jika Rosalia menyadari gerak-gerik kami, dia pasti akan langsung kemari untuk melindungi Yuriel
Perjalanan ke kota utama Crux akan sangat panjang...
"Vain..."
Ah, Verdea memanggilku
"Ya Veri?"
__ADS_1
Tapi... Kenapa dia terlihat lesu begitu? Lelah karena perjalanan?
Padahal matahari baru mulai merangkak keatas kepala kami
"Kenapa? Kamu lelah?"
...
"Apa kita tidak punya cara lain untuk menyelesaikan hal ini?" Verdea bertanya
...
"Sayangnya tidak"
Verdea tersentak mendengar jawabanku
Melihat situasi seperti ini, mustahil kami bisa menyelesaikan semua hal yang terjadi hanya dengan bicara
Aku juga tidak ingin berdamai dengan orang itu sampai dia tewas
"Kenapa kamu bertanya?" Aku berkata balik
"... Aku hanya tidak ingin membunuh keluargaku"
...
"Maaf aku bilang begini, tapi aku, baik sebagai raja para Elf ataupun temanmu, aku tidak bisa menerima masukkan itu darimu" Aku menjawab dengan tegas
Verdea tentu kaget karena jawabanku itu, terlihat di seluruh wajahnya yang menatap kearahku
"Kita tidak tahu apa tujuan Rosalia yang sebenarnya untuk melakukan semua hal ini. Tapi aku tidak ingin duduk diam saja dan menyaksikan apa yang sedang dia lakukan" Aku menambahkan
Dia harus berhenti, mau tidak mau. Jika perlu, aku akan membuatnya terkubur di tanah
Aku sangat membenci Rosalia, dan aku tidak akan berusaha menyembunyikan hal itu
Verdea tiba-tiba berhenti berjalan. Mengetahui hal itu, kami yang lainnya langsung ikut berhenti
Badannya bergetar seakan dia ragu namun ingin mengatakan sesuatu
"... Kalau begitu aku mohon. Jangan bunuh kakak-kakakku itu"
"Verdea, permintaanmu itu konyol. Rosalia sudah menyebabkan banyak kematian, dan kamu ingin mengampuninya?!" Veskal menyela
"Memang benar kakak-kakakmu yang lain dan para selir raja berada di dalam genggaman Rosalia. Tapi, mereka sama bersalahnya karena sudah menyembunyikan kebenaran dari hal keji itu" Alf menambah
"Maaf aku berkata begini, tapi itulah penyebab aku tidak percaya sedikitpun pada kakakmu Collin. Dia sudah terlalu lama menyembunyikan kebenaran hal itu, dan tiba-tiba dia menolong kita? Jika kamu tidak memohon pengampunan untuknya, aku mungkin sudah mengeksekusi orang itu sekarang. Tidak membahas anggota keluargamu yang tidak menolong sama sekali" Aku ikut berkata
"Vain-!!"
"Keluargamu itu tidak tertolong sama sekali"
"...!"
"Mereka semua busuk sampai ke akarnya. Aku heran kenapa kamu bisa satu darah dengan mereka?"
...
...
...
Ah sial. Aku terlalu kesal dengan pembicaraan ini sehingga mulai bicara kasar kepada Verdea...
"Aku sudah tahu kalian akan menolak" Verdea berkata, kemudian berjalan pergi secepat mungkin menjauh dari kami
Veskal ingin mengejarnya untuk meyakinkan Verdea, tapi aku menghadangnya dan membiarkan Verdea memikirkan ulang semua hal ini
Jika dia ingin berpikir ulang...
Anak itu keras kepala, dan aku tahu itu. Aku hanya berharap pikirannya mau terbuka dan mau menerima alasan kenapa aku ingin memusnahkan anggota keluarganya
Aku juga sama sekali tidak memandang perkara ini hanya dari sudut kaum Elf, tapi juga dari sudut kaum manusia. Membunuh sebagian besar umat manusia, menipu mereka, dan menodong para Elf sehingga membuat kebencian yang tidak benar...
Tidak pernah sekalipun aku bertemu manusia sekeji perempuan itu...
__ADS_1
Verdea harus paham kalau Rosalia tidak boleh tetap ada di dunia. Hanya Tuhan yang tahu hal apa yang sedang direncanakan olehnya, dan apa dampaknya pada dunia jika berhasil