Book Of Flowers

Book Of Flowers
Kastil Para Vampir


__ADS_3

--- Beberapa jam kemudian, Kastil Vampir ---


"Kalian apa!?" Teriak Rosalia kesal


"Kami hanya bisa menculik anak itu" Darwin berkata


Rosalia langsung memasang posisi duduk tenang, tapi masih dengan wajah yang terlihat murka


"Kerja bagus, walaupun aku bisa jamin kaum vampir seluruhnya akan dihabisi oleh para Elf itu!" Dia kemudian menambahkan


Dan dengan rasa kesal, Rosalia pun melempar cangkir teh yang disuguhkan padanya itu hingga pecah menjadi berkeping-keping di lantai


Benda yang sempat melayang kearah wajah Darwin itu mampu dihindari, tetapi sekarang meninggalkan genangan di kakinya yang dengan jelas memantulkan raut wajahnya yang geram


Dia geram. Rosalia geram. Bagaimana tidak? Keduanya merasa dipermalukan walaupun sudah merasa percaya diri semua hal akan berjalan dengan lancar


Mereka terlalu meremehkan lawan mereka, yaitu kami. Dan itu meninggalkan rasa pahit di lidah keduanya


"Kenapa aku mendapatkan orang-orang berotak lamban seperti kalian!?" Rosalia berteriak sekali lagi sambil memukuli tangan kursi yang dia duduki


"Maafkan kesalahanku nyonya Rosalia..." Darwin berkata


"Hahahahaha!!! Tapi pertunjukkan tadi itu sangat mewah~!" Yael menyela, membuat Darwin melirik kearahnya dengan tampang kesal


"Terima kasih, tuan Tarasque"


"Itu tetap tidak berguna untukku!!!" Rosalia menyela dengan lengkingan yang membungkam keduanya seketika


Dia terlihat sangat lelah merasa kesal karena perbuatan para anak buahnya itu. Kepalanya terasa pusing sampai-sampai dia ingin muntah


Tetapi nasi sudah menjadi bubur. Seberapa besar pun kekesalan yang dia lontarkan kepada Darwin disaat itu sama sekali tidak akan menghasilkan apapun


Dan di sisi lain...


...


Rosalia harus segera menenangkan dirinya, merasakan ada sesuatu gelombang besar yang akan datang ke tempat itu


"Terserah kamu mau lakukan apapun kepada anak itu, tapi jangan sakiti dia kecuali terpaksa"


"Jadi, boleh aku menghisap darahnya?"


"Kamu tuli? Aku tidak akan menjamin keselamatan kalian jika kalian melakukan hal itu. Jika kalian punya kepala, gunakan anak itu sebagai alat tukar"


Dia kemudian memberi isyarat pada Yael untuk membawanya pergi


Yael pun bersiap selagi Rosalia berjalan ke dekatnya


"Aku akan mendoakan keselamatanmu tuan Ziegler, tapi aku tidak mau ikut dengan 'pesta' milikmu itu"


Kalimat perpisahan telah dia ucapkan, dan Yael segera membawa diri mereka berdua pergi dari tempat itu sejauh mungkin dari marabahaya yang telah dipastikan datangnya


...


...


...


*Ktam!*


Tidak perlu waktu lama juga, untuk Darwin menghancurkan lantai tempat dia berdiri dikarenakan dirinya yang dipenuhi kekesalan


"PEREMPUAN SOMBONG ITU...!!!" Dia bergumam dengan nada yang bergema


Wajahnya berubah 180 derajat. Wajah yang selalunya terlihat pucat pasi itu mulai menghitam, selagi matanya yang semakin memerah terlihat nyaris keluar dan tercopot dari tempatnya


Tubuhnya tanpa disadari mulai membesar dengan gerakan seakan dia mengalami kejang kecil. Seakan menggambarkan kalau amarahnya sekarang ini mampu untuk meledakkan tubuhnya sekaligus


Hingga... Dia mendengar ada seseorang yang datang. Seseorang yang baunya sama dengan dirinya, seorang vampir


Tubuhnya kembali seperti semula, dan setelah itu, matanya dia arahkan kepada vampir yang mengganggunya itu


"Tuan Darwin..."


"Para Elf itu sudah tiba, bukan...?" Darwin menyela, dimana itu membuat vampir tersebut tersentak sebelum mengangguk


Darwin memiringkan kepalanya sedikit, masih mencoba menenangkan dirinya dari amarah yang masih menggebu. Tetapi karena ketibaan dari kami semua sekarang ini, dia sama sekali tidak boleh lengah


Rosalia benar. Dia harus bisa melawan balik. Wanita yang dia turuti perintahnya untuk saat ini itu tidak pernah salah dalam memberi keputusan


Walau dia kesal sekalipun... Darwin harus


"Kamu! Persiapkan penjagaan para Gargoyle di depan kastil! Persiapkan setiap vampir yang ada, dan halau semua musuh yang akan datang apapun caranya!"


Pelayannya itu langsung menunduk hormat dan segera bergerak menuju koridor lain kastil, meninggalkan Darwin sendirian di ruang takhtanya


Pria bertubuh raksasa itu pun mencoba untuk berpikir, sehingga matanya menonjol ke depan untuk menandakan kerasnya dia berpikir disaat itu


Hanya saja, dia sungguh terpojok. Rosalia menolak untuk membantu lebih jauh, dan sekarang dia hanya bisa mengandalkan Verdea sebagai tawanan. Ditambah lagi, dia harus cukup percaya diri para vampir mampu untuk menghalau kami


Senyum masamnya keluar. Hanya ada satu ide saja yang muncul di kepalanya, tetapi dia bahkan tidak yakin itu bisa berhasil


Semuanya akan jatuh kepada seberapa cerdik sisi satu sama lain bisa bermain...

__ADS_1


...


Verdea yang berada di ruangan lain hanya mampu untuk melingkarkan dirinya sambil bersandar sambil terus berdoa. Tubuhnya merinding


Dia takut sesuatu akan terjadi kepadanya...


Tetapi mengingat janjiku kepadanya, dia mencoba meyakinkan dirinya kalau dia akan keluar dengan selamat


Air matanya perlahan mengalir, memikirkan satu momen itu saja. Dan spontan, dia tersenyum kecil...


"Vain..." Gumamnya pelan


......................


--- Di sisi lain Benua Goeitias ---


"Darwin von Ziegler. Vampir yang terkenal akhir-akhir ini karena mampu mendaki puncak tertinggi kaum nya dalam waktu singkat setelah dibangkitkan"


...


"Perfeksionis dan strategis. Pendendam dan gigih. Aku dengar kalau dia dulu adalah seorang jendral perang atau raja"


...


"Tapi siapa...? Aku tidak pernah mendengar nama Darwin von Ziegler sebelumnya di dalam sejarah-"


"Boleh kamu berhenti menyebutkan nama itu!? Aku sedang naik darah!" Ivor berkata, menyela


Orang yang sedari tadi sibuk bergumam itu langsung tersinggung. Dia menoleh kearah Ivor sambil berkata, "Kalian mau aku bantu atau tidak?"


Ivor geram. Dia ingin memukul orang itu, tapi dia sadar kalau hanya orang itu saja yang bisa membantu kami dengan benar saat ini. Dan dia sudah melihat langsung apa yang bisa dilakukan orang itu untuk kami, dengan memindahkan Ordelia, para Dark Elf, dan seluruh kru Black Hunt kearah Gerbang Hutan sebelum kembali kepada kami lagi


Ya. Orang ini bisa melakukan teleportasi. Dan dia adalah yang paling ahli dalam hal ini. Bahkan, aku belajar banyak prinsip sihir teleportasi cahaya dari dirinya


Namanya adalah Zero. Aku lebih senang memanggilnya paman Zer, karena dia tidak suka dipanggil Zero atau nol


Dia adalah pemanduku di masa aku baru bertualang mengelilingi Vitario. Ketika aku menemukannya nyaris mati kelaparan dulu, aku tidak menyangka kalau aku akan mendapatkan sekutu yang bisa diandalkan. Sayang sekali dia tidak bisa bertualang bersamaku, karena dia benci berkeliling terlalu banyak kecuali diperlukan


"Bagaimana kamu bisa berteman dengan Dwarf ini?" Bisik Luna padaku


"Uh... Aku akan ceritakan nanti. Ceritanya sedikit aneh, apalagi orangnya"


Aku bertemu dengannya di benua Sahra, ketika dia duduk kelaparan di sebuah gang. Karena kasihan, aku membelikannya beberapa daging untuk dimakan


Sebagai balasan dan rasa terima kasihnya, dia memberiku sebuah jimat berbentuk sebuah teropong kecil untuk memanggilnya kapanpun itu. Aku pun membuatnya menjadi kalung


Dan ya, seleranya memang sangat aneh. Terutama ketika aku menyadari, kalau paman Zero cukup tergila-gila dengan astronomi. Jika dia membuat sesuatu, benda itu harus terlihat 'Bersinar seperti bintang'


"Hey! Aku bisa mendengarkan kalian! Jangan remehkan pendengaran seorang Dwarf!" Paman Zer menyela


Dia kemudian menggelengkan kepalanya sambil terus memerhatikan sekeliling. Kami pun hanya bisa berjalan mengikutinya dalam diam, sama seperti sebelumnya


Dan mengenai orang-orang yang kubawa di dalam perjalanan menyelamatkan Verdea ini...


Yang tersisa hanya ada Luna, Ivor, Lyralia, Luxor, Veskal dan Cyth


Para Dark Elf mengalami luka parah, termasuk juga petinggi mereka Fyon. Ordelia tidak sanggup bertarung untuk saat ini. Black Hunt tidak punya kewajiban untuk ikut, tetapi Cyth memaksa


"Aku merasa berhutang nyawa. Maksudku, tidak satupun anggota kru milikku tewas. Jadi setidaknya aku ingin membantu", itu yang Cyth katakan kepadaku


Jadi kami pun membawanya, walau terpaksa. Terutama ketika dia sudah mulai membuat Veskal — yang jelas lebih muda darinya namun bisa ikut, menjadi sebuah alasan


Veskal di sisi lain, ikut semata-mata hanya karena, "Aku masih bisa bertarung"


Tetapi disaat selanjutnya, dia meringis disaat lukanya kusembuhkan...


Aku takut kalau 2 teman manusiaku ini menjadi beban, jujur saja. Aku di sisi lain, cukup percaya diri dengan para petinggi. Alasan kami kalah malam kemarin hanya karena salah satu dari kami tertangkap


Jika kami semua mati-matian dan mengerahkan seluruh kekuatan kami, para vampir itu sama sekali tidak akan mampu berkutik...


Perlahan, aku pun membungkuk ke tanah dan memanjangkan jari telunjukku. Jariku itu pun kugunakan untuk menoreh gambaran dari rencana yang akan kami buat, sehingga semua orang yang ikut dalam hal ini membungkuk dan membuka telinga


Mereka pun sadar kalau aku menggambar keseluruhan pulau benua Goeitias dengan terperinci, walaupun terlihat tidak rapi. Sebuah tanda silang dan titik kecil juga tidak lupa kubuat. Masing-masing untuk menandakan posisi tujuan kami, dan posisi kami sekarang ini


"Kastil para vampir terlihat sedikit ke Selatan dari daratan utama benua Goeitias, walaupun masih berada di dalam garis horizon. Tanah disana mati, termasuk hutannya. Kamu akan tahu ketika melihat tanah berwarna kehitaman disana, seakan tempat itu terbakar habis oleh api" Aku mulai menjelaskan dasarnya


"Dan titik ini menandakan posisi kita sekarang bukan?" Paman Zero berkata


"Benar" Aku membalas


Dia langsung menghapus gambar garis silang itu dan meletakkannya sedikit ke Selatan, namun bisa dibilang cukup jauh dalam jarak asli


Kedua titik yang seharusnya kugambarkan sedikit berdekatan itu diubah menjadi sangat jauh oleh paman Zero


"Kita masih berada di Utara bukan? Posisi kita sekarang ini justru membuatku heran, bagaimana para vampir itu mampu untuk bergerak ke penjuru lain Goeitias dan kembali tanpa sebuah alasan yang jelas" Dia pun mengatakan


"Tunggu! Mereka sudah berpindah sarang?!" Aku bertanya-tanya


"Mereka punya banyak, Vainzel. Utamanya karena salah satu makhluk kepercayaanmu itu terlalu banyak mengatur mereka"


Ah... Aku harus bicara dengannya nanti jika bertemu...


"Tapi ketika terakhir kali aku datang untuk meneliti posisi bintang di Goeitias, kastil favorit mereka adalah satu yang ditandai posisi tanda silang ini"

__ADS_1


Selatan benua Goeitias hah...?


"Jadi, tempat kita sekarang ini bahkan bukan teritori mereka...?" Luna bergumam dengan geram


"Ini sudah jelas penyerangan berencana. Dan melihat kalau mereka secara spesifik mengincar Verdea, aku yakin ada lebih banyak penjelasan yang harus diungkap" Luxor menambahkan


"Tapi siapa yang berani berkomplot melawan para Elf di benua ini? Para vampir juga adalah monster paling mulia. Mereka tidak bodoh sama sekali" Aku mengikuti


Ada seseorang yang menginginkan kami berada dalam kecemasan...


...!


"Yael Tarasque..."


Yang mengartikan kalau... "Rosalia adalah dalang di balik semua ini..."


Semua orang disana terkejut, terkecuali paman Zero yang tidak tahu siapa gerangan 2 nama yang baru kusebut itu


"Tunggu! Putri dari kerajaan Hortensia terlibat dalam hal ini?!" Cyth menyerukan


"Jika aku harus menjelaskan lebih jelas Cyth, dia dan bawahannya Yael Tarasque adalah orang yang membuat banyak monster di benua ini memburu kita disaat itu"


"HAAAH?!"


Mengejutkan bukan? Aku juga terkejut ketika menyadari Rosalia memiliki orang seperti Yael yang mampu melakukan langkah besar seperti itu


Juga, aku tidak perlu memberitahukan detail kalau Veskal dulu pernah bekerja dibawah Rosalia. Biarkan anak itu membongkarnya sendiri kepada Cyth jika dia menginginkannya


"Kesampingkan tentang Rosalia atau Yael itu, kita sebaiknya fokus kembali kepada rencana kita-"


"Kamu tidak paham paman Zer. Yael Tarasque bukanlah manusia. Paling banyak yang kami ketahui darinya adalah fakta kalau orang itu adalah penyihir hitam yang setara denganku dalam hal kekuatan" Aku menyela


Veskal bahkan tidak tahu Yael itu apa. Dari penjelasan yang kuminta darinya mengenai Yael, aku hanya bisa mendapatkan fakta yang kujelaskan itu semata...


Paman Zero terdiam. "Lanjutkan", dia pun mempersilakanku untuk mengambil alih


"Jika Yael memang adalah orang yang membantu para vampir, itu menjelaskan banyak kenapa mereka berani menantang kita. Skenario terburuk, Yael mungkin bersarang di dalam kastil para vampir sekarang ini"


"Kamu berkata kalau kita harus mempersiapkan diri bukan?" Luna bertanya


"Benar"


Aku pun membuat gambar lingkaran yang mengitari garis silang yang sudah ada


"Luxor harus berada diluar area kastil. Dia akan kita buat merapal sihir pelindung cahaya yang khusus untuk melemahkan kekuatan sihir gelap dan mampu mengitari seluruh area kastil itu. Aku akan membantunya dalam menyediakan pembatas sihir" Aku pun menjelaskan


"Bagaimana caranya aku bisa secepat itu menyebar pembatas sihir milikmu coba?" Luxor menggerutu


"Paman Zero" Aku hanya sekilas menunjuk kearah orang yang kusebutkan


Luxor pun segera paham


"Teleportasi kali ini akan sangat melelahkan..." Paman Zero tersenyum lemas memahami rencanaku


"Jika aku tidak salah, area ini juga memiliki tebing di sisi barat. Aku ingin Luna berada di titik itu untuk siap menghabisi setiap musuh kita dari jarak yang jauh" Aku menunjuk kepada titik yang kumaksud sembari melihat kearah Luna


"Aku harus berada di dekatmu Vainzel. Lyralia dan Ivor sendiri tidak akan cukup untuk menerobos masuk ke tempat itu" Luna protes


"Tidak. Aku percaya kalau kamu lebih baik berada pada jarak yang jauh. Ini juga berfungsi untuk memastikan apakah Yael ada atau tidak terlebih dahulu, karena aku tidak ingin membahayakan petinggi terkuatku lebih awal"


"Kamu berkata seakan kami ini tidak berarti apa-apa..." Lyralia menyela, ditambah dengan gerutuan Ivor


"Kalian juga tidak akan mampu melakukan apapun dari jarak jauh. Dan selagi kita menerobos masuk, kalian harus segera melancarkan kekuatan penuh kalian. Kalian kemudian harus mampu untuk menahan para vampir di dalam tempat itu nanti"


"Hah? Bukannya sebaiknya kamu hancurkan saja tempat itu?" Ivor menyela


Kami semua pun menatap kearahnya dengan tampang datar, menghakimi pemikirannya yang terlalu dangkal itu


"Verdea" Lyralia pun berbisik kepadanya, sehingga Ivor diam tertegun memikirkan kembali isi kepalanya


"Lalu kami?" Veskal bertanya, begitu juga Cyth dari tatapannya


"Cyth akan membantu kami menerobos, begitu juga kamu. Tetapi disaat kami bertiga sudah berhasil masuk, kalian berdua harus segera mundur" Aku menjelaskan kepada mereka


Dan keduanya pun mengangguk paham, walaupun Cyth terlihat sedikit ragu


"Setelah sihir pelindung Luxor sudah berdiri, aku ingin Ivor dan Lyralia segera melancarkan kekuatan penuh mereka hingga kami bisa menyelip masuk. Veskal dan Cyth kemudian harus segera mundur kearah Luna, begitu juga Luxor. Aku tidak perlu mengkhawatirkan Yael jika dia terperangkap di dalam sihir Luxor dan fokus untuk menyelamatkan Verdea, jadi kalian harus menahan para vampir selagi aku mencari anak itu" Aku menjelaskan kembali semua hal dengan lebih rinci dan menambahkan, "Paham?", sebagai akhir kalimat


Semuanya pun mengangguk paham


"Dan selagi kami masih berada di dalam, sediakan Mana untuk Luxor. Sihir pelindung itu harus tetap berdiri untuk memastikan Yael tidak menjadi bahaya untuk kita"


"Sudah cukup dimengerti" Luxor pun berkata


Bagus. Kami semua sudah siap


"Aku akan memberimu pasokan Mana-ku, paman Zero. Bantuanmu akan sangat penting dalam hal ini"


Paman Zero mengangguk setuju. Kami semua pun berdiri kembali, siap untuk berangkat kearah tujuan kami...


Kastil para vampir


Mereka akan kami buat menyesal melalui kejadian ini...

__ADS_1


Kami semua pun memegang satu sama lain, mulai dariku yang menerima tangan paman Zero. Dan setelah tangan kami semua terhubung dengan satu sama lain membentuk lingkaran, sihir teleportasi paman Zero pun membawa kami yang diselimuti cahaya, pergi kearah tempat itu


Verdea, tunggu kami...


__ADS_2