
tok tok tok..
"iya sebentar" ucap El
setelah El membuka pintu, ia melihat afifah berdiri di balik pintu nya.
El yang saat itu habis selesai mandi, ia telanjang dada dan hanya memakai celana pendek.
astaghfirullah... - batin afifah sambil memalingkan pandangan nya
"ini pak, makanan nya" menyodorkan rantang sambil menunduk
kenapa anak ini, aneh sekali-batin el
"hmm iya Terima kasih" ucap El dingin sambil mengambil rantang di tangan afifah.
"tunggu sini, aku mau ambil rantang kamu" ucap El
setelah El mengambil rantang didalam rumah ia memberikan nya kepada afifah.
"ini rantang aku, setiap ngantar makanan pakai rantang ku ini" ucap El sambil menyerahkan rantang plastik milik nya
"hmm.. iya pak.. saya permisi dulu" ucap afifah sedikit gugup
kenapa mata suci ku harus ternodai melihat dada nya, ini jantung kenapa juga seperti mau copot - batin afifah
afifah salah tingkah, ia langsung berbalik dan naik ke motor nya. El yang memperhatikan tingkah aneh afifah hanya geleng geleng kepalanya dan tersenyum.
el dan afifah tidak sadar bahwa ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka dari balik pagar rumah al.
___
malam hari, di rumah afifah semua sedang berkumpul di meja makan.
"bu, warung kita sudah gak ramai lagi seperti dulu. bagaimana kalau zakir berhenti sekolah saja. dan bekerja di kebun milik pak lek sholeh"
"enggak kir, ibu gak mau.. kamu selesaikan dulu sekolahmu setelah itu kamu boleh bekerja di kebun pak lek mu" jawab bu zainab
"apa afifah saja yang kerja di kebun pak lek bu, setelah memasak di warung" ucap afifah
"sudah jangan khawatir, Allah memang telah mengambil beberapa orang yang biasanya makan di warung kita, tapi Allah menggantikan dengan dokter El yang mau setiap hari di antar makanan" jawab bu zainab tersenyum.
"sementara, zakir sarapan di sekolah terus ya. kan harus ngantar sarapan buat dokter El" sambung bu zainab
"iya bu, zakir tidak keberatan"
"ya sudah, ibu istirahat dulu ya" bu zainab berdiri lalu pergi ke kamar nya yang berada di belakang.
___
Hari hari berlalu, setiap hari afifah mengantarkan makanan kepada El.
sore hari ayu datang ke rumah afifah dengan mata lebam seperti habis menangis.
__ADS_1
"kamu kenapa yu" panik afifah
"fah.. aku gak mau menikah hiks hiks" ayu memeluk afifah
"hei.. jangan nangis, ayo kita ke kamar ku. kita ngobrol disana" ajak afifah
setelah di kamar afifah duduk di tepi ranjang, sedangkan ayu duduk bersila di atas kasur kapuk milik afifah.
"fah, Abi aku menjodohkan ku dengan ustadz amir fah, aku gak mau, aku gak suka fah, apalagi kamu kan menyukai nya. aku sulit menerima semua ini fah" jelas ayu sambil segugukan.
Deg... jantung afifah rasanya seperti berhenti. iya tak tau harus menjawab apa.
"fah.. kamu jangan marah, aku sunggu gak mau fah, kamu tau sendiri kan aku gak suka sama orang brewokan seperti dia" ucap ayu sambil memandang wajah afifah
afifah memeluk ayu "yu, sebaiknya kamu Terima saja. kamu tentu tau apa yang terjadi padaku beberapa hari lalu kan, semua orang membicarakan ku karena bu lurah membatalkan lamaran nya"
afifah memandang ayu "yu, kamu tau kan citra seorang gadis akan tercoreng bila itu terjadi, cukup aku yu. kamu jangan merasakan juga" ucap lembut afifah
entah bagaimana bisa afifah bersikap setenang ini.
"fah, aku gak mau fah hiks hiks hiks.. bagaimana bisa aku menikah dengan laki laki yang aku tau sahabatku sangat mencintai nya" ucap ayu
"yu, lupakan semua itu. aku gak papa kok. aku ikhlas berarti dia bukan jodohku. berarti ustadz amir terbaik buat kamu, berarti ada laki laki lain yang pantas untukku" ucap udah lirih
"fah hiks hiks hiks hiks" ayu kembali memeluk afifah dan meluapkan semua air mata nya.
lama lama afifah juga ikut meneteskan air mata, ia sedih, sakit, entah bagaimana lagi perasaan nya saat ini. satu masalah baru saja terlewati, kini ia harus merasakan sakit melihat sahabat nya akan menikah dengan laki laki pujaan nya.
__
setelah acara selesai. ayu mencoba berbicara kepada ibu nya.
"bu, ayu benar benar gak bisa menjalankan semua ini" ucap ayu menunduk
"kenapa sayang? katakan alasan nya" ucap Ibu ayu sambil membelai lembut kepala ayu
"ibu tau kan afifah, dia sahabatku dari kecil"
"iya, ibu tau nak. kenapa afifah? kamu mau menikahkan nya dengan mas mu? ibu setuju nak, afifah anak yang baik. meski beberapa hari yang lalu ada gosip tentang nya, ibu tak mempermasalahkan, ibu percaya dia anak baik" Cerocos ibu ayu
"bukan bu bukan.. sebenar nya ayu gak bisa menjalankan semua ini, karena sudah dari dulu afifah mencintai ustadz amir"
ibu nya ayu seketika kaget
"bu, ayu juga gak mau menikah dulu, ayu gak suka sama ustadz amir" ayu menangis
"kamu jangan macam macam ayu, jadi afifah kemarin mencuci otakmu? IYAH!! "
"ibu selama ini tutup telinga semua tentang afifah, tapi sekarang ibu tau bahwa dia benar benar gadis tidak baik"
"bu.. bukan bu.. malah afifah yang menasehatiku agar aku menurut dan menerima semua ini. tapi ayu sendiri bu gak bisa, hiks hiks hiks" ayu semakin menjadi
"sudahlah ibu gak mau dengar apapun, kamu harus menerima nya, atau kalau tidak ibu akan sebarkan ke semua orang bahwa afifah merebut ustadz amir darimu dengan cara mencuci otakmu"
__ADS_1
ibu nya ayu langsung meninggalkan ayu, ayu lu semakin keras menangis nya.
"ada apa mbak yu" ucap bu surti yang tak lain adalah adik ipar ibu nya ayu
karena kesal, ibu nya ayu menceritakan semua nya kepada bu surti.
___
pagi pagi sekali seperti biasa afifah berbelanja sayur.
"eh bu ibu. kata bu surti, di afifah berusaha merebut ustadz amir lo"
"iya, katanya si ayu sempat menolak, untung saja ibu nya segera mengetahui"
"iya ya bu gak nyangka ya, kalau afifah tidak sebaik yang kita kira"
"tapi bu, dia setiap hari pergi kerumah dokter baru yang rumah nya di depan lapangan itu"
"iya.. ganjen juga ya bu, goda sana sini"
"padahal cantik ya, sayang sekali"
gosip baru pun beredar luas. bu surti seorang rentenir dan juga tukang gosip nomor 1, ia menceritakan semua nya tentang masalah nya dengan ustadz amir, dan dia juga menyebarkan gosip karena sering sekali melihat afifah pergi ke rumah dokter el.
afifah yang tau apapun semakin bingung.
gosip tentang nya dengan ustadz amir dengan cepat berlalu, sekarang semua membicarakan tentang kedatangan nya ke rumah dokter el setiap sore.
___
hari hari berlalu, semakin hari warung afifah semakin sepi, dokter dan karyawati puskesmas yang masih muda jarang sekali membeli di warung nya.
"bu, warung kita sepi ya gak seperti biasanya" ucap afifah sedih
"jangan khawatir kan rezeki nak, Allah sudah menjamin nya" jawab bu zainab lembut
___
sore hari, afifah sedang menyiapkan makanan untuk di antar ke rumah el.
"mbak, biar zakir yang antar. mbak afifah jangan ke rumah dokter el lagi ya" ucap el
"kenapa? kan kamu jadi bolak balik kir"
"mbak, semua orang lagi ngomongin mbak karena setiap hari ke rumah dokter el" ucap zakir
bu zainab keluar dari kamar "zakir benar fah, sebaiknya kamu sekarang diam di rumah saja, karena akhir akhir ini kamu menjadi perhatian banyak orang"
"baiklah bu" afifah nampak sedih. entah mengapa ia sangat lah dengan keadaan ini.
setelah siap dan zakir pergi, afifah langsung masuk kamar dan menangis, ia terus beristighfar dan mengaji untuk menenangkan hati nya.
disisi lain dokter el yang cuek tidak terlalu memperhatikan kenapa akhir akhir ini zakir yang mengantarkan makanan nya bukan afifah.
__ADS_1