
Pagi hari setelah El berangkat kerja, Afifah sudah sibuk berfoto dan menreview beberapa barang. Bagi afifah tak sulit, apalagi berkat melihat beberapa contoh endors selebgram lain.
Namun afifah dibuat terkejut, dengan kedatangan Nenek eka dan byan. bukan hanya afifah, El yang sudah bekerja pun ikut kaget.
"Ayo nek, sarapan dulu" ajak afifah
"Sudah sarapan, sudah kamu lanjutin saja. nenek duduk disini"
"iya fah, aku juga mau tidur saja. capek!"
afifah pun melanjutkan aktifitasnya, nenek eka sangat senang melihat afifah, tentu karena afifah cucu menantu kesayangan nya. sedangkan byan sudah terlelap tidur di sofa ruang tengah.
Jam 11 siang, nenek eka terkejut karena afifah menyudahi aktifitasnya, padahal jam makan siang masih lama, namun nenek eka di buat terkejut, afifah melangkahkan kaki ke dapur dan mulai memasak.
"Kamu masak sayang?" tanya nenek eka, dan di jawab senyuman saja oleh afifah "Kan ada pembantu, kamu lanjutin saja pekerjaanmu"
"Tidak nek, Mas ramdan mau nya makan masakanku"
Mendengar itu, hati nenek eka sangat senang sekali.
"nanti setelah makan siang, afifah lanjut lagi. nenek tunggu saja di depan ya, biar gak capek"
"Gak mau, nenek mau lihatin kamu masak"
"Bi sugiati, ambilin kursi buat nenek ya" titah afifah,
"Iyah fah"
"Kok panggilnya fah sih? gak sopan banget" nenek eka marah "Panggil Nyonya atau nona, diakan nyonya disini"
"Nek, sudah gakpapa. bi sugiati kan lebih tua dari afifah" afifah menghampiri nenek mertua nya tersebut, agar tidak membuat keramaian
Nenek eka tak menghiraukan afifah "Pokoknya jangan panggil dia seperti itu lagi!"
"Iya nyonya, Maaf" ucap bi sugiati, hatinya benar-benar kesal
Afifah pun menjadi tak enak dengan bi sugiati.
"Fah, Kamu gak pengen pergi kemana gitu?" tanya nenek eka
"Hmm.. enggak nek" jawab afifah sambil mengulek bumbu
"Kalian harus pergi bulan madu, nenek mau ke Amerika, kamu ikut ya sama El juga"
afifah berhenti mengulek bumbu, diam memandangi nenek eka.
Ringan banget ajak-ajak ke Amerika, seringan ngajak ke kota.
"Nenek mau rayain Natal sama keluarga kakek nya El. nanti kamu sama El gak usah hadir gakpapa, kalian bisa menghabiskan waktu ke New York atau ke Los Angeles"
__ADS_1
Afifah menelan ludah nya dengan susah payah, wanita setua nenek eka, dengan gampang nya bicara seperti itu. afifah berpikir berapa kira-kira kekayaan yang dimiliki nenek eka.
"Kalau afifah ngikut kata mas ramdan saja nek" hanya itu yang bisa afifah katakan, tak mungkin ia menjawab Iya, bisa-bisa nanti El marah-marah kepadanya.
Jam makan siang sudah tiba, Byan sudah sangat lapar, apalagi melihat soto daging di hadapan nya.
"Nek, ini afifah sudah irisin daging yang tipis-tipis. jadi nenek enak makan nya" afifah dengan sangat telaten melayani nenek eka
"Kuah nya yang banyak ya sayang" pinta nenek eka kepada afifah
"Iya nek, nenek sama kak byan makan dulu saja. mas ramdan pasti sebentar lagi pulang"
"Pulang?"
"iya kak, tadi WA aku. katanya makan siang di rumah"
benar saja, yang lagi diomongin datang juga.
karena sudah kelewat 15 menit jam makan siang El, ia pun langsung duduk dan makan.
"Nenek akan berangkat tanggal 20 El, kamu siap-siap juga ya"
El berhenti mengunyah, melirik wanita tua yang duduk di samping kiri nya itu.
"Afifah sudah setuju kok"
kini lirikan mata El beralih ke samping kanan nya.
tentu El tau bagaimana nenek nya itu.
"El gak bisa nek, jika benar bulan madu, El gak akan pergi ke luar negeri"
"Cucu kesayangan Alexander bulan madu di dalam negeri, malu-malu in saja" ucap nenek eka dengan sombong nya.
"Bener El, kalau kamu gak mau ke LA. kamu bisa ke Australia atau ke Eropa" ucap byan dengan mulut penuh makanan.
El diam
"pokok nya kamu harus pergi bulan madu. titik!!!"
"Oke, aku akan pergi nek, tapi aku akan pikirkan dulu mau kemana"
"Oke, terserah, pokoknya berangkat bulan madu"
Benar-benar memaksa sekali!!!
setelah makan siang, nenek eka pergi ke kamar bersama byan untuk tidur siang. sedangkan afifah kembali bekerja, mereview beberapa barang yang baru saja tiba.
Tak lama kemudian, Byan datang menghampiri afifah di ruang tengah, dengan ponsel yang menyala, terlihat jelas ia sedang siaran langsung di instagram.
__ADS_1
"Fah? kasih Hai dong" titah byan sambil mengarahkan HP nya ke afifah.
"Hai" afifah melambaikan tangan nya sambil tersenyum
ternyata banyak pertanyaan yang menuju ke afifah, dengan terpaksa pun afifah menjawab nya. namun tak semua ia jawab, dan pada kenyataan nya memang tak ada jawaban nya.
"Oke gaes, nanti Afifah dan el akan ceritakan kisah cinta mereka, kalian tunggu saja ya"
Netizen belum tau bagaimana latar belakang afifah, karena afifah sendiri tidak menceritakan nya, saat ini informasi tentang afifah masih simpang siur.
disisi lain, el sangat bingung sekali mau pergi berbulan madu kemana. Ke Amerika jelas tak mungkin. itu sangat melelahkan, untuk apa kesana, ia sudah sangat sering kesana sejak kecil.
Namun tiba-tiba bibir nya tersenyum, sepertinya ia sudah memutuskan akan pergi kemana.
"Ndi, siapkan air hangat ku, setelah operasi aku mandi dan pulang"
"Siap pak" jawab andi langsung sambil Hormat.
...****************...
Sore hari, afifah sedang memasak bersama dengan byan. Lagi-lagi byan memamerkan keahlian afifah memasak, tak banyak netizen yang ingin tau resep masakan afifah, yang byan bilang Enak sekali.
"Maaf gaes, resep tidak di publikasikan. kalau kalian tau bisa-bisa Elramdan malah berpaling ke kalian" di akhiri sebuah tertawa yang terdengar menjengkelkan.
Kini nenek eka sudah wangi, habis mandi air hangat. ia duduk di meja makan dengan Teh lemon hangat di depan nya.
Byan sendiri sibuk mengganggu nenek nya itu, dengan mengajak nya foto, Maklum saja dia gak ada kerjaan.
"Pergilah byan, nenek mau nikmatin teh lemon ini" nenek eka kesal sekali dengan cucu nya itu, dari kecil gak pernah bisa diam.
"Sekali lagi nek, mau byan upload dan kasih caption Nenek tercantikku"
nenek eka pun diam, menuruti kemauan sang cucu.
"Sudah nek, bagus an yang pertama"
Afifah yang dari tadi memperhatikan mereka, menghela nafas perlahan, sungguh keluarga El ini banyak sekali macam nya. ada yang baik, ada yang lucu, ada yang jahat, dan ada yang dingin seperti El.
...****************...
Kini byan dan El sedang berbincang dengan warga yang sedang ronda di depan rumah nya. sedangkan afifah dan nenek eka duduk di teras sambil minum teh.
Afifah memperhatikan suami nya itu, ia seperti melihat sosok lain di dalam suaminya. dia tertawa seperti yang lain nya. Dia juga banyak bicara.
Namun afifah sudah tak lagi memperdulikan nya, ia membuang jauh rasa yang pernah hadir di dalam hati nya, sehingga ia tak pernah lagi merasakan sakit lagi dengan ulah-ulah El.
"Nek semakin dingin, ayo kita masuk. nonton TV" ajak afifah
"Nenek mengantuk, antarkan nenek ke kamar saja ya"
__ADS_1
afifah pun mengangguk, lalu menuntun nenek mertua nya tersebut ke kamar.
setelah mengantar nenek, dan nenek eka sudah tertidur afifah langsung naik ke atas, ia langsung gosok gigi dan berganti baju. lalu tidur karena capek.