
afifah dan El sudah siap pergi ke rumah El, keluarga hanan juga ikut tak terkecuali istri nya dan anak nya Hilda. Hilda terus memperhatikan kebaya yang di gunakan oleh afifah. tentu saja Hilda merasa iri, pasalnya afifah menggunakan kebawa yang El belikan tempo hari kepada santi.
Kebaya Maroon, dengan jarik batik yang senada dengan baju El. membuat afifah dan El menjadi pasangan yang sangat serasi. Cantik dan Tampan, sungguh pasangan yang membuat semua orang iri melihat nya.
setelah menunggu 5 menit, Andi datang membawa mobil El yang sudah di hias depan nya dengan bunga.
"Kamu lama sekali?" tanya El kepada andi, dan andi hanya cengengesan saja
El dan afifah pun masuk kedalam mobil El, ini pertama kali nya afifah naik mobil El. bu zainab dan hanan juga masuk kedalam mobil El. sedangkan Hilda dan yang lain nya, masuk ke mobil saiful, calon suami Hilda.
"Nduk, pokok nya ibu pesen. kalau nanti di rumah mertua kamu jangan diam di kamar terus ya. bantu masak juga" ucap bu zainab
"Aaahhh... bu zainab ini bagaimana. maklum dong pengantin baru di kamar terus" bukan nya afifah yang menjawab, namun andi yang nyerocos sambil melihat El, El pun langsung melotot kan kedua mata nya kepada andi.
"Kamu kok tau sih ndi? nikah aja belum, ngomong kayak sudah berpengalaman saja" jawab hanan
"Pak lek Hanan kan pernah jadi pengantin baru. benar kah yang aku katakan tadi"
"Isshh.. kau ini sok tau" celetuk bu zainab dan disusul tertawa semua orang
sesampai di rumah El, semua di sambut dengan sangat ramah. tidak ada sanak saudara dari pihak lastri karena memang sengaja tidak memberitahu siapapun.
acara keloran pun di mulai, kini afifah dan El duduk bersanding. El dan afifah harus melayani makan semua keluarga nya, afifah bagian mengambilkan nasi yang di taruh di atas daun pisang, lalu El meletakkan lauk dan sayur di atas nya. bagai penjual dan pembeli nasi.
setelah keluarga nya kenyang, kini afifah memasukkan sisa makanan nya kedalam seterofom yang untuk di bagikan kepada tentangga terdekat.
El Membawa kresek bewarna merah, dan afifah yang mengetuk pintu rumah sekitar.
setelah itu mereka bercengkrama, kini lastri berbaur dan ikut berbicara, entah ancaman apa yang di jatuhkan oleh nenek eka. yang pasti lastri kini main drama menerima afifah dan keluarga nya.
Jam 12 siang, keluarga afifah pun pamit pulang. afifah pun mengikuti langkah El menuju ke kamar nya. setelah masuk kamar, El langsung mengunci pintu nya, jantung afifah pun berdetak kencang. ia takut, gugup, dan jujur saja tak siap, apalagi masih siang.
namun dugaan afifah salah, El malah memperlihatkan lemari yang sudah berisi baju-baju untuk afifah.
"Ini baju mu, jadi jangan bawa baju lama mu" ucap El
"Tapi ada beberapa baju ku yang bagus mas, bolehkah aku membawa nya?" tanya afifah
"Gak, Pakailah ini. disana juga ada sendal dan sepatu mu" El menunjuk ke sebuah sudut ruangan, disana ada sebuah lemari kaca yang besar, jelas terlihat disana tempat sandal dan sepatu.
"Makasih ya mas" ucap afifah
"Hmmm.. cepat ganti baju, setelah itu kita keluar"
"iya mas" El pun melangkahkan kaki nya ke kamar mandi sambil membawa baju ganti. setelah El berganti baju, ia melihat afifah masih berdiri di depan lemari nya. afifah sangat bingung mau memakai baju apa. tidak ada baju santai di lemari nya.
"Kenapa?" tanya El sambil mendekat
"Tidak ada baju rumahan ya pak, masa cuma di rumah saja pakai baju bagus-bagus gini"
__ADS_1
"Pakai ini" El mengambilkan Tunik berwarna abu tua "Jilbab dan celana nya cari sendiri, aku mau ke bawah dulu. cepatlah"
"Iya mas" afifah pun berlari kecil ke kamar mandi. untuk pertama kali nya afifah masuk ke kamar mandi El yang sangat luas sekali.
setelah mencuci muka nya, afifah pun mengganti baju nya, sebelum keluar kamar, afifah memoles wajah nya dengan sedikit sentuhan lipbam agar terlihat sedikit segar. setelah itu ia keluar dan turun ke bawah.
nenek eka langsung mengajak afifah duduk di teras belakang bersama caca. sebenar nya caca sedikit malas berbicara dengan kakak ipar nya, namun daripada ia harus membantu lastri dan bi sumi di dapur.
"El, kok cepet sekali sih?" tanya byan kepada El
El, byan dan sanjaya duduk di ruang tengah menikmati kopi dan cemilan.
"Apa nya yang cepet kak?" el pun geran dengan pertanyaan kakak nya itu
"Isshhh... tapi tenang, nanti ku belikan obat kuat. biar main nya agak lama"
"kakak apaan sih, aku ke atas cuma ganti baju. jangan macem-macem deh pikiran nya"
"hahahaha...." byan dan sanjaya tertawa "gimana el? Cerita malam pertama, pecah perawan?" bisik byan di telinga el agar tidak terdengar sanjaya
"Bukan nya kakak yang lebih pengalaman." jawab el santai sambil melirik kakak nya itu
"Tapi kalau perawan gak pernah el, hahahah.. aku yakin dia kan masih... "
"Byan..... " teriak lastri
"Iyaaa maaaa?" jawab Byan berteriak, sambil berjalan menuju dapur dengan menggerutu
"Iya paa? ada apa?"
"Mau bulan madu kemana?" tanya sanjaya yang membuat el gugup
"emm, ditunda saja pa bulan madu nya" jawab el
"Gak usah di tunda" nenek eka dan afifah tiba-tiba datang "nenek pengen segera punya cicit dari cucu kesayangan nenek ini"
el dan afifah langsung saling memandang, jujur mereka tak tau harus menjawab apa. bibir mereka terasa keluh.
"Hmmm.. doa kan saja ya nek" jawab afifah
el terdiam
"Istrimu sudah siap tu el, jadi jangan suruh pakai KB ya. kamu kan dokter, jadi tau kan bahaya KB" ucap sanjaya
"Iyaa.. pa" hanya itu yang keluar dari bibir el
mereka pun terus berbincang, karena masih kenyang di acara Keloran tadi. Masing-masing mulai masuk ke kamar untuk tidur siang, mempersiapkan tenaga untuk besok perjalanan ke kota, dan lusa acara resepsi el. begitu juga el, el pamit untuk istirahat ke kamar. nenek eka pun meminta afifah untuk ikut masuk ke kamar bersama el. walaupun sempat menolak, akhirnya afifah ikut masuk juga ke kamar el.
"Hahaha... nenek bisa saja" byan terkekeh melihat nenek nya yang terus memaksa afifah.
__ADS_1
"Kalau gak gitu, nenek gak akan dapat cicit"
***
setelah di kamar, afifah bingung mau ngapain disana, akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke kamar mandi, mencuci muka nya dan melakukan sholat dhuhur. setelah itu ia duduk di tepi ranjang sambil melipat perlengkapan sholat nya.
"Ini Kamar ku, aku gak mau siapapun masuk kesini, jadi sekarang kebersihan nya adalah tanggung jawab mu" ucap el "Dan satu lagi, di dalam kamar mandi ada mesin cuci mini, itu untuk mencuci pakaian dalam ku. dan ada tempat jemuran sendiri. jadi sekarang kamu yang mencuci nya."
"Iya mas, aku tidur di sini?" afifah menepuk kasur berukuran besar milik el
"Iya, kasur itu besar. muat untuk kita. kalau gak sekamar nanti bi sugiati menyebarkan gosip" jawab el tanpa menoleh ke arah afifah
"Kenapa gak di berhentikan saja mas, aku sanggup kok kerjain semua nya sendirian. masak, cuci, nyapu, ngepel"
"Tugas kamu cuma masak, bersihin kamar, cuci pakaian dalam ku saja. yang lain biar bi sugiati" jawab el "Ingat ya, kamar harus slalu bersih dan rapi" sambung el
"Iya mas" jawab afifah sambil memperhatikan semua sudut kamar el. kamar besar, dengan ranjang besar, Lemari lebar, dua sofa yang menghadap langsung ke cendela dan meja rias minimalis tidak terlalu besar.
Penurut, beda dengan rania yang sering mengatur ku.
el memandangi afifah dari jauh
"Mas, besok kita ke kota ya? kamu bawa baju berapa?" tanya afifah kepada el yang duduk di sofa, dengan cepat el langsung mengalihkan pandangan nya.
"Gak usah, baju ku di rumah ada. kamu saja bawa baju 4-5 gitu. ambil koper di atas lemari itu" jawab el
"Hmm.. baiklah" afifah beranjak berdiri untuk mengambil koper, afifah mulai memilih baju yang sekiranya nyaman untuk di pakai di kota. baju-baju baru nya seperti selebgram hijab yang sering ia lihat di instagram. afifah pun melihat ootd mereka, untuk me-mix pakaian nya.
"Aku turun dulu, ada kepentingan sama kak byan. kamu gak usah turun. tidurlah dulu" ucap el, afifah pun cuma mengangguk.
di bawah byan sedang duduk bersama nenek eka, sedangkan yang lain sudah masuk ke kamar masing-masing.
"Kok turun el?" tanya nenek eka
"Ini nek, el mau tanya sesuatu sama kak byan" el pun duduk di samping byan
"Pasti masalah Hotel kan?" tebak byan
"iya kak, kok kyak gini laporan nya?"
"Sudah aku bereskan el, ada yang korup memang, tapi uang nya sudah kembali. mungkin rabu laporan terbaru nya selesai"
"ya sudah, el naik dulu. ngantuk" el pun langsung berdiri dan naik ke tangga
byan dan nenek eka pun tertawa, entah apa yang mereka tertawakan.
"Nanti kita nguping ya" ucap nenek eka
"Siap nek" jawab byan sambil cengengesan. el pun mendengar nya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala nya, karena kelakuan nakal byan dan nenek nya.
__ADS_1
Segini dulu ya gaes,
jangan lupa tinggalkan jejak 😚😊😊