Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Perjodohan


__ADS_3

El berpamitan kepada bu nanik dan tentu nya andi yang menjadi asisten nya.


setelah berpamitan el langsung masuk kedalam mobil dan meninggalkan puskesmas.


di dalam mobil, el memutar musik dengan audio mobil nya. karena perjalanan panjang ini membuat el bosan, apalagi jalanan yang ia lewati kiri dan kanan adalah sebuah bukit.


setelah 2 jam, el baru keluar dari jalanan bukit, kini el sudah memasuki kawasan penduduk. el merasa capek karena tadi malam ia tidur jam 11 malam akibat terlalu asik mengobrol dengan andi.


el menepikan mobil nya, lalu el mematikan mesin mobil dan membuka sedikit cendela di kaca depan samping kanan dan kiri.


ia men setting waktu 30 di ponsel nya.


setelah itu el merebahkan diri di kursi pengemudi yang sudah ia tarik ke belakang.


30 menit kemudian ponsel el berbunyi. ia pun terbangun dan mata nya tidak terlalu berat.


el keluar dari mobil dan membasuh muka nya dengan air mineral.


el mengambil kotak bekal di dalam mobil nya, lalu ia membawa nya duduk di sebuah rumah kayu sebelah persawahan.



setelah membasuh tangan nya dengan hand sanitizer dan membasuh nya dengan air, el langsung memakan makanan tersebut.


"hmmm... yummy.. ini benar benar enak sekali" el berkata dengan mulutnya yang penuh dengan makanan


el pun menghabiskan nasi dan semua lauk nya. padahal dia tidak biasa makan dengan banyak nasi biasanya el makan sedikit nasi dan banyak lauk nya.


setelah makan dan beristirahat sejenak, el melanjutkan perjalanan kembali. hingga 2 jam kemudian ia baru sampai di rumah.


___


Mobil el memasuki halaman rumah mewah milik orang tua nya. setelah mobil el terparkir di garasi el melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah.


"Anak ganteng mama" teriak seorang wanita yang tak lain adalah mama el


"kamu sudah pulang nak? capek ya" tanya mama Lastri


"iya ma, el istirahat ya.. bilangin ke bi ju suruh mang dayat bersihkan mobilku ya" pinta el


"iya sayang, kamu tidur ya" ucap mama Lastri lembut


el pun bergegas menuju lantai 2 kamar nya. el mandi dan langsung tidur. el benar benar sangat capek.


___


sore hari setelah pulang dari berjualan, seperti biasa afifah beberes rumah dan mandi, tetapi karena hari ini ada pengajian rutinan, afifah langsung pergi ke masjid yang tak jauh dari rumah nya.


"fifah" panggil seorang wanita


"ayu.. ayo kita barengan" ajak afifah


"kamu makin cantik saja" ucap ayu


"kamu juga yu, gimana jadi ngajar di SD?" tanya afifah

__ADS_1


"iya fah, jadi.. Alhamdulillah. kamu gak jadi kuliah? tanya ayu


" gak fah, kasian ibu kalau aku kuliah gak ada yang bantuin jualan. di tambah biaya gak ada fah" ucap afifah sedikit sedih


"sabar ya fah, kenapa gak cari beasiswa fah kamu kan pinter. mau aku bantu? nanti tak tanya kan mas nasir"


"ehh... gak usah yu, aku mau jualan saja. kasian ibu gak ada yang bantu" ucap ifah


ayu adalah teman sejak kecil afifah, karena ayu sekarang kuliah dan afifah berjualan jadi mereka jarang ketemu. afifah juga sudah tak mau berkunjung ke rumah ayu, karena kakak nya ayu yang bernama nasir sering menggoda nya, jadi afifah sedikit risih dan tidak nyaman lagi dan ayu pun tak pernah memaksa kan afifah karena ia juga tau.


"eh fah.. tu ustadz amir. hari ini dia yang ngisi pengajian" ayu menyenggol afifah


"hah..." jawab afifah kaget


"makin ganteng ya fah, setelah 4 tahun kuliah di kota sekarang tambah ganteng" ucap ayu menggoda afifah


afifah hanya diam dan menunduk


"fah.. kenapa? pengajian udah mau mulai lihat yang di depan bukan menunduk gitu"


"ihh.. yu sudahlah jangan seperti itu" wajah afifah merona merah karena malu.


pengajian pun dimulai, ustad amir adalah anak dari sorang kiyai di desa tersebut. dia juga tampan dengan sedikit brewok. hidung mancung dan kulit kuning langsat. banyak wanita yang mengidolakan nya bahkan berharap menjadi istri nya, tak kecuali afifah.. berbeda dengan ayu yang tak menyukai amir karena brewok.


setelah 2 jam pengajian pun selesai, semua sudah bubar tak kecuali afifah dan ayu.


"fah.. kamu masih suka si brewok itu ya?" goda ayu


"udah lah yu, jangan bahas itu" afifah senyam senyum


"hahaha .. iya deh iya" ayu terkekeh


"afifah" suara lembut seorang laki laki dari belakang


afifah dan ayu langsung menoleh


"ehemmm" ayu berdehem saat laki laki itu mendekat ke arah mereka


"apa kabar afifah" ucap laki laki itu yang tak lain adalah ustad amir


"alhamdulillah ustadz" jawab afifah menunduk


"alhamdulillah, saya permisi dulu. assalamualaikum" ustad amir pun pergi meninggalkan afifah dan ayu


"waalaikumsalam"


afifah dan ayu lalu juga melangkahkan kaki untuk pulang. di jalan mereka tak henti hentinya mengobrol, ayu juga menggoda afifah.


di desa ini tak ada yang tak mengenal afifah, banyak pemuda desa menginginkan afifah.


__


malam hari di sebuah rumah mewah, nampak satu keluarga sedang duduk santai setelah makan malam.


"Byan.. besok malam kita akan berkunjung ke rumah bapak adisucipto, mama akan kenalkan kamu dengan anak gadis nya" ucap istri dari bapak sanjaya

__ADS_1


"byan tau arah kunjungan ini, pasti ke perjodohan kan" jawab byan santai


"kamu sudah 29 tahun, sebentar lagi ulang tahun mu ke 30 tahun. sudah waktu nya nikah" ucap pak sanjaya datar, byan dan el hanya selisih 15 bulan karena waktu byan masih berumur 5bulan mama nya mengandung lagi.


"kami tidak menjodohkan kalian, kami hanya mengenalkan saja, jika kamu menolak menikah dengan nya, kami gak akan memaksa" sambung pak sanjaya


"tapi mama gak mau ya kamu menikah dengan wanita bar bar seperti teman teman wanitamu" ucap bu lastri


"Hahah... Bar bar" ejek caca yang duduk di samping ibu nya itu


"Hai anak kecil diamlah" kesal byan


dan el hanya tersenyum menikmati semua ini.


byan menoleh kepada adik laki laki nya yaitu el yang sepertinya menikmati pemaksaan yang dilakukan orang tua nya.


"byan mau menikah dengan siapapun, tapi kalau si El sudah punya pacar" byan tersenyum.


el menoleh


"gak gak gak.. ngapain bawa bawa aku" kesal el


"maa.. paa.. usia kita kan cuma beda 15 bulan, seharusnya papa dan mam juga carikan jodoh untuk nya juga dong" tersenyum sumringah


"jangan aneh aneh kak, aku gak mau menikah" ucap el datar


"jangan jangan kamu belum move on dari Rania ya? hayoo ngaku... " goda byan


"benar kamu belum move on" potong bu lastri


"eh.. mana ada ma, jangan dengarkan kak byan, dia hanya ingin ngeles saja" tuduh el


"eh.. tapi mama gak akan suka ya kamu balikan sama Rania, mama gak akan restuin meskipun Rania hamil duluan, anakmu" omel bu lastri


semua tertawa


"mama bar bar sekali sih" omel el


"ehh.. ini mama gak becanda ya, kamu cepat cari jodoh juga, kalau enggak biar mama yang cariin" ancam mama nya


"papa akan adakan pesta pernikahan untuk kalian secara bersamaan" keputan pak sanjaya


"yeaaahhhhh" byan sangat girang


"hahahaha... " caca terkekeh melihat wajah kesal el


"hei anak kecil.. kamu juga jangan pacaran, belajar yang benar" omel el


"iya caca.. kamu jangan pacaran ya. nanti kalau udah lulus papa carikan polisi berprestasi untuk mu" ucap lembut pak sanjaya


"eh.. papa apaan sih" caca malu malu


"hei.. kenapa muka mu merah. kamu malu ya" goda byan


semua terus bercengkrama tentang seputar perjodohan sampai jam 10 malam.

__ADS_1


__ADS_2