Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Lupakan!


__ADS_3

...----------------...


...Lupakan! ...


...Walau sulit, kau harus tetap melakukan nya. ...


...Walau sakit, kau harus kuat. ...


...Walau lelah, kau harus tetap melangkah. ...


...----------------...


Jam 7 malam, exel baru turun dari lantai 2.Itupun setelah Afifah memanggilnya berulang kali. El dan Afifah memandangi Exel yang terlihat kusut, seperti tidak semangat seperti biasanya.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Afifah.


"Gak papa mom, cuma capek saja."


"Capek kenapa?" Tanya El,


"Berkas di kamar menumpuk pa, padahal exel masih ingin istirahat"


"Yasudah, jangan di periksa dulu. kamu istirahat saja"


Sungguh pandai berbohong, entah siapa yang mengajari Exel seperti itu. Nyatanya, berkas itu tak ia pegang sama sekali.


Setelah makan malam, exel langsung masuk ke kamar. Ia berpamitan untuk istirahat. Walau terdengar tak biasa, afifah pun berinisiatif untuk memanggil kan tukan pijat tradisional.


"Tidak usah, mom"


"Besok kamu udah ke kota, xel. Lebih baik pijat dulu, biar badan lebih enteng" Sambung El.

__ADS_1


"Hmm.. baiklah, bisa di coba"


Afifah tersenyum, lalu berteriak memanggil Alexa untuk memanggil kan tukang urut.


"Kemana Alexa, mom" Alexa yang seperti nya lagi badmood pun langsung manyun.


"Biar reihan saja, mom"


"Tapi, kamu gak tau kan tempat nya."


"Tau kok, mom. Yang rumah nya di simpang sekolah SMP itu kan?"


"Oh, iya benar"


Raihan pun segera pergi dari sana, Alexa pun langsung masuk kamar. Entah apa yang membuat nya seperti itu. Reihan sendiri menjadi bingung dengan kelakuan istri nya. Sejak tadi pagi Alexa bersikap tak biasa nya kepada nya.


Setelah memanggil tukang pijat, Reihan langsung masuk kamar. Malam ini, ia sangat pusing sekali memikirkan Keisha.


"Hemm" Alexa berlagak sibuk mengotak-atik tumpukan kertas


"Sibuk ya?"


"Aku masih ngecek ulangan anak-anak, mas"


"Yasudah, aku mau keluar dulu ya. Mau bahas soal puskesmas sama papa"


Alexa mengangguk tanpa menoleh ke Reihan, reihan pun langsung keluar dari sana, ia berjalan menghampiri El yang sudah menunggu nya.


...****************...


Pagi hari, Exel sudah siap-siap hendak pergi ke kota. Ia sudah mengemasi sebagian barang-barang nya. Dengan langkah berat, ia pergi ke kota.

__ADS_1


Perlahan mobil yang Exel kendarai berjalan menjauh dari desa. Exel yang duduk di kursi belakang hanya bisa menatap pepohonan rindang di pinggir jalan.


"Aku harus bisa melupakan nya. Harus bisa!" Exel mengucapkan nya seraya menguatkan dirinya, bahkan Air mata itu terjatuh membasahi kedua pipi nya. Ini memang berat, namun mau tak mau ia harus bisa.


Setelah lima jam perjalanan, Exel sampai di rumah besar milik keluarga sanjaya. Sanjaya dan Lastri pun menyambut Exel dengan sangat gembira. Kedatangan Exel memang lah di tunggu-tunggu sejak kemarin.


"Exel sayang, makan dulu yuk"


"Tidak oma, Exel mau istirahat saja dulu"


"Makanlah dulu Exel, setelah itu istirahat lah"


Akhirnya dengan terpaksa Exel makan. Namun sayang, makanan tersebut tidak Exel habiskan, walau menu makanan siang ini hampir semua nya favorit Exel.


Exel menaiki tangga, ia langsung membanting tubuh nya di atas kasur empuk berukuran besar tersebut. Exel memejamkan matanya, tak berapa lama ia langsung membuka nya karena ia melihat sebuah senyuman manis memenuhi mata nya.


"Sial! pergilah" Exel mengusap kasar wajah nya.


Disisi lain, Reihan masih khawatir dengan Alexa yang masih saja bete tadi pagi. Untung saja pasien gigi hanya beberapa orang saja, karena mood reihan benar-benar buruk saat ini.


Sedangkan Alexa, ia sedang duduk memandangi layar hp nya. Ia mengulang membaca pesan dari yang masuk ke HP nya sejak kemarin pagi.Pesan itulah yang membuat mood Alexa buruk dan reihan hampir gila memikirkan nya.


Datanglah Alexa, semoga kita masih bisa menjadi teman baik.


Di dalam hati Alexa masih tersimpan sebuah rasa, yang menyebabkan hari ini ia sakit, gelisah mengetahui Adam akan menikah.


Bella yang mengetahui hal tersebut langsung memeluk nya. Tangisan Alexa langsung pecah, untung ia menangis di rumah kontrakan Bella.


"Jangan pikirkan dia lagi, xa. Ingatlah bahwa kamu juga sudah mempunyai suami"


Alexa terus menangis, tidak dapat di bohongi bahwa dia benar-benar tidak bisa menerima hal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2