Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Benar-Benar Meninggalkan Nya


__ADS_3

Fitnah ini ternyata lebih kejam dari fitnah yang di tujukan kepada Afifah dulu. Afifah merasa kasian dengan Sabrina, karena bagaimanapun juga Afifah itu tetap berhati baik. Ia tau bagaimana rasa nya di posisi Sabrina saat ini.


Afifah juga tak bisa menghentikan omongan banyak orang, ia juga tau bahwa barang-barang yang slalu di bawa Exel ketika pulang ke desa ternyata benar di berikan kepada Sabrina.


Namun apa yang bisa ia lakukan, ia tak bisa mencegah nya. Sekalipun ingin. Jika ia ikut berbicara, sudah pasti semua nya akan menjadi keruh dan tetap Sabrina yang akan jelek. Pihak laki-laki seperti Exel tidak akan berpengaruh. Sekalipun nama Exel jelek di desa, itu tidak pengaruh apapun dengan nama dan popularitas nya di hidupnya.


"Alexa juga mendengar nya, mommy. Biar saja, mungkin karma"


"Maksud kamu apa Alexa?"


Matilah kau Alexa. Mulut mu gak bisa diam, dan akhirnya keceplosan!


"Tidak, mommy" Jawab Alexa cepat


Afifah langsung memandang Alexa dengan tatapan sulit sekali di artikan.


"Apa kamu sudah tau bahwa Exel berhubungan dengan Sabrina? Jawab mommy Alexa"


Alhamdulillah, mommy tidak mencurigai ku.


"Hmm, tidak lama ini sih mommy"


Afifah diam, entah mengapa luka lama nya kembali tergores.


...****************...

__ADS_1


Exel memandangi ponsel nya, ia terus membaca sebuah pesan yang di kirimkan oleh Sabrina. Bahkan ia hanya memandangi layar nya saat Sabrina menelpon nya.


Jahat sekali, sangat jahat. Entah aku kemasukan setan apa, yang pasti aku telah menyakiti Sabrina.


Karena terus merasa tak tenang, Exel pergi ke ruangan Byan untuk bercerita. Exel juga menunjukan pesan yang dikirimkan oleh Sabrina, dan dia juga sudah tau tentang gosip yang ada di desanya dari zakir.


"Kamu lemah, xel. Buktinya kamu galau dengan keadaan ini" Ucap Byan


"Jujur saja paman, aku tak tega menyakiti nya seperti ini"


"Jika tidak kuat, jangan di paksa untuk sok sok an balas dendam. Buat apa sih" Byan mencoba untuk menghilangkan semua masa lalu yang terjadi di antara orang tua mereka. "Lagi pula, semua sudah bahagia dengan keluarga masing-masing"


Exel diam beberapa saat, ia duduk sambil memainkan jam pasir kecil yang ada di meja kerja Byan.


"Telepon dia, siapa tau dia ingin mengajak mu kawin lari. hahaha... "


"Tidak, aku gak boleh lemah seperti ini" Exel tiba-tiba bangkit, berdiri tegap dengan sangat gagah. Tapi, apa kabar hati nya yang saat ini sedang sangat kacau.


"Terserah kau saja. Paman cuma bilang, jika dengan meninggalkan nya itu membuatmu hancur. Maka jangan tinggalkan dia, perjuangkan jika kamu benar-benar ingin bersama nya"


"Tidak, paman. Keputusan Exel sudah bulat, bahwa Exel benar-benar akan meninggalkan nya"


"Yasudah, tinggalkan saja dia"


Exel menatap Byan dengan senyuman ceria, lalu berjalan keluar dari ruangan byan dan kembali ke ruangan nya.

__ADS_1


Untuk beberapa jam Exel hanya diam menatap jendela kaca besar yang memperlihatkan pemandangan transportasi di luar kantor nya. Rasanya semakin sangat kacau, seperti hal nya mobil-mobil yang terkena macet yang ia lihat.


Sampai kapan aku seperti ini terus. aku tak pernah merasakan ini sebelum-sebelum nya, dan tidak ada wanita yang mampu membuat ku gila seperti ini, kecuali kau Sabrina.


Exel berbalik, ia langsung mencari handphone nya. Rasa nya ia sudah tidak kuat lagi menahan nya. Jika terus ia tahan, sudah pasti dia akan benar-benar gila!


Exel mencari nama kontak Kelinci, tanpa menunggu apapun, ia langsung menelpon nya. Ia sabar menunggu beberapa dering telepon Sabrina, sambil berdiri dekat jendela. Tak lama, bibir nya tersenyum saat telepon nya berhasil tersambung.


"Hallo, sabrina?"


Exel nampak diam, mendengarkan suara yang ada di seberang sana. Tubuh tegap nya langsung lemah, kaki nya gemetar seolah tak kuat menahan beban tubuh nya, untung saja ada kursi yang menangkap tubuh nya, jadi Exel tidak terjatuh ke lantai. Namun, handphone di tangan Exel terjatuh ke lantai.


"Sabrina, kelinciku"


Exel mengepalkan tangan nya, mata nya langsung berubah menjadi merah, otot-otot di rahang nya juga mengeras. Exel tiba-tiba membanting vas bunga, ia juga membuang semua barang-barang yang ada di atas meja nya.


"Sabrinaaa" Exel meremas rambut nya, frustasi. "Kau milikku, hanya milikku" Exel menarik dasi yang ada di leher nya, lalu menciumi dan memeluk nya. Exel tidak menangis, entah apa yang sebenar nya Exel rasakan.


Setelah ruangan nya kacau balau, Exel keluar dari sana. Tanpa berkata apapun kepada sekertaris nya, ja langsung pergi masuk ke dalam lift langsung menuju ke parkiran khusus nya. Exel langsung menancap gas mobil nya, ia mengambil jalan yang sepi, dan mengemudi dengan ugal-ugalan.


Byan yang baru saja mengetahui nya pun langsung kebingungan, orang patah hati sangatlah berbahaya jika tidak di awasi. Byan pun menyuruh beberapa orang untuk mencari dan mengawasi Exel.


"Cukup awasi saja, jangan mendekat dan jangan sampai dia tau bahwa kalian mengawasi nya" Titah Byan


"Siap, pak"

__ADS_1


Byan ikut galau merasakan rumit nya percintaan keponakan nya tersebut. ia tak tau kabar terbaru dari kisah cinta Exel, padahal beberapa jam yang lalu Exel terlihat baik-baik saja, tapi sekarang?


__ADS_2