Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Obrolan Malam


__ADS_3

"assalamualaikum" teriak seseorang di luar rumah el


el berjalan menuruni tangga dan membuka pintu.


"masuk" ucap el setelah melihat siapa yang datang.


el terus berjalan menuju lantai 2 andi pun mengikuti el di belakang. di lantai 2, el sudah menggelar karpet dan ada beberapa bantal.


setelah andi dan el duduk, el pun menjelaskan semua pekerjaan andi.


"jadi gak boleh ada yang masuk ke ruangan ku, apalagi wanita. yang bersihkan ruangan ku kamu, kamu ikut kemanapun aku pergi di jam kerja" jelas el


"gaji mu dari puskesmas cuma 750rb kan, jadi mulai bulan depan gaji kamu berubah 2juta. jadi kamu harus benar benar mematuhi ku, jangan sampai kamu membuatku kecewa" ucap el dengan tegas


andi tersenyum mendengar gaji nya naik dia kali lipat "iya Pak, Terima kasih" wajah andi sumringah


"kamu bisa nyupir kan?" tanya el


andi dengan cepat mengangguk "bisa pak, aku juga sudah punya SIM"


"baiklah.. jangan terlalu tegang dan takut kepadaku. aku gak akan memakan mu" ucap el kepada andi, karena el tau bahwa sejak tadi andi sedikit takut


"eh... iii... yaaa pak" jawab el gugup


"oh iya, karena aku disini gak ada pembantu, jadi setiap pagi kamu pesankan aku makanan di kantin"


"di warung nya afifah pak?" tanya andi


"iya, panggil ibu kepada yang lebih tua agar sopan!" el sedikit meninggikan suaranya


"afifah itu anak nya pak, kalau ibu nya nama nya zainab" jawab andi


"oh.. dia nama nya afifah" el tersenyum licik


"kenapa pak?" tanya el heran


"gakpapa" cuek dan dingin


"jangan bilang bapak suka sama afifah? " tebak andi

__ADS_1


"jangan ngomong sembarangan! " tegur el sambil melirik andi


"alhamdulillah, jadi gak nambah sainganku" dengan otomatis andi bicara seperti itu dan mengelus dada nya seolah olah ia sangat lega


el menarik satu alis nya ke atas "kamu suka sama dia?"


dengan cepat andi menjawab "iya pak, siapa yang gak suka sama afifah. dia itu primadona di sini. selain cantik dia tu pintar sekali memasak, masakan nya sangat enak. kebayang kan pak kalau jadi istri di masakin terus hahaha"


"kamu tu masih kecil jangan bahas nikah, seperti mama ku saja" omel el


"heheh.. emang bapak gak punya pacar atau tunangan gitu?" tanya el


"gak ada" jawaban cuek el


"memang tampan dan mapan tidak menjadi jaminan orang menjadi jomblo ya pak" andi cengengesan


"enak saja, banyak cewek yang mendekatiku ya, cuma aku hindari saja" bela el


Malam itu andi dan el terus bercengkrama dan semakin dekat. andi jadi tau bahwa el bukan lah sosok yang dingin jika sudah dekat. dia orang nya sangat enjoy tidak se mengerikan yang ia sangka.. begitulah pikiran andi kepada el.


____


pagi pagi sekali, afifah dan ibu nya pergi kepasar untuk berbelanja bahan bahan makanan untuk di jual di kantin. karena setiap hari makanan yang afifah jual selalu habis. bukan hanya warga puskesmas, terkadang orang dari luar juga ikut membeli makanan disana. afifah juga menjadikan akun FB nya untuk berjualan. jadi setiap jam 11 afifah sudah sering mengantar makanan ke beberapa tempat seperti sekolah.


"nduk.. kamu sarapan saja dulu, daripada kamu magh lagi" ucap bu zainab


"iya bu, sebentar lagi ya" jawab afifah


setelah selesai masak, jam 7 pagi para pegawai puskesmas banyak yang belum sarapan, hingga afifah sangat sibuk mengantarkan makanan kepada mereka.


"assalamualaikum bu" ucap lembut el


"waalaikumsalam dokter, mau sarapan ya?"


el tersenyum


"sebentar ya nak, ibu ambilkan" ucap bu zainab hendak bangkit dari kursi


bu zainab pun mengambilkan nasi putih, lalu menyiramkan kuah soto kedalam mangkok. karena selain menu sarapan dan menu utama, bu zainab selalu menyediakan soto daging setiap hari.

__ADS_1


setelah selesai, bu zainab memberikan nya kepada el yang duduk di meja tak jauh dari lapak nya.


"Terima kasih bu" ucap el saat bu zainab meletakan semangkok soto daging.


"dihabiskan ya, kan mau perjalanan ke kota" ucap bu zainab


el pun hanya mengangguk dan tersenyum sambil memandang bu zainab. bu zainab pun kembali ke dalam lapak nya.


el memandang semangkok soto di hadapan nya



kelihatan nya enak sekali-batin el


el pun menyendok nya dan memakan nya. suapan pertama berhasil merubah ekspresi datar el.


enak sekali-batin el sambil tersenyum


el dengan lahap makan soto daging tersebut.


masakan bi jum kalah deh sama ini-batin el


*bi jum adalah pembantu el di rumah mama nya yang setiap hari memasak untuk nya dan keluarga nya di kota


tak lama kemudian afifah datang, ia melihat el dengan lahap nya memakan soto.


ini orang kelaparan atau doyan. makan nya gitu amat- batin afifah melihat el makan dengan lahap


afifah memilih tidak menegur el, ia langsung masuk kedalam lapak nya karena harus segera masak menu utama.


"nduk.. cepat masukan ayam supir kecap nya ke dalam kotak bekal. lalu kasihkan kepada dokter itu. biar ia bawa.. ibu kasian kalau dia kelaparan di jalan" ucap bu zainab saat afifah masuk ke lapak


afifah sangat heran "tapi bu.. kalau dia menolak bagaimana" jawab afifah langsung karena ia tau bahwa el orang nya sedikit sombong.


"sudah masukan saja, kasih nasi dan telur dadar juga ya. biar ibu nanti yang berikan" ucap bu zainab lagi


meskipun afifah terus memberi alasan, bu zainab terus saja memaksa untuk membawakan el bekal. afifah pun jadi tidak bisa menolak, ia melaksanakan titah ibu nya.


setelah selesai afifah menyerahkan kepada bu zainab, dan bu zainab langsung memberikan nya kepada el.

__ADS_1


afifah memantau ibu nya dari dalam lapak, ia melihat el tersenyum dan menerima bekal dari ibu nya. bahkan el tersenyum, setelah itu el langsung pergi dan bu zainab kembali ke dalam lapak.


afifah pun pura pura sibuk memasak agar ibunya tidak tau bahwa ia memperhatikan nya.


__ADS_2