
Pagi hari, Sabrina terkejut karena sudah pukul enam pagi. Ia berteriak histeris karena untuk pertama kali nya Sabrina melewatkan sholat subuh.
"Astaga.. hanya tidak sholat satu kali sja" Omel exel, ia langsung menutup kembali mata nya.
"Tapi dosa mas"
"Apa gak bisa di gantikan gitu?"
"Bisa sih, tapi Sabrina merasa menyesal sekali"
"Sudah, Allah pasti tak akan marah. Kita kecapekan juga kan"
"Tapi... "
"Sudah, ayo tidur lagi. Ini masih sangat pagi sekali"
Sabrina beranjak, ia membuka gorden dan melihat langit masih gelap. Dalam islam, sholat subuh di lakukan sebelum matahari terbit atau sebelum cahaya matahari terlihat.
"Ini pasti masih bisa, aku akan wudhu dan sholat subuh"
Sabrina bergegas, ia sungguh takut meninggalkan sholat. Sedangkan exel masih tidur, kemungkinan exel sudah masuk ke dunia mimpi.
Setelah wudhu, Sabrina mencari sajadah nya. Namun aktifitas nya terhenti, saat ia tak tau di mana arah kiblat nya.
"Astaghfirullah, kenapa sulit sekali sih."
Sabrina buru-buru mencari handphone nya, dengan segera ia mendownload aplikasi di handphone nya. Namun, sambungan internet nya terputus. Ia baru ingat, bahwa ia belum membeli kartu internet, bahkan sekarang handphone tersebut mati karena belum di charger.
"Yaa Allah, aku sungguh tak mau meninggalkan sholat. Saat ini hamba akan sholat dengan arah yang entah kemana. Mohon ampuni hamba yaa Allah"
Sabrina menggelar sajadah nya asal, lalu ia sholat dengan sangat khusyuk. Entah di Terima atau tidak, sah atau tidak nya hanya Allah yang tau.
Setelah sholat, Sabrina duduk sambil memandangi jalanan. Sebenar nya ia ingin sekali membuat teh, tapi apa daya, tidak ada bahan apapun di dapur nya. Mau berbelanja juga ia masih takut untuk keluar, di tambah lagi ia tidak tau dimana toko yang buka. Ia pun akhirnya memilih untuk membaca buku sambil menunggu langit terang, pantang bagi Sabrina tidur setelah sholat Shubuh. Mohon di tiru ya teman-teman hehehe..
Saat Sabrina melihat swalayan depan gedung apartemen nya sudah buka, ia langsung membangunkan exel dengan paksa.
"Ayo mas, aku sangat lapar sekali" Rengek Sabrina
"Astaga, Sabrina. Baiklah, sebentar"
Dengan langkah gontai, exel berjalan menuju ke kamar mandi untuk sikat gigi dan cuci muka. Setelah itu, ia mengantar Sabrina ke swalayan.
"Mas, ini halal gak sabun nya?"
Begitu hati-hari nya Sabrina, bahkan sabun saja di tanyakan kehalalan nya.
"Pakai ini saja, ini kan di Indonesia juga ada" Exel mengambil sebuah botol sabun cair yang merk nya juga ada di Indonesia.
"Hmm, baiklah"
"Kamu cari saja bahan-bahan untuk dapur, biar mas yang belanja untuk keperluan kamar mandi" Titah Exel, ia bisa melihat bahwa istri nya ini membaca satu persatu komposisi nya.
"Baiklah, nanti kita ketemuan di kasir ya mas"
"Iya, beli semua nya. Jangan ada yang terlewat"
Sabrina mengangguk, ia lalu meninggalkan Exel sendirian di sana.
Sudah satu jam lama nya, Exel sudah menyelesaikan tugas nya lima menit yang lalu, tapi Sabrina belum juga kembali. Awalnya ia tidak terlalu khawatir, tapi setelah cukup lama ia menunggu, Exel pun berinisiatif mencari Sabrina. Namun saat Exel berjalan dua langkah, ia sudah melihat Sabrina berjalan ke arah nya sambil tersenyum. Exel cukup kaget dengan apa yang Sabrina masukan ke dalam trolly, sangat banyak sekali.
"Banyak sekali?"
__ADS_1
"Iya mas, kan Sabrina mau masak sendiri untuk menjamin ke halal an nya."
"Kan besok bisa beli lagi Sabrina, jangan nimbun banyak bahan makanan"
"Iya mas, Sabrina tau. Tapi kan di rumah gak ada minyak, gula, teh, kopi. Belum lagi ini tisu, terus ini bumbu-bumbu dapur bawang merah, bawang putih terus ini ada telur juga. Dan ini juga ada kecap, saos, tepung... "
"Ya sudah, setelah ini kita pergi ke Mall"
"Ngapain?" Tanya Sabrina
"Beli bantal, selimut juga. Aku gak mau tidur gak pakai selimut seperti kemarin malam. Apalagi sebentar lagi masuk musin dingin. Kita juga akan berbelanja pakaian musim dingin"
Sabrina terkekeh, "Baiklah"
Setelah keluar dari swalayan, Exel meminta Sabrina untuk menunggu nya di bawah.
"Biar mas yang taruh semua barang ini ke atas"
"Sabrina takut, ikut ya"
"Nanti kamu capek Sabrina. Kamu harus bisa mandiri sayang. Tunggu di sini"
Exel tak mau Sabrina bergantung kepada nya, itulah sebab nya Exel meminta Sabrina menunggu nya di luar. Sabrina harus bisa mandiri, apalagi nanti dia akan bekerja, jadi Sabrina harus berani berada di luar. Sebenar nya Exel ingin memperkerjakan asisten, itu pasti untuk bersihkan apartemen. Karena di sini bayar asisten rumah tangga sangat mahal sekali, dan Exel juga tak mau orang lain masuk ke apartemen nya.
"Sudah, ayo"
"Berjalan, mas?" Tanya Sabrina
"Iya Sabrina, lihatlah banyak orang yang berjalan. Pasti nanti tidak akan terasa capek, apalagi mall nya dekat sini saja"
Sabrina pun tersenyum, lalu ia melangkahkan kaki nya sambil menggandeng tangan Exel. Sabrina menikmati suasana baru, ia memperhatikan semua setiap gedung-gedung yang berjajar rapat di tepi jalan. Orang-orang bejalan dengan tertib, tidak ada yang uyel-uyelan walau cukup ramai, mereka semua mengantri, tidak berebut seperti yang ia lihat sebelum nya di negeri tercinta nya.
Harga cukup menguras rekening, tapi Exel tak masalah. Uang nya masih banyak dan ia tak perlu berpikir lagi untuk membeli nya. Bahkan Exel langsung mengambil nya, tanpa melihat dulu bandrol harga nya. Yang penting bagi Exel cukup di badan Sabrina.
"Mas, ini banyak sekali. Sepatu ini gak usah mas" Sabrina mendorong sepatu boot berwarna putih yang baru saja Exel ambil.
"Musim dingin Sabrina, nanti juga ada salju. Sepatu ini sangat diperlukan"
"Ini terlalu panjang mas, yang ini saja" Sabrina mengambil sepatu boot yang lebih kecil
"tidak, kau tidak tau seperti apa dingin nya. Ini juga akan melindungi kaki mu. cocok untuk kamu yang pakai gamis"
"Baiklah"
Setelah itu, mereka berpindah ke outlet baju muslim. Hanya ada satu outlet di mall ini. Sabrina pun berkenalan, mereka berbicara dengan bahasa Indonesia. Ternyata dia adalah orang Indonesia.
"Ini kartu nama saya, nanti chat saya. Biar saya masukan ke grup muslimah Indonesia"
Ada rona bahagia saat Sabrina menemukan teman.
"Kami juga sering ada kegiatan, misal khotmil quran, buka puasa bersama. Kita juga sering pergi ke bazar Indonesia, tempat penjual makanan Indonesia. Setiap hari sabtu sore"
Ternyata banyak orang Indonesia di sini, Sabrina baru mengetahui nya. Pasti menyenangkan kalau dia juga ikut. Tapi, apakah Exel akan mengizinkan nya. Seketika senyuman Sabrina sirna.
"Apa ini Bapak Exel putra?" Tanya wanita itu
"Iya, ini istri saya"
"Maa sya Allah, gak nyangka ketemu pasangan pengantin baru ini. Selamat atas pernikahan kalian, silahkan berbelanja, nanti saya akan kasih diskon sebagai kado dari saya"
Alhamdulillah, Sabrina bertemu dengan orang-orang baik hari ini. Exel juga merasa senang, saat melihat senyuman Sabrina dan kenyamanan Sabrina berbincang dengan wanita tersebut.
__ADS_1
"Sebentar lagi musim dingin, sebaiknya kamu beli baju dengan bahan yang ini saja" Wanita tersebut mengajak Sabrina ke sebuah gantungan baju yang terletak di bagian paling belakang.
"Oh iya, kita belum kenalan. Saya karina"
"Saya Sabrina" Mereka bejabat tangan
"Silahkan di pilih saja, saya tinggal dulu. Karena ada barang kain datang" Pamit nya saat melihat laki-laki datang ke toko nya sambil membawa kain.
"Sabrina, kamu belanja saja di sini. Mas akan cari bantal dan selimut. Tunggu di sini, mas akan segera kembali"
Sabrina mengangguk, lalu ia kembali memilih baju-baju yang bergelantungan di depan nya. Cukup lama Sabrina memilih, ia mengambil delapan baju. Karena dari Indonesia, ia hanya membawa baju rumahan dan beberapa gamis saja. Exel melarang nya membawa banyak barang, dan Exel meminta Sabrina untuk beli saja di sana. Karena akan aneh jika model Indonesia di pakai di luar negeri.
Sudah satu jam Sabrina menunggu Exel, namun Exel tak kunjung kembali. Ia mulai khawatir dan takut sekali.
"Waa.. seperti nya benar-benar borong" Ucap Karina yang baru saja duduk di samping Sabrina.
"Iya, mba. Aku baru kemarin datang ke sini."
"Pantesan saja, lihat itu" Karina menunjuk dengan mata nya, Sabrina pun mengikuti nya. Ternyata ada exel yang sudah berjalan menghampiri nya sambil membawa banyak sekali belanjaan.
"Kamu tinggal dimana?" Tanya Karina
"Di simpang sana mbak, apartemen yang depan nya ada swalayan nya"
"Maa Syaa Allah, apartemen di pusat kota. Mahal lo di sana, emang berapa per tahun nya?"
"Aku gak tau mbak, mas exel yang ngurusi semua nya"
"Assalamualaikum" Ucap exel, dan tumben sekali dia salam. Mungkin masih kebayang dengan salman yang mengucapkan salam saat ketemu dengan Sabrina waktu lalu.
"Waalaikumsalam"
"Terima kasih sudah menemani istri saya" Ucap exel
"Tidak masalah itu, pak. Ayo minum kopi dulu"
"Tidak, Terima kasih. Lain waktu saja, kami sedang terburu-buru"
"Baiklah, see you next time"
"See you, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Exel dan Sabrina pun berjalan ke luar dari mall, setelah keluar, exel langsung memesan sebuah taxi. Tak mungkin ia pulang dengan membawa banyak sekali barang-barang ini. Bisa-bisa tangan nya copot.
Sebelum pulang, exel meminta supir taxi untuk menunggu nya. ia akan pergi ke sebuah restoran cepat saji untuk membeli beberapa makanan. Ia membeli satu box besar ayam goreng beserta nasi enam bungkus, lalu pizza, kentang goreng dan burger.
"Banyak sekali, mas"
"Buat makan sampai nanti malam"
"Tapi kan tadi aku sudah belanja"
"Itu besok saja, sekarang makan ini dulu. Lagian kita harus bersih-bersih dan menata semua barang-barang ini"
"Tapi seperti nya masih cukup kalau aku masak mas"
"Tidak, biar waktu masak mu itu buat tiduran saja" Exel menaik turunkan alis nya, tentu Sabrina sangat tau sekali apa yang di maksud oleh Exel.
...****************...
__ADS_1