Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Marah


__ADS_3

Kini El sudah bersiap hendak tidur, sedangkan afifah bingung mencari pil KB nya.


"Cari apa?" tanya El dingin


"Enggak mas" afifah pun menyusul El di tempat tidur


"Sudah datang bulan mu?"


"Hmm.. sudah mas"


"Sejak kapan?"


"Tadi sore mas"


El pun langsung menarik afifah dan membawa nya ke kungkungan nya.


"Mas, aku capek. jangan sekarang"


sungguh afifah sangat ketakutan, apa lagi ia belum konsumsi pil, ia takut sekali hamil jika El benar-benar memakan nya.


El yang mendengar penolakan afifah, langsung berdiri


"Apa kamu mencari ini?" El melemparkan 3 kaplet pil KB, milik afifah.


deg, afifah langsung duduk.


"Sejak kapan kamu konsumsi itu?"


"kenapa kamu gak izin kepadaku!"


"Apa kamu gak mau mengandung anakku?"


Afifah diam, ia tau jika salah. ia memilih diam gak bicara apapun!.


"Jadi katakan, kenapa kamu konsumsi itu?"


afifah masih diam. Jika sejak tadi suara El pelan namun tegas, sekarang El sudah sangat marah sekali!!


"JAWAB!!!"


El mencengkram keras lengan afifah, sehingga afifah langsung menangis.


"Kau keterlaluan! egois! Bohong!!" El menghempas tubuh afifah dengan sangat kasar.


afifah kini sudah menangis!!


"Aku tau sekarang! kamu ingin pisah dengan ku dan kembali kepada Ustadz sialan itu kan?"


afifah semakin menangis.


"Gak nyangka kamu serendah itu, aku pikir kau benar-benar wanita baik-baik!!" el berucap seolah-olah dia jijik.


afifah mendongak, ia benar-benar tak Terima dengan kata-kata el.


"CUKUP MAS!!!" Afifah berteriak sekencang mungkin, membuat el sedikit kaget namun ia tetap tenang.


"kamu harus tau mas, aku sudah tak mau lagi berurusan dengan ustadz amir. dia yang menyebabkan ku terpaksa masuk kedalam pernikahan ini"


"Awal pernikahan kamu yang menginginkan kita pisah! tapi aku tetap melayani dengan ikhlas! aku tak peduli dengan perjanjian itu. aku cuma berharap pahala"


"Tapi kamu merusak nya, kamu menyakitiku. Memang kamu gak akan pernah merasa! karena kamu begitu Egois!"


Tubuh El rasanya terkunci tidak bisa bergerak.


"Aku cinta sama kamu mas, aku cinta... hiks hiks hiks...." afifah terjatuh lunglai. El pun hendak memeluk istrinya itu yang baru saja mengatakan bahwa dia mencintai nya


"Jangan Mendekat Mas!!!" afifah mengesot kebelakang, lalu ia berdiri kembali.


"Aku sudah hilangkan dan buang semua rasa cintaku kepadamu, saat kamu bilang bahwa aku tak akan membuatmu terbebani setelah kita bercerai"

__ADS_1


"Dari situ aku yakin, bahwa kamu akan meninggalkan ku"


"Sayang... " suara El melunak, ingin sekali mendekap tubuh wanita yang juga sangat ia cintai itu, namun lagi-lagi afifah menghentikan nya.


"Saat kamu mengambil semua nya dariku. sudah cukup kamu membuat hidupku hancur mas"


"Dan tadi kamu tanya kepadaku, kenapa aku meminum pil KB? IYA KAN? Oke aku akan katakan alasan nya"


"Cukup sayang, cukup maafkan aku. aku tak peduli lagi. kita perbaiki semua nya yaa"


afifah tertawa getir "Enak sekali kamu bilang mau memperbaiki semua nya mas. aku tak mau! aku tak mau hamil jika anakku cuma kau jadikan alat untuk mengambil warisan itu! aku tak mau. Aku tak peduli walau harta warisan itu bisa membeli seisi dunia! aku tak mau itu, aku hanya mau Kasih sayang keluarga yang tulus, Bukan harta yang bisa membuat manusia tak punya hati seperti mu!"


afifah pergi meninggalkan El di kamar, afifah tak peduli dengan panggilan El yang juga berlari menyusul afifah.


"Sayang aku mohon, dengerin aku dulu, semua prasangka mu itu tak benar sayang. Aku... "


"Cukup mas, biarkan aku pulang. aku ingin sendiri"


afifah menghempas tangan El yang sedang memegang tangan nya.


"Oke, Oke, tapi aku antar ya"


"Tidak, jangan temui aku mas. aku sungguh ingin sendiri!"


afifah lalu melakukan motor nya menuju rumah, dengan air mata terus bercucuran.


sesampai nya di rumah, bu zainab ternyata sudah tidur, jadi zakir yang membuka kan pintu nya.


"Mbak kenapa?" tanya zakir khawatir


"Mbak gakpapa kir, biarkan mbak sendiri dulu ya. jangan bilang apa-apa ke ibu. nanti dia khawatir"


zakir pun mengangguk, afifah meluapkan semua nya dalam tangisan nya. ia benar-benar merasa capek dengan semua nya.


Mbak afifah sudah sampai pak, jangan khawatir.


...****************...


Sudah 3 hari ini afifah berada di rumah nya, sejak pertengkaran itu, El slalu pulang ke rumah afifah, namun afifah enggan untuk berbicara kepada El.


afifah juga memaksa El untuk tidak tidur bersama nya, dengan alasan Ingin sendiri.


"Nduk, Ibu cuma menyarankan. apapun masalah nya coba di musyawarahkan dengan baik-baik" bu zainab mencoba memberikan nasehat kepada anaknya itu sambil memasak


"Ibu yang sudah berpengalaman, cuma ngasih tau jika tak baik kamu terus disini sedangkan suami mu ada disana. terlebih lagi dia sudah kesini setiap hari nak. itu tandanya dia sayang sama kamu"


"Bu, afifah benar-benar masih gak bisa untuk saat ini. biarkan afifah disini dulu ya"


afifah mematikan kompor dan meninggalkan ibu nya di dapur.


seperti sebelum-sebelum nya, jam makan siang El datang ke rumah afifah, namun lagi-lagi afifah berdiam di kamar. ia tak mau makan bersama El.


"Nak El, maafin sikap afifah ya nak. ibu akan bilangin dia nanti"


"Jangan dimarahi bu, biarkan saja. El akan sabar nunggu dia gak marah. memang ini salah El"


"Tapi tetap saja afifah keterlaluan kalau seperti ini nak"


"tidak bu, biarkan saja ya. biar El yang akan bujuk pelan-pelan nanti"


Sifat asli El sudah mulai kelihatan, ya beginilah El. sama seperti sikapnya kepada rania dulu. ia begitu penyayang dan sangat lembut dalam menghadapi wanita.


"Bu, setiap malam kasih vitamin ini kepada afifah ya bu. El mohon pastikan afifah untuk minum ini ya bu"


"Iya nak, ibu akan pastikan. kamu gak menghampiri afifah dulu?"


"Afifah tidur bu, biar El langsung kembali saja. sudah jam 1"


"Ya sudah, Hati-hati ya nak"

__ADS_1


El mencium punggung tangan bu zainab "Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


El merasa lelah, sudah 4 hari ini afifah tak memberikan nya waktu untuk sekedar menjelaskan. namun tidak membuat El menyerah.


Ini salahku, salahku yang tak mengungkap kan semua rasa ini. aku yang membuat perjanjian itu, dan itu menjadi bomerang bagiku.


El pun memutar audio mobil nya, lalu sebuah lagu keluar dari sana.


Katamu cintaku berlebihan


Cemburuku tak beralasan


Membuat dirimu tak nyaman


Maafkan aku, sayang


Aku takut kehilangan dirimu


Aku takut, takut kehilanganmu


Aku takut kehilangan cintamu


Aku takut hidup tanpa dirimu


Aku tak akan bisa, aku yang bisa gila


Bila kau pergi meninggalkanku


Oh...


Katamu cintaku berlebihan


Cemburuku tak beralasan


Bagaikan burung dalam sangkar


Maafkan aku, sayang


Aku takut kehilangan dirimu


Aku takut, takut kehilanganmu


Aku takut kehilangan cintamu


Aku takut hidup tanpa dirimu


Aku tak akan bisa, aku yang bisa gila


Bila kau pergi meninggalkanku


Oh Aku takut kehilangan dirimu


Aku takut, takut kehilanganmu


Aku takut kehilangan cintamu


Aku takut hidup tanpa dirimu


Aku tak akan bisa, aku yang bisa gila


Bila kau pergi meninggalkanku


El terbawa suasana lagu, entah mulai kapan air matanya itu menetes.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan Jejak

__ADS_1


__ADS_2