Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Kado Terindah


__ADS_3

Pagi hari, afifah bangun seperti biasanya.


Ia membuat sebuah Cake black Forest, dengan di balut butter cream Putih, lalu ia tulis di atas nya dengan coklat yang sudah di leleh kan Happy birthday Mas Ramdan. Afifah juga menambahkan dua buah Cerry di atasnya.


Setelah selesai, afifah memotret nya. Lalu ia unggah di postingan instagram milik nya.


Happy birthday mas, Doa terbaik untuk mu.


I Miss You..


setelah itu, afifah memakan nya bersama andi, zakir dan bu zainab. Untuk sesaat Rasa rindu afifah terlewatkan, ia merasa bahagia sekali untuk sejenak.


"Afifah pamit ya bu, ibu jangan banyak aktifitas biar gak sakit lagi"


"Dan ibu jangan khawatirkan soal acara 7 bulanan afifah ya, kan masih dua minggu lagi. biar nanti afifah yang urus sendiri"


setelah afifah nangis sejadi-jadi nya kemarin lusa. kini ia berjanji tidak akan sesedih itu, ia tak boleh egois, karena ada bukan hanya dirinya saja yang butuh hidup, namun makhluk kecil tak berdosa yang mulai aktif menendang itu juga harus di perjuangkan.


Siang ini, afifah memutuskan untuk melepas rindu nya kepada El dengan beraktifitas di rumah El. Sekarang ia sedang menyiram tanaman depan sambil bernyanyi.


**Adera - Lebih indah


Saat kutenggelam dalam sendu


Waktu pun enggan untuk berlalu


Kuberjanji 'tuk menutup pintu hatiku


Entah untuk siapa pun itu


Semakin kulihat masa lalu


Semakin hatiku tak menentu


Tetapi satu sinar terangi jiwaku


Saat 'ku melihat senyummu


Dan kau hadir


Merubah segalanya


Menjadi lebih indah


Kau bawa cintaku


Setinggi angkasa


Membuatku merasa sempurna


Dan membuatku utuh


'Tuk menjalani hidup


Berdua denganmu selama-lamanya


Kaulah yang terbaik untukku


Hu-u-u-u-u ...


Kini kuingin hentikan waktu


Bila kau berada di dekatku


Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku


'Kan kupetik satu untukmu


Dan kau hadir


Merubah segalanya (segalanya)


Menjadi lebih indah


Kau bawa cintaku


Setinggi angkasa


Membuatku merasa sempurna


Dan membuatku utuh (membuatku utuh)


'Tuk menjalani hidup


Berdua denganmu selama-lamanya


Kaulah yang terbaik untukku


Kupercayakan


Seluruh hatiku padamu (padamu)


Kasihku, satu janjiku

__ADS_1


Kaulah yang terakhir bagiku


Ho-o-ho-ho ...


Hu ... dan kau hadir


Merubah segalanya


(Menjadi lebih indah)


Hu-u ... lebih indah


(Kau bawa cintaku)


Kau bawa cintaku


(Setinggi ngkasa)


(Membuatku merasa sempurna)


(Dan membuatku utuh) membuatku utuh


(Menjalani hidup)


Berdua denganmu selama-lamanya


Kaulah yang terbaik untukku


(Kamu yang terbaik untukku)


Yang terbaik untukku**


Seorang laki-laki memakai motor besar, lengkap dengan jaket kulit dan helm teropong sedang melihat afifah dengan seksama.


Mata nya terfokus dengan perut afifah yang besar, ia juga melihat bahwa afifah sangat bahagia, apalagi menyiram tanaman dengan bernyanyi ria.


Pria tersebut membuka Helm teropong nya. Mulai melangkahkan kaki nya mendekat ke arah afifah.


"Fah" panggil pria tersebut


Afifah yang merasa tak asing mendengar suara itu, langsung menoleh.


Mata afifah membulat saat ia melihat sosok pria dihadapan nya itu.


"Mass.. ramdan" wajah afifah langsung berbinar senang dan otomatis langsung memeluk El, namun sayang perut besarnya menghalangi nya, dan El pun masih diam tak bereaksi apapun.


"Mass... kamu pulang" afifah terharu sampai ia menangis


"Kamu kemana saja mas, aku cariin kamu 3 minggu ini"


El masih diam, menatap afifah penuh arti.


"Mas, lihatlah" afifah memegangi perut nya laku mengelus nya


"Mas, ini anak kita mas, hiks hiks hiks"


"Mas, kamu kok diam sih"


"Aku sudah tidak pulang hampir 4 bulan fah? kamu hamil?"


"Iya mas, sekarang perut aku udah mau masuk 7 bulan mas. Saat kamu tugas, ternyata aku sudah hamil 12 minggu, aku juga lupa tidak menghitung jadwal menstruasi ku. kan kamu juga tau menstruasi ku tak teratur pasca keguguran"


El masih diam, menatap afifah dengan tatapan tidak dapat di artikan


"Kamu gak percaya ya mas kalau ini anakmu?"


"Ayo kita ke bu nanik, kita periksa! kamu juga dokter pasti tau sedikit tentang ini, kalau perlu kita Tes DNA"


afifah menarik tangan El namun El tetap tak bergeming, seperti sekertaris Han.


"Kamu serius fah? ini anak aku?"


Afifah mengangguk.


El langsung bersimpuh, memeluk perut besar afifah.


"Maafin aku fah, aku tak ada di sampingmu. Maafin papa nak, maafin papa yang meninggalkan mu"


"Sudahlah, yang penting sekarang kamu udah sehat dan sudah bisa berkumpul bersama ku lagi" afifah menarik El agar berdiri.


El pun membawa afifah masuk kedalam rumah, El langsung mandi sedangkan afifah juga langsung memasak Spagetti untuk El.


"Happy birthday mas" ucap afifah sambil meletakan sepiring spagetti di hadapan El.


"Terima kasih sayang" El mencium perut afifah lalu ia berdiri mencium kening afifah


"Maaf ya mas, gak bisa kasih kado apapun"


"Kalian adalah kado terindah di hidupku. aku tak membutuhkan kado apapun lagi"


El tersenyum menatap afifah, begitu juga afifah.


"Aku makan dulu ya, kamu duduk saja. jangan banyak gerak pokok nya. besok aku akan cari 3 pembantu lagi"

__ADS_1


"Buat apa banyak-banyak mas"


"Sudah diam, pokok nya kamu diam ya, nurut sama aku. aku gak mau terjadi apapun kepadamu dan anakku"


afifah tersenyum


"Kamu udah kasih tau papa gak mas? Ohh iya, kenapa HP kamu gak aktif?"


"Hmmm... HP aku masuk closet, jadi rusak"


"Trus papa?"


"Papa udah tau, kak Byan akan kesini besok sekalian bawa HP baruku" Jawab El dengan mulut penuh makanan.


setelah makan, El langsung membawa afifah ke kamar, El hanya ingin memeluk afifah sambil mengelus perut nya.


"Kamu senang ya mas?"


"Senang apa?"


"Sama ini" afifah mengelus tangan El yang berada di perutnya


"Seneng banget sayang. pokok nya kamu jangan banyak gerak, besok kita USG, aku pengen lihat anakku. Kira-kira laki-laki atau perempuan ya"


"Gak mau! pokok nya gak mau"


"Kenapa?"


"Pokok nya gak mau, biar jadi kejutan nanti saat melahirkan"


"Ya sudah, gak usah lihat jenis kelamin nya. tapi mas pengen lihat wajah nya. kan di puskesmas ada USG 3D"


"Pokok nya gak mau" afifah memindahkan tangan El agar tidak memeluk nya. mulai manja dan ngelunjak lagi.


"Ya sudah deh, gak usah" El kembali memeluk Afifah dengan sangat erat.


Ngalah saja, lagian bari ketemu, masa harus bertengkar.


...****************...


Malam hari, Bu zainab dan zakir datang ke rumah afifah untuk memastikan keadaan El. Bu zainab benar-benar khawatir dengan El, menantu tampan nya itu.


bersamaan dengan itu, para dokter dan pegawai puskesmas juga datang, iku memastikan keadaan El.


Setelah 1 jam lebih mereka bertamu, mereka pun memutuskan untuk pulang, begitu juga dengan bu zainab dan zakir.


"Mas aku ngantuk sekali, Tapi.."


"Kamu pengen apa? biar besok kak Byan dan kak mira bawakan"


"Tidak mas, hanya saja punggung sampai pinggang ku sakit. gak bisa tidur kalau gak di elus"


El menaikan satu alis nya, tidak percaya


"Biasanya ibu yang elus-elus mas, sekarang... "


"oke, oke sini biar aku elus"


perlahan El mengusap punggung sampai pinggang afifah.


"Bukan seperti itu mas" kesal afifah


El diam, ia bingung harus gimana.


"Mas gak tau ya gimana cara nya elus punggung wanita hamil" marah-marah kesal


"Sa.. "


"Udah deh gak usah, aku tidur saja"


Afifah langsung masuk kedalam selimut dan memejamkan mata nya, bibirnya masih saja mengomel.


"Maaf sayang, mas gak tau"


Sebenarnya El sudah melakukan nya dengan benar, cuma arah nya saja yang ah bagi afifah. karena biasanya punggung afifah diusap dari atas kebawah, tapi El melakukan nya dari bawah ke atas.


"Sudah, aku mau tidur!"


El menghela nafas perlahan.


Tadi bu nanik sudah menjelaskan keadaan afifah, El sebagai dokter juga tau kondisi ibu hamil bagaimana, jadi El bisa mengerti kemarahan afifah yang tak jelas itu.


"Afifah gak boleh stres, stres sedikit saja bisa mempengaruhi ke detak jantung anak nya. Jadi bapak harus sabar, ikutin saja dia dulu. nanti saya akan kasih tau bagaimana selanjutnya, jika waktu periksa rutin"


"Makanan bergizi juga sangat penting. Buah, sayur, daging juga pak. Afifah kurang asupan Zat besi. Bisa bapak belikan ikan Salmon, itu yang terbaik pak"


Dua pesan tersebut El ingat-ingat betul. Jadi intinya El harus sabar menghadapi afifah.


...----------------...


**Segini dulu ya gaes, nantikan ke bucin an El saat masa-masa kehamilan afifah. Kira-kira El bisa sabar gak ya, soalnya afifah yang sebelum nya diam dan tak pernah melawan, sekarang jadi sering melawan, intinya ngelunjak gitu.


Jangan lupa tinggalkan jejak**

__ADS_1


__ADS_2