
"eko?" ucap nenek eka
"iya nyonya, saya eko"
"kok kamu ada di sini?" tanya nenek eka
"Desa ini adalah pemasok daun teh di kebun kita nyonya"
"ohhh... kamu tau dari siapa saya ad di sini?"
"tadi pak sanjaya telepon saya. ayo nek, kalau mau lihat kebun teh, saya akan temani jalan-jalan. lagian Mas El kan masih praktek.
"oke, saya pamitan dulu sama caca, tunggu disini" perlahan nenek eka masuk kedalam rumah. meski sudah di ajak, caca lebih memilih diam di rumah.
eko adalah orang yang mengelola pabrik olahan teh milik keluarga alexander. nenek eka tidak pernah mengurusi pabrik nya, karena slama ini ia sudah mempercayakan semua nya kepada sanjaya.
Eko membawa nenek eka keliling ke kebun teh, di sana mereka di sapa banyak orang.
"Bos Eko" panggil seseorang dari belakang.
"Hei, Adi" eko menoleh dan melihat seorang pemuda
"Ini ibu nya bos?" tanya andi setelah berdiri di depan eko
"Bukan, ini istri Bos saya dulu."
"Oh... selamat pagi bu" sapa Adi
"iya selamat pagi" jawab nenek eka "siapa dia ko" tanya nenek eka kepada eko
"Dia pengepul teh di desa sini nyonya. kan setiap desa beda-beda pengepul nya. jadi kebun sebelah sini pengepul nya kak Adi ini. dia juga mempunyai lahan teh luas. kalau yang sebelah sana itu milik desa lain, ada pengepul nya sendiri"
"ohh... yasudah ayo. antarkan aku ke rumah seseorang sekarang"
"ke rumah siapa nyonya"
"kamu tau gadis bernama afifah?" tanya nenek eka
"ohh.. saya tau bu, mari saya antarkan" sambar Adi karena eko terlihat bingung, jelas dia tak tau afifah.
mereka bertiga masuk kedalam mobil berbeda, mobil eko mengekor di belakang mobil adi. tak lama kemudian, mereka sampai di rumah afifah yang sederhana. disana terlihat memulai persiapan, beberapa tetangga membersihkan halaman rumah afifah. dengan percaya diri nya berjalan masuk ke rumah afifah bersama eko dan nenek eka.
"Assalamualaikum... " ucap Adi
__ADS_1
afifah dan ayu yang duduk di ruang tamu langsung menoleh. afifah keget melihat sosok Adi yang berdiri di ambang pintu.
"Waalaikumsalam" afifah langsung menghampiri Adi "Maaf mas Adi, ibu masih kepasar. ada apa ya" tanya afifah
"Saya mengantar bos saya, pemilik pabrik teh" ucap nya sombong.
"kamu afifah?" tanya nenek eka sambil tersenyum, yang di tanya pun gugup dan gemeteran
"Iyaa, bu... " afifah takut
"panggil saya nenek, saya adalah nenek nya El" bagai di sambar petir afifah pun kaget, begitu juga Adi. "kamu kenapa kok kaget cantik, apa nenek tidak di persilahkan duduk?" ucap nenek eka sambil memegang pipi afifah
"ohh.. iya nek, silahkan duduk" afifah mempeesilahkan nenek eka dan lainya duduk "maaf masih berantakan" ucap afifah
"Gakpapa sayang." jawab nenek eka
"kamu duduk disini saja fah, biar aku yang buatin minuman" bisik ayu, afifah pun mengangguk
"Sini sayang, duduk dekat nenek" nenek eka menepuk kursi di samping nya. "Kamu cantik sekali, sederhana. pastes El mau nikah nya sama kamu saja" goda nenek eka. afifah pun hanya ter senyum kaku.
"masakan kamu enak sayang. benar-benar enak" puji nenek eka
"Terima kasih nek, Alhamdulillah kalau nenek cocok"
tak lama kemudian, bu zainab datang. awalnya bu zainab kaget, namun akhirnya afifah menjelaskan nya.
setelah makan siang bersama, nenek eka membawa 2 rantang bekal untuk El dan caca dirumah.
"eko, antarkan makanan ini ke caca ya. biar aku yang berikan bekal ini kepada El."
"tapi dia bawa motor nyonya. biar saya antar dulu, setelah itu saya akan mengantarkan makanan ini ke Adek caca" ucap eko
"baiklah.. terserah saja"
***
mobil milik eko sudah terparkir di area puskesmas. dengan langkah perlahan andi membawa nenek eka masuk menuju ruangan El.
cek lek...
"Lama sekali! aku sudah lapar" ucap El ketus saat pintu terbuka
"Ell.... " suara yang tak asing di telinga El membuatnya langsung menoleh dan menghentikan aktifitas cuci tangan nya.
__ADS_1
"Nenek kenapa kesini? caca mana?" tanya El langsung menghampiri dan menampah nenek kesayangan nya
"Caca dirumah, tadi pak eko ke rumah. nenek di ajak jalan-jalan dan nenek juga kerumah istrimu. dia cantik sekali El"
"Astaga nenek, kenpa gak bilang dulu sama El sih. kan El bisa suruh andi juga"
kini mereka berdua sudah duduk di sebuah sofa.
"Isshhh.. sudah, ayo makanlah. ini adalah makanan kesukaan kakek mu dulu"
El membuka kotak bekal di atas meja, ia melihat semur ayam dan sambal kecap.
"Walaupun kakek kamu bule, dia suka sekali makanan tradisional" ucap nenek eka, pandangan nya kosong. terbesit wajah tampan suami nya yang sudah meninggal 5 tahun yang lalu.
Jika saja dia tak pernah menolakmu, nenek gak akan se cocok ini dengan nya. kamu adalah cucu kesayangan nenek dan kakek.
nenek eka memandangi wajah tampan mirip suami nya itu dari samping, El makan dengan sangat lahap. entah enak atau lapar tak ada beda nya.
****
keesokan hari nya, lastri, sanjaya dan byan datang. suara perdebatan mertua dan menantu, suara adik yang sedang meneriaki kakak nya. memebuat rumah El tak sepi lagi.
siang hari, setelah andi mengantarkan makan siang untuk keluarga El. byan dengan sengaja ikut bersama andi ke tempat kerja El. tentu jiwa playboy byan meronta-ronta ingin tebar pesona dimana-mana. dengan memakai celana pendek Coklat tua dan kaos hitam dengan aksen tulisan sebuah merk di dadanya, pelengkap topi branded yang melengkap di kepalanya, membuat byan benar-benar sangat tampan tanpa celah. kulit putih nya, dan mata coklat nya, membuat siapa saja yang melihat nya menjadi terpesona.
didalam perjalanan, banyak orang-orang sosok pemuda gagah yang duduk di belakang motor Andi. sesampai di puskesmas pun byan masih menjadi pusat perhatian semua orang.
"Siapa dia? tampan sekali"
"Apa jangan-jangan dokter baru juga"
"atau penggantinya dokter El"
walaupun tidak terdengar jelas di telinga byan, namun byan tau bahwa semua orang bergunam tentang nya. byan terus melangkah kan kaki nya di belakang andi dengan sangat percaya diri.
"Kakak? ngapain kesini" tanya El setelah melihat bahwa andi tidak datang sendirian
"Biasa El, tebar pesona. biar semua tau kalau dokter El yang tampan ini juga punya kakak yang tak kalah tampan nya juga"
"Astaga kakak" El tak habis pikir dengan prilaku kakak nya. walau sejak bertunangan dengan mira byan sudah berubah. namun jiwa playboy nya belum juga hilang sepenuh nya.
Be**rsambung....
Up agak lambat karena sejak tadi malam hujan. jaringan agak susah. untuk Novel *ketika kehormatanku di pertanyaan*, sementara gak bisa up karena author ada urusan.. kalau udah urusan nya. InsyaAllah langsung otw nulis**.
__ADS_1