Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Kembali ke rumah


__ADS_3

Hari ini, afifah merengek ingin pulang. Ia benar-benar gak nyaman berada di puskesmas. El masih mempertimbangkan nya, mengingat keadaan afifah yang belum pulih.


Dengan ke riweh an, akhirnya el membawa afifah dan kedua anaknya pulang. bukan hanya itu, el juga menyewa box inkubator untuk di bawah ke rumah nya.


Sesampainya di rumah, afifah langsung masuk ke kamar tamu di lantai satu, kamar yang lumayan besar juga.


"Mas aku sebenar nya pengen pulang ke rumah"


"Rumah kamu kecil fah, di sana juga masih banyak orang, kamu nurut ya"


Afifah manyun.


"Kamu gak boleh stres, jika kamu benar-benar ingin kesana, kamu harus segera pulih. kalau gak pulih kamu gak akan bisa kesana"


Apa yang dikatakan el memanglah benar, afifah sendiri kini mempertimbangkan nya.


"Mas, aku lapar"


"Iya sebentar lagi ya sayang" el mengelus kepala afifah, lalu mencium kening nya.


"Kamu jangan banyak gerak sayang, jahitan di perut kamu belum juga kering. Itu bi lela masak ikan gabus, biar cepat kering"


"Mas, aku pengen anak aku minum Asi"


"Iya sayang, kamu pompa saja asi kamu dulu, untuk saat ini mereka masih harus minum susu khusus, mungkin minggu depan udah mulai minum asi"


Afifah kembali menangis.


"Kok nangis sih fah?" tanya el


"Aku bahagia mas, mempunyai dua bayi dan juga suami seperti mu. Tapi ibuku... hiks hiks hiks"


El tau apa yang sedang Afifah rasakan.


"Nanti siang mungkin papa dan yang lain nya datang, kamu jangan sedih terus ya, nanti yang lain nya ikut sedih" ucap El.


Afifah mengangguk.


"Yasudah, aku ambilkan makan dulu ya kamu duduk saja disini"


"Makasih ya mas, udah rawat aku"


El tersenyum, mengangguk lalu mengecup bibir afifah.


El berjalan ke arah dapur, mengambilkan nasi dan ikan gabus kukus lengkap dengan sambal tomat tak pedas, dan tak lupa kubis, wortel, kacang panjang kukus.


El membawa nya ke kamar, lalu menyuapi afifah dengan sangat sabar.


"Aku bisa makan sendiri mas"


"Besok aku mulai bekerja lagi, jadi biarkan hari ini aku memanjakan mu"


Afifah tersenyum, ia merasa sangat beruntung sekali mendapatkan El.


"Mas ramdan" panggil afifah manja


"hemmm" El masih tidur di pangkuan afifah, ia masih enggan membuka mata nya.


"Kamu capek ya mas?"


"Iya, capek sekali"


"Tidurlah" afifah mengelus rambut tebal El, hingga El tertidur dengan ber bantalan paha afifah.


Terima kasih sudah hadir di hidupku mas, aku tak menyangka kisah kita akan seperti ini mas, aku sangat menyayangimu, entah sejak kapan yang penting saat ini aku ingin slalu bersama mu.


Jam 12 siang, keluarga sanjaya datang membawa banyak sekali hadiah untuk baby twins Exel dan Alexa.


"Nyonya sama tuan El, lagi istirahat di kamar tuan sanjaya"


"Anak nya kemana bi?" tanya sanjaya


"Ada di kamar juga"


"Apa tidak di urus?" tanya byan


"Ada Ana yang mengawasi nya pak, ana kan baby sister khusus dari yayasan" jelas bi lela


"Kita bersih-bersih dulu, setelah itu baru bangunin El" titah sanjaya kepada semua nya.


Setelah semua nya membersihkan diri, El terbangun dengan suara teriakan Byan kepada caca, El pun segera bangkit dan keluar dari kamar.


"Kak Byan" panggil El, Byan pun langsung menoleh dan berhenti mengejar caca. mereka berpelukan


"Selamat El, selamat sudah menjadi Ayah!!"


"Terima kasih kak"


"Dimana papa dan mama?"


"Masih di kamar, mungkin mandi"


"Yasudah aku mandi juga, bentar lagi aku akan bangunin afifah"


"Kak El, mana baby twins nya" tanya caca


"Lihat saja di kamar, tapi jangan berisik"


Keluarga sanjaya sangat bahagia sekali melihat baby twins El, kecuali lastri.


Mereka berebut menggendong nya, padahal udah dilarang terlalu lama di suhu ruangan.


"Lihat Pa, Alexa persis banget kayak El, hahah"


"Iya, sebenarnya mana sih yang cewek ini bi" tanya caca

__ADS_1


"Yang pakai baju berwarna pink itu yang cewek, yang baju biru Exel"


"Kok kebalik ya pa, Exel malah kayak afifah, cantik"


Semua tertawa, sehingga afifah terbangun.


"Maaf ya kak afifah" ucap caca


"Maaf, maaf, aku gak tau kalau kalian sudah datang"


"Gakpapa fah, sudah kamu duduk saja" Sanjaya mencegah afifah, agar ia tidak bergerak.


"Iya fah, kamu kan habis operasi, jadi jangan banyak gerak"


"Hmm.. Mana Mira kak?" tanya afifah


"Di dapur sama Mama, bantuin masak"


entah mengapa afifah merasa was-was saat ia mendengar bahwa lastri juga ada disini.


satu jam kemudian, Semua makan siang bersama, kecuali Afifah. di meja makan semua nya makan dengan nikmat, tanpa bersuara. setelah makan, El mengantar semua orang ke rumah afifah, kecuali lastri tak mau ikut karena capek, katanya.


Sekarang, afifah berada di kamar. Ia sedang makan siang sambil memandangi dua malaikat kecil nya yang baru saja minum Susu khusus bayi prematur.


Setelah menyelesaikan makanan nya, afifah duduk dengan kaki diluruskan, ia membaca buku yang El berikan seputar merawat bayi.


"Setelah melahirkan bukan alasan yang tepat untuk bermalas-malasan" ucap lastri ketus


Afifah jadi kaget, karena lastri datang tiba-tiba seperti hantu.


"Maaf maa" ucap afifah lalu menurunkan kaki nya, dan menghampiri lastri yang berdiri di ambang pintu.


Dengan perlahan afifah berjalan, menghampiri lastri lalu mencium punggung tangan lastri. setelah itu lastri berjalan ke luar kamar afifah, afifah pun mengekor di belakang lastri.


kini mereka duduk berdua di ruang keluarga.


"Kamu jangan malas, kalau makan diluar, jangan di dalam kamar terus! Jangan manja karena El memanjakan mu, seharusnya kamu tau diri, dan tetap melayani El seperti biasanya" omel lastri


"Iya maa, karena jahitan nya masih sakit, di buat jalan pun masih ngilu" Afifah memegangi perut nya yang mulai merasa nyeri akibat berjalan dari kamar ke ruang keluarga


"Alasan saja kamu! aku tau El gak akan kasih obat atau apapun yang murah, pasti El memberikan semua nya yang mahal dan terbaik. Aku yakin kamu gak merasakan sakit apapun"


Afifah diam saja.


"Ingat ya, kamu bukan ratu disini. Disini El yang mempunyai segalanya, kamu itu gak punya apapun, jadi jangan banyak tingkah dan manja, ingat satu hal lagi, jangan perlakukan El seperti pembantu mu yang merawat mu ini dan itu"


"Aku tau tadi El yang menyiapkan makanan mu bahkan menyuapi mu, aku peringatkan jangan sampai itu terjadi lagi!!"


Lastri langsung meninggalkan afifah begitu saja disana. Sedangkan afifah sudah menangis.


Lastri tau informasi tersebut saat tadi masak di dapur bersama bi lela dan ana, bi lela menceritakan semua itu kepada mira, maksud hati bi lela memuji perlakuan El kepada afifah, bahkan mira senang mendengar nya dan Cerita itu mampu membuat Ana iri hati. Namun lain hal nya dengan Lastri, ia merasa cerita itu memberikan nya kesempatan untuk menyerang afifah.


Afifah kembali berjalan, sambil memegangi perut nya. ia kembali masuk ke kamar dengan menangis. Entah kenapa ia merasa sangat sedih sekali dengan perkataan Lastri. Lalu afifah juga teringat kembali kepada ibu nya.


Afifah rindu sama ibu, hiks hiks hiks


Afifah rindu masakan ibu,


Andai ibu masih ada, pasti saat ini ibu merawatku..


Afifah memegangi perutnya yang merasa ngilu, bukan hanya itu, afifah merasakan didalam perut nya seperti di peras, belum lagi kepala nya pusing akibat terus menangis.


Malam hari, setelah mengikuti acara doa bersama di rumah zakir, keluarga sanjaya kembali kerumah El.


Mereka semua langsung istirahat di kamar masing-masing, begitu juga El, ia langsung menghampiri afifah.


"Kamu nangis fah?" tanya El saat melihat mata afifah bengkak


"Enggak mas"


"Jangan bohong!!!" El memeluk afifah, pelukan itu benar-benar menenangkan afifah.


"Kata bi lela kamu belum makan, mas ambil kan ya"


"Enggak mas, nanti saja"


"Kamu kenapa? ingat ibuk? iya?"


afifah menangguk, ia kembali menangis.


"Sayang, jangan nangis dong. nanti pengaruh lo sama asi nya. katanya mau kasih Asi ke anak-anak kita?"


"Mas, aku sayang banget sama kamu. kamu jangan tinggalin aku ya"


"Iya, kamu kenapa?jarang-jarang kayak gini" El kembali memeluk afifah "Sudah jangan nangis, percaya sama aku" El mengusap air mata afifah.


Sambil menunggu jam makan malam, El menemani afifah dikamar, mengobrol bersama, sesekali mereka berdua tertawa.


Untuk sejenak, afifah lupa dengan perkataan Lastri. memang jika dekat El, afifah merasa semua beban hilang begitu saja.


"Aku ambilin makanan kamu, bentar lagi udah jam makan malam"


"Gak usah mas, aku makan di luar saja. gak enak sama papa dan yang lain"


El diam sejenak, mempertimbangkan permintaan afifah "Baiklah, ayo aku gendong"


"Aku jalan saja mas" tolak afifah


"Kamu gak boleh jalan terlalu jauh dulu fah, dari sini ke dapur lumayan lo fah, biar aku gendong"


"Gak mau mas, aku mau jalan" Afifah kembali kesal, ia teringat lagi dengan kata-kata Lastri.


Kamu bukanlah Ratu disini!!!


"Aku bisa kan sendiri mas, jangan paksa aku dan jangan manjain aku terus!"

__ADS_1


El masih diam, berdiri di tempat nya.


Kenapa lagi dia? dikit-dikit marah, nangis, tertawa.


El menuntun afifah berjalan menuju ruang makan, disana sudah ada mira dan Lastri yang ikut menghidangkan makanan, dan juga caca yang duduk anteng sambil bermain HP.


"Loo.. kok keluar kak?" tanya caca


"Pengen makan bersama-sama disini" jawab afifah


"Kakak afifah nangis ya? bengkak mata nya" tanya Caca


"Kenapa menangis?" Tanya sanjaya yang baru saja datang


"Gak kenapa-kenapa pa, cuma ingat ibuk saja"


sanjaya duduk di kursi, begitu juga afifah dan El.


"Jangan terlalu banyak pikiran, kamu juga gak boleh stress" ucap sanjaya


"Iya fah, nanti kamu terkena baby blus loo" sambung mira yang ikut duduk juga, Lastri juga ikut duduk di samping mira, namun Lastri memilih diam, tak bicara apapun.


"Selamat malam semua nya" sapa Byan dengan heboh nya


"loo" Byan kaget saat melihat mata afifah bengkak


"Kamu apain el?"


"Enggak aku apa-apain. afifah cuma ke ingat ibu nya saja"


"Ohhh... sabar fa, do'ain saja"


"Ya sudah, ayo kita makan dulu. setelah itu kita bersantai bersama"


Byan memimpin doa, merekapun makan malam. bersama dengan romantis, dan harmonis.


Setelah makan, afifah langsung ke kamar untuk melihat kedua anak nya yang sedang minum susu dari dot, sedangkan El berada di teras rumah bersama beberapa sanjaya, Byan dan beberapa warga yang sedang ronda.


afifah memandangi bayi kecil nya, ia kembali meneteskan air mata nya, entah mengapa ia mudah sekali baper. suasana hati nya gampang sekali berubah.


"Anak nya kembar ya pak?" tanya salah satu warga


"Iya Pak, alhamdulillah"


"Pak dokter El cakep, afifah cantik, pasti anak nya cakep-cakep juga"


"Iya dong pak, kalau jelek mau ikut siapa, hahaha"


kembali ke kamar afifah, setelah menyelesaikan tugas nya, ana kembali ke kamar nya untuk tidur, karena ia nanti harus bangun menyusui si kembar lagi per dua jam sekali.


Afifah sendiri hendak merebahkan tubuh nya, jahitan di perutnya masih ngilu, apalagi setelah tadi ia buat jalan, rasanya seperti tertusuk jarum.


"Kamu males banget sih, jam segini udah tidur. baru juga selesai makan"


Afifah yang baru saja merebahkan tubuh nya kembali bangun dan duduk saat Lastri tiba-tiba datang, me ngomel.


"Perut aku ngilu maa, jadi aku buat tiduran"


Lastri memutar bola nya malas.


"Susu buat anak kamu itu mahal, jadi kalau bisa minum Asi saja. Aku tau kalian hidup disini cuma mengandalkan gaji El jadi dokter saja. Uang perusahaan hanya untuk bayar ART. Jadi kamu jangan nambahin pengeluaran!"


"Iya maa" hanya itu yang bisa afifah jawab.


"Kalau bisa, gak usah deh sewa baby sister atau ART lagi kalau anak kamu udah umur 2 bulan. kamu pasti bisa jagain dan masak sendiri, kan kamu udah biasa hidup susah"


Afifah hanya diam, air mata nya kembali menetes. Lastri benar-benar keterlaluan.


Melihat afifah yang sudah menangis, Lastri langsung meninggalkan afifah, sungguh sangat kejam sekali.


Afifah kembali merebahkan tubuh nya, ia memeluk guling dengan erat, sambil menangis. kenapa Lastri begitu sangat membencinya, afifah pikir setelah mempunyai anak, Lastri akan berubah, seperti kisah-kisah novel yang ia baca, namun kenyataan nya tidak, Lastri tetap membenci nya, bahkan sejak tadi Lastri tak melihat bayi lucu nya.


Afifah menangis sampai ia ketiduran, hampir tengah malam, El baru saja masuk kerumah, ia langsung gosok gigi dan cuci muka, setelah itu ia merebahkan tubuh nya di samping afifah.


"Maaf Pak, saya harus kasih susu untuk Exel sama Alexa"


saat El hendak memejamkan mata nya, ana tiba-tiba datang.


"Kasih saja, jangan berisik, istri saya lagi tidur"


El lalu membawa afifah kedalam pelukan nya.


"Basah?"


El merasakan Bantal afifah basah "Dia menangis lagi?"


El menciumi puncak kepala afifah, ia pikir afifah kembali teringat ibu nya.


setelah menciumi afifah, El kembali memeluk afifah dengan erat, sepasang mata melihat nya dan dibuat iri dengan perlakuan manis El. El sendiri lupa, jika ada ana disana.


Beruntung sekali menjadi istri pak El, istrinya tak tau apapun, aku yakin dia lebih segalanya dariku. walau dia lebih cantik, tapi dalam ilmu mengurus anak, pasti aku yang unggul.


aku mau jika menjadi ibu sambung kedua bayi lucu ini, sekedar istri simpanan pun mau.


Otak kotor ana sudah berani membayang kan, jika ia sedang di peluk oleh El.


**Alhamdulillah, bisa update lagi.


Doakan author ya, biar bisa update lancar hehe.


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Terima Kasih atas dukungan kalian, dan sudah menunggu novel ini.


Kalian bisa Follow akun instagram Author @ismaniyah**._

__ADS_1


Bisa DM jika mau di follback ☺☺☺


__ADS_2