Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Hadiah kenang-kenangan?


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir Exel di Indonesia. Pagi-pagi sekali, Exel sudah bangun dan minta Alexa untuk menemani nya jalan-jalan ke sekitaran kebun teh, sawah dan terakhir mereka singgah di pabrik beras milik El yang dikelola oleh Zakir.


Alexa sedang duduk di dalam ruangan bersama Zakir. Ya begitulah Alexa, dia sangat pemalu, dan tak mudah bergaul, ia hanya mempunyai beberapa teman saja, itupun ia dapatkan di tempat nya mengaji.


Exel sedang berdiri di tempat penjemuran padi bagian atas. ia memg bentangkan tangan nya, menghadap langsung ke belakang pabrik, tepat nya ke bentangan sawah yang sangat luas sekali, menikmati angin spoi-spoi yang terasa sangat segar masuk ke hidung.


"Udara nya enak banget, sayang saja di sini sangat membosankan sekali"


"Tidak akan bosan, jika sudah punya teman dan aktifitas disini"


Mendengar suara Zakir, Exel langsung menoleh menatap dan menghampiri sang paman.


"Besok kamu kembali ya?"


"Iya paman, sebenar nya pengen disini, tapi aku sangat bosan sekali tak bisa kemana-mana. Tapi aku juga harus kembali ke Amerika, menyelesaikan pendidikan"


"Semangat ya Xel, paman tau kamu sangat jenius. Paman akan terus mendoakan agar kamu semakin sukses"


"Makasih paman" ucap Exel.


Exel dan Zakir berjalan beriringan, mereka turun ke bawah untuk menikmati makan siang.


"Itu siapa paman?" tunjuk Exel kepada wanita yang sedang menyiapkan makanan bersama Alexa


"Itu bibi kamu, istri paman mu ini"


Ekpresi Exel benar-benar terkejut sekali.


"Bibi ku semuda itu paman? paman pedofil"


"Hehehe... dia berumur 22 tahun Exel. Paman juga masih 32 tahun. Selisih 10 tahun"


"Astagaa.. bibi" Exel langsung menghampiri Hanifah, istri Zakir "Kenapa bibi mau sama laki-laki tua bangka seperti paman"


"Husss... Paman masih muda, stamina nya juga tak kalah sama kamu"


Alexa dan Hanifah cuma bisa tersenyum.


"Aku yakin paman yang kalah sama bibi"


"Enak saja, Paman slalu menang" Zakir langsung menarik Exel, sebelum kata-kata bar-bar keluar dari mulut nya.


"Kau masih prajaka atau belum?" Bisik Zakir


"Exel berada di Amerika paman, bukan di Indonesia. Jadi, paman tau lah"


"Astaghfirullah" Zakir mencubit telinga Exel dengan sangat keras "Dosa Exel, kalau mommy mu tau, bisa-bisa dia stroke"


"Ya makanya paman jangan kasih tau mommy, hanya paman yang tau ini"


"Janji dulu, harus berubah"

__ADS_1


"Iya paman, lagian sebentar lagi kan kuliah. jadi kemungkinan waktu untuk nongkrong berkurang" Exel memeluk paman nya itu.


Sejak dua hari yang lalu, Exel dan Zakir bicara dari hati ke hati. Awalnya Exel tak tertarik, dan ingin menghindari Zakir. namun Zakir nyatanya bisa mengimbangi dan mengerti bagaimana cara berpikir Exel. Akhirnya mereka semakin dekat seperti sekarang.


Setelah makan bersama, Alexa pulang bersama dengan Hanifa sedangkan Exel masih ingin di sana, menikmati kehijauan alam.


Zakir masih sibuk dengan produksi di sana, apalagi beberapa padi hari ini di turunkan dan hendak di kupas kulit nya. sedangkan Exel, keluar dari pabrik untuk sekedar jalan-jalan.


El melangkahkan kaki nya menuju ke tengah sawah. Lalu duduk di sebuah pondok bambu. Exel mengeluarkan ponsel nya, lalu mempotret hamparan sawah yang luas di depan nya. Tak lupa ia juga berselfie ria disana.


"Indah sekali" El memejamkan mata nya, menikmati setiap nafas nya yang bergelut dengan udara yang sangat segar tersebut.


setelah hampir satu jam, Exel menjunjung sepatu nya dan hendak kembali ke pabrik. Ia berjalan perlahan di atas jalan beraspal sambil memperhatikan sekitar.


Es


Es


Es


Es Doger


Saat mendengar nya, Exel langsung menoleh dan langsung memberhentikan bapak-bapak yang tengah mengayuh sepeda nya


"Pak" Panggil exel, sehingga penjual es itu berhenti.


"Mau es mas?"


"Iya, satu"


"Paaakkkkkkk"


Kuping el terasa panas, saat suara segorombolan anak-anak tersebut masuk ke telinga nya.


"Siapa mereka pak?"


"Mereka adalah anak-anak langganan saya, yang ngaji di pesantren sana mas"


Exel hanya mengangguk nya, setelah selesai el berjalan kembali, sambil menikmati es doger nya.


"Om Exel"


Exel yang sudah hafal dengan suara itu pun berbalik, lalu berjalan memutar arah, walaupun tadi ia sudah belok dan hampir sampai ke pabrik.


"Kelinci?" Bibir Exel tersenyum, saat melihat Sabrina berlari menghampiri nya.


"Om Exel darimana?"


"Dari sawah, kamu mau kemana?"


"Beli es doger om"

__ADS_1


"Jangan panggil om, panggil kak Exel"


"Gak mau, om saja lebih bagus"


"besok ikut pengajian lagi ya om"


"tidak Kelinci, besok kak Exel mau pergi"


"Kemana?"


"Ke Amerika, kak Exel kuliah di sana"


"Ohhh.. yasudah hati-hati ya om"


Exel merasa gemes dengan Sabrina, bagaimana bisa dia selucu itu.


"Oh iya, minta hadiah kenang-kenangan boleh om? pasti kita gak akan ketemu lagi. Om pasti lupa sama aku yang ngajari om bahasa Arab"


Exel terkekeh mendengar penutueran nya.


"Perhitungan sekali kamu" Exel hendak memgusap kepala Sabrina yang lucu itu. Namun Sabrina mundur.


"Jangan pegang-pegang. Gak boleh" Ucap Sabrina tegas.


"Oke, oke baiklah" Exel memeriksa kantong kemeja dan celana nya. Namun ia tidak menemukan apapun di sana.


"Sial! kenapa aku hari ini gak pakai jam" umpat nya


"Om jangan bilang kata-kata kasar, gak baik"


Exel tersenyum "Ini ambil"


Exel memberikan sebuah gelang tali berwarna hitam. Ada label berwarna gold, yang di bawah nya ada ukiran nama Exel.


"Itu hadiah kenangan ya, jangan di jual ya. itu emas asli"


"Waaahhh, mahal dong ini om"


"Gak papa, pakai saja bagus itu"


Sabrina memperhatikan gelang yang baru saja di berikan oleh exel.


"Yasudah, ini buat om"


"Apa ini" Tanya exel sambil membolak-balikan sebuah buku tipis bersampul warna merah muda.


"itu juz amma, heheheh" Sabrina terkekeh "Jadi kita sama-sama memberi hadiah kenangan"


Exel tersenyum "Yasudah, Terima kasih kelinci. Kak exel pulang dulu ya, Bye... "


"Waalaikumsalam om"

__ADS_1


Exel terkekeh sambil berjalan, namun ia masih menoleh kebelakang. Gadis kecil yang ia panggil kelinci itu melambaikan tangan nya dan tersenyum.


Ada-ada saja kelakuan anak jaman sekarang.


__ADS_2