Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Berpisah


__ADS_3

Sudah 7 tahun berlalu. Kini si kembar Exel dan Alexa Akan memasuki sekolah Dasar pertama.


Keputusan El untuk mengirim Exel ke Amerika sudah bulat, setelah selama 3 bulan ia galau memikirkan nya.


Walau Lastri belum juga menyetujui pernikahan El dan Afifah, namun ia sudah bisa menerima bahkan menyayangi si kembar Exel dan Alexa.


Byan juga sudah memiliki dua Anak, yang pertama Jihan dan yang kedua Fiki. Caca masih sibuk bekerja, mengembangkan usaha di bidang perhotelan.


"Mas, aku gak tega" Afifah menangis, melihat Exel yang nampak nya baik-baik saja sambil memakan roti panggang nya.


Exel dan Alexa berhasil menjadi Anak yang pintar, mandiri, dan memiliki etittude yang sangat baik.


Afifah dan El berhasil mendidiknya dengan sangat luar biasa.


"Mommy kenapa sedih?" Tanya Alexa polos


"Mommy, kata papa Exel akan sekolah di Amerika bersama uncle Jho. Kata uncle Jho di sana sekolah nya sangat luas sekali. InsyaAllah Exel akan suka dan senang di sana. Yaa walaupun jauh dari dari Mommy dan Papa" Ucap Exel dengan nada biasa-biasa saja.


Ya begitulah Exel, sikap nya selalu tenang seperti El.


Exel dan Alexa sudah 2 kali ke Amerika, walaupun seperti itu, afifah masih sangat tak rela jauh dari Exel.


"El, Exel bisa sekolah di sini saja. Biar aku yang akan mwngantar nya" Ucap Byan "Gak perlu ke Amerika El" sambung nya, mencoba membujuk El


"Iya El, papa juga bentar lagi pensiun kan? Biar papa yang akan mengasuh nya"


El masih diam, tidak memberikan respon apapun.


"Jika Alasan nya hanya pendidikan di desa kurang memadahi, di kota kan juga bisa El" Ucap Mira ikut membujuk nya


"Tidak, kak, pa" Jawab El sambil memandang mereka bergantian "Exel akan sekolah ke Amerika. Dia yang akan mengelola semua perusahaan. Jadi El benar-benar ingin membentuk Exel menjadi CEO handal, apalagi nanti akan memimpin perusahaan sebesar ini"


Sungguh berbagai macam rayuan tak mempan. El sudah memutuskan bahwa Exel akan pergi ke Amerika.


"Papa, nanti sering ke Amerika juga kan, nengokin Exel?" Tanya polos Exel saat di gendong El masuk ke bandara


Mendengar hal itu semua orang menangis, apalagi afifah sejak tadi terus menangis sambil memeluk Mira

__ADS_1


"Iya sayang, papa dan mommy akan sering kesana. Jadi Exel gak boleh nakal disana, belajar yang rajin dan harus patuh sama uncle Jho"


"Yes papa"


"Hallo, Brother" Sapa laki-laki bertubuh tinggi yang baru saja keluar dari pintu kedatangan.


"Jhonatan" Byan menghampiri pria tersebut lalu memeluk nya "How are you?" sambung Byan.


"I'm Fine brother" setelah itu laki-laki. bernama Jhonatan tersebut memeluk Sanjaya dan juga El.


"Hallo Exel" Sapa Jho kepada Exel.


"Hai Uncle" Exel menggerakan kaki nya agar El tau bahwa Exel ingin turun dari gendongan nya.


"Dimana Alexa, Jihan dan fiki?" tanya Jho


"Sebentar lagi akan nyusul sama mama" Jawab El


Mata Jho lalu melihat afifah dan Mira yang berpelukan, lalu Jho menghampiri nya.


"Jangan khawatir sis, Exel akan aman bersamaku. Akan aku pastikan bahwa dia akan baik-baik saja. dan pulang ke tanah air membawa kebanggaan bagi keluarga dan negara nya" Jho memegang pundak afifah, seolah Jho tau apa yang sedang afifah khawatirkan sekarang


"Hahaha... tenanglah sister, di amrik beda sama Indonesia. Disana Kehidupan anak-anak tidak direnggut. Jangan khawatirkan itu"


Afifah mengusap air mata nya, lalu tersenyum kepada Jho.


Tak lama, Lastri datang bersama ke tiga cucu nya. Mereka makan siang bersama di bandara, setelah itu Jho benar-benar membawa pergi Exel.


"Mommy jangan nangis ya, kalau kangen telepon saja Exel" Exel mengusap pipi Afifah, sehingga membuat afifah semakin menangis


"Mommy" El memberikan pelukan kepada afifah, agar wanita itu cepat tenang.


"Huh" Lastri memutar bola nya malas "Lebay banget"


Setelah Exel memeluk semua orang, dan mencium pipi mereka, Jho menggendong Exel sambil mendorong menggeret koper kecil berwarna Biru milik Exel. Kopernya kecil, karena hanya berisi beberapa barang-barang kesayangan milik Exel. Exel tidak membawa pakaian, Jho sudah menyiapkan pakaian baru untuk Exel disana.


Setelah Exel dan Jho masuk, tak dapat di pungkiri semua menjadi nangis, begitu juga Lastri. Walau tadi Lastri sempat kesal dengan afifah yang terus menangis, tapi ia akhirnya tak dapat menahan air mata nya.

__ADS_1


...****************...


Sesampainya dirumah milik Sanjaya, Afifah langsung masuk kamar karena ia benar-benar sedih. sedangkan Alexa mengerti dengan kondisi mommy nya. Ia lebih memilih untuk tidak rewel, tidak menangis walau sejak dulu Alexa tidak nyaman tinggal di Rumah Sanjaya. Entah mengapa, Alexa slalu merengek minta pulang jika berada disana, meski Semua orang menyayangi nya dan memperlakukan nya dengan sangat baik.


"Alexa, nanti ikut Oma ke Mall ya. Sekarang tidur sama Kak Jihan dulu" Ucap Lastri penuh kasih sayang


"Alexa gak bisa tidur oma, bisakah oma bernyanyi untuk Alexa?"


"Baiklah, ayo tidur lah" Lastri menyelimuti kedua cucu perempuan nya itu. lalu mulai bernyanyi.


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are


Up above the world so high


Like a diamond in the sky


Twinkle, twinkle little star


How I wonder what you are


When the blazing sun is gone


When he nothing shines upon


Then you show your little light


Twinkle, twinkle, all the night


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are


...****************...


Alhamdulillah bisa update lagi

__ADS_1


Untuk novel Usman dan Hanum, insyaaallah nanti malam ya.. di tunggu saja..


Terima kasih sudah mau menunggu dan mendukung author 😊😊😊


__ADS_2