
KALIAN GAK SABARAN BANGET SIH, KEPO BANGET SAMA KADO DARI SABRINA, HEHEHE...
...****************...
Exel terus menghindari michella, meski beberapa kali Exel nongkrong bersama teman-teman nya. Bahkan Exel melibatkan Byan. Ia slalu meminta byan untuk menelpon nya jika Michella datang menghampiri nya. Bahkan waktu michella dan teman-teman nya balik, Exel tidak mengantarkan mereka dengan Alasan sedang berada di luar kota.
Setelah malam itu, Exel khawatir dengan ***** nya yang gak bisa bangun, bahkan saat ia melihat vidio porno pun tetap gak mau bangun.
Hancur sudah masa depan ku.
Exel mencoba dengan hal baru, ia membeli jasa pelayanan plus-plus untuk menge-test ***** nya. Tapi hasil nya sia-sia. Mulai dari yang cantik, tinggi bahkan Exel memilih wanita yang mempunyai pawakan seperti Sabrina uang kecil imut-imut pun, tetap hasil nya nol besar.
"Paman" Ucap Exel yang merasa sudah menyerah
"Ada apa? katakan langsung. Paman lagi sibuk" Ucap Byan tanpa melihat Exel.
"Jadi, gini paman. Aku kan suka sama seseorang, aku kenal nya itu dulu sekali... " Byan memotong kalimat Exel yang belum selesai
"Inti nya saja? kamu mau lamar dia?"
"Tidak paman" Jawab Exel cepat.
Byan menatap keponakan nya itu dengan tatapan kesal, gak biasanya Exel basa-basi seperti ini.
"Dulu waktu pertama ketemu sama dia, dia masih SD"
"Hah? kamu suka sama bocah SD. Oh my god, exel!"
__ADS_1
"Paman, dengerin dulu" Exel mulai kesal dengan Paman nya yang sudah tua itu tapi tetap saja bar-bar
"Sekarang dia sudah SMA"
"Astaga, exel. Kamu itu sudah om om. Jangan jadi pedofil"
"Tau ah, kayak nya aku salah curhat sama paman"
Merajuk..
"Okelah, maaf maaf. Paman akan serius, ceritalah"
Exel diam beberapa saat, dan Byan masih menatap Exel, menunggu cerita Exel.
"Udah lama sih, paman. waktu kemari aku pulang ke desa. Aku ketemu sama dia, hanya dengar suara dan melihat senyuman nya saja badanku langsung panas dan menegang"
"Ohh, paman tau. Kamu hamilin dia kan? ngaku!" seru Byan sambil menatap tajam Exel
"Jangan bilang seperti itu, paman yakin kamu juga udah gak perjaka"
"Udahlah paman, ini di terusin atau enggak curhat nya?"
"Hmm.. oke oke terusin. Jadi bener kamu hamilin dia"
"TIDAK!" Exel sungguh kesal dengan Byan "Masalah nya, setelah waktu itu ***** aku gak bisa bangun"
"Whaaaatttt"
__ADS_1
Exel bercerita, tentang semua kejadian yang ia alami dan beberapa usaha yang sudah ia lakukan. Byan langsung menutup semua berkas dan laptop nya, dan langsung berpikir keras, mengenai masalah Exel.
"Paman kasih satu solusi. Temui dia, kalau ***** mu masih gak bisa bangun, berarti ***** kamu udah gak bisa bangun lagi. Kalau masih bisa, mungkin itu teguran buat kamu dari Tuhan agar gak celap celup"
Sialan!!
...****************...
Maaf, jika aku hanya bisa memberikan kado yang sangat sederhana sekali.
Exel baru saja membuka pesan dari Sabrina. Pesan tersebut sudah dua minggu lama nya berada di ponsel Exel. Karena kesibukan nya kerja dan sibuk menghindari michella.
"Bi, lihat kotak batik gak? waktu beresin tas ku?" Tanya Exel kepada bi Siti yang tengah mencuci piring
"Bibi taruh di meja belajar, mas"
"Yasudah, maksih. bi"
Exel masuk kembali kedalam kamar nya, ia langsung menuju ke meja belajar nya. Exel ingin tau apa isi hadiah dari Sabrina.
"Apa ini?" Ucap Exel saat melihat dua kain disana.
"Dasi?" Exel mengangkat kain tersebut sejajar dengan wajah nya.
Exel memperhatikan dengan seksama kain berwarna putih dengan garis-garis emas itu, Exel mengelus bagian bawah dasi yang ada bordiran huruf E, dan di balik nya ada huruf S. begitu juga kain berwarna dongker dengan garis silver tersebut.
Lalu, di bagian bawah nya. Ada sepucuk surat, Exel pun langsung mengambil nya dan membuka nya.
__ADS_1
Hanya ini yang bisa aku berikan, mas. Jika tidak suka mas bisa menyimpan nya. karena aku membordir huruf tersebut dengan ketulusan hatiku.
Tidak bisa di bohongi, Exel sangat bahagia saat ini. Sangat-sangat bahagia sekali. Apalagi dasi tersebut sangat indah sekali, Exel sangat menyukai nya. Mungkin mulai besok, Exel hanya mempunyai dua dasi saja.