
Pagi hari, el dan byan melakukan olahraga di ruang gym bersama sanjaya. tak lama kemudian mereka bertiga selonjoran dekat pintu untuk meluruskan kaki.
"Selamat pagi jagoan mama" heboh lastri sambil membawa nampan "Mama bawakan Susu hangat untuk tiga jagoanku yang tampan"
"Waaa... enak ini" sahut byan
"Makasih ma" ucap el setelah mengambil gelas di atas nampan yang lastri bawa
"Maa.. papa buatin telur setengah matang seperti biasanya ya"
"oke, yasudah mama tinggal ya. kalian cepet mandi terus sarapan" titah lastri
1 jam kemudian, semua sudah berkumpul di meja makan untuk menyantap menu sarapan. hari ini lastri memasak soup, daging iga bakar, dan saos.
"Maa, papa pengen makanan tradisional. kyak sayur asem gitu maa. sesekali dong masak kayak gitu" ucap sanjaya satelah melahap telur setengah matang nya. itu memang kebiasaan, hidangan pembuka bagi sanjaya
"iya maa, byan juga pengen sambel pete" sambung byan
"sudah makan ini saja, kapan-kapan mama masakin ya" omel lastri sambil melayani suami dan anak-anak nya
"nenek kemana ma?" tanya el
"nenek tadi pagi minta sarapan di kamar. katanya males ketemu mama"
"nenek ada-ada saja" jawab el sambil menggeleng-gelengkan kepala
"memang nenekmu itu ada-ada saja pola nya." ketus lastri
"sudahlah maa" lerai sanjaya dengan lembut agar istrinya itu tidak terus mengomel
setelah sarapan, el menghampiri nenek nya dan langsung mengajak nya ke ruang keluarga. di ruang keluarga sudah ada sanjaya, lastri dan byan.
"Ma, pa, nek, kak. " ucap el "El cuma mau bilang, kalau hari jum'at depan el nikah"
semua diam, masih shock dengan kata-kata el
"El?" panggil lastri
"Maa, cerita nya panjang. jadi el akan mengurus semua nya. jika mama gak mau membelikan hadiah untuk istri el. el gak maksa. cuma ini adalah pilihan el" ucap el
"Jika mama mu gak mau, biarkan saja, nenek masih punya banyak uang untuk belikan istrimu hadiah"
"bu... " panggil sanjaya
"Bilangin istrimu itu" ketus nenek eka
"El, kamu benar-benar mau nikah sama dia?" lastri masih saja shock
"Iya maa, ini pilihan El. InsyaAllah ini yang terbaik"
"Ehhh.. apa?" byan terbelalak dengan ucapan el
"El sudah kembali islam kak, tiga hari yang lalu El bersyahadat" sanjaya langsung memeluk El dengan sangat erat "Nikahlah nak, papa akan siapkan semua nya untuk hadiah istrimu"
"Terima kasih pa"
"Nenek bahagia sekali El, akhirnya kamu menemukan wanita yang cocok" ucap nenek, El pun memeluk nenek eka, lalu byan juga ikut berpelukan "semoga kamu bahagia El, aku akan slalu memdukungmu."
"makasih kak"
setelah saling berpelukan, dan semua menangis. kecuali lastri, lastri jelas terlihat tidak suka.
"byan, ambil cuti mulai hari rabu sampai senin ya"
"ihhh.. papa ini gimana sih, byan kan bos nya. papa itu yang harus urus cuti" jawab byan
"hahaha... kamu benar" sanjaya tertawa
"Nenek sudah belikan gaun untuk calon istrimu. nanti akan di antar kesini"
"makasih nek, El mengira bahwa kalian tidak akan mengizinkan nya"
"ehh... papa bukan orang tua yang slalu memaksakan kehendak ya" ucap sanjaya
"iyaa, anakku gak akan seperti itu, gak seperti menantuku"
lastri diam, walaupun nenek eka terus mencari gara-gara. entah apa yang dia pikirkan.
"paa, hari jumat adalah pesta di rumah afifah.."
"ohhh.. jadi namanya afifah" goda sanjaya
"oh.. oh.. oh.. afifah" goda byan
entah kenapa El merasa malu di goda kakak dan papa nya.
"sudahlah pa, jangan gitu. jadi hari senin El akan mengadakan pesta disini. tertutup dan hanya di hadiri teman-teman El. El gak mau barengan sama kak byan.. kelamaan"
"Udah kebelet nii yeee" goda byan
"ehh.. bukan gitu kak. El gak mau di sorot banyak wartawan."
__ADS_1
"oke deh.. papa akan atur semua nya. tinggal sekali telepon sudah beres" ucap sanjaya
"maaa" panggil El
"Maa, mama gak restuin El ya?"
lastri diam
"El gak mau sama ghea ma, El gak suka. El pengen punya istri baik-baik. bukan kah mama juga pengen nya gitu"
"ghea juga baik El, dia cantik, berpendidikan. kurang apa?"
"Tapi El gak suka ma"
"kamu jangan maksa deh lastri, walaupun dulu aku gak suka sama kamu, aku izinkan kalian menikah karena sanjaya suka sama kamu. kamu jangan egois!" nenek eka marah
lastri menghela nafas nya kasar "baiklah, mama akan berangkat sekarang"
"berangkat kemana maa" cegah byan
"nyusulin adek kamu, sama cari hadiah buat istrinya El"
"ohh... yasudah, papa anterin deh ma" sanjaya ikut bangkit dari tempat duduk nya.
"El, ayo kita ke WO, buat siapin pesta kamu" byan sangat bersemangat
"nanti saja lah itu kak"El menyandarkan punggung nya ke sofa, malas!
"sudah ayo, nenek juga ikut" nenek eka berdiri
"kalau gak sekarang, kapan lagi El. besok kamu kembali ke desa. kita juga kesana" byan menarik tangan el
"oke, oke ayo. aku ganti baju dulu" El pun akhirnya mengalah. dan nenek eka hanya bisa tertawa melihat kedua cucu nya yang masih saja bertingkah seperti anak-anak.
___
Sebuah Tradisi di Desa tempat afifah tinggal. sebuah pernikahan slalu di lakukan 2hari 2 malam. Lalu ada tradisi lagi, Sumbangan yang berupa uang atau biasa di sebut buwuh, dan satu lagi Ada sumbangan sembako, berupa beras, tepung, minyak dll. misal Si A menyumbang satu sak tepung dan satu dus minyak goreng kepada Si B (yang punya hajat). suatu saat jika Si A mempunyai hajat, maka Si B akan mengembalikan satu sak tepung dan satu dus minyak goreng juga kepada Si B.
hari ini, bu zainab sudah mengumumkan pernikahan afifah. jadi beberapa orang sudah mengembalikan sembako yang dulu pernah bu zainab berikan kepada mereka.
kini afifah duduk bersama ayu, menulis sebuah undangan. walau undangan masih jadi 20%, afifah langsung menulis nya dan langsung menyebarkan kepada teman-teman nya. nama nya juga nikah dadakan, maklum saja semua serba mendadak.
"Aku gak nyangka lo fa kamu secepat ini. lalu apa kabar ustadz amir? kamu undang dia gak?" ucap ayu
"aku mengundangnya yu." jawab afifah tanpa menoleh kepada ayu
"yasudah fah, biar untuk teman-teman sekolah kita. aku yang sebarin semua"
"makasih ya yu" afifah memeluk ayu.
malam hari, hanan datang dengan kabar sebuah hari pernikahan afifah. awalnya afifah menolak, namun hanan menjelaskan bahwa hari itu adalah hari baik dekat-dekat ini.
"Kalau tidak mau, afifah menikah 4 bulan lagi. aku gak mau kamu ke gantung gini, apa nanti kata orang-orang" terang hanan
"tapi paklek, kita belum tanya dokter El, dia setuju atau tidak"
"dia tadi hilang semua kita yang atur. jika dia tak mau, biar paklek yang marahin dia"
akhirnya afifah mengirim pesan kepada El.
Dokter El ✉ Mas ramdan, jumat depan kita menikah.
El tidak menjawab setelah 20 menit. El hanya membaca nya saja. karena gak ada respon, hanan meminta afifah untuk menelpon nya. lalu setelah di jawab, hanan yang menjelaskan kepada El. mau gak mau El menuruti nya.
"Aku akan membantu persiapan kalian. jangan khawatir" ucap hanan
"Terima kasih ya nan" ucap bu zainab
"iya mbak yu. lagian pernikahan Hilda masih kurang 2 bulan lagi. masih lama" ucap hanan "fah, tulis nama mu sama nama suami mu di sini. biar aku yang pesan kan undangan, sekalian aku pulang. biar cepat di sebar juga"
Afifah Fitria Achmad
Elramdan Ghifari Sanjaya
"gelar nya gak di tulis fah?" tanya bu zainab
"gak tau bu, biar gitu saja" jawab afifah
hanan tersenyum, karena itulah hanan sangat menyukai dan sangat mempercayai afifah. dia gadis tak banyak tingkah dan rendah hati.
"baiklah, aku pulang dulu ya mbakyu. assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Flashback off.
cekling HP El berbunyi
***Fi✉ Nama lengkap mu siapa?
Dokter El✉ Afifah Fitria Achmad***
__ADS_1
"siapa nama nya El" tanya byan kesekian kali nya
"sini biar El yang tulus kak" El berusaha meraih bolpoin yang di pegang kaka nya
"ihh.. tulisan dokter itu jelek. bisa-bisa yang ngetik nanti salah" jawab byan sambil menyembunyikan bolpoin nya di belakang punggung nya seperti anak kecil. nenek eka pun tertawa
"ck" decak El "Afifah Fitria Achmad" ucap El
"kalau nama mu aku tau El, gelar mu aku gak tau" ucap byan cekikikan
"D, R kecil titik Elramdan Ghifari Sanjaya koma S besar, P kecil titik B besar" titah El
Dr. Elramdan Ghifari Sanjaya, Sp.B
Afifah Fitria Sanjaya
"benar el?" tanya byan sambil menyodotkan kertas kepada El, El pun melihat dan membaca nya
"iya sudah benar" jawab El sambil meletakkan kertas itu ke pihak WO
"baiklah pak, untuk nama dan alamat yang di tuju pak?"
"nanti saya kasih data nya ya mas, aku kirim lewat email" jawab el
"baiklah pak. silahkan pilih gedung, konsep dan menu catering nya" petugas WO menyodorkan dia buah buku besar
"biar nenek yang pilih" sambar nenek eka
30 menit mereka saling berebut dan berdebat dengan mempertahan kan pilihan masing-masing. El ingin konsep sederhana dan tidak terlalu rame. namun kakak dan nenek nya terus ngotot dengan konsep glamor dan mewah. pada akhirnya El kalah. pilihan nenek eka yang menjadi final keputusan nya.
"aku mau tertutup, tambah personil keamanan, untuk biaya saya akan bayar" ucap nenek eka "dan undangan harus di sertai barcode, jadi tamu sudah terdaftar semua" imbuh nenek eka
"naik bu, saya tidak akan mengecewakan. apalagi ini dari keluarga alexander" suami nenek eka adalah Alexander, pengusaha kaya raya yang sangat low profil.
"untuk gaun kapan bisa fitting pak?" tanya Pihak WO
"Biar yang fitting kakak dan adik saya saja. besok saya harus kembali ke desa" jawab El
"iya, lagian ukuran kita sama. tapi bener gak, istrimu seukuran sama caca? caca badan nya kecil lo El"
"iya, emang dia segitu kak, umur nya saja sama"
"serius?" byan kaget
"iya kak. tapi jangan anggap aku pedofil lo. ini namanya jodoh"
"sudahlah, kenapa kalian bertengkar disini. kan malu sama orang" lerai nenek eka.
akhirnya mereka semua kembali pulang.
di dalam mobil, byan terus menanyakan tentang afifah. dia benar-benar gak nyangka jika afifah masih sekecil caca. gadis 20 tahun. sedangkan umur El 29 tahun.
cekling pesan masuk dari andi
**Pak, ini foto afifah waktu sekolah. dulu dia jadi model promosi sekolah.
*andi✉ kenapa kamu kirim ke aku!
Pak bos✉ ya kali bapak pengen tau. atau bisa kasih tunjuk ke keluarga bapak. kan yang tau afifah cuma mama bapak saja, oh iya, selamat ya pak, akhirnya sebentar lagi menikah. walaupun sedikit iri, tapi aku akan slalu doakan yang terbaik.
andi✉ Terima kasih, besok sore siapkan makanan ku. jam 3 aku sampai di sana
pak bos✉ Siapppp***
itulah pesan whatsapp andi dan El.
setelah itu El memperlihatkan foto afifah kepada nenek eka.
"Masih muda, dan cantik banget, inner beauty ini nama nya" puji nenek eka
karena tidak sabar dan sangat kepo, byan menepikan mobil nya dan segera mengambil HP El dari nenek eka.
"gilak El, kalau ini aku juga mau kali. cantik natural itu ini." puji byan "gak nyangka adikku ternyata suka yang kecil-kecil dan polos gini" goda byan
"apaan sih kak" El merampas kembali HP nya
"Hahahaha" byan tertawa seolah-olah sangat luas sekali
karena nenek dan kaka nya memuji afifah cantik, El terus memandangi layar ponsel nya, memperhatikan setiap centi wajah afifah.
"udah jangan dilihatin terus, malu aku tuh" goda byan karena melihat El yang duduk di sebelahnya terus memandangi foto afifah
El pun langsung meletakkan HP nya di saku kemeja nya. "Kakak apaan sih"
"aduhhh.. cucu nenek malu-malu" goda nenek eka
"hahaha" byan benar-benar puas banget, sudah lama ia tak menggoda adik nya itu
***
__ADS_1
Selamat hari minggu,
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊😊