Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Mana berani


__ADS_3

"Mas, lihatlah" ekspresi wajah afifah sedih saat melihat dua angka yang tertera di timbangan badan analog milik El.


"Gakpapa sayang"


"Kamu gak akan ninggalin aku kan mas, walau sekarang aku gendut. lihatlah pasti sekarang kamu gak akan kuat gendong aku"


"Kuat sayang, hanya 78KG" El menciumi pipi afifah yang semakin hari semakin tembem


"Udah jangan manyun seperti itu, gemes mas lihat nya"


"Mas, bagaimana kalau nanti setelah melahirkan aku tetap gemuk"


"Sudah ya sayang, ayo tidur. besok mas banyak sekali jadwal operasi. jangan pusing kan berat badan, mas tetap akan sayang sama kamu, cinta sama kamu" El membaringkan afifah lalu menaikan selimut nya, lalu memeluk afifah di dalam selimut.


suasana hening, El juga mulai memejamkan mata nya.


"Mas"


El tak menjawab


"Kamu udah tidur ya mas"


"Mas ramdan"


El masih diam.


"Sayang"


"Hemmm"


"Tidurlah, ini sudah malam"


Entah mengapa afifah tak bisa tidur. Sejak satu minggu yang lalu setelah acara 7 bulanan, ia merasa ada yang kurang. Slalu ingin manja dan dekat dengan el. Jika sebelum nya afifah tak suka tidur di peluk el karena merasa enggap, satu minggu belakangan ini afifah slalu minta peluk dengan erat.


...****************...


Pagi hari, setelah sholat subuh, el menemani afifah jalan-jalan pagi sekitaran rumah saja.


Jangan tanyakan bagaimana tubuh afifah, jika dulu serasi jika berjalan bersama dengan el. kini mereka nampak kurang epic berjalan bergandengan. Tubuh afifah benar-benar gemuk sekali. Perut besar, pipi tembem, semua nya berubah, walaupun masih tetap cantik.


Saat berjalan hendak pulang, seperti biasanya mereka bertemu beberapa orang yang hendak pergi ke kebun. Mereka saling menyapa. Namun hari ini ada tambahan satu orang yang menyapa el dan afifah, yaitu seorang perawat puskesmas, ia sedang menuntun sepeda motornya karena kehabisan bensin.


"Yasudah, saya permisi pak" ucap perawat wanita muda itu


"Iya" el tersenyum, namun sepertinya senyuman itu mengundang sebuah kemarahan.


"Kamu ganjen banget sih mas!!!" kesal afifah


"ganteng gimana?" tanya el


"Kamu kan biasanya coll, cuek gitu ke orang. kenapa kamu tadi senyum"


"Tadi aku udah cuek fah, diakan yang tanya kita. masa aku langsung nyelonong ninggalin dia. kan gak sopan"


afifah diam


"Sayang, kamu marah? oke deh aku hari ini izin, gak akan pergi ke puskesmas. mau temani kamu seharian dirumah"


"Gak usah, katanya kamu hari ini banyak jadwal operasi"


"Astaghfirullah, iya aku lupa heheh"


Afifah melengos lalu masuk ke rumah, meninggalkan el yang masih duduk di kursi teras.


Setelah mandi air hangat, afifah masih manyun. El tau itu. Entah bagaimana cara nya membujuk istri gendut nya itu.


"Sayang, jangan marah dong"


el memeluk afifah dari belakang, ia memandangi afifah dari pantulan cermin di depan nya.


"Kalau kamu marah, semangat, dan mood aku hilang. yang ada operasi semua nya gagal"


Semoga berhasil, dirayu dengan ini.


"Kamu ngapain tadi ganjen"


"Yasudah, aku minta maaf sayang. Aku mohon jangan marah"

__ADS_1


"Oke, tapi jangan diulangi lagi"


afifah memandangi wajah tampan suami nya yang berada di atas pundak kanan nya lewat pantulan cermin, lalu mengangguk dan tersenyum.


Afifah menoleh, lalu dengan sigap el langsung mencium bibir afifah dengan sangat lembut. Afifah juga sangat merindukan nya begitu juga dengan el.


"Yasudah, aku siap-siap dulu. udan jam 7"


El melepaskan ciuman nya, nafas mereka c


memburu, mereka seperti nya benar-benar menikmati nya.


...****************...


Sayang, aku pulang nya malam. kamu jangan lupa makan yang banyak, mas masih satu pasien, karena belum siuman.


Pesan dari el berhasil membuat afifah manyun, padahal dia sangat merindukan el, lebih tepat nya merindukan sentuhan el.


Makan Malam el juga di ambil oleh andi, bertambahlah manyun bibir afifah.


Ia lalu membuka HP nya, sungguh tidak ada yang menarik lagi di dalam HP nya, hanya ada tawaran endors yang masuk memenuhi pesan Line nya.


"Lucu-lucu sekali sih, andai mas ramdan mengizinkan buka endors lagi"


El tidak mengizinkan afifah beraktifitas apapun, sejak saat program kehamilan nya. sudah hampir satu tahun tak membuka endors, namun tawaran masih sangat banyak.


setelah mencuci muka nya, afifah melihat laptop el di atas meja dekat kamar mandi. karena afifah bosan, afifah mengambil laptop tersebut dan membuka nya sambil duduk di atas ranjang.


Disana Hanya ada File-file yang sepertinya laporan pekerjaan perusahaan. Karena judul file tersebut Nama-nama PT dan Hotel yang berakhir Alexander.


Setelah itu, ia menemukan file yang menyimpan foto el dan keluarga nya, bersama caca dan byan, sanjaya dan lastri juga ada.


Bahagia nya mereka.


Lalu ada file bernama Grandma And Grandpa. Afifah membuka nya dan disana ada foto-foto el bersama Nenek eka dan kakek alex.


Sejak kecil mas ramdan udah keliling dunia, keren sekali.


Lalu, yang terakhir, foto el saat kuliah bersama teman-teman nya.


lalu ada file bernama Nitip! punya byan. Dengan lancang nya afifah membuka nya. Afifah melotot saat melihat isi nya.


2 jam kemudian, el baru saja pulang. el pikir istri gemuk nya itu sudah tidur, tapi nyata nya tidak, afifah duduk di depan meja rias.


"Sayang, kok belum tidur" el menghampiri istrinya itu, lalu menciumi rambut afifah.


"Aku gak bisa tidur, nunggu mas" manja, memeluk pinggang el.


"Yasudah aku mandi dulu ya, kamu rebahan aja dulu. bentar lagi aku peluk, udah malam"


afifah mengangguk. El sendiri di kamar mandi tak mau lama-lama, karena ini sudah jam 10 malam, ia segera ingin memeluk istrinya agar dia tidur.


setelah mandi, el berjalan keluar hanya memakai celana boxer, el masih melihat istrinya disana, bahkan senyuman afifah masih merekah, tidak ada tanda-tanda capek atau pun kantuk di raut wajah nya.


"Kok gak tidur sih" el merangkak naik, setelah memakai kaos.


"Gak ngantuk" suara afifah sangat manja


"Yasudah ayo tidur" el menaikan selimut nya lalu memeluk afifah.


"Mas" afifah mendongak, menatap mata el


"Aku kangen" afifah mulai manja


Afifah naik di atas tubuh el.


el masih diam, tercengang dengan apa yang dilakukan oleh afifah.


"Ayo dong mas"


"Ayo apa" el masih tidak percaya dengan ajakan afifah, tak biasanya bahkan ini yang pertama.


Afifah turun dari tubuh el lalu tidur lagi di samping el.


"Sayang, kamu serius?"


Afifah mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


"Udah lama kan kita gak gitu" wajah afifah mwmerah, el tekekeh melihat nya. "Kamu gak pengen ya mas"


"Ya mau lah sayang, kan kemarin-kemarin kamu yang gak mau"


afifah menenggelamkan wajah nya ke dada el.


"Sini aku cium dulu" goda el


wajah Afifah semakin merah.


Kegiatan ini pun dimulai, dengan ciuman panas yang menggelora, Sama-sama meluapkan semua rasa yang ada di dalam tubuh mereka.


Desahan afifah terus terdengar, saat bibir el dengan liar nya menciumi semua tubuh gembul istrinya, tangan nya juga sudah menjelajah ke mana-mana.


"Sayang, aku takut. Perut kamu segede ini" ucap el saat hendak masuk ke permainan inti.


"Gak papa mas, kalau sakit nanti aku bilang"


El sangat ragu sekali melakukan nya, apalagi dengan perut afifah yang sangat besar itu.


"Coba nungging sayang, susah kalau gini. kamu juga nanti akan sesak"


Afifah mengikuti posisi yang sudah di arah kan eh el.


"Sakit sayang?" tanya el setelah menyatukan tubuhnya.


Afifah menggeleng.


El melakukan nya dengan perlahan, namun lama-lama ia larut dalam suasana, nafsu nya terus meningkat sehingga gerakan yang tadi nya lembut kini sedikit kasar.


"Aaaahhhh, massss hhhh" tubuh afifah bergetar bersama dengan cairan yang keluar dari tubuh nya.


El terus melakukan nya, hingga tak lama, el mengeram, tanda selesai permainan panas mereka.


Mereka sama-sama ambruk, dengan nafas terengah-engah...


Afifah memeluk erat tubuh el, el lalu menciumi kepala afifah sambil di elus.


"Aku ambil tidur dulu" ucap el, setelah itu ia membersihkan milik nya dan milik afifah.


"Ayo tidur" ajak el sambil menata bantal nya.


"Mau lagi" ucap afifah malu-malu.


Antara senang dan tak senang.


"Sayang, ayo tidur. besok lagi ya"


Bibir afifah langsung manyun.


"Jujur aku gak tega fah, perut kamu sebesar ini" ucap El sambil mengelus perut afifah.


Bibir afifah tetap manyun.


"Yasudah, ayo" tak ada pilihan lain bagi El, ia pun melakukan nya kembali, sampai tubuh afifah bergetar lagi.


Nafas afifah memburu, dada nya naik turun seraya hembusan nafas nya.


"Udah ya ayo tidur" ucap El


"Tapi kamu?" ucap El


"Udah, gakpapa, sekarang kamu tidur"


El memeluk tubuh polos istrinya, mengelus perut besar afifah. sambil memandangi wajah yang kini mulai terlelap.


Tak biasanya kamu seperti ini, apa karena kamu hamil jadi seperti ini, atau kamu aja yang pengen.


El terkekeh, mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.


setelah dirasa afifah tidur, el berdiri. ia mengambil laptop nya untuk memeriksa beberapa laporan yang tadi siang masuk.


Saat el membuka laptop, El langsung terbelalak saat melihat tampilan laptop nya berubah.


Apa karena lihat vidio ini kamu jadi minta jatah fah? wkwkwkw...


El langsung menutup laptop nya kembali, ia sangat gemas dengan kelakuan istrinya itu. sekarang El memilih untuk tidur memeluk istrinya. Mood nya hilang seketika.

__ADS_1


__ADS_2