
Exel berjalan sambil membawa Rantang nasi. Hari ini, mereka akan Buka puasa bersama di puskesmas. El tidak tega jika harus meninggalkan Alexa sendiri di sana.
Exel yang tak terbiasa mengucapkan salam, ia langsung saja masuk ke ruangan Alexa begitu saja.
"Waalaikumsalam" Ucap Afifah menyindir Exel
"Hehe.. maaf Mommy. Assalamualaikum mommy, Alexa"
"Waalaikumsalam"
"Ini makanan nya mom, Exel taruh sini ya"
Exel meletakan dua rantang besar di atas meja.
"Kamu susulin papa kamu, kata nya mandi tapi lama sekali, ini sudah hampir maghrib"
"Dimana ruangan papa?"
"Kamu lurus saja dari sini, nanti belok kiri. Disana banyak sekali ruangan, cari saja ruangan Kepala Puskesmas"
"Hemm,"
Exel berjalan di lorong puskesmas, ia menelusuri jalan sesuai dengan ancer-ancer mommy nya tadi. Tak butuh waktu lama, Exel berhasil menemukan ruangan El. Exel pun masuk, dan saat masuk, ia melihat papa nya itu hendak memakai baju.
"Pa, lama sekali. Mommy mengomel"
"Yasudah, kamu duluan saja. papa sebentar lagi menyusul"
Exel pun keluar dari sana, karena iseng. El membaca semua nama dokter yang tertera di pintu.
"Dr.Reihan Martadinata" Gunam Exel.
cek lek
Reihan keluar, tepat saat Exel berdiri di depan ruangan raihan.
...
"Dokter Raihan" Reihan yang hendak menyapa Exel tiba-tiba El memanggil nya. sehingga Elxel dan Raihan langsung menoleh.
"Kok belum pulang" Tanya El kepada Raihan,
"Hmm.. aku tak pulang. ohh.. maksud nya sebentar lagi pulang"
El tau, bahwa Raihan hanya alasan saja. Jam pulang bagi dokter sudah 2 jam yang lalu. Pasti Raihan tak ingin pulang karena ada Alexa disini. pikir El.
"Ayo, kita buka bersama" Ucap El sambil berjalan, diikuti oleh Raihan yang berjalan beriringan dengan El, dan Exel berada di belakang.
"Tidak pak, ini saya mau ke warung depan"
"Tidak, ayolah kita buka puasa bersama. Saya mohon jangan menolak"
"Iya dokter Raihan, ayo buka puasa bersama kami" Ucap Exel.
"Hmm.. baiklah"
Sejak tau semua nya, Exel semakin yakin. Bahwa Lebih baik Alexa bersama Dokter Raihan. Alexa harus di buat move on secepat nya. Memaksa Alexa menikah dengan Raihan adalah cara jitu membuat Alexa move on.
Alexa melotot saat melihat Raihan juga datang bersama El dan Exel.
"Mommy, dokter Raihan mau ikut buka bersama dengan kita"
"Iya, sini duduk dokter Raihan" Ucap afifah.
Reihan merasa tak enak, saat Alexa terus memandangi nya. Itu membuat Raihan langsung gugup sekali.
اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
__ADS_1
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ
Asyhadu allaa illaaha illallaah
Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah
أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ
Asyhadu allaa illaaha illallaah
Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah
Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah
Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah
حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
Hayya 'alashshalaah
Marilah Sholat
حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
Hayya 'alashshalaah
Marilah Sholat
Hayya 'alalfalaah
Marilah menuju kepada kejayaan
Hayya 'alalfalaah
Marilah menuju kepada kejayaan
اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ
Laa ilaaha illallaah
Tiada Tuhan selain Allah
Suara Adzan maghrib berkumandang, kini semua orang menikmati buka puasa bersama. Begitu juga Alexa, dia juga ikut makan.
"Enak sekali"
"Ini masakan Mommy, slalu jadi juara" Puji Exel
__ADS_1
Huek
Huek
Huek
Raihan langsung berdiri, ketika melihat Alexa muntah. Raihan langsung menampah muntahan Alexa dengan tangan nya, tanpa merasa jijik. sedangkan yang lain, melongo melihat tindakan Raihan.
"Muntahkan semua nya Alexa"
Suara Raihan membuyarkan lamunan semua orang. Afifah pun dengan sigap mengambil kresek.
"Reihan, kenapa kamu lakuin ini nak" Ucap afifah
"Gak papa tante" Raihan tersenyum.
"Kamu cuci tangan mu Rai"
Exel tersenyum melihat kejadian ini, entah mengapa Exel semakin yakin, bahwa memaksa Alexa untuk menikah dengan Raihan itu tidak lah kejam.
Setelah Raihan mencuci tangan nya, ia kembali bergabung.
"Kasih minyak putih perut sana bagian leher nya tante" titah Raihan kepada afifah.
"Maaf ya Rai, kamu tadi malah kena muntahan Alexa"
"Tidak papa kok tante"
"Sini, biar papa saja yang olesin minyak kayu putih nya mom, Mommy bisa beresin makan nya dulu"
Afifah mengangguk, lalu memberikan botol mintak kayu putih kepada El. Raihan yang mau membantu afifah, langsung di tarik oleh Exel.
"Itu biar mommy yang beresin bro, yuk kita keluar"
Reihan yang usia nya lebih tua dari Exel, hanya bisa menerima perlakuan Exel.
"By the way, kita belum kenalan" Exel mengulurkan tangan nya "Aku Exel"
"Reihan" jawab reihan sambil menjabat tangan Exel.
"Langsung saja bro, soal nya aku orang nya gak suka basa-basi" Exel merubah suara nya, agar terlihat lebih tegas.
"Aku mau tanya bro, kamu beneran serius gak sama Adik ku. Oh.. iya, sebelum nya aku sudah tau soal Lamaran mu".
" Iya brother. Aku sungguh sangat serius kepada Alexa. Dia satu-satu nya wanita yang tidak mau aku dekati, itulah nya membuat ku jatuh cinta kepada nya"
Exel merasa bingung, apa ini juga kebiasaan orang Indonesia, jatuh cinta dengan sebab yang aneh. Pikir nya.
"Aku gak akan bisa menerima jika dia di sakiti bro, makanya aku benar-benar ingin mencari laki-laki yang benar-benar baik"
Exel duduk di sebuah kursi panjang yang biasanya di pakai pasien mengantri, disusul dengan Raihan yang juga duduk di sana.
"Kalau saja aku tak serius bro, aku bisa saja mendekati Alexa dan mengajak nya pacaran. Namun, aku lebih memilih untuk langsung melamar nya, aku tau Alexa adalah Anak kesayangan Dokter El. Jadi aku benar-benar ingin menjadikan istri."
"Apa kamu tidak takut di tolak bro?" tanya Exel.
"jika di tolak gakpapa, setidak nya aku sudah menjadi laki-laki gantle, bukan pengecut"
"Kau benar sekali bro" Exel mengangguk-angguk "Aku akan slalu mendukung mu. Aku doakan Alexa mau menerima mu"
Raihan bahagia nya bukan main, saat mengetahui saudara kembar wanita yang sangat ia cintai itu memberikan lampu hijau.
Tiga hari berlalu, kini Alexa sudah boleh pulang. sejak Alexa di rawat di sana, Exel slalu memberikan waktu agar Raihan bisa dekat dengan Alexa. Alexa mengetahui itu, namun setiap malam Exel slalu memberikan petuah, agar Alexa mau menerima Raihan.
Raihan adalah Keponakan dari teman El di Singapura. Keluarga mereka adalah keluarga baik-baik dan terpandang. Rumah Raihan berada di pulau seberang, dia anak pertama dari 3 bersaudara. Adik pertama nya, perempuan sudah menikah, dan adik nya yang terakhir, laki-laki masih sekolah SMA. Usia Raihan 30 tahun, namun Raihan mempunyai babyface, dia benar-benar tampan sekali.
...****************...
Alhamdulillah, update lagi.
__ADS_1
nanti kita lanjut lagi, jangan lupa tinggalkan jejak ya.
Terima kasih sudah mendukung author..