
Keesokan hari nya, lastri pergi ke pasar untuk berbelanja. ia ingin memasak sendiri. bersama sanjaya dan caca lastri berbelanja semua kebutuhan untuk masak.
Lastri membeli banyak sayur, buah, dan daging sangat banyak karena harga nya murah dari pada yang biasa ia beli.
3 kantong plastik besar sudah tertata rapi di bagasi mobil belakang.
"Sudah ma?" ucap sanjaya setelah menutup bagasi
"Hmm... disini gak ada toko kelontong pa. mau beli beras" jawab lastri "kata ibu-ibu ada di simpang sana. toko kelontong besar" sambung lastri
"Yasudah ayo, masuk. oh iya caca mana?" tanya sanjaya karena tak melihat anak perempuan nya
"Tuhh paa. masih ribut milih bunga."
sanjaya tersenyum, melihat anak gadisnya berdiri di depan penjual bunga. "Caca... ayooo" panggil sanjaya
"sebentar pa" jawab caca.
****
"Assalamualaikum" teriak el.
"Waalaikumsalam" Jawab semua orang.
"kenapa kamu el?" tanya byan dengan tatapan penuh selidik
"kelihatan nya sangat senang" sambung sanjaya.
el tersenyum, ia langsung duduk di sofa bersama yang lain nya.
"Maa, paa, el Naik pangkat." ucap el dengan rona sangat senang
"Alhamdulillah" ucap lastri sambil menghampiri anak nya itu
"Kok bisa el? kan masih kurang 3 tahun"
el tersenyum "Karena prestasi kak. ternyata dalam 3 bulan ini Pihak pusat mengobservasi el, tanpa el ketahui. puskesmas sekarang tak ada lagi keluhan, karyawan semuanya lebih tertib karena kepemimpinan el" jelas el.
"Waaa.. selamat ya el." ucap sanjaya
"Selamat ya adekku yang ganteng" sambung byan.
"oh.. iya? mana nenek dan caca?" tanya el
"nenek dan adikmu lagi di taman belakang, biasa dapat mainan baru" kekeh sanjaya
__ADS_1
"Bunga?" tebak el
"iya, tadi beli di pasar" jawab byan.
"el, mama tanya. nanti kalau pengangkatan di dampingi istri kamu gak?"
"Iya maa, kan hari senen depan resepsi di rumah. undangan juga sudah di sebar" jawab byan sewot
"kamu gak malu bawa dia ke pengangkatan?"
kali ini bukan hanya el yang kesal, sanjaya juga kesal dengan prilaku istrinya yang tak memikirkan perasaan el.
"Lebih cantik istri el dari pada kamu" teriak nenek eka dari arah belakang "Kalau dia di dandani, dikasih pakaian branded, kamu beda jauh bagai langit dan bumi" sambung nenek eka
"Maa, kenapa mama seperti itu sih?" ucap sanjaya dengan suara lembut, namun membuat lastri ketakutan
"Paa, mama cuma...."
"Sudahlah, maa, paa, nek.. jangan bahas ini lagi ya. nanti kalau afifah sudah berkumpul bersama kita, el cuma berharap mama bersikap baik kepada afifah. atau setidak nya jangan bicara yang menyakiti hatinya, dengan mengungkit latar belakang nya" setelah itu el langsung meninggalkan keluarga nya yang duduk di ruang tengah
untung saja el meliburkan bi sugiati untuk sementara waktu, dan el meminta bi sumi untuk membantu di rumah nya. el tau banar bahwa bi sugiati tukang gosip. bisa-bisa semua rahasia keluarga el bocor ke semua orang.
nenek eka terus mengomeli lastri, bukan hanya lastri, kali ini sanjaya juga di omeli oleh nenek eka. byan dan caca langsung duduk di bawah untuk memijat kaki nenek eka. mereka berdua mencari perlindungan biar tidak kena semprot juga.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Maaf Pak, ada keperluan apa ya?" tanya sanjaya
"hmmm.. saya hanan pak, paman afifah"
"ohhhhhhh.... saya sanjaya pak, papa el. ini byan kakak nya el"
mereka pun bersalaman.
"iya Pak, senang bertemu dengan bapak" ucap byan
"langsung saja saya sampaikan Pak, soalnya tak baik jika saya berada disini lama-lama"
"kenapa Pak? gakpapa kita ngobrol-ngobrol dulu saja" jawab sanjaya
"tidak Pak, dalam tradisi sini gak baik. kalau setelah acara baru kita berbincang-bincang" jawab hanan
"ohh.. kalau tradisi, saya juga menghargainya Pak. kira-kira ada apa pak?"
__ADS_1
"Begini pak, afifah kan belum juga dilamar. maaf sebelum nya. karena afifah ini anak pertama dan nak el adalah menantu pertama. jadi tradisi di desa, harus ada acara lamaran, sebelum akad nikah"
"ohhh.. iya pak, kami siap. kapanpun kami siap. hadiah juga sudah siap juga" jawab sanjaya
"maaf Pak, bukan nya kami meminta hadiah. tapi memang harus seperti ini. mohon jangan salah paham Pak"
"iya Pak saya tidak salah paham. silahkan jelaskan saja bagaimana tradisi di sini. karna saya gak tau, maaf"
"begini Pak, hari Kamis besok. jam 3 sore bapak dan keluarga bisa datang ke rumah untuk melamar afifah. namun nak el tidak boleh ikut. biar hadiah itu di serahkan langsung oleh bapak dan istri bapak"
"baiklah Pak, lalu setelah bagaimana lagi acaranya?"
"Akad nikah di mulai jam 7 pagi, jadi tak usah membawa apapun kecuali mahar. setelah acara akad nikah, el akan tetap di rumah sampai hari sabtu. hari sabtu pagi kami akan mengantar nak el dan afifah kesini untuk acara *keloran"
"keloran*?" tanya sanjaya
"iya Pak, bapak harus menyiapkan masakan tradisional. jika bapak tidak tau, gakpapa kami akan memasakkan nya"
"baiklah Pak, untuk menu keloran saya serahkan kepada keluarga bapak. Kira-kira berapa biaya nya?"
"tidak Pak, ini adalah bahan baku nya. semua sudah lengkap disini" hanan memberikan secarik kertas "besok bapak bisa belanja ke pasar, setelah itu antar ke rumah kami" sambung hanan
"baiklah pak"
"maaf menyela, kita semua akan kembali pada minggu pagi pak. afifah juga ikut ke kota. karena acara resepsi di kota hari senin" ucap byan
"ohh... baik Pak. nanti saya akan sampaikan ke ibu nya afifah nanti"
"Saya permisi dulu Pak, sudah sore"
"diminum dulu Pak" ucap byan mempersilahkan hanan untuk minum kopi yang sudah di buatkan bi sumi
hanan pun meminum kopi tersebut. sambil bercerita tentang keluarga afifah. ayah nya yang sudah meninggal. hanan juga menceritakan kepintaran afifah dalam memasak, kemandirian nya dan keceriaan nya.
el yang masih kesal, ia memilih untuk diam di dalam kamar.
sedangkan lastri diam memandangi layar HP nya dengan gelisah.
Berita pernikahan el di dengar banyak orang. namun tak semua mendapatkan undangan, el sengaja hanya mengundang teman-teman nya dan pegawai pusat saja. kini ibu-ibu sosialita teman lastri sangat kepo dengan istri el. lastri benar-benar gak mau mengenalkan afifah kepada teman-teman nya karena malu.
Media juga menyorot perihal berita el, terlebih lagi Rania membuat seolah-olah istri el itu telah merebut el darinya. namun saat wartawan menyinggung siapa istri el? Rania tidak bisa menjawab nya, karena dia benar-benar tidak tau.
Di akun Gosip. undangan El tertera nyata. dengan Caption "SIAPAKAN AFIFAH FITRIA AHMAD. ANAK KOLONGMERATA SIAPA KAH DIA? "
Namun, satu komentar dari @*hilda_putr*i menyita perhatian netizen, Hilda yang tak lain anak Hanan,sepupu afifah berkomentar "Dia sepupuku" otomatis semua orang langsung membuka profil Hilda. followers nya meningkat dengan cepat. tumben sekali mengakui afifah sepupunya, padahal selama ini Hilda sangat membenci nya.
__ADS_1
***
Jangan lupa tinggalkan jejak..