
"Baiklah, opa. Tapi kalau tidak cantik, Exel tetap tidak mau"
"Papa tau ya kalau kamu sebenar nya menipu kami semua" El yang tau bagaimana Exel pun langsung angkat bicara
"Kami tau selera mu, dan kami gak mungkin menikahkan mu dengan wanita jelek. Kami semua juga memikirkan reputasi kami, cih"
Kali ini, Exel di buat tidak berkutik, mati gaya tak bisa membantah semua orang.
"Berjanjilah, kau mau menikah sekarang disini"
"Hari ini, opa?"
"Iya, menikah secara agama dulu. Yang penting sah dulu, biar opa bahagia"
Exel merasa seperti mendapat angin segar, bahwa ia menikah secara agama dulu.
"Oke baiklah" Exel langsung duduk dengan tegap kembali "Exel akan janji mau menikah sekarang. Siapa nama nya, biar Exel hafalkan ijab qobul nya"
"Ini hafalkan" El langsung memberikan secarik kertas
Exel langsung membaca sebuah tulisan yang ada di kertas tersebut.
__ADS_1
......................
Saya Terima nikah nya Afrin Humairah binti Amirullah dengan maskawin uang lima puluh juta dan emas lima puluh gram di bayar tunai.
......................
"Nama nya kampungan sekali" Celah Exel dan langsung mendapat cubitan dari Afifah.
"Dia memang anak kampung, tetangga kita di desa. Mommy yang pilihkan untuk mu"
Exel terkejut dengan pernyataan Afifah. Saat hendak menjawab nya, Tiba-tiba zakir datang bersama laki-laki memakai baju koko, memakai sarung dan memakai topi tak lupa surban seperti style pak ustadz. Exel terus memandangi laki-laki tersebut, yang seperti nya Exel pernah melihat nya. Tapi sial nya dia tidak mengingat nya.
"Paman zakir kenapa ada di sini juga"
"Silahkan, langsung saja di mulai"
"Sebentar, ini mahar nya belum Exel siapkan"
"Sudah paman siapkan, nanti kau ganti saja"
"Kalian semua seperti nya sedang menjebak ku" Exel merasa semua ini sudah di persiapkan, karena tiba-tiba seorang ustadz yang akan menikah nya nya langsung datang dan Ada.
__ADS_1
"Tapi di mana calon mertua ku, mommy. Walau Exel tak terlalu paham agama, tapi Exel tau bahwa wanita harus ada wali nikah nya"
Semua langsung tersenyum.
"Kau beruntung sekali, xel" Akhir nya Lastri bicara juga, setelah sekian lama diam. "Ayah mertua mu sendiri yang akan menikah kan mu langsung"
Exel diam, kini jiwa nya merasa terancam.
"Langsung kita mulai saja, kasian mempelai wanita sudah menunggu di ruangan sebelah sendirian"
Deg.. Deg.. Deg
Exel pun menjabat tangan laki-laki tersebut setelah Byan menuntun nya. Pikiran Exel nge-Blank, hingga harus di ulang, dan pada akhir nya semua orang langsung berteriak "SAH"
Semua nampak bahagia, bahkan Afifah dan Lastri saling memeluk. Entah apa saja yang terjadi selama lima tahun ini. Yang pasti keluarga ini semakin harmonis.
"Biar jihan saja yang membawa pengantin wanita nya" Jihan nampak bersemangat sekali. Membuat Exel semakin jengkel kepada Jihan dan ingin sekali menceburkan sepupu nya itu kedalam kolam seperti biasanya.
Tak lama, Jihan menggandeng gadis yang memakai baju putih, dengan jilbab putih juga. Gadis itu menunduk, membuat Exel malas sekali memandang nya.
"Cantik sekali cucu menantu ku" Puji Sanjaya, Exel pun melirik gadis yang sudah duduk di depan nya.
__ADS_1
Satu lirikan membuat Exel ingin memandang nya lebih jelas lagi. Tubuh nya tiba-tiba lemas saat melihat sosok yang ada di depan mata nya. Lalu Exel memandang laki-laki yang tadi mengakad nya, dan kini ia ingat siapa laki-laki itu.