Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Di Terima


__ADS_3

Satu minggu berlalu, Kini Alexa duduk di ruang keluarga.


Bagi El, membujuk Alexa sudah cukup dan kini ia harus memutuskan, karena tak enak menggantung lamaran Raihan.


"Alexa menerima ya pa"


Jawaban Alexa membuat semua orang sangat senang sekali.


"Tapi, Alexa ingin besok Dokter Raihan datang kesini. Alexa akan bertanya beberapa hal kepada nya"


"Baik lah sayang"


Afifah berdiri, ia menghampiri dan duduk di samping Alexa. Ia memeluk anak gadis nya itu, bahkan El terharu.


"Raihan benar-benar sangat baik nak. Percayalah, papa juga sudah pastikan kepada teman papa yang dulu menjadi Dosen nya Raihan"


"Tu xa, dengerin papa. dia benar-benar baik"


Disisi lain, hubungan antara Exel dan Sabrina tidak berjalan seperti sebelum nya. Walau mereka masih chatting dan terkadang teleponan sebentar.


Exel terus mencoba bersikap biasa-biasa saja, ia benar-benar sangat kecewa dengan kenyataan yang ada.


Niat yang dulu sempat terlintas di pikiran nya kini perlahan mulai hilang. Rasa takut sakit hati membuat Exel tak berani menumbuhkan lagi rasa cinta untuk Sabrina.


...****************...


Malam ini, Raihan sudah duduk di ruang tamu bersama Exel. Mereka berdua semakin akrab, bahkan sudah mulai tertawa bersama.


Tak lama, Alexa datang membawa kopi untuk Raihan. Saat Alexa duduk di samping Exel, Exel pun mengerti dan berpamitan kepada Raihan.


tik


tik


tik


5 menit


7 menit


10 menit


sudah berlalu, tapi mereka berdua masih diam saja.


"Dokter Raihan" panggil Alexa, sambil memandang Raihan.


"Mas Rai, atau panggil Rai saja" Ucap Raihan sambil tersenyum, Alexa pun menunduk.


"Ada yang ingin di bicarakan xa?"


"Hmm.. aku cuma ingin menyampaikan sesuatu mas"

__ADS_1


"Kata kan saja, jangan takut Alexa"


"Aku punya satu syarat, jika kita sudah menikah nanti, aku ingin kita tinggal disini saja selamanya. Aku gak mau jauh dari papa dan mommy"


"Memang kita jadi nikah ya xa? Apa lamaran saya benar-benar di Terima"


demi apapun sekarang Alexa Sangat malu sekali. Ternyata El belum menyampaikan keputusan Alexa.


Astaghfirullah papa..


"Apa papa belum menyampaikan nya?"


"Belum, tadi cuma bilang kamu mau bicara dan saya, disuruh kesini".


Alexa diam saja, ia tak tau harus bicara apa lagi sekarang.


" Jadi benar ya xa, lamaran saya di Terima"


Alexa mengangguk, dan itu membuat Raihan sangat senang. ia saat ini ingin sekali melompat.


"Jadi gimana mas Rai, apa kamu mau menuruti kemauan ku tadi"


Raihan tersenyum "Seperti hal nya Pak El, saya juga sudah di tugas kan disini sampai pensiun. In syaa Allah saya bersedia tinggal di sini selamanya"


"bagaimana dengan keluarga mas Rai"


"In syaa Allah, mereka mau menerima nya Alexa. Orang tua ku bukan lah orang tua yang suka memaksakan kehendak nya. Terutama Mamak ku, dia slalu menghargai keputusan anak-anak nya"


Bibir Raihan terus saja tersenyum hingga menampakan jelas lesung pipi nya.


El dan afifah yang sejak tadi menguping, langsung keluar menghampiri Alexa dan Raihan, saat dirasa keadaan nya sudah memungkinkan.


"Maaf ya nak Rai, tadi saya lupa gak nyampai kan kalau Alexa menerima lamaran nya"


"Iya Pak El, tidak masalah"


"Jangan panggil Pak lagi, panggil papa seperti Alexa"


"panggil mommy juga ya"


Raihan kini benar-benar sangat bahagia.


"Jangan lupa, panggil kak Exel" celetuk Exel yang baru saja datang sambil membawa sepiring Pisang keju.


"hehebehe.. siap kak Exel"


"Makanlah, ini tadi Alexa yang buat" Raihan hanya tersenyum, ia lebih memilih melirik Alexa yang hanya diam saja.


"oh iya Pak, oh maksud nya papa" ucap Raihan malu-malu memanggil El papa. "Seminggu lagi, saya akan pulang kampung, dan in syaa Allah ketika saya kembali kesini, setelah lebaran. Saya sekalian bawa mamak dan bapak ke sini"


"Iya Rai, kami siap"

__ADS_1


"kalau bisa langsung nikah saja Rai. biar gak jadi fitnah" Afifah tau benar bagaimana kejam nya fitnah, karena ia pernah merasakan nya.


"Iya Rai, bukan nya kami mendesak. Cuma biar sekalian, jadi mamak dan bapak kamu tidak bolak-balik. Rumah kamu itu kan jauh. kasian juga kan"


"Iya pa, nanti Raihan bicarakan sama keluarga. gimana baik nya"


"Sebentar Rai, Mommy punya sesuatu buat kamu" ucap afifah tiba-tiba. "Yuk xa, bantu mommy. Biar disini Raihan ngobrol sama papa dan kakak mu"


Alexa hanya mengangguk lalu mengikuti langkah kaki Afifah. sedangkan El, Exel dan Raihan berbincang asik di ruang tamu.


Alexa dan Afifah sedang memasukan beberapa makanan dan kue ke dalam rantang.


"Gimana xa, Raihan baik benaran kan?"


"Mudah-mudahan mommy"


Afifah hanya bisa menghela nafas kasar. Afifah dan El sudah tau tentang masalah Alexa dan Adam. Exel sudah menceritakan semua nya, ia terpaksa menceritakan semua nya, karena berita ini menjadi viral se desa. itulah sebab nya Afifah dan El ingin segera Alexa menikah. Tentu El tau bagaimana bahaya nya jika Alexa tak kunjung menikah. Afifah takut yang sudah terjadi kepadanya terjadi kepada Alexa.


"Ini buat nanti sahur Rai" Afifah meletakan rantang di atas meja depan Raihan "ini tadi masakan nya Alexa semua, semoga suka" Imbuh afifah.


"Yasudah, Raihan pamit dulu. lagian ini sudah malam"


"Kok buru-buru bro, padahal mau aku ajak bergadang"


"Hehehe.. lain kali saja kak, besok soalnya kan masih kerja"


Alexa melirik Exel, ia sangat kesal sekali dengan kelakuan Exel sejak tadi pagi yang sangat menyebalkan.


"Oh iya, Minta nomor nya boleh" Raihan sungguh sangat berani, ia meminta nomor HP Alexa di depan orang tua nya langsung.


Alexa tidak menjawab nya, namun ia mengambil HP yang reihan berikan kepada nya. Alexa mengetik nomor nya di sana. setelah selesai, Alexa memberikan nya kepada Raihan.


Raihan menatap layar ponsel nya, ia langsung menyimpan nomor Alexa, Calon istri itulah nama kontak yang Raihan tulis.


"Terima kasih, saya permisi dulu" Pamit Raihan sambil menghampiri El dan Afifah untuk mencium tangan mereka. Saat berada di hadapan Exel, Exel memeluk Raihan, entah mengapa Exel juga sangat bahagia sekali hari ini, itulah sebab nya Exel terus bersikap menyebalkan kepada Alexa.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Raihan masuk kedalam mobil nya, sebelum ia pergi dari sana, Raihan terus menatap wajah Alexa.


Kini semua orang sudah berada di kamar masing-masing. Alexa sudah terlelap masuk kedalam mimpi, sedangkan Exel masih terjaga. Saat ini Exel sedang chatting dengan Sabrina.


Sabrina sendiri kini seperti takut, ia takut keluarga nya tidak menerima Exel. Apalagi sejak kejadian Exel memukuli adam. Itu membuat Sabrina sangat takut sekali.


...****************...


Alhamdulillah, update lagi.


nanti kita lanjut lagi, jangan lupa tinggalkan jejak ya.

__ADS_1


Terima kasih sudah mendukung author..


__ADS_2