
"Mas Exel" Sabrina menangis sambil memegangi perut nya "Mas, sakit"
Exel langsung menghampiri Sabrina yang menguling-gulingkan badan nya di atas kasur.
"Sebentar lagi dokter akan datang, sayang. Kamu tahan ya" Exel memindahkan kepala Sabrina ke atas pangkuan nya. Ia mengelus kepala Sabrina, Exel merasa bahwa ia juga ikut merasakan sakit yang Sabrina alami.
Ting
Ting
Suara bel berbunyi, Exel biru-buru berlari membuka kan pintu. Saat pintu terbuka, seorang dokter wanita berdiri di depan pintu.
Exel mempersilahkan dokter tersebut masuk ke dalam apartemen. Sang dokter yang melihat Sabrina seperti sangat kesakitan pun langsung memeriksa nya.
Karena Sabrina tidak bisa bahasa Perancis, jadi Exel yang sekarang menjadi juru penerjemah.
Dokter tersebut mengatakan, bahwa Sabrina harus di bawa ke rumah sakit untuk di lakukan pemeriksaan, karena baru saja Sabrina mengeluarkan darah yang begitu sangat banyak sekali dari ****** nya.
Exel yang melihat darah langsung panik, begitu juga dengan Sabrina. Sabrina yang kondisi nya tidak bsik-baik saja akhirnya pingsan. Bertambah lah Exel menjadi sangat khawatir.
Sabrina di bawa ke rumah sakit menggunakan ambulan milik apartemen, Exel memegang tangan Sabrina, ia menggenggam nya erat, dan tak lupa ia menciumi nya juga. Bibir Exel tak henti-henti nya menyebut nama Allah dan memanjatkan doa-doa terbaik untuk Sabrina.
"Lindungi istri ku, yaa Allah. Kenapa dia jadi seperti ini"
seolah sampai di rumah sakit, Sabrina langsung masuk dan di periksa oleh dokter di ruangan UGD. Exel mondar-mandi karena sangat takut dan cemas menantikan kabar selanjut nya dari dokter.
"Istri anda hamil, pak. Kisaran satu bulan"
Exel terkejut dengan kenyataan dokter tersebut, ada setitik bahagia yang Exel rasakan saat ini. memang benar, Sabrina sudah telat haid, cuma mereka belum memeriksa nya.
"Lalu, bagaimana dengan kondisi nya, dok?"
"Tapi istri anda mengalami keguguran, pak"
Duar, Tubuh Exel langsung lemas seperti nyawa nya di tarik perlahan. Baru saja ia ingin sujud syukur atas kabar baik nya, namun ia di hantam oleh kenyataan.
"Sebab nya kemungkinan karena ia mengonsumsi sebuah obat yang mengandung senyawa aktif untuk merusak rahim. Untung nya istri anda sedang hamil, Jika saja istri anda tidak hamil, maka obat ini akan merusak rahim nya dan akibat nya tidak bisa mempunyai anak"
Exel masih diam, ia berusaha untuk tetap tenang dan kuat.
"Saat ini, kita harus segera melakukan operasi. Kalau tidak segera di keluarkan janin nya, maka senyawa itu akan menyebar kemana-mana"
"Lakukan yang terbaik, segera"
Dokter itu mengangguk, setelah itu Sabrina di pindahkan ke ruang operasi. Exel masih belum mengabari keluarga yang ada di indonesia. Saat ini pikiran Exel hanya kepada Sabrina, keselamatan Sabrina.
...****************...
Kini Sabrina sudah berbaring di atas ranjang rumah sakit. Dua jam yang lalu Sabrina baru saja bangun dari obat bius yang di berikan oleh dokter.
Exel menceritakan nya dengan menangis terseduh-seduh. Meluapkan segala kesedihan nya. Tunggu, seharus nya Sabrina yang menangis, dan Exel yang menguatkan. Kok ini malah terbalik.
"Kita harus ikhlas, mas. Ini adalah ujian" Sabrina mengelus kepala Exel yang ada di pangkuan tangan Sabrina.
"Apa Allah marah kepada ku ya, sayang" Exel mendongak, memastikan sesuatu agar hati nya sedikit tenang.
"Tidak, mas. Ini hanyalah ujian kita"
Sejatinya Allah SWT memberikan ujian kepada manusia untuk melihat seberapa besar kemampuan manusia dalam menjalani dan melewati permasalahan hidup tersebut. Ibarat sebuah ujian di sekolah, di mana guru memberikan lembar soal ujian yang bertujuan agar siswa mampu memecahkan permasalahan, kemudian hasilnya akan dinilai oleh guru hingga di akhir semester.
__ADS_1
Hal tersebutpun sama dengan ujian hidup, Allah SWT memberikan ujian kepada manusia untuk mengetahui setiap kemampuan hamba-hamba-Nya dalam memecahkan permasalahan hidup, baik masalah harta, anak, keluarga, tempat kerja , ataupun masalah-masalah lainnya.
Allah SWT berfirman yang artinya: "Dan sungguh, Kami benar-benar menguji kalian dengan sedikit dari rasa takut, lapar, krisis moneter, krisis jiwa dan krisis buah-buahan.Sampaikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘Innalilahi wa ina ilaihi rajiun (Kami milik Allah dan hanya kepada-Nya lah kami akan kembali)’. Mereka lah orang-orang yang mendapatkan keberkahan dan kasih sayang dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk,” (QS. Al Baqarah: 155-157).
Bahkan Nabi SAW bersabda: “Sungguh, besarnya pahala bersamaan dengan besarnya cobaan. Apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang rela, maka baginya ridha-Nya, dan barang siapa yang benci, maka ia akan mendapatkan kebencian-Nya,” (HR. At Tirmidzi). Mengutip beberapa sumber, ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil pelajaran apabila kita ditimpa musibah atau ujian hidup, di antaranya:
Berdasarkan hadis Nabi SAW diatas yang berbunyi, “…Apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. ..”. Maka hal ini menandakan bahwa setiap ujian manusia terima adalah sebagai wujud kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya.
Dengan adanya ujian hidup membuat diri kita semakin bersabar. Sebagaimana dalam firman Allah SWT : “Adakah kalian mau bersabar?”,(QS. Al Furqon : 20). Artinya bahwa Allah memberikan ujian itu ingin melatih kebiasaan kita agar belajar bersabar.
Melatih kita untuk belajar bersyukur. Hal ini seperti dijelaskan dalam firman Allah SWT: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat bera(QS. Ibrahim : 7).
Sedangkan tanda-tanda ketika manusia diberi ujian sebagai tanda kasih sayang Allah kepadanya, antara lain:
Mendapat cobaan dan musibah
Hal ini dijelaskan dalam firman – Nya surat Al Anbiya ayat 35, penjelasannya sebagai berikut : Artinya :“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (al – Anbiya’ : 35)
Terjaga dari kehidupan dunia
Allah akan senantiasa menjaga hamba – hamba – Nya yang beriman dan bertakwa di dunia. Tidak akan membiarkan terjerumus dalam kemaksiatan. Dan selalu menjaga hamba tersebut dengan ketentraman dan juga ketenangan hati.
” Sesungguhnya Allah akan menjaga hambaNya yang beriman –dan Dia mencintaiNya- seperti kalian menjaga makanan dan minuman orang sakit (diantara) kalian, karena kalian takut pada(kematian)nya.” (HR. Al Hakim, Ibnu Abi ’Ashim dan Al Baihaqi)
Adanya Keshalihan
Keshalihan merupakan anugerah yang tiada bandingannya. Jangan lupa bahwa keshalihan adalah salah satu nikmat dan tanda kasih sayang dalam islam yang diberikan Allah SWT kepada kita. ” Allah memberikan dunia pada yang Dia cintai dan yang Dia benci . Tetapi Dia tidak memberikan (kesadaran ber) agama, kecuali kepada yang Dia Cintai. Maka barang siapa diberikan (kesadaran beragama oleh Allah, berarti ia dicintai oleh – Nya.” ( HR. Imam Ahmad, Al Hakim dan Al Baihaqi)
Lebih memahami agama
__ADS_1
Kemudahan dalam hal pemahaman mengenai agama akan diberikan oleh Allah secara bertahap sedikit demi sedikit. Hamba – Nya akan dituntun menuju ke jalan yang benar dengan berbagai petunjuk tertentu. Sehingga proses pembelajaran bisa diikuti dengan baik.
Semakin taat
Kemudian apabila hati merasa tentram dan terdorong secara terus menerus untuk menjaga ibadah atau pun melaksanakan perintahnya baik itu ibadah wajib atau sunah, bisa dikatakan sebagai salah satu tanda kasih sayang yang Allah Swt berikan.
Sulit melakukan kemaksiatan
Di antara banyak tanda kasih sayang Allah pada hamba – Nya yakni akan merasa kesulitan pada saat akan melakukan hal – hal yang berhubungan dengan maksiat. Ia tidak mungkin bisa melakukannya dengan mudah karena Allah selalu menjaganya.
Husnul khatimah
Kasih sayang yang nyata adanya adalah Allah SWT menutup usia hambanya dengan amal shalih. Hal ini merupakan momen yang sangat penting, banyak diantara hamba – Nya yang menghabiskan usianya dalam hal menjalani ketaatan, namun meninggal duni dalam kondisi melakukan maksiat kepada Allah.
Hal ini bisa anda lihat dari percakapan Abu Bakar dengan Rasulullah SAW: Abu Bakar berkata : ” Jika satu kakiku di dalam surga, dan kaki yang lain diluar surga, maka aku belum aman” Jika kita melakukan hal – hal yang menjurus ke perbuatan maksiat, takutlah pada kematian, dan hati-hatilah apabila kita mati dalam keadaan melakukan maksiat.
Rasulullah SAW bersabda: ” Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memaniskannya” Sahabat bertanya : ” Apa itu memaniskannya ya Rasulullah? ” Ia berkata : ” Dia akan memberi ia petunjuk untuk melakukan kebaikan saat menjelang ajalnya, sehingga tetangga akan meridhainya-atau ia berkata- orang sekelilingnya.” (HR. Al Hakim)
Diberikan rezeki cukup
Allah pasti memberikan rejeki yang cukup kepada setiap hamba – Nya melalui salah satunya amalan memperlancar rezeki yang memang dianjurkan dalam islam. Artinya : “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak cucu Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rizki yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk-mahluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. Al-Isra’: 70).
Diangkat derajatnya
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah. Niscaya Allah Swt. akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, berdirilah kamu, maka berdirilah. Niscaya Allah Ta'ala. akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Ta'ala. Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah: 11)
Membalas semua amal kebaikan dengan pahala Artinya : “Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. Al – An’am : 160)
Doanya dikabulkan Allah SWT selalu mengabulkan do’a – do’a dari semua hamba – Nya. Hanya membutuhkan waktu saja, jadi anda wajib bersabar dan menunggu. Karena Allah tau waktu yang tepat untuk mengabulkan setiap do’a. Alasannya adalah Allah akan memberikan yang anda butuhkan bukan yang anda inginkan. Hal tersebut sudah pasti baik untuk anda.
__ADS_1