
kini afifah sudah sampai di rumah dokter el, ia langsung masuk karena dokter el memberikan kunci cadangan kepada afifah.
saat afifah masuk, ia melihat ruang tengah sangat berantakan dan kotor. afifah terus berjalan ke dapur untuk memasak nasi. sambil menunggu nasi matang, afifah membersihkan ruang tengah. setelah beres afifah kembali memasak di dapur.
suara perang dari dapur membuat santi dan ghea terbangun, mereka berdua lalu cucu muka dan membantu afifah memasak.
"Gak usah mbak, gak papa biar aku saja" cegah afifah kepada santi yang hendak menggoreng tempe dan tahu
"udah aku bantu, ini di goreng?" tanya santi
"iya mbak" jawab afifah
"masak apa ini fah?" tanya ghea
"Masak sayur asem, tempe, tahu goreng mbak. mbak ghea suka kan?"
"Itu saja lauk nya ya?"
"tidak, ini aku masih bumbuin ikan mujair nya mbak"
ghea hanya diam saja, seperti nya dia gak suka sama afifah.
"Ghea? kamu buatin kopi saja buat el dan mas prima ya"
"hmmm.. oke deh" ghea semangat ketika disuruh santi buat kopi untuk el
"Fah, bangunin sana suami mu" goda santi
"Sebentar lagi pasti bangun mbak" afifah malu-malu
"Sini-sini, aku saja yang goreng." santi mengambil alih ketika afifah hendak menggoreng ikan
"yasudah, aku buat sambal dulu" ucap afifah.
20 menit kemudian, menu sarapan sederhana sudah siap. sayur asem lengkap dengan sambal terasi. tahu, tempe dan mujair goreng. tak lupa buah pepaya yang sudah di potong dadu sebagai pencuci mulut sudah tertata rapi di meja makan.
tak lama el pun turun, ia melihat rumah sudah bersih dan makanan sudah siap di jam setengah 7. padahal biasanya jam segini bi sugiati masih memasak.
"kamu yang bersiin semua?" tanya el sambil menghampiri afifah yang sedang mengelap dapur
"iya lah pak, ehh mas" afifah menepuk mulut nya yang slalu saja salah memanggil el
"Kopi sudah si buatkan sama mbak ghea mas, sudah di taruh di kursi belakang" ucap afifah
__ADS_1
"bi sugiati kemana?"
"lagi di depan, nyapu halaman depan" jawab afifah sambil terus membersikah dapur tanpa melihat el
el pun berjalan hendak pergi ke belakang rumah. namun langkah nya terhenti, el berbalik dan langsung memeluk afifah dari belakang.
"Diamlah" bisik el penuh penekanan, karena afifah hendak berteriak
"Mas, jangan gini" jantung afifah rasanya ingin meledak, bahkan tubuhnya juga tidak siap dengan perlakuan el
"Makasih ya sayang" bukan nya melepaskan, el malah bergelanyut manja memeluk afifah
"Yasudah, aku minum kopi dulu ya" el mencium kepala afifah lalu melepas pelukan nya dan berjalan menuju belakang rumah.
tanpa disadari afifah, ada sepasang mata yang melihat adegan tadi, yaitu ghea. dan ternyata el sengaja melakukan nya karena tadi ia lihat ghea dari arah belakang rumah hendak berjalan masuk ke dalam rumah. entah apa maksud el, hanya el dan Tuhan yang tau.
tapi tunggu, siapa yang sedang berdiri di samping cendela samping? aaaa tidak, itu adalah bi sugiati. bi sugiati melihat adegan tadi. SIAGA 1.
***
setelah sarapan, mereka semua bersiap hendak jalan-jalan ke kebun teh, namun afifah tak ikut karena hendak ke sekolah zakir menghadiri rapat.
seperti biasanya, bi sugiati pulang untuk mengantar makanan ke suami nya yang bekerja di kebun teh. disana bu sugiati mulai beraksi menyebarkan berita. ia menyampaikan kepada semua orang jika ia melihat dokter el memeluk afifah.
"Aku yakin afifah tak seberani itu."
"mbak yu, selama ini aku gak percaya omongan orang karena percaya sama afifah. tapi aku gak bisa percaya sama dokter itu. dia laki-laki dewasa bu, nafsu nya juga besar. apalagi afifah cantik, muda"
"tenanglah nan, nanti sore, ba'da asar aku akan panggil dokter el agar menjelaskan semua nya" bu zainab menenangkan hanan, agar tidak semakin meluap.
"baiklah mbak yu, nanti sore aku kesini lagi" hanan mencoba mengatur nafas dan menenangkan hati nya "saya pulang dulu ya mbak yu"
"gak makan dulu nan, ayo.. " ajak bu zainab
"enggak mbak yu, aku terburu-buru. Assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Yaa Allah ada apa lagi ini, Lindungilah putri hamba. dia baru saja berdiri dari masalah. janganlah engkau timpa masalah lagi.
disisi lain, el dan kawan-kawan sedang berfoto bersama dengan kebun teh yang sangat luas.
entah mengapa el sangat bosan, di tambah lagi ghea slalu menempel kepada el. el sangat risih kepada ghea. ia tak suka dengan keberadaan ghea. walaupun saat awal ketemu el berniat untuk mendekati ghea, namun niat nya itu ia batalkan. sejak tau semua tentang ghea.
__ADS_1
El awalnya menyelidiki asal-usul ghea. ghea ternyata anak dari broto, dan bu broto adalah teman sosialita mama lastri. ghea ternyata adalah mantan kekasih Hendra, teman kuliah nya dulu di Singapore. Waktu masih kuliah, Hendra pernah bercerita bahwa pacar nya sedang hamil, namun saat Hendra hendak tanggung jawab, ghea tak mau karena waktu itu, ghea masih kuliah dan keluarga broto tak menyetujui ghea dengan Hendra.
el benar-benar sangat pemilih dalam hal pasangan. ia tak mau jatuh cinta dan terjebak dengan wanita murahan seperti rania dulu. ia ingin memiliki istri baik-baik. itu sebabnya ia tak mau terburu-buru. namun sejak keributan di cafe waktu itu, mama lastri tak melepaskan el dan ia terus mencari tau wanita yang di gosip kan bersama el. saat lastri tau bahwa itu adalah ghea di tambah lagi anak dari teman nya. lastri mendukung dan meminta ghea untuk mendekati el. awalnya el tak tau, namun kemarin malam el tak sengaja mendengar percakapan ghea dengan mama nya melalui telepon.
flashback on
📞 dia hanya kasian sama gadis kampungan itu ghea. el tidak mencintai nya
📞 iya tante, ghea juga melihat nya bahwa mereka sangat kaku. tidak seperti sepasang kekasih
📞 tuh kan, masih kurang 4 bulan lagi ghea. kamu harus bisa merebut el. tante akan slalu mendukungmu
....
inti dari percakapan mereka adalah tak percaya dengan hubungan el, karena itulah el tadi pagi tiba-tiba memeluk afifah dari belakang.
flashback off
kembali ke kebun teh, di sana para penduduk yang sedang bekerja memetik daun teh memperhatikan kegiatan el dan kawan-kawan. mereka semua melihat jelas bagaimana ghea menempel terus kepada el.
"Pasti yang pakai baju ungu itu pacar dokter el di kota"
"tapi, katanya tadi afifah di peluk lo sama dokter el. bu sugiati lihat sendiri"
"pasti afifah cuma buat mainan saja."
"mungkin bu, dia seorang dokter, tampan, kaya dan mapan. mana mungkin mau sama afifah yang cuma gadis kampung"
"duhh.. kasian sekali afifah itu. cerita nya hampir seperti sinetron di ind*si*r saja ya bu"
seperti itulah gosip terbaru dan terupdate.
cekling... suara HP el berbunyi.
+628133xxxxxxx✉ Mas ramdan, ibu ingin bicara sesuatu. nanti sore jam 4 bisa kan ke rumah? -Afifah
El mengkerut kan dahi nya, benarkah ini nomor afifah? begitulah pikir nya
Dokter El✉ Iya
___
Jangan Lupa tinggalkan jejak ❤
__ADS_1