
Kini el dan afifah sudah berada di dalam pesawat perjalanan pulang.
Beberapa menit yang lalu, el sudah terlelap.
sedangkan afifah menatap ke luar jendela, melihat awan-awan putih yang sangat indah.
hampir 17 jam, perjalanan mereka dengan satu kali transit. kini el dan afifah sudah sampai di Indonesia.
setelah mengantri koper. al dan afifah langsung naik taxi, mereka benar-benar ingin segera sampai rumah. afifah sendiri sangat mengantuk, beberapa kali menguap di dalam taxi.
"Tidurlah" el menarik afifah agar tidur di pundak nya.
afifah pun langsung menyandarkan kepalanya, lalu tak butuh waktu lama, ia sudah terlelap.
didalam pesawat tadi, el lah yang sering tidur. sedangkan afifah hanya beberapa jam saja.
Taxi sudah memasuki halaman rumah el, karena keluarga el tak tau kepulangan el, el pun masuk rumah secara diam-diam. ia langsung membawa afifah ke kamar nya.
El tersenyum, melihat afifah yang tak terusik sama sekali walaupun el berkali-kali menciumi pipi, dan bibir nya.
Kau ini menggemaskan sekali sih
Karena beberapa jam lagi pagi tlah tiba, el memutuskan untuk berendam air hangat dengan aroma terapy, ia juga tidak mengantuk, karena hampir 90% didalam pesawat ia tidur.
...****************...
Jam 5, el sudah duduk di dapur sambil menikmati secangkir Susu hangat yang baru saja bi sumi buatkan.
Endang dan Rani yang baru saja bangun juga kaget, karena melihat el sudah datang.
"Kak el? kapan pulang?" tanya Rani dengan antusias sambil menghampiri dan duduk di samping El.
"Tadi" jawab El cuek
"El?" teriak mama lastri, lastri langsung berlari dan memeluk anak nya itu
"Kapan kamu pulang nak?"
"Sudahlah ma, kenapa semua bersikap seolah-olah El baru pulang dari perang sih" El seperti nya masih kesal
ia pun berdiri "Bi, nanti antarkan sarapan ku sama afifah ke kamar ya. aku ngantuk mau istirahat" El langsung pergi meninggalkan semua orang disana
Mereka benar-benar merusak Mood ku!!
El kembali ke kamar, ia langsung tidur sambil memeluk afifah. entah mengapa dengan memeluk afifah, ia merasa bahwa semua beban nya hilang, ia sangat nyaman sekali. sehingga El langsung terlelap.
...****************...
Jam 8 pagi, afifah mulai terbangun karena ketukan pintu. ia pun dengan pelan-pelan memindahkan tangan berat El dari perut nya. lalu membuka pintu kamar yang sebenarnya tidak di kunci.
"Non, ini sarapan nya" ucap bi sumi setelah pintu terbuka
"Astaghfirullah, jam berapa ini bi?"
"Udah jam 8 Non"
afifah langsung mengambil nampan yang bi sumi bawa
__ADS_1
"Yasudah bi, makasih ya"
bi sumi tersenyum, lalu ia langsung pergi.
afifah pun langsung mandi, lalu membangunkan El. saat El mandi, afifah membersihkan kamar mereka dan terakhir sarapan bersama di dalam kamar.
"Mas, kamu kenapa gak bangunin aku sih. aku jadi gak enak sama mama kamu"
El diam, masih menikmati sayur bayam di mangkok nya.
"aku jadi malu mau turun mas, gimana ini"
El masih diam.
"Mass.. ihh kamu!!" entah kerasukan setan apa, dengan berani nya afifah merajuk kepada El.
"Hemm.. apa sih" El langsung berpindah duduk di sebelah afifah.
"Maaf, aku masih makan. kamu tadi ngomong apa?" tanya El lembut
"Gak papa, aku cuma malu mau turun karna bangun kesiangan"
"Gak usah malu, sudah bawa semua ini kebawah. bentar lagi aku nyusul" El memandang afifah dengan tatap teduh, mata elang El benar-benar sudah tak pernah terlihat lagi.
Afifah pun turun, disana lastri, endang dan Rani seperti nya sudah menunggu afifah. afifah tau itu. tapi ia memilih cuek, membawa piring kotor ke dapur dan mencuci nya.
"Kamu itu menantu disini, kenapa bangun nya siang bolong begini"
Deg, jantung afifah langsung berdetak kencang
"Maaf bi, aku... "
"Afifah!" suara lastri yang lantang membuat afifah tersentak kaget
"Kamu tau kan aku masih tidak menyukaimu! aku tak rela anakku menjadi suami mu. Dan kamu jangan keGR an ya, aku gak sudi punya mantu kampungan kayak kamu!!!"
"Udah jelek Miskin lagi!!!" imbuh Rani
"Sebaiknya kamu mundur!! tinggalin El!"
Apa maksud nya ini? setelah mas ramdan melakukan nya kepadaku, kini mereka semua memintaku untuk pergi. apa ini rencana mas El!!!
kenapa mereka begitu jahat sekali!!
"Benar! tinggalin anakku!!" bentak lastri
Air mata afifah sudah keluar sejak tadi.
"Mama!!!" teriak El, dengan langkah panjang nya, El menghampiri afifah, lalu berdiri di depan afifah, menutupi tubuh afifah dari ketiga wanita yang tak lain mama, bibi dan sepupu nya itu.
"El benar-benar gak nyangka mama sejahat itu!" tatapan elang El lalu menuju ke bibi dan sepupu nya itu "El peringatin untuk yang terakhir kali nya. jangan ganggu afifah lagi. sampai kalian gangguin istriku, El gak akan mau ketemu kalian lagi!"
"El.." panggil lastri, berusaha menghentikan langkah kaki El yang pergi meninggalkan dapur sambil menggenggam erat tangan afifah.
El membawa afifah kedalam kamar, El mendudukan afifah di pangkuan nya, sambil mengusap air mata yang membasahi pipi afifah.
"Jangan dengerin mama ya" El memeluk afifah, afifah pun merasa tenang, ia benar-benar merasakan kehangatan saat El memeluk nya.
__ADS_1
"Sudah ayo, kita pulang saja. aku juga malas disini"
"Tapi kamu capek mas, besok gakpapa kok"
"Aku bawa pak dayat, jadi sekarang kamu kemasi barang-barang kita, aku mau kabarin papa dulu"
afifah beranjak dari pangkuan El, lalu segera menjalankan perintah suami nya.
setelah menelpon papa nya, bi sumi, pak dayat dan satu security, membawa barang-barang milik afifah dan El keluar rumah.
Dari tangga, El yang sudah menggandeng tangan afifah langsung nyelonong keluar tanpa memperdulikan lastri, endang dan Rani yang terus memanggil nya.
"El kamu durhaka nak, kamu belain istri kamu daripada mama"
walau pun dikatai Durhaka, El tidak berhenti dan langsung masuk mobil.
"Kak el!!" teriak seseorang yang baru saja turun dari mobil.
"Caca"
El pun turun kembali dari mobil, menyambut adik tercintanya yang berlari menghampiri nya.
"Kakak mau kemana?" tanya caca
"Kakak mau pulang sayang" El mengelus rambut lurus caca
"Kok cepet banget, caca saja baru sampai"
"Kakak udah beliin kamu coklat swiss, ambil di kamar kakak nya. nanti kalau kak byan udah datang dari Belanda, kamu ikut kak byan ke rumah kak El ya. sekarang kak El mau pulang dulu"
"yaa" caca lunglai "Oke deh, Hati-hati ya kak El, kak afifah" caca melambaikan tangan nya, dan dibalas juga eh afifah dan El
"Ayo pak cepat!!" titah El karena ia melihat mama lastri mendekat.
"Mas, kamu tetap salah jika bersikap seperti itu kepada mama mu. bagaimana pun juga dia ibu kamu yang melahirkan kamu"
El menghela nafas kasar "itulah beda nya kamu sama mama! sudah jangan bahas mama" El menarik afifah dan memeluk nya, lalu menciumi puncak kepala afifah.
"Masss" afifah mendorong tubuh El
"Kenapa?" El menatap sambil menahan senyuman.
Afifah menujuk seseorang melalui ekor mata nya.
"Gakpapa, pak dayat sudah pengalaman kok" ucap El santai "benar kan pak, kalau pengantin baru pasti ingin nya mersa-mesra an terus"
wajah afifah memerah karena malu.
"Iya non" pak dayat tersenyum bahagia melihat senyuman El yang sempat hilang. dan akhirnya kini senyuman itu kembali lagi.
Kamu kenapa sih mas, aku takut sekali menghadapi mu saat ini. kita udah menikah 6 bulan lama nya, tinggal 6 bulan lagi semua berakhir. tapi, kamu bersikap manis dan hangat kepadaku. apa yang sebenarnya kamu inginkan mas.
afifah menatap wajah tampan suami nya yang tidur di pangkuan nya, sambil mengusap lembut rambut tebal nan hitam milik El.
Sungguh aku tak mengerti dengan drama besar ini mas, kamu terlihat sangat marah kepada mama mu, tapi aku menganggap semua ini drama mu! aku tak percaya jika semua perlakuan mu itu tulus.
Iya mas, tak mungkin laki-laki setampan dan semapan kamu mau dengan ku. aku kampungan, jelek dan miskin, itu benar seperti yang orang-orang bilang.
__ADS_1
BERSAMBUNG...